NovelToon NovelToon
Douluo : Kaisar Harimau Putih Xing Luo

Douluo : Kaisar Harimau Putih Xing Luo

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai pangeran tertua di Kekaisaran Xingluo seharusnya adalah tiket keberuntungan. Namun bagi Dai Xuan, itu adalah hukuman mati. Di bawah hukum rimba keluarga kerajaan Dai yang kejam, kegagalan membangkitkan Martial Soul Harimau Putih berarti satu hal: tersingkir atau binasa.
​Dunia mencemoohnya. Saudara-saudaranya memandangnya rendah sebagai "produk gagal". Namun, mereka tidak tahu bahwa di balik tubuh yang dianggap lemah itu, tersimpan kekuatan dari dunia lain.
​Bukan Harimau Putih biasa yang ia bawa, melainkan White Tiger Soul-Locking Ability. Kekuatan unik yang mampu mengunci takdir, membelenggu jiwa, dan mematahkan aturan absolut Benua Douluo. Dengan kekuatan jiwa penuh bawaan (Innated Full Soul Power), Dai Xuan memulai langkahnya dari kegelapan.
​"Aturan dibuat oleh mereka yang berada di atas. Karena Harimau Putih kalian tidak mengakuiku, maka aku akan menciptakan takdirku sendiri."
​Dingin, analitis, dan tanpa ampun kepada musuh. Dai Xuan tidak butuh pengakuan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berburu Mahkluk Jiwa

Di jalur menuju Hutan Roh yang luas, suara keras menggema dari kejauhan. Udara yang dingin membawa aroma daun kering dan sesuatu yang lebih misterius seolah alam semesta sendiri sedang memperingatkan mereka akan bahaya yang mengintai.

"Apa yang terjadi, Xuan?" Tanya Zhu Zhuyun dengan suara sedikit gemetar, meraih lengan Dai Xuan erat-erat.

"Kita harus berhati-hati." Jawab Dai Xuan dengan cepat melihat sekeliling, mencoba menemukan sumber suara yang datang dari kejauhan. Tidak lama kemudian, sosok seekor binatang besar dengan bulu hitam pekat muncul dari balik semak-semak Raja Harimau Hitam yang telah mencapai tingkat dua puluh lima, dengan cincin roh berwarna kuning muda yang mengkilat di sekitar tubuhnya.

"Kau tidak akan bisa melarikan diri dari sini!" Teriak seorang lelaki berjubah hitam yang sedang mengejar binatang itu, namun segera berhenti ketika melihat Dai Xuan berdiri dengan tenang di tengah jalan.

"Siapa kamu yang berani mengganggu jalanku?" Tanya Dai Xuan dengan suara yang dingin namun penuh dengan kekuasaan tersembunyi.

Lelaki itu segera menyadari bahwa dia menghadapi seseorang yang jauh lebih kuat darinya. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia dengan cepat menghilang ke dalam semak-semak, meninggalkan mereka sendirian dengan Raja Harimau Hitam yang kini sudah mulai tenang.

Beberapa saat kemudian, Zhu Zhuyun dengan percaya diri mengeluarkan kekuatan Rohnya—Kucing Roh Dunia Bawah yang kini sudah bisa dia kendalikan dengan lebih baik. Dengan gerakan yang anggun, dia menyerang Raja Harimau Hitam dengan serangan yang cepat dan akurat. Meskipun masih belum bisa mengalahkannya dengan mudah, namun dia menunjukkan kemajuan yang pesat dalam mengendalikan kekuatan Rohnya.

"Bagus sekali, Zhuyun! Kamu sudah bisa mengendalikan kekuatanmu dengan lebih baik sekarang." Pujian Dai Xuan terdengar dengan hangat, membuat wajah Zhu Zhuyun sedikit memerah karena senang.

Setelah beberapa saat berlatih bersama, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju dalam hutan yang lebih dalam. Tidak lama kemudian, mereka menemukan sebuah tempat yang sangat indah—danau kecil yang dikelilingi oleh pepohonan besar dengan air yang jernih seperti kristal. Di sekitar danau itu, berbagai jenis bunga langka tumbuh subur, termasuk beberapa yang hanya bisa tumbuh di tempat dengan kekuatan spiritual tinggi.

"Ini tempat yang sempurna untuk berlatih." Kata Zhu Zhuyun dengan senyum ceria sebelum mulai melakukan serangkaian gerakan yang elegan dan kuat. Setiap gerakan dia semakin lancar dan penuh dengan percaya diri, menunjukkan bahwa dia sudah bisa mengendalikan kekuatan Rohnya dengan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Beberapa hari kemudian, ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah berlatih di hutan, suara tiba-tiba menyelinap dari balik semak-semak yang lebat:

"Kalian tidak akan bisa pergi begitu saja, Dai Xuan."

Dai Xuan menoleh dan melihat sosok Hu Liena yang berdiri dengan tenang di depan mereka, kali ini dengan ekspresi yang lebih matang dan penuh rasa hormat. Aura pesonanya kini bisa dia kendalikan dengan sangat baik, dan wajahnya menunjukkan bahwa dia sudah siap untuk menghadapi lawan yang lebih kuat.

"Kita akan bertemu lagi nanti, bukan?" Tanya Hu Liena dengan senyum tipis sebelum berjalan pergi tanpa berkata lebih banyak. Setelah dia pergi, Zhu Zhuyun mendekat dengan sedikit ragu sebelum berbicara:

"Aku merasa dia sudah berubah ya, Xuan?"

"Semua orang bisa berubah seiring waktu, Zhuyun." Jawab Dai Xuan dengan lembut menyentuh kepala gadis itu. "Yang penting adalah kita tahu apa yang kita inginkan dan siap untuk berjuang untuknya."

Beberapa bulan kemudian, ketika mereka sedang dalam perjalanan kembali ke Akademi Kerajaan Star Luo setelah mengikuti turnamen yang sukses, kereta mereka tiba-tiba berhenti mendadak. Suara kekhawatiran dari pengemudi terdengar jelas:

"Yang Mulia, ada banyak jejak binatang buas di jalan depan, dan sepertinya ada seseorang yang sedang dalam bahaya!"

"Apa yang terjadi?" Tanya Dai Xuan dengan cepat membuka tirai kereta untuk melihat ke luar. Di kejauhan, dia melihat sekelompok orang berpakaian gelap sedang mengepung seorang pria paruh baya yang tampak terluka parah namun tetap berdiri dengan gagah, memegang tombak panjang yang tampak sangat berat.

"Kita harus melihat lebih dekat." Kata Dai Xuan dengan tegas sebelum turun dari kereta bersama Zhu Zhuyun. Richard dan beberapa guru segera mengikuti dengan waspada—mereka tahu bahwa jika ada yang mengganggu Dai Xuan, konsekuensinya akan sangat besar.

Di tengah lokasi kejadian, seorang pria dengan tubuh tegap berdiri dengan gagah meskipun tubuhnya penuh dengan luka dan darah. Tombak panjang yang dia pegang tampak seperti bagian dari dirinya sendiri, dan tujuh cincin roh dengan warna berbeda melingkar di sekitar tubuhnya—menunjukkan bahwa dia adalah seorang ahli yang sangat berpengalaman.

"Yang Wudi! Kamu tidak bisa melarikan diri lagi! Serahkan apa yang kamu bawa dan mungkin kita akan memberikan kematian yang cepat!" Teriak seorang lelaki berjubah hitam dengan suara penuh ancaman.

"Kalian tidak akan menangkapku begitu saja!" Jawab Yang Wudi dengan suara penuh semangat, meskipun tubuhnya sudah lemah akibat pertempuran yang panjang.

Ketika mereka mendekat lebih jauh, Dai Xuan bisa melihat bahwa lelaki berjubah hitam itu adalah seorang Guru Roh Tingkat Tinggi yang sangat kuat. Namun yang lebih menarik perhatiannya adalah sosok pria paruh baya yang sedang dipermalukan—Yang Wudi—yang kini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan namun tetap berdiri dengan gagah.

"Kita harus membantu dia." Kata Dai Xuan dengan tegas sebelum melangkah maju dengan cepat. Richard dan beberapa guru segera mengikuti dengan waspada—mereka tahu bahwa jika ada yang terjadi pada Dai Xuan, konsekuensinya akan sangat parah.

"Sialan! Apa yang kamu lakukan?! Berani kamu menggangguku?!" Teriak lelaki berjubah hitam dengan suara penuh kemarahan, namun segera terdiam ketika melihat ekspresi Dai Xuan yang dingin dan penuh dengan ancaman.

"Tidak ada yang berani menyakiti seseorang di wilayah Kekaisaran Star Luo." Kata Dai Xuan dengan suara yang dingin namun penuh dengan kekuasaan tersembunyi. "Jika kamu berani melakukan hal itu, kamu harus siap menghadapi konsekuensinya."

Lelaki berjubah hitam itu segera menyadari bahwa dia telah membuat kesalahan besar—dan tanpa berkata apa-apa lagi, dia dengan cepat melarikan diri bersama dengan kelompoknya yang lain. Setelah mereka pergi, Yang Wudi dengan rasa syukur mendekat untuk berterima kasih:

"Terima kasih banyak atas bantuanmu, Dai Xuan. Jika bukan karena kamu, aku sudah tidak mungkin berdiri di sini lagi."

"Tidak apa-apa. Semua orang butuh bantuan terkadang." Jawab Dai Xuan dengan senyum yang lebih hangat dibandingkan sebelumnya. "Kamu juga adalah seorang ahli yang sangat berbakat, bukan?"

Setelah beberapa saat berbicara, mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke akademi. Di jalan pulang, Zhu Zhuyun mendekat dengan sedikit ragu sebelum berbicara:

"Aku merasa dia adalah orang yang baik ya, Xuan?"

"Ya, dia memang baik." Jawab Dai Xuan dengan lembut menyentuh kepala gadis itu. "Semua orang bisa menjadi baik jika diberi kesempatan yang tepat."

Beberapa hari kemudian, ketika rombongan sedang dalam perjalanan pulang ke akademi, suara tiba-tiba menyelinap dari balik pintu yang terbuka sedikit:

"Selamat atas kemenanganmu, Dai Xuan."

Dai Xuan menoleh dan melihat sosok Hu Liena yang berdiri dengan tenang di pintu, wajahnya menunjukkan ekspresi yang lebih matang daripada sebelumnya. Kali ini aura pesonanya sudah bisa dia kendalikan dengan sangat baik.

"Terima kasih." Jawab Dai Xuan dengan senyum yang lebih hangat dibandingkan pertemuan pertama mereka. "Kamu juga menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam turnamen."

"Kita akan bertemu lagi nanti, bukan?" Tanya Hu Liena dengan senyum tipis sebelum berjalan pergi tanpa berkata lebih banyak kata. Setelah dia pergi, Zhu Zhuyun mendekat dengan sedikit ragu sebelum berbicara:

"Aku merasa dia sudah tidak sama seperti dulu ya?"

"Semua orang bisa berubah seiring waktu, Zhuyun." Jawab Dai Xuan dengan lembut menyentuh kepala gadis itu. "Yang penting adalah kita tahu apa yang kita inginkan dan siap untuk berjuang untuknya."

DI AKADEMI KERAJAAN STAR LOU

Setelah beberapa bulan berlalu, kemajuan pesat mulai terlihat pada para siswa akademi. Zhu Zhuyun kini sudah bisa mengendalikan kekuatan Rohnya dengan jauh lebih baik dan mencapai tingkat sebelas—sedikit lebih lambat dari yang diharapkan namun tetap menunjukkan kemajuan yang pesat. Sementara itu, Xiao Hui dan Yan Yuqing juga menunjukkan kemajuan yang cukup baik dalam mengendalikan kekuatan Roh mereka, dan kini mulai menjadi bagian penting dari tim akademi.

Pada hari tertentu, ketika seluruh tim sedang merayakan kemenangan mereka di sebuah kedai kecil di pinggiran kota, suara tiba-tiba menyelinap dari balik pintu yang terbuka sedikit:

"Selamat atas kemenanganmu, Dai Xuan."

Dai Xuan menoleh dan melihat sosok Hu Liena yang berdiri dengan tenang di pintu, wajahnya menunjukkan ekspresi yang lebih matang daripada sebelumnya. Kali ini aura pesonanya tidak lagi menyebar secara tidak terkendali—dia sudah bisa mengendalikannya dengan baik.

"Terima kasih." Jawab Dai Xuan dengan senyum yang lebih hangat. "Kamu juga menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam kompetisi."

"Kita akan bertemu lagi nanti kan?" Tanya Hu Liena dengan senyum tipis sebelum berjalan pergi tanpa berkata lebih banyak kata.

Setelah dia pergi, Zhu Zhuyun mendekat dengan sedikit ragu sebelum berbicara:

"Aku merasa dia sudah berubah ya, Xuan?"

"Ya, semua orang bisa berubah seiring waktu, Zhuyun." Jawab Dai Xuan dengan lembut menyentuh kepala gadis itu. "Yang penting adalah kita tahu apa yang kita inginkan dan siap untuk berjuang untuknya."

Beberapa hari kemudian, ketika rombongan akademi sedang dalam perjalanan pulang, kereta mereka tiba-tiba berhenti mendadak di tengah jalan. Suara kekhawatiran dari pengemudi terdengar jelas:

"Yang Wudi! Ada banyak mayat yang terbentang di jalan depan dan sepertinya ada orang yang sedang bertempur!"

"Apa yang terjadi?" Tanya Dai Xuan dengan cepat membuka tirai kereta untuk melihat ke luar. Di kejauhan, dia melihat sekelompok orang berpakaian hitam sedang mengepung seorang pria paruh baya yang tampak terluka parah namun tetap berdiri dengan gagah, memegang tombak panjang yang sangat berat.

"Kita harus melihat lebih dekat." Kata Dai Xuan dengan tegas sebelum turun dari kereta bersama Zhu Zhuyun. Richard dan beberapa guru segera mengikuti dengan waspada—mereka tahu bahwa jika ada yang mengganggu Dai Xuan, konsekuensinya akan sangat besar.

Di tengah lokasi kejadian, seorang pria dengan tubuh tegap berdiri dengan gagah meskipun tubuhnya penuh dengan luka dan darah. Tombak panjang yang dia pegang tampak seperti bagian dari dirinya sendiri, dan tujuh cincin roh dengan warna berbeda melingkar di sekitar tubuhnya—menunjukkan bahwa dia adalah seorang ahli yang sangat berpengalaman.

"Yang Wudi! Kamu tidak bisa melarikan diri lagi! Serahkan apa yang kamu bawa dan mungkin kami akan memberikan kematian yang cepat!" Teriak seorang lelaki berjubah hitam dengan suara penuh ancaman.

"Kalian tidak akan menangkapku begitu saja!" Jawab Yang Wudi dengan suara penuh semangat, meskipun tubuhnya sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Setelah beberapa saat berbicara, Dai Xuan dengan tegas memutuskan untuk membantu Yang Wudi. Dengan kekuatan yang luar biasa, dia berhasil mengusir kelompok orang berpakaian hitam dengan cepat dan efisien. Setelah mereka pergi, Yang Wudi dengan rasa syukur mendekat untuk berterima kasih:

"Terima kasih banyak atas bantuanmu, Dai Xuan. Jika bukan karena kamu, aku sudah tidak mungkin berdiri di sini lagi."

"Tidak apa-apa. Semua orang butuh bantuan terkadang." Jawab Dai Xuan dengan senyum yang lebih hangat dibandingkan sebelumnya. "Kamu juga adalah seorang ahli yang sangat berbakat."

Setelah beberapa saat berbicara, mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke akademi. Di jalan pulang, Zhu Zhuyun mendekat dengan sedikit ragu sebelum berbicara:

"Aku merasa dia sudah berubah ya, Xuan?"

"Ya, semua orang bisa berubah seiring waktu, Zhuyun." Jawab Dai Xuan dengan lembut menyentuh kepala gadis itu. "Yang penting adalah kita tahu apa yang kita inginkan dan siap untuk berjuang untuknya."

1
anggita
👍☝., jos
khalik capricorn
heran krnya seprti copyan. peerbaiki dari bhaasa. jgn dicampur inggris dan indo.
ag noja
🤣 ceritanya kok gak nyabung saya jadi bingung 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!