NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Keringat dingin membanjiri dahi Elisa. Sang peri hutan itu tampak fokus, tangannya yang bercahaya keperakan memegang sepasang penjepit dari kayu. Di hadapannya, Xavier terbaring tak berdaya, otot-otot lengannya menegang setiap kali Elisa menyentuh luka itu.

"Tahan sedikit, manusia. Jangan manja!" gumam Elisa, meski ia tahu Xavier sedang pingsan. Dan tak lama, logam kecil berdarah jatuh ke dalam mangkuk kayu.

"Hah! Jadi ini yang kau sebut kacang itu, Luna? Benda ini benar-benar tidak terlihat enak untuk dimakan," ucap Elisa sembari tersenyum.

Luna, yang sedari tadi berjongkok di pojok ruangan langsung mendekat.

"Wah! Kecil sekali! Bagaimana bisa benda sekecil itu membuat raksasa ini pingsan? Manusia ternyata sangat ringkih, ya?"

Elisa tidak menjawab. Ia segera mengambil tumpukan daun herbal yang tadi dipetik Luna, campuran daun sembung hutan dan akar langit, lalu menumbuknya hingga menjadi pasta hijau yang beraroma tajam. Lantas, ia segera menempelkan ramuan itu ke lubang peluru di lengan Xavier.

"Selesai," ucap Elisa sembari mengikat luka itu dengan kain tenun sutra laba-laba. "Luka fisiknya akan menutup dalam hitungan jam. Tapi egonya? Entahlah."

Elisa berdiri dan merapikan sayapnya yang sedikit layu karena kelelahan. "Sekarang, aku harus pergi. Tugas penjaga hutan tidak hanya mengurusi manusia nyasar."

Luna langsung menarik ujung gaun Elisa. "Bagaimana dengan Luna? Jangan tinggalkan Luna sendirian dengan raksasa ini, Mimi Peri! Bagaimana kalau dia bangun dan memakan Luna?"

Elisa tertawa kecil, lalu mengusap puncak kepala Luna dengan penuh kasih. "Dia tidak akan memakanmu, Sayang. Paling-paling dia hanya akan berteriak histeris. Aku janji akan sering mengunjungimu. Tapi ingat pesanku, berjanjilah saat dia sembuh nanti, kau harus mengantarnya kembali ke perbatasan. Jangan pernah mengikutinya masuk ke dunia manusia. Dunia mereka penuh dengan polusi dan suara bising yang akan merusak pendengaran kucingmu. Paham?"

Luna mengangguk patuh, meski matanya masih tampak ragu. "Iya, Luna paham. Dunia manusia itu jahat, dunia peri itu hebat."

"Gadis pintar. Aku pergi dulu, Sayang. Jaga dirimu baik-baik." Elisa merentangkan tangannya, bersiap melakukan ritual teleportasi. Dalam sekejap, tubuh Elisa berpendar terang lalu menghilang dalam kepulan asap beraroma bunga. Kini, di pondok kayu yang sunyi itu, hanya tersisa Luna dan Xavier yang masih terlelap.

Satu jam berlalu. Luna mondar-mandir di depan tempat tidur seperti setrikaan rusak. Sesekali ia mencolek pipi Xavier, lalu lari bersembunyi di balik kursi.

"Kapan manusia ini bangun? Apa dia mati dalam keadaan tampan?" gumam Luna cemas.

"Ergh..." suara berat itu memecah keheningan.

Xavier mengernyit, kepalanya terasa seperti baru saja dihantam palu. Ia perlahan membuka matanya, mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya remang di dalam pondok.

"Di mana aku? Siapa yang membawaku ke gudang kayu ini?" gumam Xavier dengan suara parau. Ia mencoba duduk, tapi seluruh badannya terasa kaku. Saat ia menoleh ke samping, jantungnya hampir copot. Di sana, duduk seekor kucing putih dengan bulu lebat dan mata biru yang sangat ia kenal.

"Huwa! Kau lagi?!" teriak Xavier. Keringat dingin langsung membasahi pelipisnya. "Kenapa kau bisa ada di sini, hah?! Apa kau menguntitku? Kucing sialan!"

"Meong... meong!" Luna, yang saat itu kembali ke wujud kucingnya agar tidak membuat Xavier jantungan malah melompat naik ke atas tempat tidur Xavier.

"Pergi, bodoh!" Xavier mencoba mengibaskan tangannya, tapi lengannya yang diperban terasa sangat nyeri. "Jangan mendekat! Aku punya pistol! Eh, di mana pistolku?!"

Luna memutar bola matanya dengan malas. Dasar manusia tampan kurang ajar. Luna cantik begini malah dibilang bodoh! Kalau bukan karena Luna, kau sudah jadi pupuk organik di bawah pohon ek!

Karena gemas, Luna justru semakin mendekat. Xavier yang masih lemas hanya bisa pasrah saat Luna mulai berjalan di atas tubuhnya. Dan entah sengaja atau tidak, Luna memilih untuk duduk tepat di atas paha Xavier, sembari menggesekkan kepalanya yang berbulu lembut di area sensitif pria itu.

Nyut!

Tiba-tiba, sebuah sensasi aneh menjalar di tubuh Xavier. Sesuatu yang sudah lama tertidur lelap dalam hidupnya tiba-tiba memberikan reaksi yang sangat luar biasa. Di balik celana kainnya, sesuatu berdenyut dan mulai tegang dengan penuh semangat.

Mata Xavier membelalak sempurna. Wajahnya yang pucat kini berubah menjadi merah padam seperti kepiting rebus.

"A-apa-apaan ini! Kenapa dia malah berdiri hanya karena seekor kucing?!" gumam Xavier dengan panik sekaligus tidak percaya.

Selama bertahun-tahun, Xavier memiliki masalah reproduksi yang membuatnya dingin terhadap wanita mana pun. Ia sudah menghabiskan jutaan dolar untuk mencari obat ke seluruh dunia namun tetap tidak ada hasil.

Tapi sekarang? Hanya karena seekor kucing yang mendengkur di atas pahanya, aset berharganya itu seolah baru saja mendapatkan suntikan tenaga kuda.

Manusia tampan ini bicara apa sih? Kenapa wajahnya jadi merah begitu? Apa dia sakit demam lagi? batin Luna kebingungan.

Luna malah semakin gemas. Ia berputar-putar di sana, menggesekkan bulu-bulu halusnya dengan manja tepat di atas area yang sedang bersemi itu. Ia merasa tempat itu hangat dan empuk untuk dijadikan bantal.

"Ugh... hentikan... ini memalukan..." Xavier mengerang, antara menahan gairah yang tidak pada tempatnya dan rasa pusing yang kembali menyerang otaknya.

Kombinasi antara kehilangan darah, aroma ramuan herbal yang memabukkan, dan lonjakan hormon yang tiba-tiba membuat sirkuit di otak Xavier mengalami overheat. Pandangannya kembali berputar.

"Kucing... sialan... kau... benar-benar... penyihir..."

Bruk!

Xavier kembali ambruk. Ia pingsan untuk kedua kalinya dalam satu hari.

Luna berhenti bergerak dan menatap wajah Xavier yang kini tampak lebih rileks.

"Lho? Dia tidur lagi? Padahal tadi sudah bangun," gumam Luna.

Ia pun ikut merebahkan tubuhnya di dada Xavier dan mendengkur keras, tidak sadar bahwa ia baru saja melakukan muk-jizat medis yang tidak bisa dilakukan dokter manapun di dunia mafia.

1
Tiara Bella
ganggu aja nh asisten Geri....udh tw mw bikin debay malah diganggu
Senja: hheee
total 1 replies
Keysha Aurelie
gemes banget sama Vier😂 sudah mengakui menyukai Luna lagi🤣 suka aku dengan kejujuran ini😂
Luna itu bukan cacing 😭 tenang Vier nanti bisa dilanjutkan lagi , kamu bisa kasih pemahaman ke Luna😂
Senja: Tp paham ga tuh anak wkwk
total 2 replies
partini
dasar Gery lucknat 🤭🤭
uhhh cakep banget visual nya 👍👍👍👍 thanks Thor
partini: wkwkwk sama apa lagi nemplok mode koala 🐨 biuhhhhhh kokop dah 🤣
total 2 replies
Al Fatih
waow ...,, cocok bngt Kaka...,, utk Xavier dan Luna....,, pas bngt visualnya.

Vier..... pelan2 tho yooo jangan asal nyosor,, ntar Luna trauma lagi 😂
Senja: Makssih kak🤭
total 1 replies
Opi Sofiyanti
akhirnyaaaaaa.... nymp jg bc ampe part ini.... stlh terpending sekian hr..... maaf y kak g ber mksd menimbun bab, tp emng aku g smpt bgt bc lama2....
Senja: Nah iya maknya ini, bulan ini blm buat buku baru lagi, habis lebaran saja.
total 3 replies
Eva Karmita
Sapir tahan ya jangan sampai Luna Lo amboxsing 😜🤭😄😄
Eva Karmita
ternyata Luna adalah obat mujarab untuk Sapir 🥰🥰🥰🥰
partini
kasih visual Thor dari belakang juga boleh 🤭
partini
buset dah cat menggatal sekali kau ini,kan aslinya kuncung ya menjilat dan mencakar,lost control ga ini sapir sering banget no baju baju
Keysha Aurelie
Vier ternyata Luna itu penawar terbaikmu , tanpa mendatangkan dokter , menuju Luna saja akan menjadi candu yang menenangkan 🤣 dan membuat ketagihan🤣🤣 kelihatan sayang banget Luna sama kamu Vier
Keysha Aurelie
pengganggu seperti Cat itu mending dimusnahkan atau dikasih pelajaran biar takut dan tak berani mengganggu atau mendekati lagi , kalau ada Cat muncul rasanya pengen tak dorong biar jatuh dari ketinggian 😂
partini
kaya Diego ga bisa sentuh sembarang balik gih skin to skin sama Luna biar sembuh ,,bagus juga Kya pesikopat ayo bunuh segera di cat
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Senja: Siapppp mak
total 1 replies
Natsa
when cemburu dibawa ke tempat kerja /Facepalm/
Natsa
diem salah jawab salah /Facepalm/
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
partini
segampang itu si Luna Thor , Secara gitu dari awal konek ke sapir cuma daging doang udah beda aiahhhhh kucing anehhh
tinie
kenapa Luna malah kamu tinggal vier
kan Xander jadi semakin dekat dengan Luna
Al Fatih
Bayangkan adegan sarapan paginya Xavier dan Luna 🤭😍
Senja: Iya pengen yg ono pengen yg itu yg ganteng2🤣
total 3 replies
Keysha Aurelie
ciee cemburu nya menyeramkan sekali Vier, gak mungkin kalau gak ada perasaan bukan begitu Vier😂 ingat Luna itu gadis polos jadi dimaklumi 😂
hati hati Luna sama Xander itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!