NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Tertukar

Pewaris Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Identitas Tersembunyi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: zanita nuraini

Di balik kemewahan keluarga Mahendra, tersembunyi sebuah rahasia kelam. Bertahun-tahun lalu, Alisha Pratiwi diculik dan dipisahkan dari orang tua kandungnya, Ragendra dan Helena Mahendra. Sementara itu, kebohongan besar ditanam rapi oleh dalang licik bernama Bram Santoso.

Tanpa menyadari takdir yang terhubung, Alvaro tumbuh sebagai pewaris keluarga Mahendra, sedangkan Alisha hidup dalam kesederhanaan dengan identitas yang bukan miliknya. Ketika kebenaran perlahan terkuak, cinta, pengkhianatan, dan perebutan hak waris tak lagi bisa dihindari.

Siapakah pewaris yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanita nuraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 — Jejak Lama

BAB 16 — Jejak Lama

Pagi datang dengan langit mendung. Udara terasa berat sejak subuh.

Alvaro hampir tidak tidur semalam. Telepon misterius yang ia terima di rumah sakit terus teringat di kepalanya.

Kalimat pria itu terdengar jelas.

Beberapa rahasia keluarga lebih berbahaya dari yang kamu bayangkan.

Alvaro tidak tahu siapa orang itu. Ia juga tidak tahu apa maksud sebenarnya.

Yang ia tahu hanya satu hal.

Seseorang ingin membuatnya curiga pada masa lalu keluarganya sendiri.

Pagi-pagi sekali Alvaro menghubungi seseorang yang ia percaya.

Detektif Damar.

Mereka bertemu di sebuah kedai kopi kecil yang masih sepi. Hanya ada beberapa pengunjung yang duduk sambil membaca ponsel.

Damar mendengarkan cerita Alvaro tanpa memotong.

“Jadi orang itu menelepon setelah kejadian di rumah sakit?” tanyanya.

Alvaro mengangguk.

“Dia tidak menyebut nama. Cuma bicara soal rahasia keluarga.”

Damar berpikir sejenak.

“Orang yang berani menelepon seperti itu biasanya tahu sesuatu.”

Alvaro menatapnya.

“Kita bisa cek?”

Damar membuka laptop kecilnya.

“Aku pernah mengumpulkan beberapa data lama tentang keluarga Mahendra. Waktu itu cuma sebagai arsip.”

Ia mengetik beberapa kata.

Beberapa menit kemudian sebuah nama muncul di layar.

Rumah sakit tempat Helena Mahendra melahirkan bertahun-tahun lalu.

Damar menunjuk layar.

“Kalau benar ada rahasia lama, kemungkinan jejaknya ada di sini.”

Alvaro langsung mengerti maksudnya.

“Arsipnya masih ada?”

“Sebagian data lama dipindahkan ke gedung penyimpanan rumah sakit.”

Alvaro berdiri dari kursinya.

“Kita cek sekarang.”

Beberapa jam kemudian mereka sudah berada di depan rumah sakit itu.

Bangunannya terlihat besar dan modern. Kaca tinggi menutup sebagian besar bagian depan gedung.

Beberapa sayap bangunan terlihat baru.

Damar memperhatikan sekeliling.

“Tempat ini jauh lebih besar dari yang ada di foto lama.”

Alvaro mengangguk.

“Waktu aku kecil rumah sakit ini belum sebesar ini.”

Renovasi besar dilakukan beberapa tahun lalu. Gedung baru dibangun. Ruang perawatan diperluas. Banyak peralatan modern ditambahkan.

Rumah sakit itu sekarang terlihat seperti pusat medis besar di kota.

Alvaro menatap bangunan itu beberapa detik.

Bertahun-tahun lalu, di tempat inilah ia dilahirkan.

Damar mengajak Alvaro masuk ke dalam gedung.

Mereka berjalan melewati lobby yang luas. Orang lalu lalang di sekitar meja pendaftaran.

Tidak ada yang memperhatikan mereka.

Damar membawa Alvaro menuju lorong belakang.

“Arsip lama tidak disimpan di gedung utama,” katanya pelan.

“Mereka memindahkannya ke gedung penyimpanan setelah renovasi.”

Beberapa menit kemudian mereka tiba di bangunan lebih kecil di belakang rumah sakit.

Tempat itu tidak seramai gedung utama.

Damar berhenti di depan pintu besi.

“Aku harus membayar dua petugas supaya kita bisa masuk,” katanya pelan.

Alvaro tidak bertanya lebih jauh.

Yang penting mereka bisa melihat data lama.

Pintu terbuka.

Di dalamnya terdapat ruangan besar dengan rak besi tinggi. Map arsip tersusun rapi dengan label tahun.

Lampu putih menerangi seluruh ruangan.

Udara terasa sedikit lembap karena jarang dibuka.

Damar berjalan ke salah satu rak.

“Kita fokus pada tahun kelahiran Alisha.”

Alvaro membantu mencari.

Mereka membuka map satu per satu.

Beberapa hanya berisi catatan pasien biasa.

Sepuluh menit berlalu.

Dua puluh menit.

Belum ada yang menarik.

Alvaro mulai merasa waktu mereka tidak banyak.

Lalu suara Damar terdengar.

“Alvaro.”

Nada suaranya berubah.

“Aku menemukan sesuatu.”

Alvaro mendekat cepat.

Damar memegang sebuah map tebal dengan label lama.

Di bagian depan tertulis:

Ruang Bersalin – Catatan Malam

Alvaro membuka halaman pertama.

Nama yang tertulis di sana langsung membuatnya tegang.

Helena Mahendra.

Di bawahnya terdapat nama lain.

Sari Pratiwi.

Tanggal kelahiran sama.

Jam kelahiran hanya berbeda beberapa menit.

Alvaro menatap halaman itu lama.

“Dua kelahiran di malam yang sama.”

Damar menunjuk bagian lain.

“Lihat ini.”

Nomor gelang identitas bayi terlihat dicoret.

Di sampingnya ada angka baru yang ditulis dengan tangan.

“Seseorang mengganti data,” kata Damar.

Alvaro meremas kertas itu.

“Ini bukan kesalahan biasa.”

Mereka membuka halaman berikutnya.

Laporan perawat.

Satu nama muncul beberapa kali.

Perawat Lilis.

Alvaro langsung mengenali nama itu.

“Dia pernah bekerja untuk Bram,” katanya pelan.

Damar menarik napas panjang.

“Semakin jelas sekarang.”

Mereka membaca halaman terakhir.

Di bagian bawah terdapat catatan kecil yang hampir tertutup tinta.

Tulisan itu masih bisa dibaca.

Kesalahan saat pemindahan bayi dari ruang bersalin.

Alvaro menatap kalimat itu lama.

Ruangan terasa semakin sunyi.

Selama bertahun-tahun tidak ada yang mempertanyakan kejadian malam itu.

Damar menutup map.

“Ini cukup untuk membuka penyelidikan.”

“Kita salin semuanya,” kata Alvaro.

Damar mengeluarkan flashdisk kecil.

Ia memotret beberapa halaman penting menggunakan kamera kecil.

File langsung disimpan.

“Kalau dokumen asli hilang, kita masih punya salinan,” katanya.

Alvaro mengangguk.

Mereka baru saja akan meninggalkan ruangan ketika lampu tiba-tiba padam.

Ruangan langsung gelap.

“Kenapa mati?” gumam Damar.

Suara langkah kaki terdengar dari ujung ruangan.

Pelan.

Lebih dari satu orang.

Cahaya senter muncul dari balik rak arsip.

Beberapa pria bertubuh besar berjalan mendekat.

Alvaro langsung mengerti situasinya.

“Mereka tahu kita di sini.”

Salah satu pria tersenyum tipis.

“Pesan dari seseorang.”

“Data di ruangan ini harus hilang.”

Damar berbisik cepat.

“Mereka datang buat dokumen itu.”

Alvaro berdiri di depan rak.

“Kalian tidak akan dapat apa-apa.”

Pria itu tertawa kecil.

“Coba hentikan kami.”

Salah satu pria langsung menyerang.

Ia mencoba merebut tas Damar.

Damar mendorongnya mundur.

Alvaro meninju pria lain yang datang dari samping. Pukulan itu membuat lawannya terhuyung.

Dua orang lainnya langsung maju.

Salah satu memukul punggung Alvaro.

Tubuhnya hampir jatuh, tapi ia langsung berdiri lagi.

Tas Damar tertarik keras.

Flashdisk kecil jatuh dari dalam tas dan menggelinding di lantai.

Seorang pria mencoba mengambilnya.

Alvaro lebih cepat.

Tangannya menyambar benda kecil itu.

“Kabur!” teriak Damar.

Mereka berlari menuju pintu.

Langkah kaki mengejar dari belakang.

Rak arsip hampir roboh ketika salah satu pria menabraknya.

Alvaro membuka pintu darurat.

Mereka berlari menaiki tangga.

Langkah kaki masih terdengar mengejar.

Beberapa detik kemudian mereka keluar ke halaman belakang rumah sakit.

Mereka langsung menuju mobil Damar.

Mesin dinyalakan.

Mobil melaju cepat meninggalkan area rumah sakit.

Di dalam mobil, Alvaro memegang flashdisk itu erat.

Tangannya sedikit gemetar.

“Orang-orang itu siap membunuh hanya untuk menghentikan kita,” katanya.

Damar mengangguk.

“Itu berarti kita semakin dekat dengan sesuatu yang besar.”

Alvaro menatap flashdisk di tangannya.

Bukti kecil itu mungkin menyimpan rahasia yang selama ini tersembunyi.

Pertanyaannya sekarang hanya satu.

Siapa yang mengirim orang-orang itu untuk menghentikan mereka.

#bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!