NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

"Capek tidak sayang? aku masih mau sekali lagi.."
"Kamu kuat sekali Mas.."

Si tampan itu tertawa menciumi pipi sang Istri, entah sejak kapan dia sangat mencintai istrinya ini.

"Sudah di minum Pilnya Sayang?"
"Harus Mas? Aku lelah minum Pil KB terus.."
"Menurutlah sayang semua demi kebaikan.."

Tidakkah Tama tau jika larangannya itu justru menyakiti hati Istrinya?

"Aku takut sayang, Aku takut kamu akan meninggalkan aku saat mengetaui kebenaran atas Suamimu ini."

Tama selalu di hantui rasa bersalah, ketakutan dia akan masa lalunya.

Sebenarnya apa Yang terjadi di masa lalu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ASISTEN PRIBADI

BAB 4

Hidup bergelimang harta tapi kesehariannya bagai di neraka.

Kurang lebih seperti itulah apa yang di rasakan seorang Alisya Naumara, Wanita ini terus menerus menangis sepanjang malam karena hari – harinya yang terasa hampa, memiliki suami yang begitu mencintai kita tidak jadi jaminan Kehidupan rumah tangga menjadi bahagia.

Dalam satu minggu ini Tama berhasil mengembalikan mood baik Istrinya, baik Alisya maupun Tama keduanya hidup sangat bahagia, namun semua itu tak berlangsung lama, Tama hanya satu minggu mengajukan cuti dan ketika sudah memulai kembali pekerjaan Tama pasti akan sibuk dan tak punya waktu untuk istrinya. Yasudah bukan rahasia lagi.

“Besok kamu sudah kerja Mas?”

“Iya sayang.. boleh kan Mas kerja lagi? Masa Mas libur terus..”

Alisya memeluk suaminya, rasa rindunya sedikit terobati, namun setelah ini Alisya harus bersiap merasakan kesendirian lagi.

“Mau makan siang di luar sayang?”

“Mau makan apa Mas?” Tanya Alisya dengan suara manjanya sehingga membuat Tama menjadi gemas.

“Kamu lagi mau makan apa?”

“Hmmm..” Seketika Alisya berfikir, tiba – tiba Alisya ingin sekali makan nasi Goreng Seafood buatan Suaminya, menurutnya itu adalah menu terlezat yang pernah dia makan.

Jelas saja Tama memasaknya dengan penuh cinta.

“Kalau masakan kamu bagaimana?”

“Aku?” Alisya menganggukan kepalanya dia begitu ingin.

“Iya Mas, aku mau makan nasi Goreng Seafood buatan Mas Tama.. boleh tidak?”

“Apa sih yang tidak boleh untuk Istri Mas, pasti Mas buatkan..”

Ting..

Ting..

Layar ponsel Tama menyala menandakan ada panggilan telepon, tapi Tama tak menghiraukannya malah Di matikan layar ponsel itu.

“Kenapa tidak di angkat?”

“Tidak penting.. Ayo kita ke dapur..”

Tama dengan semangat menggendong sang Istri, di ciuminya dengan penuh kasih sayang sehingga membuat Alisya seakan lupa bahwa suaminya ini lah yang membuatnya menangis setiap malam.

Namun saat langkah Tama menuruni tangga lelaki itu di buat terkejut dengan sosok yang sudah duduk manis di sofa mahalnya. Bahkan sosok itu membuat kedua mata Tama terbelalak.

“Selin?”

Mendengar nama yang sangat familiar Alisya pun langsung menoleh dan benar saja wanita berambut ikal itu ikut membelalakan kedua matanya.

“Selin? Wanita itu?” Alisya langsung membatin jelas dia tau kalau nama itu adalah wanita yang sangat membuatnya penasaran.

“Ngapain kamu kesini Sel?”

Wanita yang memiliki rambut hitam legam itu hanya tersenyum, sorot matanya tak lemas memandang Tama yang masih menggendong sang Istri namun itu bukanlah masalah buatnya.

“Siapa suruh mematikan ponselmu? Sekalinya aktif panggilanku kamu Reject..”

Ah kini Alisya tau panggilan siapa yang di Reject suaminya tadi.

“Kan aku bilang jangan ganggu aku dulu..”

“Tapi maaf aku tak bisa duduk diam menunggu kamu menghubungiku, kamu terlalu lelet Tama!!”

Deg!

Alisya kembali melotot dia benar – benar kaget ternyata sosok Selin begitu dekat dengan suaminya sehingga sesantai itu dia bicara.

Dengan perlahan Tama menurunkan sang Istri di atas Sofa, duduk berhadapan dengan Selin namun ekpresi Tama begitu santai terlihat tak ada hal apapun yang dia tutupi.

“Sayang.. duduk sini sebentar ya..”

“Iya mas..” Tatapan Alisya masih tak lepas memandang Selin yang dengan santainya memakan satu buah apel yang tersedia di meja, Alisya sampai menggelengkan kepala.

“Mas? Dia siapa?” dengan sangat berani Alisya bertanya pada Suaminya, namun bukannya Tama yang menjawab Justru Selin yang tersenyum menatap Alisya.

“Haii Sya.. aku Selin, aku adalah asisten Pribadinya Tama.”

Deg!

Apa lagi ini?

Asisten pribadi?

Sejak kapan Tama memiliki Asisten Pribadi seorang wanita?

Dan kenapa Suaminya itu tidak pernah bilang padanya?

“Mungkin kamu kaget saat melihat aku, tenang saja aku hanya partner kerja Tama kok..”

Ada rasa lega di hati Alisya tapi tetap saja walaupun hanya sebatas Partner kerja tidak menutup kemungkinan akan ada cinta lokasi, kebanyakan dalam pekerjaan begitu bukan?

Tama mendekat, dia mengecup pipi Istrinya sehingga membuat Alisya tersentak.

“Sayang dia memang Asisten pribadiku di kantor tapi dia sedikit gila jadi ucapannya tolong di filter yaa..” dengan kedipan mata Tama berucap sehingga Selin yang melihatnya hanya tersenyum sinis.

“Aku gila juga kamu masih membutuhkan aku kan Tama? Seenaknya kamu bicara!”

Alisya mencoba memahami situasi saat ini, dari gerak gerik Selin jelas tak ada yang mencurigakan Selin bersikap biasa saja.

“Pedas atau tidak sayang?”

“Sedang saja mas..” saat Tama berbisik mengundang tatapan sinis dari Selin, lelaki ini ternyata sangat bucin saat di rumah.

“Haii Sya”

“Hai Sel”

“Panggil aja aku Sein.. Biasanya Tama memanggilku begitu..”

“Ah iya..” Alisya mengusap tengkuk lehernya saat Selin duduk di sampingnya sangat tercium jelas kalau wanita ini sangat wangi dan menawan, mengundang kecurigaan, apakah suaminya tidak tertarik dengan wanita anggun seperti ini?

“Aku cukup terkejut saat melihat sikap Tama padamu..”

“Kenapa?”

“Sangat manis..”

“Loh memangnya?”

“Biasanya di kantor dia hanya hobi marah – marah, kalau tidak marah ya mengomel..”

“Bukannya sama saja ya?” keduanya tertawa, Tama di dalam dapur sana sedikit menolehkan kepala, dia melihat jelas Istri tersayangnya sedang berbincang dengan Sang asisten.

“Per Favore, Fai Attenzione alle tue parole, Sein..”

Mendengar ucapan dari bosnya membuat Selin langsung menoleh, dia tersenyum menatap Alisya yang rupanya terlihat bingung.

“Kamu bicara apa Mas?”

Tama memiringkan sedikit tubuhnya sehingga senyum pria itu terlihat jelas oleh sang Istri.

“Tidak sayang, aku sedang bernyanyi..”

Alisya menatap kembali Selin yang tersenyum, satu kalimat berbahasa Italia dan tentu saja hanya dia dan sang bos yang mengerti, Alisya hanya terdiam menatap asisten Suaminya itu.

“Sudah berapa lama kamu kerja dengan Mas Tama?”

“Kurang lebih enam tahun Al..”

“Wuaahh Lama sekali yaa...”

“Benar.. saat itu usia aku baru menginjak delapan belas tahun..”

“Dan kamu sudah bekerja?” Selin menganggukan kepala, Ternyata Istri dari Bosnya ini sangat ramah bahkan menerimanya dengan sangat baik.

“berapa usiamu saat ini Sein?”

“Dua puluh tiga tahun sya,, tanggal dua puluh tiga besok aku ulang tahun yang ke dua puluh empat..”

Alisya tersenyum dia menatap kembali kedua mata Selin yang begitu cantik.

“Terimakasih sudah datang ke rumah ini Sein, dengan begitu aku bisa kenal denganmu..”

Selin mengangguk dia mengusap pundak Alisya memberikan tatapan Mata yang penuh dengan isyarat.

“Next time aku akan datang lagi kemari, tapi bukan menjadi asisten Tama.. tapi menjadi temanmu..” Alisya langsung tersenyum.

“Kamu satu tahun lebih tua dariku, haruskah aku memanggilmu kakak?”

“Ah tidak perlu, panggil saja Sein..”

Keduanya berjabatan tangan, kini tak ada lagi kekhawatiran Alisya terhadap Wanita bernama Selin kini Alisya sudah bertemu dengan sosok tersebut.

“Asik banget, ngobrol apa sih?”

“Rahasia dong Mas..” Dengan wajah cerianya Alisya menarik lembut tangan Tama, sehingga lelaki itu duduk di samping Alisya.

“Sudah matang Nasi Gorengnya..”

“Sudah dong, ada di meja makan, yuk makan dulu...”

Alisya mengangguk dengan semangat, tanpa di minta Wanita cantik itu langsung berlari menuju meja makan, meninggalkan sang suami dengan asistennya itu.

“Kamu tidak asal bicara kan Sein?”

“Kamu kan sudah memperingatkanku Tam..”

“Jangan aneh – aneh aku tidak mau Istriku curiga..”

“Aman.. aku tidak bicara apapun kok..”

Tama mengangguk, dia mengusap pundak Selin dan kembali menatap Alisya yang sedang asik menikmati sepiring Nasi Gorengnya.

“Pergilah, aku akan menghubungi kamu setelah ini..”

“Baik.. besok pagi sebelum jam Sepuluh aku harap kamu sudah tiba di kantor..”

“Akan aku usahakan..” berbicara dengan berbisik dan itu sudah menjadi ciri khas keduanya, Selin langsung beranjak meninggalkan kediaman Sang Bos.

“Entah sampai kapan kamu bisa menyembunyikan ini semua dari Istrimu Tam..”

1
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Nufie: sama-sama kak.. jangan lupa Follow author dan kasih ulasan yaa
total 1 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
Rekana
jahat banget njirr🤣
Rekana
lanjut kak
Vina Tamaela
Alhamdulillah ternyata sein asisten yang setia dan tidak jahat syukurlah aku sempat kuatir takut tama ada hubungan sama asisten mengingat mereka beda gender 😭 alhamdulillah asisten tama wanita baik2 semoga berjodoh sama bayu dan ada apa sampai tama tidak mau istri hamil dulu tp klo sudah terjadi anak adalah anugerah jika tama benar-benar cinta istri dia akan berusaha menerima kehadiran darah dagingnya apapun terjadi tanpa bnyk pertimbangan dan alasan
Amelia Kesya: Alur ceritanya menarik,masih menyimak alur dan membaca semangat thor💪.
total 2 replies
Vina Tamaela
Aneh kenapa tama gak memperkerjakan asisten laki-laki gak masuk akal seharusnya bayu yg dampingi tama dan selin damping istrinya mana saat dihubungi susah angkat tlp pada lagi kmn dan ngapain sih secinta apapun sama istri tp masih ada rahasia bukan cinta tp selingkuh dengan dusta
Nufie: Soalnya tama ngga bisa jauh dari Selin Kak.. hihihi
total 1 replies
Helen Klawa
lanjut
Nufie: siap kakak.. jangan lupa Follow yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!