NovelToon NovelToon
Forgotten Crown: The General’S Sanctuary

Forgotten Crown: The General’S Sanctuary

Status: tamat
Genre:Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di sisa-sisa medan perang yang bersimbah darah, Jenderal Eisérre Valois menemukan seorang prajurit wanita tanpa identitas. Wajahnya yang polos dan jemari yang tak tampak seperti kuli perang membuat Eisérre membawa gadis itu pulang ke paviliun pribadinya, jauh dari jangkauan balai kerajaan.

Gadis itu bangun tanpa ingatan, bahkan tanpa tahu bahwa namanya adalah Geneviève d’Orléans—putri kesayangan Kerajaan Prancis yang sedang dicari oleh seluruh pasukan negara. Di bawah asuhan Eisérre, Geneviève menjadi "sang mawar tanpa nama". Namun, saat cinta mulai tumbuh, bayang-bayang tunangan pilihan sang nenek dan rahasia besar di balik sobekan seragam Geneviève mulai terkuak. Eisérre harus memilih: setia pada kehormatan Valois, atau melepaskan segalanya demi seorang gadis yang identitasnya bisa mengguncang takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Lama dan Rahasia yang Terkubur

Di sudut istana yang sunyi, di kamar pelayan yang dulunya selalu ramai dengan tawa, Lize duduk termenung sambil memeluk salah satu jubah medis milik Geneviève. Sudah sebulan lebih, dan setiap malam Lize hanya bisa menangis. Tidak ada lagi Putri yang akan menarik tangannya ke balkon untuk mengintip kedatangan kereta kuda Jenderal Agung.

Lize teringat bagaimana Geneviève remaja, dengan wajah baby face-nya yang masih sangat imut, akan bersembunyi di balik pilar sambil membawa teropong kecil.

"Lihat itu, Lize! Bagaimana bisa ada manusia sesempurna itu?" bisik Geneviève kala itu, matanya berbinar menatap Eisérre yang baru turun dari kuda. "Warna matanya... seksi sekali! Sepertinya warna laut saat badai. Lize, menurutmu kalau aku minta Ayah melamarnya untukku, dia akan lari ketakutan tidak ya?"

Lize hanya bisa tertawa saat itu. "Putri, fokuslah pada ujian forensikmu dulu. Lagipula, Jenderal itu sepertinya kaku sekali, mana bisa dia mengimbangi sifat ceriamu?"

"Justru itu! Aku ingin melihat wajah kakunya itu berubah jadi merah karena aku!" sahut Geneviève penuh tekad.

Namun, kenangan manis itu tertutup oleh bayang-bayang kelam Caspian. Caspian adalah anak kesayangan Perdana Menteri Silas, namun ia memiliki sisi gelap yang disembunyikan rapat-rapat oleh ayahnya. Caspian menderita depresi berat dan perubahan suasana hati yang ekstrem. Suatu hari, Geneviève pernah menolong Caspian saat pria itu mengalami serangan kecemasan di taman istana. Geneviève menggunakan teknik akupunktur kecil di pergelangan tangan Caspian untuk menenangkannya.

Bagi Geneviève, itu hanya bantuan medis. Bagi Caspian, itu adalah cinta sejati.

Hari itu, Caspian mengamuk hebat di kediaman Silas, menghancurkan segalanya karena ingin melamar Geneviève. Silas, demi menenangkan putranya, akhirnya mengabulkan permintaan itu dan membawa lamaran tersebut ke hadapan Geneviève.

Geneviève, yang saat itu sedang mengejar gelar dokternya dan hanya mencintai "bayangan" Eisérre, menolak dengan sangat bijak.

"Maafkan aku, Tuan Caspian. Kau adalah pria yang spesial, tapi hatiku sudah memiliki tujuan lain. Aku ingin membuktikan pada Ayah dan Kakakku bahwa aku bisa menjadi dokter yang hebat. Aku tidak bisa menjadi istrimu jika aku tidak bisa memberikan seluruh diriku padamu."

Kata-kata "bijak" itu ternyata menjadi peluru mematikan bagi Caspian yang labil. Seminggu kemudian, Caspian ditemukan mengakhiri hidupnya sendiri. Silas yang hancur menutup rapat penyebab kematian putranya dan melenyapkan semua saksi mata, lalu menimpakan seluruh dendamnya pada Geneviève. Ia merasa kepintaran dan kemandirian Geneviève-lah yang membunuh putranya.

Kembali ke Masa Kini - Paviliun Sanctuary

Eisérre masuk ke kamar dan menemukan Geneviève sedang tertawa kecil sendirian sambil menatap cermin.

"Kenapa kau tertawa, Ève?" Tanya Eisérre, merasa heran sekaligus senang melihat wajah ceria itu.

Geneviève menoleh, matanya menatap Eisérre dengan tatapan yang persis sama dengan tatapan gadis remaja di balik pilar istana dulu. "Aku hanya terpikir... kenapa kau sangat tampan? Dan kenapa matamu warnanya sangat... seksi?"

Eisérre tertegun. Cangkir teh di tangannya hampir saja miring. Ia tidak pernah mengira gadis yang ia anggap "polos" ini bisa bicara seberani itu.

"Apa kau sedang menggodaku, Ève?" Eisérre mendekat, meletakkan tangannya di sandaran kursi Geneviève, mengurung gadis itu dalam aromanya yang maskulin.

"Entahlah," ucap Geneviève dengan kebingungan di wajahnya. "Tapi rasanya aku pernah mengatakan kalimat itu pada seseorang bernama Lize. Siapa Lize? Dan kenapa setiap kali aku melihatmu, aku merasa ingin menyuruh seseorang untuk melamarmu untukku?"

Jantung Eisérre berdegup kencang. Ia tidak tahu bahwa selama bertahun-tahun ia adalah target "cinta monyet" Sang Putri yang ia sembunyikan sekarang. Ia juga tidak tahu bahwa di luar sana, Silas—ayah Caspian—sedang merencanakan kehancuran total bagi siapa pun yang pernah disentuh oleh Geneviève.

"Kalau begitu," bisik Eisérre di telinga Geneviève, suaranya rendah dan serak. "Kau tidak perlu menyuruh siapa pun. Kau bisa melamarku sendiri sekarang, dan aku akan langsung mengatakannya: Ya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!