Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~Bab 16~
beberapa minggu setelah kejadian itu, keadaan Renee sudah membaik sehingga ia bisa kembali bersekolah.
namun baik baginya tentu berbeda dengan baik bagi semua orang.
tubuh nya masih perlu perawatan lebih lanjut, namun Renee bersikeras kalau dirinya sudah sembuh dan pergi bersekolah.
sedangkan keadaan Luciano tak kunjung membaik, salah satu peluru tidak sengaja mengenai organ vitalnya, untuk menghindari hal yang lebih buruk terjadi, ia masih harus menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan langsung Vatares.
saat ini Luciano sedang mengalami masa kritis anak itu bahkan tidak membuka matanya.
di perjalanan pulang, hujan deras mengguyur seluruh kota, Renee pulang dengan berjalan kaki, dan mampir di sebuah halte bus untuk beristirahat.
di sana Renee tidak sengaja melihat Galeno, seorang ilmuwan medis yang baru saja di keluarkan secara tidak terhormat dari organisasi yang di pegang oleh kakeknya.
Galeno termasuk ke dalam kategori super jenius jadi sebuah ide tiba tiba muncul di kepala Renee.
ia lalu berjalan menghampiri Galeno yang saat ini terlihat sangat terpuruk.
Renee berjongkok di hadapan Galeno.
"kenapa paman duduk sendirian?
Galeno hanya mengelus puncak kepala Renee lalu menyuruh gadis itu pulang.
Renee menatap lekat Galeno, saat ini sorot matanya memperlihatkan sebuah keputus-asaan.
"apapun yang paman butuhkan akan Renee berikan asalkan paman mau menuruti permintaan Renee" ucap gadis itu dengan jari telunjuk berada tepat di dagu.
melihat ada sedikit kilatan cahaya di mata Galeno membuat keyakinan Renee semakin kuat.
ia lalu menjalani sebuah kerja sama dengan Galeno.
dengan sebuah permen sebagai tanda kontrak berlangsung.
beberapa hari setelah itu.
Renee memberikan sebuah bangunan bekas persembunyian nya kepada Galeno untuk ia jadikan markas.
didalam nya, perlengkapan medis sangat lengkap dari fasilitas sampai obat.
ia juga menyuruh salah satu kakaknya Alucard, untuk mencuri dan mengantarkan Luciano dari rumah sakit Vatares menuju tempat persembunyian Galeno.
tentu saja tanpa sepengetahuan Vatares, nanti ia tinggal akting marah yang dramatis dengan hilang nya Luciano.
Renee lalu mengucapkan selamat tinggal pada Galeno, Riize, ia berpamitan dan berpesan kalau ia akan sering sering datang ke tempat nya untuk menjenguk keadaan Luciano.
di dalam kamar, terlihat Renee sedang melamun sambil terus memikirkan kejadian yang membuatnya harus mendapatkan beberapa luka tembak.
ia teringat wajah kakek Luciano, bukan lah seorang manusia, kakek Luciano itu adalah seorang robot yang seperti nya memang di desain khusus untuk menemani anak itu.
hal itu di perjelas dengan tulisan, I'm Luciano di dahi robot itu, namun bukan hal itu yang membuat Renee penasaran, tapi kenapa seorang manusia di jaga oleh sebuah robot? apa lagi di tengah tengah hutan, sepertinya Luciano adalah korban eksperimen ilmuwan gila.
kembali ke masa sekarang.
"sesek" ucap Renee tertekan, dia diapit oleh Riize dan Luciano tentu membuat nya sesak nafas.
"ahahaha"
mereka berdua lalu melepaskan pelukan dari Renee, setelah berhasil bernafas lega, Renee menatap tajam Luciano dan Riize.
"Luciano" panggil Renee.
"iya". balas Luciano pemuda itu sedikit ketakutan.
" mulai hari ini kamu Leo, Valeo galenshe. ucap Renee dengan jari telunjuk berada tepat di dahi Luciano.
"oke" balas Leo dengan jari membentuk o dan tiga jari di atas.
Renee tersenyum, gadis itu lalu mengelus pelan puncak kepala Leo.
Riize lalu lanjut dengan pekerjaan nya, dan Leo berusaha menikmati kebebasan nya.
Renee hanya duduk termenung di sebuah sofa.
Luciano mengalami amnesia setelah kembali sadar di laboratorium Riize.
ia tidak mengingat siapa dirinya dan dimana ia berada, yang ia ingat hanyalah Renee yang berlumuran darah dan berteriak pada nya untuk kembali.
dengan amnesia nya Luciano, Renee memanfaatkan kesempatan itu untuk menghilangkan trauma anak itu.
ia membuat cerita seolah olah dirinya adalah anak yang bahagia meski tanpa adanya kedua orang.
Renee bercerita kalau dirinya bertemu dengan Luciano saat sedang mencari kumbang, dan tidak sengaja bertemu dengan harimau jadi Renee menyuruh Luciano kembali bersembunyi.
cerita itu ada untuk menutupi ingatan Luciano yang masih tersisa.
dan Luciano mempercayai bualan Renee dan menganggap Renee dan Riize sebagai orang ter penting di hidup nya.