_
When npc fallin love?
Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?
Ah, pasti seru!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan modus.

3 hari berlalu, usai Staycation di puncak bogor ayya tak langsung pulang ke kota bandung melainkan pergi ke rumah pertamanya di surabaya.
Ya, planning holiday di surabaya dimajukan karena minggu depan ada acara dadakan.
Ayya semakin tak sempat memegang hape saking asiknya liburan dengan saudara seumuran.
Galih pun sama, ia sangat disibukkan dengan padatnya jadwal band mereka.
Ghea dan dina sudah pasti menagih cerita kelanjutannya dengan si Galih waktu itu.
Yeah, ayya menceritakannya cukup jelas, namun ia tak akan membawa perasaan apapun saat kedua saudara terdekatnya itu mulai cocoklogi.
" udah ah, aku mau ke powder room bentar.." Ucap ayya hendak pergi ke kamar mandi tamu.
Di rumah om eko, ayahnya beni semua sepupu kumpul untuk berlibur bersama dalam dua hari.
Namun begitu keluar dari toilet, ayya mendengar musik baru band LNGSHOT yang diputar keras oleh saudaranya di living room sana.
" Merekan kecanduan apa gimana sih?" Gumam ayya sembari berjalan masuk.
Begitu sampai di dalam sana, beni dan Ghea langsung menunjuk ayya menyambutnya.
" Ini om, yang namanya leo itu tetanggaan sama ayya. Kita kenal pas si leo mau apel ke ayya.."
ASTAGA? Ayya mendelik kaget dan menggelengnya dengan cepat.
" Apel apaan? Ih kak beni jangan di besar-besarin ya! kan kak leo ke rumah cuma mau anter bingkisan.."
" Bingkisan buat lo kan, ay??"
ahhh, pandangan semua saudaranya itu membuat ayya terpojok, percuma juga dia membela diri karena si om dan tante disitu juga ikutan menggoda ayya.
" Ganteng juga ya yang namanya leo, mana enak suaranya.. Sama si Louis itu.."
" Lah, Louis mah adek kelas kita tan.. temen ayya pas sekolah si SD taksaka sila."
" Eh, iya ya? wah, tinggal pilih nih.."
" Pilih? pilih apaan? pilih apasi tan? Louis temenku, kak leo pun tetangga.. Jadi ga usah halu deh, mereka juga banyak cewe yang suka, apalagi sekarang udah mulai dikenal banyak orang, pasti makin bejibun fans ceweknya.."
Ehem, mau sejelas apapun alasan ayya sekarang, mereka malah semakin antusias menggoda ayya.
" Ga apa ayy, ada waktunya lagu teman tapi mesra buat Louis, ataupun pacar lima langkah sama leo.."
Gubrak! astaga banget, ayya sampai kehabisan kata-kata untuk menanggap para tetuah itu.
Habis energi ayya selama semalam di rumah beni itu, untungnya besok dia ada rencana hunting dengan sahabat SMP nya dulu.
Liburan dengan sirkel masing-masing, bedanya Galih bukan liburan karena ia tengah disibukkan dengan kegiatan promosi yang mulai membludak.
Tidak ada waktu Galih untuk bersantai sebelum pemesanan marchandise grup nya terkirim sampai di tangan fansnya.
Melihat foto update ayya yang tengah menikmati liburan dengan teman-temannya, Galih tak peduli, ia juga sudah kepalang malu karena leo menggodanya soal spam chat pada ayya beberapa hari yang lalu.
" Bro, tenang aja nanti abis kerjaan kita beres kita liburan.." Ucap roy merangkul Galih.
Galih berdecak dan menepis rangkulan roy.
" Ga perlu, gue lagi pusing mikir gimana biar mama papa gue ga ngedumel lagi soal dunia musik gue." Ucap Galih jengah.
Willy dan Louis saling melirik, ya.. semua orang mendukung dan mensupport grup buatan Galih tersebut, kecuali kedua orang tuanya..
Mereka benar-benar menjadi orang yang paling menyebalkan di mata Galih karena sejak dulu selalu saja menentang hobbynya dalam menyanyi dan bermain musik.
" Menurut lo, tante sama om dewangga udah tau soal lagu kita ga sih?" Ucap willy gundah.
Louis pun turut gugup. " Kayaknya tau, udah viral di medsos kan lagu kita kemarin."
" Ah biarin lah, itu masalah belakang.. nanti juga mereka bakal diemin Galih kayak yang udah-udah. Lagipun Galih ga ngelakuin kenakalan remaja pada umumnya kan?" Tanya roy menaikkan atensi.
Louis pun melirik. " Ga nakal sih, cuma.."
" Mabok, dugem, kebut-kebutan.. masih normal gak sih?" Timpal willy.
Udah lah masa bodoh, mood Galih juga makin buruk kalau terus mengkhawatirkan kedua ortunya tersebut.
" Ke studio sekarang, edit beberapa cover musik yang belum selesai.." Ajak galih.
Melihat Galih yang pergi begitu saja, seperti tak ada semangat sama sekali, sebelum lagu baru mereka rilis pun Galih selalu semangat, bahkan ia menjadi yang paling antusias diantara roy, willy, dan Louis.
Ya, salah satu indikasinya ialah kekosongan dalam hidupnya.
" Lu abis ngomong apa ke galih pas di cafe rebella waktu itu?" Tanya roy menyikut Louis.
Ya, willy setuju karena setelah mereka berdua mengobrol waktu itu, Galih tiba-tiba berubah, seperti kesal dan malu dalam satu waktu.
Namun demi menjaga martabat sang leader yang anti romantic itu, Louis memplesetkan kebenarannya dengan hal lain.
Sementara itu, Galih masuk ke dalam kamar untuk mengambil beberapa alat elektronik untuk dibawanya ke kosan lagi.
akan tetapi dirinya reflek menggeram kesal disaat ucapan Galih tentang aduan ayya itu berputar lagi.
" Ayya sialan! Kenapa hal begini harus apa-apa dikasih tau ke Louis sih? untung tuh anak ga ember ke roy sama willy.."
Galih malu karena dirinya ketahuan ngemis perhatian pada ayya, padahal itu hanyalah sikap impulsif disaat seseorang khawatir.
" Udah bener aku blokir nomor ayya, ga bisa banget jadi temen deket kalo apa-apa dikasih tau orang selain aku.."
Galih kesal, antara malu Louis dan kecewa pada ayga sehingga saat itu juga Galih melakukan pemblokiran pada nomer ayya.
Dan ayya baru mengetahui itu sekarang, ayya berencana mengabari Galih sebelum ia sampai rumahnya.
" Ternyata diblokir toh, apa karena dari semingguan lalu ga aku balas sama sekali?"
Ayya menggedik acuh, namun nomornya di blokir Galih cukup mengejutkan dirinya.
" Ya udah kalo gitu, aku bakal anter oleh-oleh ini ke kak galih besoknya aja.." Ucap ayya sembari lanjut memejamkan maya, mendengar musik aesthetic seperti dirinya.
Skip-
Keesokan harinya.
Pukul 8 pagi, ayya bergegas membawa bingkisan oleh-oleh dari Surabaya untuk diberikan pada eyang anna dan suaminya, serta satu bingkisan khusus untuk Galih sekaligus bentuk permintaan maaf atas ketidak peduliannya pada pesan Galih selama ia liburan.
Namun begitu sampai di rumah eyang, ternyata eyang anna mengatakan jika Galih sudah kembali menempati kosannya.
" Loh? Apa nanti bakal kesini lagi, eyang?" Tanya ayya.
Anna pun tersenyum dan menggeleng kecil.
" Leo ga bakal kesini kalau orang tuanya mau dateng, dia bakal menghindar sampai orang tuanya pergi ke luar kota lagi.."
Huh? Kening ayya mengerut kaku.
Belum mendapatkan penjelasan secara detail, ayya sudah mendapat panggilan dari art yang tengah membawa yaya, anjing peliharaan ayya.
Terpaksa ayya menitipkan bingkisan itu pada eyang anna, semoga ada waktu eyang untuk menberikan bingkisan itu pada Galih.
Kembali ke halaman rumahnya sendiri, ayya menemani anjingnya yang tengah bermain disana.
Namun entahlah, biasanya ayya sangat antusias dan happy sekali menemani yaya. Untuk saat ini, ada sedikit ruang yang hampa dalam tubuhnya.
" Kak Galih kapan pulang kesini lagi ya? aku pengen minta maaf secara langsung, dan ga mungkin aku dateng sendiri ke kosan kak Galih yang isinya cowok semua.."