NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raja iblis

Damon dan Alea keluar bersama dari kantor polisi kota itu. Ya, begitu Alea ketahuan mencuri, petugas toko langsung menyeret mereka di kantor polisi. Keduanya di periksa sampai empat jam.

Beruntung Damon punya banyak relasi di negara ini. Dan Alea baru melakukan tindakan tidak terpuji itu sekali, belum ada jejak kriminal lain. Jadi masih bisa di maafkan. Damon hampir menyebut nama Damian Winslow kalau mereka tetap mau menahan Alea.

Nama Damian terkenal di negara ini. Ia banyak membantu dan bekerja sama dengan pemerintah di sini memberantas kejahatan. Dari dulu, di negara manapun Damian pergi, kalau ia menetap lama di sana, laki-laki itu tahu bagaimana membuat dirinya di hargai dan ditakuti. Agar kelak kalau terjadi sesuatu, ada banyak bantuan dan orang-orang akan segan dan takut padanya.

Damian adalah sosok yang paling bisa membaca situasi dan orang. Ia tahu kapan harus bersikap dingin, kapan harus tersenyum, dan kapan harus menekan tanpa perlu mengangkat suara. Itulah kenapa namanya selalu punya bobot di mana pun ia berada.

Damon juga bisa di bilang memiliki itu, tapi dia belum sehebat Damian yang namanya sudah di kenal di mana-mana. Dan hari ini, adalah pertama kalinya dia berhadapan dengan situasi paling menyebalkan yang tidak pernah ia bayangkan. Semua gara-gara putri kesayangan dari sosok sang legendaris, Damian Winslow.

Udara luar terasa jauh lebih segar begitu mereka melangkah keluar dari kantor polisi. Tapi suasana di antara keduanya … justru sebaliknya.

Damon berjalan lebih dulu, langkahnya panjang dan tegas. Rahangnya mengeras, jelas menahan sesuatu. Sementara di belakangnya, Alea berjalan pelan, sesekali melirik ke arah pria itu dengan ekspresi bersalah, tapi juga sedikit waspada.

"Om…" panggilnya hati-hati. Tidak ada jawaban. Damon bahkan tidak menoleh. Alea menggaruk pipinya pelan.

"Om Damon…" Masih diam.

Oke. Dia akan panggil lagi.

Alea mempercepat langkahnya sedikit, menyamai langkah Damon.

"Om Damon ganteng..." kali ini panggilannya di sertai senyuman manis yang menurutnya sudah paling manis.

Pria itu berhenti. Berhasil. Gumam Alea dalam hati. Tentu saja senang.

Oh, berarti harus di puji ganteng.

Begitu pria itu berbalik dan matanya bertemu dengan mata Alea, gadis itu langsung menahan nafas. Oh tidak, si om benar-benar marah.

"Ikut aku, jangan tersenyum manis seperti itu, tidak akan mempan padaku." suaranya rendah. Rendah sekali. Hanya dua kata yang keluar dari mulut laki-laki tampan itu lalu ia berbalik dan melanjutkan langkahnya menuju mobil yang di parkir di depan sana.

Alea ikut melangkah tapi langkahnya pelan sekali. Sekarang yang ada di dalam pikirannya hanya satu kata, kabur.

Itu satu-satunya ide yang terasa masuk akal di kepala Alea saat ini.

Langkahnya makin melambat. Matanya melirik ke kanan, lalu ke kiri. Jalanan cukup ramai, beberapa orang berlalu-lalang tanpa memperhatikan mereka. Kesempatan bagus.

"Kalau aku lari sekarang … dia pasti nggak bakal ngejar kan?" gumamnya sangat pelan.

Di depan sana, Damon sudah hampir sampai ke mobil. Tapi entah bagaimana, langkahnya ikut melambat. Seolah ia tahu.

Alea menarik napas kecil.

Satu… dua… tiga ...

Gadis itu memutar badan. Dan mulai berjalan ke arah berlawanan. Bukan lari. Terlalu mencurigakan. Jalan santai, sangat santai. Satu langkah, dua langkah. Tiga ...

"Alea."

Langkahnya langsung membeku. Suara Damon tidak keras. Tidak membentak. Tapi cukup untuk membuat bulu kuduknya meremang. Perlahan, sangat perlahan, Alea menoleh. Damon berdiri di sana, beberapa meter dari mobil. Tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Tatapannya lurus ke arahnya, sikapnya tenang tapi jelas tidak memberi pilihan.

"Ke sini."

Cuma dua kata. Alea menelan ludah.

"Ini… aku lagi lihat-lihat kota om. Biar nggak stres," katanya, berusaha terdengar santai.

Damon tidak bergerak.

"Alea."

Nada itu turun satu tingkat. Lebih dingin. Dengan terpaksa Alea maju perlahan. Namun saat jaraknya makin dekat dengan pria itu, ia malah lari secepat kilat.

"Kabuurr!!!"

Alea lari terbirit-birit.

Tumitnya hampir terpeleset saat berbelok di trotoar, tapi gadis itu tidak peduli. Yang penting cuma satu, menjauh sejauh mungkin dari Damon yang sedang marah. Tasnya bergoyang-goyang di bahu, rambutnya berantakan diterpa angin, dan napasnya mulai tersengal.

"Jangan kejar… jangan kejar …" gumamnya panik seperti buronan sungguhan.

Di belakang sana, Damon masih berdiri di tempatnya beberapa detik. Ia menatap punggung Alea yang makin menjauh dengan wajah tercengang lalu tertawa. Rasanya dia mau gila menghadapi si gadis nakal itu. Pandangannya lalu berpindah ke kiri. Dia tahu Alea akan keluar di jalan mana lewat lorong yang ia masuki tadi setelah trotoar. Damon tersenyum miring.

"Kau pikir bisa kabur dariku bocah?"

Damon berbalik tanpa terburu-buru. Alih-alih mengejar dari belakang, ia justru berjalan santai ke arah lain, arah yang lebih cepat menuju ujung jalan kecil yang baru saja dimasuki Alea.

Sementara itu…

Alea masih berlari tanpa arah yang jelas. Dadanya naik turun, napasnya sudah tidak beraturan.

"Capek, capek… ini om-om kenapa sih serem banget kalau lagi marah begitu? Tatapannya kayak raja iblis. Apa dulu dia penghuni neraka? Namanya aja Damon." keluhnya sambil terus berlari. Ia menoleh ke belakang.

Sepi.

Tidak ada Damon. Langkahnya perlahan melambat.

"Hah, nggak dikejar?" gumamnya bingung.

Alea berhenti, menoleh lagi ke kanan dan kiri. Jalan kecil itu relatif sepi. Hanya beberapa orang yang lewat, tapi tidak ada sosok tinggi dengan aura menekan yang ia kenal. Perlahan, wajah paniknya berubah jadi ekspresi lega.

"Huft… aman." Ia mengusap dadanya, mencoba menenangkan diri.

"Tuh kan, gue bilang juga apa. Mana mungkin dia ngejar. Harga dirinya pasti tinggi banget. Lagian percuma ngejar yang gak pasti, yang pasti-pasti aja."

Alea bahkan sempat nyengir kecil, merasa dirinya menang.

"Yes! Alea satu, om Damon nol ..."

"Siapa bilang?"

Suara itu.

Datang dari depan. Alea membeku. Senyumnya langsung menghilang. Perlahan… sangat perlahan, ia mengangkat wajahnya. Dan di sana … Damon berdiri bersandar santai di tembok, tepat di ujung jalan.

Tangannya masih di saku celana, satu alisnya terangkat tipis, menatapnya seolah ini semua hanya permainan kecil yang sangat mudah ditebak. Wajah Alea langsung pucat.

Refleks ia mundur satu langkah.

Damon tidak bergerak. Tapi tatapannya cukup membuat Alea merasa seperti tidak punya jalan keluar.

"Lari lagi sana, ayo lari." ucapnya.

Alea makin mundur. Dan ketika ia berbalik lagi untuk kabur, Damon mengejarnya kali ini.

"Hwaaaa...!!

"Mommy, daddy! Alea di kejar raja iblisss yang nyamar jadi tetanggaa!"

Teriaknya heboh sendiri sambil terus berlari kencang.

1
habislah 😌 doc tahu lelah sbb apa 🤭🤣
Lina RA
adiknya kah?
Rika Hari
ondeh Mande ank org masih sekolah kok sdh d naikki😳bisa gawat nih nnt sekolah nya SDH bunting 😯😯😯
Jessie Bernadette
Karyamu smua selalu keren2 thor.. Semangat terus ya thor/Heart/
~HartiWyn_Dee_
ternyata Sabine gadis masa kecilnya Tim,,,jadikan Sabine adik aj ya jangan lebih karena Sabine udah ada yg punya😁
Fitria Syafei
waduh ntuh benaran adik kandungnya...apa cuman sahabat kecilnya yg deh lama ga ketemu 🙄 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Hanima
👍👍
Herman Lim
adek apa tmn masa kecil ne🤪🤪
Ilfa Yarni
semoga saja Yom menganggap Sabine stay Irish itu Adiknya jgn berharap lebih ya Tim Karna Sabine udah Ada yg punya
wahyu widayati
tuh kan sabine punya identitas lain....pasti sabine dulunya anak org kaya yg hilang lalu ditemukan sepasang suami istri tp sayangnya mereka hidup miskin....☺
LANY SUSANA
o Sabine ternyata teman masa kecil Tim ya
pantes sjk awal tim ga bs galak2 ke Sabine
Atik Marwati
ksayang kakak ke adik aja ya tim🥰
Ita rahmawati
nah jd gimana adiknya atau sahabatnya,,
adik plus sahabat kali ya 😂
Lilik Juhariah
Tim emang Baik, tapi Sabine sudah punya kak Elvan Kak Tim
Syifa Azhar
lah ini adik beneran apa adik-adik kan😂😂😂
jangan sampai Elvan tau dan bakar sumur nanti karena pencemburu berat oe🤣🤣
......bunga
❤️
faridah ida
kalau Elvan lihat cemburu banget ini ....😂😂 dan kemungkinan Abel akan kena tinju Tim ini ...😁
🍒WINA🍒
Tim akhirnya menemukan adiknya kecilnya nama irish, tim telah anggap irish sebagainya adik sendiri ingin menjaga dan melindunginya...

mungkin sabine dulu mengalami amnesia waktu kecil jadi lupa sama tim, tim merasa lega akhirnya menemukan, gadis kecil yg dicarinya selama bertahun-tahun

tim gadis kecil yg kamu cari ini dah ada yg milik, sabine dah jadi milik elvan seutuhnya🤭kayaknya tim anggap sabine seperti adiknya sendiri...
Yuliana Purnomo
wehhh bakal jadi rival nya Elvan niih
Ririn Danayanti
Sabine sudah punya KK Elva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!