NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1 - Hutan Bambu [ARC - Darah Abadi]

Angin berdesir pelan di antara rumpun bambu yang menjulang tinggi.

Daun-daunnya bergesekan, menciptakan suara lirih seolah hutan itu sendiri menyimpan rahasia yang tidak pernah diungkapkan pada dunia luar.

Di tengah kesunyian itu, sebuah bayangan bergerak.

Satu tebasan pedang membelah udara. Begitu cepat, tegas, dan tanpa keraguan.

Namun tidak ada lawan di hadapannya.

Wei Zhang Zihan berdiri sendirian di antara batang-batang bambu yang tidak berujung.

Jubah biru langitnya berkibar ringan, mengikuti irama angin yang dingin. Tatapannya tenang, tetapi kosong—seperti danau yang permukaannya tidak pernah terusik, namun menyembunyikan arus deras di dalamnya.

Pedangnya kembali terayun, kali ini lebih berat. Rasanya seolah setiap gerakan itu bukan ditujukan pada musuh tetapi pada sesuatu yang tidak bisa ia tebas.

Kenangan.

Hutan bambu ini terletak di jantung Dataran Tengah, wilayah yang kini berada di bawah kekuasaan mutlak Kekaisaran Zhou. Tempat yang seharusnya damai, namun justru menjadi saksi bisu dari banyak rahasia yang tidak boleh diketahui publik.

Termasuk keberadaan Sekte Gunung Wushi.

Sekte yang dahulu berdiri megah di tanahnya sendiri, dan kini hanya bisa menjadi bayangan di bawah panji kekaisaran.

"Gerakanmu sedikit berantakan."

Sebuah suara ringan tiba-tiba memecah kesunyian.

Wei Zhang Zihan tidak menoleh, seakan ia sudah tahu siapa yang datang.

Langkah kaki pelan terdengar di atas tanah berlumut. Liu Han Ying muncul dari balik bambu, rambutnya terurai mengikuti hembusan angin. Matanya mengamati setiap gerakan pedang yang baru saja berhenti.

"Sudah dua tahun lamanya. Kau yakin tidak ingin kembali?"

Pedang di tangan Wei Zhang Zihan akhirnya terhenti sepenuhnya. Dia berbalik, bersamaan saat hembusan angin yang terasa lebih dingin.

Liu Han Ying berujar pelan, "Sekte sekarang sudah semakin baik. Bahkan para kultivator Aliran Putih akan berkumpul di wilayah utara dalam waktu dekat. Kita juga mendapat undangan."

"Tidak tertarik."

"Haah... kenapa kau jadi sangat menyebalkan." Liu Han Ying menghela napas. Dia menatap Wei Zhang Zihan yang terlihat akan kembali berlatih pedang.

"Kalau begitu... mungkin kau akan tertarik pada berita yang satu ini." Liu Han Ying menyilangkan tangan, suaranya berubah lebih rendah. "Kemusnahan beberapa sekte aliran hitam belakang... sudah dikonfirmasi bahwa pelakunya adalah Pendekar Naga."

Angin di sekitar Wei Zhang Zihan seakan berhenti bergerak. Pedang di tangannya bergetar samar sebelum akhirnya ia genggam lebih erat.

Wei Zhang Zihan berbalik. Ekspresi wajahnya tidak berubah, tetapi tatapan matanya jelas menunjukkan keterkejutan.

"Aku tahu ini sulit dipercaya," Liu Han Ying menarik napas. "Selama ini yang bergerak menantang banyak sekte aliran hitam adalah Sekte Bulan Mati, tetapi sekte itu sekarang juga sedang berguncang hebat. Aku bahkan mendapat kabar bahwa salah satu rekan aliansi mereka dimusnahkan hanya dalam waktu satu malam."

"Sekte Iblis Darah..."

"Benar. Mereka." Liu Han Ying berkata, "Entah ini kabar yang bagus mengingat tidak harus kita sendiri yang turun tangan membalas mereka, atau justru ini kabar yang buruk."

Wei Zhang Zihan tentu telah mendengar rumor tentang kemusnahan Sekte Iblis Darah. Selama masa pelatihannya, dia sesekali mendatangi kota untuk mendengar kabar tentang dunia, jadi dia cukup tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Ada satu waktu di mana Sekte Iblis Darah tiba-tiba mendapat serangan. Para pendekar di tempat itu tewas dengan cara yang tidak manusiawi, bahkan tanpa tanda-tanda adanya perlawanan yang berarti. Jejak penyerang di tempat itu hanyalah energi samar yang bagi sebagian orang mengatakan bahwa itu adalah jejak dari pendekar naga.

Wei Zhang Zihan tentu saja tidak percaya. Baginya mustahil jika pendekar naga dapat menyerang Sekte Iblis Darah seorang diri, sekuat apa pun itu. Apalagi ia dengan jelas mengetahui identitas pendekar naga itu sendiri yang tidak lain adalah Chu Kai.

Sosok seperti Chu Kai—pemuda konyol dan banyak tingkah itu... tidak mungkin melakukan pembantaian yang tidak manusiawi, meski lawannya merupakan orang jahat sekalipun.

"Tolong jangan anggap ini sebagai perpisahan. Kita pasti akan bertemu lagi saat waktunya tiba. Aku akan menjadi lebih kuat, begitu juga denganmu."

"Ayo lindungi apa yang berharga bagi kita berdua, Pendekar Wei."

Kata-kata itu terngiang dibenak Wei Zhang Zihan. Dia masih ingat dengan jelas bagaimana Chu Kai memintanya untuk memperbaiki kondisi Sekte Gunung Wushi, kemudian berkata akan menjadi kuat untuk melindungi sesuatu yang berharga bagi mereka.

Wei Zhang Zihan melakukannya. Sekte Gunung Wushi sekarang sudah berkembang dan aman karena mendapat perlindungan dari Sekte Seribu Pedang milik Kekaisaran Zhou. Dia bahkan tidak berhenti berlatih dengan keras agar dapat menjadi bantuan jika musuh kembali menyerang, tetapi apa maksud dari kabar yang ia dengar ini?

Apa Chu Kai... benar-benar sudah berubah?

"Sebenarnya apa yang terjadi pada Kai?" Liu Han Ying bertanya. "Aku tidak melihatnya saat itu. Apa kau tahu kenapa dia tiba-tiba menghilang?"

Wei Zhang Zihan menatap subjek di depannya. Sejak Chu Kai memutuskan untuk pergi, beberapa orang memang bertanya padanya. Namun ia sendiri tidak tahu harus berkata apa dan hanya menyakinkan diri bahwa orang itu akan datang setelah urusannya selesai.

Sesuatu yang tidak terduga adalah... Kenyataan bahwa hingga dua tahun berlalu—hanya kabar Chu Kai yang membunuh banyak orang yang terdengar.

"Zhang Zihan?"

"Aku tidak yakin." Wei Zhang Zihan buka suara. "Dia hanya berkata akan pergi ke tempat kelahirannya untuk menjadi lebih kuat."

"Lalu di mana tempat itu?"

Wei Zhang Zihan menggeleng pelan. Jika memikirkan Chu Kai akan melakukan perbuatan seperti itu—tentu saja ia khawatir.

Chu Kai pergi dengan alasan bahwa sebagai pelindung dunia, dirinya tidak bisa tinggal di satu tempat. Dia berkata akan menunaikan tugasnya, tetapi apakah tugas itu adalah menghancurkan sekte aliran hitam dan menghabisi semua pendekar tanpa menyisakan satu pun dari mereka untuk hidup?

"Liu Han Ying, apa kau yakin dengan kabar yang kau katakan ini?" sejujurnya Wei Zhang Zihan masih tidak ingin mempercayai jika Chu Kai telah berubah.

"Aku juga tidak ingin mempercayai apa yang kudengar. Mungkin karena itu jugalah pertemuan para pendekar diadakan. Aku rasa... mereka akan membahas mengenai masalah ini."

Liu Han Ying menurunkan pandangan matanya. Nada suaranya berubah serius saat berkata, "Jika Chu Kai benar-benar terlibat. Mungkin... dia tidak bisa lagi disebut sebagai sekutu, dan akan ada banyak pihak yang menjadikannya musuh."

Angin kembali berhembus. Namun kali ini, tidak lagi terasa sama.

Wei Zhang Zihan tidak segera bicara. Tatapan matanya lurus ke depan, melewati Liu Han Ying, seakan menembus barisan bambu yang tidak berujung itu.

Tangannya yang menggenggam pedang perlahan mengencang.

"Jika itu benar..."

Suaranya rendah, hampir tenggelam oleh desiran daun.

"Tidak." Wei Zhang Zihan memotong pikirannya sendiri sebelum sempat selesai.

Liu Han Ying sedikit mengernyit. "Zhang Zihan?"

Wei Zhang Zihan menutup matanya sejenak. Bayangan sosok itu kembali muncul—seorang pemuda dengan senyum ceroboh, langkah yang tidak pernah ragu, dan kata-kata yang terdengar ringan namun selalu ia tepati.

Kelopak matanya terbuka kembali. Kali ini, tatapannya tidak lagi kosong.

"Aku tidak akan mempercayainya hanya dari rumor." nada suara Wei Zhang Zihan tenang, tetapi ada ketegasan yang tidak bisa digoyahkan.

"Tapi itu bukan sekadar rumor," Liu Han Ying membalas pelan. "Kai sudah—"

"Aku akan mencarinya." Wei Zhang Zihan menyela. "Akan kubuktikan sendiri... apa yang sudah dia lakukan selama ini."

Liu Han Ying menatapnya, tidak terkejut—seolah ia sudah menduga arah jawaban itu.

"Dan jika kau menemukannya, lalu semua itu benar... apa yang akan kau lakukan?" Liu Han Ying bertanya. "Kau mungkin... tidak akan bisa menang melawannya."

"Itu... akan kuatasi sendiri."

Angin berdesir lebih kencang, membuat jubah biru Wei Zhang Zihan berkibar. Dia kembali menyarungkan pedangnya dan hendak berjalan pergi.

"Hadiri pertemuan itu, Zhang Zihan." ekspresi Liu Han Ying serius. "Kau tidak bisa selamanya menghindar. Tempat itu—"

"Bukanlah tempatku." Wei Zhang Zihan menyela. "Aku tidak keberatan saat Shizun mendapatkan bantuan dari Sekte Seribu Pedang. Aku masih bagian dari Sekte Gunung Wushi, tapi aku tidak akan kembali lagi."

Liu Han Ying menatap punggung pemuda itu yang mulai mengambil langkah menjauh. Dia menurunkan pandangannya, merasa tidak bisa lagi mencegah Wei Zhang Zihan.

Dia tahu benar masalah pribadi antara saudara seperguruannya itu bukanlah sekadar masalah dengan Sekte Seribu Pedang—tetapi istana kekaisaran itu sendiri.

******

1
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
Nanik S
Kong Yang akhirnya bisa melihat ibunya
Nanik S
Ibunya mengenali Aura dari Anaknya
Nanik S
Keren dan keren
Nanik S
Ling Yang
Nanik S
Shen Quyang apakah juga akan mati ditangan Kai
Nanik S
Musuh baru Kai
Nanik S
NEXT
Hydro7
Shuxiang! Kau pikir Chu Kai adalah leluhur Bocah pengemis gila....?
Nanik S
Untung Wei Zhang Zihan dibawa melesat oleh sicantuk agar kepalanya tidak meledak
Nanik S
Cuuuuuust
Nanik S
Roh Pedang Cantik dan genit tapi bisa bermain usil juga
Nanik S
Long Wang Yang dikurung Ayahnya sendiri
Nanik S
apakah Wei Zhesi masih mengikuti Wei Zhang Zihan
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Wei Zhise... roh pedang bisa suka dengan ketampanan Roh Pedang milik Kai🤣🤣🤣
Nanik S
Ternyata benar pembantaian dilakukan oleh Chu Kai
Nanik S
Dimana Kau berada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!