♥️♥️♥️
Perjodohan diusia muda? Yakin berjalan lancar? Usia yang masih labil, tanggung jawab besar, bisakah? Mampukah?.
Akan jadi apa pernikahan tanpa adanya ilmu pengetahuan yang cukup? Mental yang bahkan masih perlu bimbingan orang tua, apa keputusan orang tua mereka sudah benar untuk masa depan anak-anak nanti? Entahlah, semoga aja semuanya baik-baik saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SP_Daffotta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XIV
...Selamat membaca...
.......
.......
.......
Pagi datang dengan cahaya matahari yang hangat, hari ini adalah acara pernikahan 6 sahabat, di rumah masing-masing sedang sibuk membuat persiapan, acara akan dilakukan di tempat ibadah di kota J. Setelah mereka semua menerima perjodohan itu, para orang tua segera mencari tanggal untuk pernikahan. Hanya dalam waktu 5 hari, tanggal telah ditentukan, segala kebutuhan telah siap.
Waw! Hanya dalam 5 hari, seperti proyek 1000 candi saja, ya, kalau sudah niat pasti semua dimudahkan, apalagi ini niat baik, walau jatuhnya agak terburu-buru, semoga tidak ada malapetaka apapun, ujian pasti ada, tak ada yang bisa menghentikan itu.
Seperti yang direncanakan, acara dilakukan dengan sangat privat, hanya ada saksi, wali nikah, dan petugas pelaksana pernikahan yang hadir.
Pukul 7:30 pagi, pengucapan janji suci dilakukan, acara pernikahan dilakukan dengan hikmat, para orang tua wanita menangis terharu melihat anak-anak mereka melantunkan janji suci.
‘Ya Tuhan, lindungilah rumah tangga mereka, tuntunlah mereka, dan ridhoilah jalan kebaikan yang mereka lakukan ini.’
Doa dipanjatkan semua orang tua pada anak-anaknya, pengantin pria hari ini sangat gagah dengan setelan jasnya, pengantin perempuan pun demikian, mereka sangat cantik dengan balutan kebaya berwarna putih.
“Selamat ya anak-anak, selamat menempuh hidup baru,” Mami Akifa memberi ucapan dengan suara yang agak serak.
“Mami kenapa nangis sih, jangan nangis dong, aku kan juga ikutan nangis,” Akifa sudah hampir menjatubkan air matanya.
“Mami terharu Sayang, sekarang anak Mami udah jadi milik orang lain, jangan berantem terus sama Abdiel ya nanti,” Ibu dan anak itu saling memeluk, Mami Akifa juga memberi petuah pada anak semata wayangnya itu.
“Ayah titip Zarine ya Rafka, tolong dijaga dengan baik,” Ayah Adib menepuk pundak menantunya.
“Iya Yah, siap!” Rafka menganggukkan kepala meyakinkan sang mertua.
“Abhi, kurang-kurangin cuek kamu, kamu sekarang sudah beristri, ada yang harus kamu perhatiin,” Ibu Abhi menyentuh kepala anaknya lembut.
“Kamu juga Alfi, agak dikurangi juteknya, sama orang lain aja juteknya, kalau sama suami keluarin manjanya,” Ibu Alfi menggoda anaknya diiringi tertawa oleh orang tua yang lain, Alfi hanya menanggapi dengan senyum malu.
“Kalau kamu berani aneh-aneh di belakang adikku, kamu akan berhadapan sama aku Rafka, jadi jangan macam-macam, aku ngawasin kamu!” Rafka mendapat bisikkan ancaman dari Rafa sang kakak ipar, belum dapat 1 hari Rafka menikahi Zarine, Rafa sudah melayangkan ancaman aja, tapi Rafka tidak takut, dia tidak pernah bermain wanita, pacaran aja ngga pernah, sekalinya dapat cewek langsung kepelaminan, Rafka memang belum mencintai Zarine, tapi dia akan belajar untuk itu, dia sangat paham, pernikahan bukan seperti pacaran, yang kalau bosan bisa mencari yang lain, pernikahan sangat sakral dan maknanya sangat dalam.
“Kak Rafa tenang aja, menduakan wanita ngga ada dalam list kehidupanku, menikah dengan orang yang kita cintai adalah anugerah, tapi mencintai orang yang kita nikahi adalah kewajiban, iya, ‘kan?” Rafka menjawab bisikan kakak iparnya itu dengan tenang dan senyuman manis.
“Bagus kalau kamu paham!” Rafa menjauh dari Rafka dan memeluk adik perempuannya sedih.
“Sabar ya Dik, Rafa masih belum terima adiknya nikah, terus jadi jarang ketemu, nanti juga luluh kok, ngomong-ngomong, happy wedding ya, ngga nyangka kamu bakal nikah duluan,” Kak Giyo memberi ucapan dan sedikit nasihat atas sikap Rafa tadi.
Kak Giyo tadi dengar bisikan Rafa pada adiknya, dari waktu makan malam keluarga hari itu, Giyo tau kalau Rafa tidak setuju dengan perjodohan yang diatur oleh orang tua mereka.
“Iya kak, makasih, aku tau kok pasti akan ada waktunya buat Kak Rafa nerima aku,” Rafka berucap bijak.
.......
.......
.......
Bersambung ...
Lope you pull guys♥️
...Terima kasih guys🌹
...
Ayo baca ulang karyaku, ada perubahan yang agak besar loh, in syaa Allah alurnya aku ubah biar tambah cantik😚
Love you all😚