NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Mama menatap Sintia tajam, gadis itu menunduk takut dengan Mama. Tangan Mama mendarat di pipi Sintia, gadis itu tidak mengaduh kesakitan hanya diam saja sembari mengusap pipinya yang memerah. "Kamu itu kemana aja?!Dua hari baru pulang! Mama telpon juga kamu nggak angkat!"

Rentetan pertanyaan dari Mama tidak dijawab, gadis itu hanya duduk dengan pandangan kosong. Pikirannya kemana-mana. Mama ikut duduk disampingnya, perempuan tua itu menarik napas dalam. "Mama udah tau semua dari Arga," ucapnya. Sintia menoleh, ingin mengetahui lebih banyak lagi kalimat yang ingin disampaikan Mama.

"Kamu... Ada hubungan apa kamu sama Jefry itu?"

Sintia menggeleng, ia berusaha untuk tidak menangis di depan Mama. Namun gagal, ia memeluk Mama menumpahkan semua rasa sakit yang menumpuk selama 2 hari ini.

Mama mengelus-elus rambut anak perempuannya, punggung Sintia bergetar. Setelah hampir setengah jam Sintia menangis, hatinya pun sudah lega. Ia mulai menceritakan semua dari awal tentang Jefry dan ancaman yang ditujukan pada Sintia.

Mama mendengar dan mulai paham dengan apa yang Sintia alami, ia menghela napas kemudian menatap putrinya dan berkata. "Jadi Jefry ngerekam semua pembicaraan kamu sama Mama waktu itu terus kamu diancam dan kamu nurut aja, Sintia?!"

Sintia mengerjap nada Mama jadi tinggi sekali, wanita itu menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya yang begitu gampang dibodohi. "Tugas kamu sekarang temui Arga jelasin sama dia dari awal biar hubungan kalian yang udah 2 tahun itu nggak sia-sia."

"Kok?"

"Kenapa? Kamu mau dibodohi sama Jefry itu lagi? Bangun Sintia ini bukan tahun 2015 ini 2025!"

****

Sintia memblokir semua sosmed Jefry yang mengikutinya. Ia juga memblokir nomor Jefry dan gadis itu saat ini berada di depan kantor Arga. Menghela nafas berkali-kali ia memutuskan untuk menjelaskan semua pada Arga agar hubungan mereka kembali membaik. Setelah tadi diantar satpam untuk naik ke ruangan Arga, gadis itu mengetuk pintu satu kali dan ada suara didalam menjawab 'masuk'. Sintia langsung membuka pintu dan terlihat Arga sedang fokus bekerja. Pria itu belum tahu kalo yang masuk adalah Sintia.

"Ada perlu ap—" Arga tidak melanjutkan perkataannya karena saat ia mendongakkan kepala, Sintia sedang duduk di sofa menatap ia.

"Ak—"

"Keluar!" ujar Arga dingin, pria itu melengos dan menelpon seseorang. Seorang wanita cantik masuk ke ruangan Arga, dan menggeleyot manja dilengan pria itu. Sintia syok. Siapa wanita ini?

"Kenapa sayang?"

Sayang? Mereka berpacaran, kah?

Arga tidak menjawab laki-laki itu tetap fokus pada pekerjaan. Perempuan itu bahkan menciumi wajah Arga. Namun, pria itu nampak tenang. Sintia yang melihat itu reflek berdiri dan menarik tangan wanita sialan ini.

"Ngapain sih? Gatel, ya? Mau aku garukin tante?"

Wanita didepannya ini kebingungan lantas menoleh ke Arga. "Ini siapa sih, Ga? Keponakan kamu? Nggak sopan banget!"

"Aku calon istrinya Arga," jawabnya lantang. Mendengar itu Arga menaikkan alisnya menatap Sintia. "Calon istri? Sejak kapan aku ngelamar kamu?"

Sintia cemberut, pria dihadapannya ini mode cueknya kembali. Ia menarik paksa tangan Arga membuat pria itu mengaduh, kemudian berdiri dan mengikuti jejak Sintia. Gadis itu membawa ia ke parkiran tempat dimana mobil miliknya berada.

"Aku mau jelasin tentang... Aku sama Jefry."

Arga diam, ia melipat tangan di dada menunggu kalimat selanjutnya. "Ak—aku sama sekali nggak ada hubungan apapun sama dia, Ga. Aku dijebak!"

Mendengar itu spontan Arga tertawa meledek. "Mana ada dijebak tapi kamu tidur sama dia!"

"Kamu ciuman sama dia juga, kan?"

"Dan ini...."

Sebuah rekaman suara Sintia dan Mama ternyata sudah sampai ditangan Arga,  Sintia memejamkan mata. Tiba-tiba kepalanya sangat pusing. Ia ambruk dipelukan Arga.

****

Sintia terbangun begitu aroma obat masuk ke indera penciuman. Ia masih pusing dan disamping ranjang ada Mama yang sedang tidur. Saat ini ia sedang ada di rumah sakit. Setelah pingsan tadi Arga langsung membawa ia ke sini. Tapi dimana pria itu sekarang?

Mama terbangun ketika merasa ada yang bergerak, ternyata Sintia sudah bangun dan celingak-celinguk. "Nyari Arga? Dia udah pulang. Setelah bawa kamu kesini tadi dia pulang."

"Arga masih marah ya sama aku?"

"Mana Mama tahu tanya aja sama orangnya."

Sintia membuka hape, ia chat Arga namun pria itu memblokir dirinya terlihat centang satu sejak tadi. Ia telfon juga cuma 'memanggil' terus. Gadis itu kemudian membuka Instagram dan chat Arga disana.

Sintia:

Ga, aku perlu ngomong sama kamu. Besok kita ketemuan di cafe biasa, ya! Plis. Ada banyak hal yang belum aku jelasin ke kamu. See you.

Read.

****

Badan lagi ambruk karena habis jatuh itu wahhh banget ya rasanya. Tapi harus tetap semangat!

Xoxo><

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!