NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerombolan Macan Alas ( bagian 1 )

Semua orang langsung bangkit dari tempat peristirahatan itu. Mereka bergegas mencari senjata masing-masing dan cepat bersiaga. Alas Caruban memang sarang gerombolan penyamun terkenal, Gerombolan Macan Alas.

Dalam gerombolan penyamun ini ada 8 orang sesepuh yang juga menjadi kekuatan tertinggi dari Gerombolan Macan Alas. Mereka adalah Renggong, Bondol, Ki Pegon, Nyai Gunting, Mpu Lenggang, Stuna, Sambangdalan dan Dewi Kuku Beracun. Yang terkuat adalah Lenggang sedangkan yang terlemah adalah Renggong. Mereka juga dikenal sebagai kelompok pendekar golongan hitam dengan nama Delapan Pendekar Aneh Alas Caruban.

Dari kegelapan malam, sekitar seratus orang mengepung tempat bermalam rombongan Pangeran Mapanji Wijaya dari segala penjuru. Diantara ratusan orang ini adalah delapan orang dengan perawakan aneh ikut mendekat. Renggong berpunggung bungkuk dengan gigi tonggos, Bondol tinggi besar tapi kepalanya plontos, Ki Pegon menutupi mulutnya dengan kain hitam sembari memanggul cemeti besar, Nyai Gunting menenteng senjata aneh seperti gunting besar, Mpu Lenggang berbadan gempal membawa pedang besar, Stuna si banci terus-menerus memoles wajahnya dengan bedak tabur dan Dewi Kuku Beracun memamerkan kuku panjang nya yang berwarna hitam legam.

"Delapan Pendekar Aneh Alas Caruban...

Kenapa kau tiba-tiba mengepung kami heh?! Kau tahu siapa yang sedang bersama kami disana? ", ucap Tumenggung Rengga sambil menunjuk pada Pangeran Mapanji Wijaya.

Phuiiiiihhhhhh.....!

" Kami ini perampok, peduli setan siapa yang lewat. Berani lewat sini tentu saja masuk wilayah kami, tentu saja harus menyerahkan harta. Jika tidak, kalian semua akan kami bunuh! ", jawab Mpu Lenggang sambil menancapkan pedang besarnya ke kedepan jempol kaki nya.

" Berani sekali kalian!

Berani merampok pangeran Watugaluh, apa kalian ingin diburu oleh Gusti Sri Lokapala hah?!! ", kali ini Juru Mandhasiya ikut bicara.

HAHAHAHAHA....!!!

Tawa menggelegar terdengar dari mulut Mpu Lenggang di sahut anggota Delapan Pendekar Aneh Alas Caruban lainnya juga para anggota perampok Gerombolan Macan Alas lainnya. Ini membuat rombongan pengawal pribadi Pangeran Mapanji Wijaya kebingungan.

"Kenapa kalian malah ketawa hah?! Dasar sinting..! ", maki Ki Bekel Pancala yang membuat Mpu Lenggang berhenti tertawa. Yang lain pun segera menghentikan tawa mereka.

" Kami ini dibayar oleh orang-orang Watugaluh untuk melenyapkan junjungan mu itu..!

Kenapa mesti takut pada Panji Rawit? Dasar bodoh! Orang yang membayar kami sudah menyiapkan rencana jika Panji Rawit bertindak pada kami. Jadi apa yang harus di cemaskan hahahaha... ", jawab Mpu Lenggang yang membuat semua orang terkejut mendengarnya.

Pangeran Mapanji Wijaya mengernyitkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh para perampok yang ternyata merupakan pembunuh bayaran dari orang Watugaluh ini.

" Tidak usah banyak cingcong, Kakang Lenggang..

Kita habisi saja mereka dulu.. ", sahut Ki Pegon sambil mengacungkan cemeti nya ke arah rombongan Pangeran Mapanji Wijaya.

" Kau benar, Adi Pegon...

Semuanya, dengarkan perintah ku! Bunuh mereka semuanya! Jangan ada yang hidup!! ", teriak Mpu Lenggang yang membuat para anggota Gerombolan Macan Alas bergerak ke arah lawan.

Pertarungan sengit antara mereka pun segera pecah.

Ki Pegon yang sejak awal gatal ingin menyerang, langsung melesat ke arah Pangeran Mapanji Wijaya sambil menyabetkan cemeti nya.

Ctttaaaaaaarrrrrrrrr!!!!

Ujung cemeti meluncur deras ke arah Pangeran Mapanji Wijaya. Nararya Candrawulan yang berdiri di dekat sang putra kedua dari Sri Lokapala dan Ratu Sri Isyana Tunggawijaya itu, mengebutkan ujung selendang memapak serangan musuh.

Whhuuuuuggggh!!

Akibatnya ujung cemeti Ki Pegon terbelit pucuk selendang Nararya Candrawulan. Ki Pegon sekuat tenaga menarik cemeti nya tetapi Nararya Candrawulan juga tak mau kalah. Jika awalnya hanya dengan tenaga kasar saja, kali ini mereka berdua menggunakan tenaga dalam hingga ledakan pun tercipta pada ujung cemeti dan selendang.

BLLAAAAAARRRRRRR!!!

Baik Ki Pegon maupun Nararya Candrawulan sama-sama tersurut mundur beberapa langkah ke belakang. Tetapi Nararya Candrawulan segera melesat ke arah Ki Pegon dan pertarungan jarak pendek antara mereka langsung terjadi.

Whhuuutttt pllaaakkkk pllaaakkkk..

Dhhaaaaassssss dhhaaaaassssss!!!

Selain Nararya Candrawulan yang menghadapi Ki Pegon, para pemimpin pengawal pribadi Pangeran Mapanji Wijaya juga sibuk bertarung. Tumenggung Rengga menghadapi Bondol, Juru Mandhasiya beradu ilmu silat dengan Renggong dan Ki Bekel Pancala terlihat sedang mengejar Nyai Gunting yang sedang menjauhi tempat itu.

"Dewi Kuku Beracun, Sambangdalan, Stuna, Bondol!!!

Jangan diam saja! Buat para pengawal Mapanji Wijaya sibuk biar aku bisa segera membunuhnya. Cepat sana!! ", perintah Mpu Lenggang yang membuat keempatnya bergerak meskipun sambil menggerutu.

Stuna si banci yang tidak suka perempuan langsung menerjang ke arah Ludaka yang merupakan pria tampan kedua setelah Mapanji Wijaya. Dengan genit dan centil, ia berkacak pinggang di depan murid Resi Mpu Kumbahan itu.

"Ganteng, kita tidak usah bertarung saja bagaimana hemm??

Nanti kau ikut aku saja, aku jamin kau akan hidup enak tak usah susah payah bekerja seperti ini. Tiap malam aku pasti akan melayani mu dengan baik hihihihi.... Kau mau kan? "

Kalau saja omongan itu datang dari seorang perempuan tulen, siapapun lelaki yang mendengar pasti akan senang. Tetapi begitu keluar dari mulut seorang banci, perut Ludaka langsung mual seketika. Dia langsung memberi isyarat pada Warak untuk mendekat.

"Rak, kau saja yang melawan orang ini. Aku cari lawan yang lebih gampang", bisik Ludaka begitu Warak mendekat.

" Dia ini beneran jagoan? ", balas Warak setengah tak percaya.

" Kau akan tahu nanti.. ", jawab Ludaka sembari melesat ke arah Sambangdalan yang sedang menuju ke arah Subadra.

" Hei Ganteng kenapa pergi?!! Kita masih belum selesai bicara.

Duh dasar lelaki sialan. Belum selesai perhitungan main pergi sembarangan. Awas ya kau nanti, tak emut sampai lemas. Sampai kau tak berdaya.. "

GLLEEEKKKKK...!!

Warak langsung menelan ludahnya dengan penuh kesulitan mendengar cara bicara si banci Stuna.

'Brengsek kau Lu!! Bisa-bisanya kau suruh aku menghadapi banci. Gayanya kemayu tapi tubuhnya berotot begitu. Hiiiii jijik...! ', batin Warak. Dia langsung mundur selangkah ke belakang saat Stuna mengalihkan perhatian pada nya.

"Hei kau otot besar...

Apa kau juga sama pengecut nya seperti teman mu itu? Huh dasar lelaki, dimana-mana sama saja kelakuannya", omel Stuna dengan gaya kemayu.

" Banci sialan!!!

Banyak omong bikin pusing saja. Akan ku robek mulut lemes mu itu..!! ", geram Warak sambil memutar gagang kapak besar nya.

Dengan penuh semangat untuk secepatnya menghajar si banci, Warak menerjang maju ke arah Stuna sambil mengayunkan kapak besar di tangan kanannya.

Whhhuuuuuggggggggg!!!!

Stuna segera menggunakan gelang besi di kedua lengan nya untuk bertahan.

Thhrraaaaaaaaannngggg!!!

Tubuh besar Stuna terpental ke belakang saking kuatnya tenaga dorongan dari Warak walaupun dia tak terluka sedikitpun. Secepat kilat ia memutar tubuhnya dan menyerang ke arah Warak menggunakan lengan nya yang di lindungi oleh gelang gelang besi. Pertarungan antara mereka pun tak terhindarkan lagi.

Meskipun kemayu tapi nyatanya kemampuan bela diri Stuna benar-benar tinggi. Berulang kali ia hampir mencelakai Warak meskipun pengawal pribadi Pangeran Mapanji Wijaya ini selalu bisa bertahan. Gerakan nya cepat dan mematikan, menyasar titik-titik vital di tubuh Warak yang kamu tetapi memiliki tenaga besar. Jelas pertarungan ini adalah yang paling lucu dan menarik jika dibandingkan dengan pertarungan lain yang sedang terjadi.

20 jurus berlalu dengan cepat...

BLLAAAAAARRRRRRR!!

Tubuh Stuna terpental setelah kapak besar Warak yang sudah dialiri tenaga dalam menghantam gelang besi nya. Darah segar langsung mengalir di sudut mulut Stuna yang membuat banci ini marah besar.

Dia segera bangkit dari tempat jatuh nya sambil mengumpulkan seluruh tenaga dalam nya hingga menciptakan angin kencang yang membuat Warak mundur selangkah ke belakang sambil bergumam lirih,

"Wah banci nya marah.... "

1
pendekar angin barat
mantap
Ebez: hehehe terimakasih atas dukungan nya Bang Pendekar🙏🙏😁😁
total 1 replies
Amit
ajian tameng waja dean
Ebez: hehehe cek episode selanjutnya Kang Amit 🙏🙏😁😁
total 1 replies
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Ebez: terimakasih atas dukungan nya ya Bang Mujib🙏🙏😁😁
total 1 replies
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!