NovelToon NovelToon
Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeritan Ketakutan

Ke esokan malam nya di kantor Sarah,dia terpaksa lembur sendirian di kantor karena ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan. Kantor yang biasanya ramai kini sepi dan sunyi, hanya ada suara ketukan keyboard dan kedipan lampu neon yang kadang berkedip tidak menentu.

Tanpa disadari, Rini telah mengikuti Sarah ke kantornya. Sebagai hantu, dia bisa bergerak dengan cepat dan tidak terlihat oleh orang lain. Dia memasuki ruangan kerja Sarah melalui dinding tanpa suara, lalu berdiri tepat di belakang meja kerja Sarah yang sedang fokus mengetik.

Udara di ruangan mulai menjadi sangat dingin, membuat Sarah meremas tubuhnya dan melihat sekeliling.

Tiba-tiba, lampu neon di atas kepalanya mulai berkedip cepat dan akhirnya padam total. Ruangan hanya diterangi sinar bulan dari jendela dan cahaya layar komputer. Sarah mencoba menyalakan lampu darurat tapi tidak berhasil kabel listrik seolah ada yang mengganggunya.

Tiba-tiba, layar komputer Sarah yang sedang menampilkan tulisan mulai berubah warna. Sebuah noda darah merah pekat muncul perlahan, menyebar ke seluruh bagian layar hingga membentuk sebuah telapak tangan manusia yang lengkap dengan jari-jari yang terbuka lebar.

Sarah melihatnya dengan mata membelalak, mulutnya terbuka tapi tidak bisa mengeluarkan suara apa pun. Noda darah itu seolah hidup, bergerak perlahan di layar seolah ingin meraihnya.

Saat itu, Rini muncul tepat di belakang Sarah dengan tubuh yang sedikit mengapung di udara. "Ingat saat kamu membuatku terluka hingga darahku membasahi jalanan, Sarah?" ucap Rini dengan suara yang dingin seperti es.

Sarah menjerit keras dan mundur ke belakang hingga punggungnya menabrak rak berisi berkas kerja. Buku-buku dan kertas mulai jatuh ke lantai dengan suara berisik. "Jangan dekati aku!" teriaknya sambil menangis, tapi kakinya sudah goyah dan hampir terjatuh.

Saat itu, layar komputer yang sudah ditutupi noda darah mulai menampilkan tulisan baru yang terbentuk dengan sendirinya – huruf-huruf besar berwarna merah pekat seperti darah: "PEMBUNUH". Tulisan itu muncul dengan jelas di tengah layar, tepat di atas bentuk telapak tangan yang sudah ada sebelumnya.

Sarah melihat tulisan itu dengan tubuh yang terus bergoyang. Dia mencoba berdiri tapi kaki tidak bisa menopangnya, akhirnya hanya bisa menangis dan mengulang-ulang kata yang sama. "Tidak... aku bukan pembunuh! Aku tidak melakukan apa-apa!" serunya, tapi suaranya sudah tidak sekeras sebelumnya.

Tiba-tiba, di tengah keheningan yang menyelimuti ruangan setelah jeritan Sarah berhenti, sebuah suara tangisan bayi yang sangat nyaring terdengar jelas di telinganya – semakin kencang suaranya hingga membuat kedua telinganya terasa sakit dan berdenging keras.

"Siapa... siapa yang menangis itu?!" teriak Sarah dengan suara serak, mencoba menutup kedua telinganya tapi suara itu tetap masuk dan semakin menggelegar.

Sarah merasa kepalanya mulai berputar, suara tangisan bayi itu semakin nyaring hingga membuatnya menggigil dan meringkuk di sudut lantai. Darah mulai muncul sedikit dari sudut telinganya karena tekanan suara yang terlalu kuat.

"Tolong... berhentilah!" teriaknya dengan menangis, tapi suara tangisan bayi itu tidak berhenti – malah semakin keras dan menyakitkan.

Rini melayang ke arah Sarah, tubuhnya mengeluarkan cahaya putih yang lebih terang. "Ini adalah rasa sakit yang sama seperti yang kurasakan saat kamu menyerangku, Sarah. Rasakanlah bagaimana rasanya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa merasakan sakit," ucap Rini dengan suara yang penuh tekad.

Suara tangisan bayi itu terus menggema di seluruh kantor, dan akhirnya Sarah tidak tahan lagi dan menjerit kesakitan sebelum pingsan terbaring di lantai yang dingin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!