hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. malam yang panjang
Kamarnya tidak seluas kamarku dan juga tempat tinggal yanqi tapi tampaknya cukup nyaman hanya terisi dengan lemari pakaian, sebuah ranjang ukuran sedang dan juga kamar mandi,
Tampaknya ukuran semua kamar sama, setelah merapikan pakaian ke dalam lemari aku menghampiri yanqi yang sedang rebahan di atas kasur,
"apa biasanya kau tidur di sini bila tidak pulang?" tanyaku,
Yanqi bangkit duduk aku pikir dia akan mengajakku keluar berbaur dengan yang lain tetapi dia seprti biasa di luar dugaan dia malah menciumi ku dengan penuh gairah dan memainkan lidahnya cukup lama di bibirku,
"aku mencintaimu,,," lirihnya ketika melepaskan ciuman panasnya dengan mengecup pelan keningku,
"bila tidak nyaman kau bisa bilang padaku" ujarnya sambil menarik tubuhku bangkit dan keluar pintu,
Tapi aku dengan cepat menahannya dan mengambil tisu yang ada di atas koper, aku mengelap bibirnya yang terdapat lipstik dari bibirku,
"makasih sayang, love you,,," ujarnya sambil mengecup kembali puncak kepalaku,
Yah dia harus jongkok bila ingin menciumku karna perbedaan tinggi kita yang cukup jauh, dia dengan tubuh atletis tinggi 190 sedangkan aku hanya setinggi wanita pada umumnya di usia 28 tahun 160an,
Kita keluar dan bergabung di sofa di sana sudah hampir semua kumpul termasuk pasangan yang agak mungkin tidak suka pada kedekatan ku dengan yanqi yah tentu saja si paling teman terbaik suamiku 'hyun jo dan lee aini'
Aku tak memperdulikan mereka karna tak bisa ku pungkiri suami dengan hyun jo begitu dekat bahkan aku sering melihatnya di beberapa even bersama,
"bagaimana dengan agenda malam kita?" tanya runa yang tampaknya tak suka bertele²,
Berbeda dengan becca walaupun tampak semua orang terlihat santai tetapi dia jauh lebih santai dengan bersandar di sofa sembari menikmati kumpulan biji bunga matahari yang sudah di kupas felix,
"kita bisa memulai syuting mungkin untuk adegan malam dalam beberapa mv, apakah ada adengan seperti malam untuk mv pertama" lee bang kini bertanya padaku,
Yah karna aku produser pembuatan mv nya dan aku yang harus mengatur mereka semua untuk sesuai standar mv ku,
"tentu,,, tetapi bisakah kita membuat suasana malam di sebuah hutan" ujarku tampak berpikir untuk menyatukan imajinasi dengan mereka,
"seprtinya bisa,,, aku melihat beberapa kertas karton di sana, kita bisa membuat seperti pohon yang tinggi dan mencatnya agar terlihat nyata" usul jae rim,
"sepertinya membentuk pohon bambu lebih mudah dengan carton,,,," ujar becca,
"baiklah beberapa orang bisakah membantuku untuk mengatur lighting ke skema malam" usul felix,
"siapa selain boo ra yang ahli photo atau vidiografi?" tanyaku,
"hyun jo dan lee joo bisa membantumu itu bidang mereka" jelas yee rime,
Kami pun bersepakat dan fokus dengan kelompok pembentukan tanpa ada ganjalan apapun hingga tampaknya setelah pukul 9 malam hutan bambunya sudah siap,
Begitu pula dengan cahayan malamnya yang cukup indah,
Aku tersenyum cukup bangga dengan kelompok ini seolah sedang belajar seni ketika sekolah menengah,
Begitu pula hyun jo, lee joo dan boo ra mereka dengan senang hati membantuku memposisikan kamera dengan benar,
"baiklah kita mulai,,," ujarku dan setiap member memposisikan bagiannya sedangkan aku mengatur kameranya agar tetap setabil dan menghasilkan gambar yang jernih,
"bisakah bantu aku dengan monitor kamera 4,,," ujar ku yah di sana tidak ada yang memegangi posisi kamera,
"dengan senang hati aku datang,,," ujar becca yang kini berdiri memegangi tiang kamera itj sehingga pas dan posisinya cukup matang untuk memulai,
"actionnnn,,," mereka memulainya dengan semangat hingga akhirnya kita membuat bebetapa klip untuk mengisi sambungan vidio selanjutnya.