"Uncle, Cinta itu apa?"
"Cinta itu? saat kau ingin menghabiskan sisa hidupmu bersamanya."
"Oh! Senja Cinta Uncle."
"Hahaha.... "
"Senja serius! Uncle, Love Me Please!"
Senja Aulia Husna, gadis periang yang mencari apa arti Cinta! Hingga melabuhkan kata cinta pada pria matang yang ia panggil dengan sebutan Uncle.
"Uncle tak mencintaimu senja! Kau keponakan Uncle!"
Erangan frustasi dari pria dewasa berumur 35 tahun bernama Riko Dirgantara.
Bagaimana perjuangan Senja mendapatkan Cinta Uncle Iko?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Niswa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Setelah membersihkan dirinya, Senja merebahkan dirinya di atas kasur miliknya.
Berguling ke sana kemari, pikiran nya masih melayang tentang tadi.
Untuk pertama kalinya Senja berciuman di bibir dengan seorang pria dewasa, rasanya seperti? Ah tapi enak, gumam nya.
Pikiran nya terus melayang, tak ada kata sesal dalam dirinya saat ciuman pertamanya di berikan pada Sang Uncle Iko.
Membayangkan saja, membuatnya gila, apa mungkin bibir Uncle Iko memberikan nya efek Candu?
Senja bertekad, besok pagi ia akan berbicara pada Uncle Iko, bahwa ia mencintai Uncle Iko.
Meski masih tak mengerti tentang makna cinta yang sesungguhnya, tapi saat berada dengan Uncle Iko, jantungnya seakan bertalu. ingin selalu berada di samping Uncle Iko.
Hingga pukul 2 dini hari pagi, Senja baru bisa memejamkan kedua matanya setelah pemikiran liar tentang sang Uncle Iko yang hot tentunya bagi Senja.
...🌺🌺🌺...
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Senja masih asyik dengan selimut dan kasur yang membelit tubuhnya.
Teriakan Uncle Iko yang menggema sama sekali tak di hiraukan Senja, ya mau bagaimana? Dirinya baru bisa tertidur jam 2 pagi bukan? untung saja? hari ini sekolah libur?
Kalau tidak, sang Uncle pasti sudah memenuhi nya dengan segudang ceramah tua untuk dirinya.
Hingga jam menunjukkan pukul 9 pagi, Senja perlahan membuka matanya, Tekad nya sudah bulat untuk memenangkan hati Uncle Iko.
Ia berjalan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
Cukup lama ia berendam, hingga
Clek!
Senja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membelit dirinya, menampilkan bahu putih mulus serta kaki nya yang putih bersih tanpa noda.
Bersamaan dengan itu Sang Uncle juga membuka pintu kamar milik Senja, bukan tanpa alasan, Uncle Iko khawatir jika sesuatu hal buruk terjadi pada Senja.
"Arghhh.... Uncle!" Ucap Senja berteriak.
"Shutttt, diam lah, Uncle hanya khawatir dengan kondisi mu, kau sedari pagi Uncle panggil tapi tak ada jawaban sama sekali." Ucap Uncle Iko membekap mulut Senja.
Entah keduanya sadar atau tidak, posisinya sangatlah intim, dan tanpa sadar handuk yang di kenakan Senja merosot kebawah sedikit, hingga tampak jelas ujung bukit milik Senja.
Glek!
Uncle Iko menelan ludah nya dengan kasar, nalurinya sebagai laki-laki membuatnya harus menahan gairah yang sudah memuncak.
Ingin marah terhadap Senja? tentu! tapi itu tak di lakukan oleh Uncle Iko. Ah sial! kenapa miliknya selalu bereaksi cepat jika bersama dengan keponakan nya.
"Cepat ganti pakaian mu! Jangan lupa sarapan, Uncle akan menunggu mu dibawah." Ucap Uncle Iko , di balas anggukan cepat oleh Senja.
Perlahan kaki Uncle Iko melangkah keluar ke dalam kamar miliknya.
...🌺🌺🌺...
Uncle Iko POV
Malam hari saat ingin menemani Senja datang ke pesta perpisahan yang di adakan di oleh pihak sekolah di salah satu gedung xxx.
Ingin sekali rasanya aku menemaninya, namun entah mengapa perut ku seakan tak mendukung kehadiran ku untuk berada di sisinya.
Sudah 10 menit, aku ke kamar mandi sebanyak 5 kali, hingga aku harus merelakan dia pergi bersama teman nya. Tentu teman nya itu wanita.
Aku meminum air hangat yang di berikan oleh Bibi penjaga rumah untuk meredakan sakit di perutku, 1 jam lebih aku beristirahat untuk merilekskan rasa sakit di perutku,
Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Namun Senja masih belum juga kembali ke rumah.
Aku semakin mengkhawatirkan keadaan nya, ia tak biasanya pulang malam sendiri an, Dirasa sakit di perutku sudah tak sesakit pertama kali, aku segera bersiap untuk menjemput Senja.
Sesampainya di sana, aku melihat laki-laki seumuran Senja menarik pergelangan tangan nya, melihat itu hati ku rasanya ingin menonjok pemuda yang sudah berani membuat Senja kesakitan.
Aku melangkah kan kaki ku mendekati keduanya, dan seketika Senja memanggilku.
Aku berusaha tersenyum ke arah keponakan ku, Hingga kata yang sangat mengejutkan keluar dari mulut cantik keponakan ku yang menganggap ku sebagai kekasih nya.
Rasanya begitu senang, hatiku tersenyum mendengar itu. Tanpa di duga dan permisi, Senja tiba-tiba mencium ku, menggigit bibirku dan lidah ku. mempermainkan semuanya, sangat kaku!
Aku terkejut melihat itu, gerakan di bibirnya tampak kaku, apa mungkin ini pertama kali baginya.
Saat dia melepaskan ciuman itu, aku seakan tak rela, ingin sekali meminta nya lagi dan lebih lama lagi. Namun tak ku lakukan semua itu.
Aku terdiam, sesekali aku menjawab dengan mengiyakan semua kata yang keluar dari bibirnya.
Suasana dalam mobil saat itu menjadi canggung di antara kami berdua, saat aku ingin bertanya padanya justru dia juga memanggilku.
Hingga ia berucap maaf atas kelakuan nya tadi padaku, saat ku tanya tentang pemuda itu ia hanya menjawab baru mengenalnya 2 hari.
Mobil pun berhenti didepan rumah, aku langsung turun begitu dengan Senja, sebelum ia menghilang menuju kamarnya aku menasehati nya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu dan menyuruhnya segera tidur.
Saat aku sampai di dalam kamar pribadiku, bayang-bayang ciuman hangat itu kian membuatku menggila, hanya membayangkan saja sudah membuat gairah ku memuncak, hingga terpaksa malam hari aku harus mandi mengguyur tubuh ku dengan air dingin.
Ah Senja! kenapa pengaruh mu lebih hebat.
Pagi harinya jam menunjukkan pukul 7 pagi aku berusaha memanggilnya, mengetuk pintu kamarnya tapi tak ada jawaban dari dalam, seolah penghuni kamar itu tak terganggu sama sekali.
Hingga jam menunjukkan pukul 9.30 aku berusaha masuk kedalam kamarnya, aku mengkhawatirkan keadaan dirinya didalam.
Saat aku masuk kedalam kamar, Senja baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk minim yang melilit tubuhnya.
Saat dia berteriak akan keterkejutan nya dengan kehadiran ku aku segera membekap mulutnya dengan lembut, tapi sial! itu membuat handuk yang ia kenakan merosot menampilkan sedikit gunung kembar miliknya.
Bagian bawah ku, sudah menegang sedari tadi, saat melihat tubuh keponakan ku yang terbelit handuk minim, dan gunung kembar yang tak sengaja nampak, membuat adik kecil ku menggila dan ingin keluar dari persembunyian nya.
Sebelum aku di kuasai oleh gairah, aku memutuskan untuk keluar dari kamarnya, berlari ke arah kamar mandi! dan lagi mengguyur tubuh ku dengan air dingin!
Sial! Kau keponakan yang menjengkelkan Senja! Kau membuat Uncle mu ini 2 kali harus mandi dengan air dingin!
Uncle Iko POV End
🎶🎶🎶
Happy Reading ya guys, jangan lupa like dan komen.
Untuk yang udah Vote ah terimakasih banyak❤❤❤
Author berterimakasih untuk kamu yang menjadi orang pertama memberikan Vote nya pada Author ya❤❤
boleh mampir k novelku KK tinggal klik d profileku ya..