NovelToon NovelToon
CINTA DI NEGERI FANTASI

CINTA DI NEGERI FANTASI

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:514.5k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

"Aku hanya jadi seorang pemeran pembantu! tidak... aku maunya jadi pemeran utama yang cantik bukan wanita dengan muka yang mengerikan ini. "


Mei Yi yang seorang dokter jenius tiba-tiba mendapati dirinya berada di dalam cerita Wattpad yang sedang di bacanya. Ia menjadi Luo Yi Seorang anak jendral yang tak di anggap dan di kucilkan karena penampilannya.

Karena kebiasaannya, yang tak pernah membaca dengan teliti dan suka men skip bagian adegan pentingnya Mei Yi kebingungan dengan jalan cerita Wattpad itu. Ia harus bisa menentukan nasipnya sendiri , dan tak ia sadari bahwa dalam cerita Wattpad itu banyak adegan berbahaya yang bisa mengancam nyawanya.

Akankah Mei Yi bisa melewati adegan berbahaya itu dan berakhir bahagia?

Mau tau kelanjutan ceritanya? jangan lupa baca sampai akhir ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16- Pernikahan yang di tetapkan

Senja menyelimuti ruang baca Pangeran Xiao Ming, menerangi lembaran-lembaran sutra berisi aksara kuno yang tengah ia baca. Aroma tinta dan kayu cendana memenuhi ruangan, menciptakan suasana tenang dan damai. Xiao Ming, dengan jubah sutra ungu yang lembut, tenggelam dalam dunia cerita yang terukir di atas kertas, jari-jari lentiknya menelusuri setiap baris dengan penuh konsentrasi. Tiba-tiba, ketukan pintu yang keras dan tergesa-gesa memecah kesunyian. Sebuah dentuman yang menggema di ruangan sunyi itu.

Xiao Ming mengangkat wajahnya, alisnya bertaut sedikit. Sebelum ia sempat bertanya, pintu sudah terbuka lebar, memperlihatkan Jin Ling yang terengah-engah, wajahnya pucat pasi, keringat dingin membasahi dahinya. Pedang panjang yang terhunus di pinggangnya bergetar mengikuti napasnya yang tersengal-sengal. Mata Jin Ling, biasanya berbinar-binar, kini dipenuhi dengan kepanikan yang nyata.

"Yang Mulia... ini gawat!" suara Jin Ling terputus-putus.

Ia terhuyung sedikit, hampir saja pedangnya terjatuh.

Xiao Ming dengan tenang menutup buku yang dibacanya, letakkan di atas meja dari kayu jati tua yang berkilau. Tatapannya tajam, menembus kepanikan Jin Ling.

"Jelaskan, Jin Ling. Apa yang terjadi hingga membuatmu panik seperti ini?"

"Gawat pangeran... saya mendengar kabar bahwa pangeran akan di nikahkan dengan anak jendral Luo Zhi yang bernama putri Mei Na. " Ia berhenti sejenak mengambil nafas. "Bahkan pernikahan kalian sudah di tetapkan bersamaan dengan pernikahan pangeran Jian Ming. "

Pangeran berdiri dengan tenang, ia berjalan menuju ke arah pintu, tatapannya damai.

Ia mengangguk, "Biarkan saja, lagi pula aku tidak akan menemui istriku kelak. Ayah juga pasti tau, jika aku tidak mungkin bisa tinggal dengan seseorang," Ucapnya dengan tenang. "lagi pula ini hanya pernikahan politik. Ia hanya ingin putri jendral berada di sisi Kaisar agar jendral Luo Zhi tetap memihaknya."

"Jadi pangeran akan membiarkan pernikahan ini terjadi, bukankah kasihan jika nanti dia berharap pada pangeran. Bagaimana kalau dia berharap pangeran menyentuhnya, dan curiga dengan penyakit pangeran. " Ucap Jin Ling khawatir.

Xiao Ming berbalik dan berseru. "Makanya, jangan biarkan siapapun masuk ke sini. Aku tidak ingin mereka tau tentang keadaanku. "

Jin Ling menunduk. " Baik Pangeran... "

Pangeran Xiao Ming kembali ke dalam ruangan, ia duduk dengan tenang, namun tatapannya tampak dingin.

.

.

Jendral Luo Zhi sudah kembali ke kediamannya, saat baru turun dari kuda, Luo Yi berlari dan menghampirinya. Senyum merekah dari bibir merah dan ranum itu.

Ia menarik lengan baju sang ayah. "Bagaimana Ayah? apakah Raja mau membatalkan pernikahanku. " Mata Luo Yi tampak berbinar.

Jendral Luo Zhi terlihat ragu, ia menatap putrinya, pandangannya tampak redup. Ia berjalan menuju aula, langkahnya tampak gontai. Luo Yi terlihat mulai cemas, matanya menatap setiap langkah sang ayah.

Jendral Luo Zhi duduk, seorang pelayan menuangkan segelas air, jendral langsung meneguknya. Di letakkan gelas itu di atas meja, ia menatap Luo Yi.

"Maafkan Ayah sayang, Yang Mulia tidak bisa membatalkan pernikahanmu. Kamu tetap akan menikahi pangeran Jian Ming... " Ujarnya, ia terlihat sangat menyesal.

Seketika Luo Yi berdiri tegak, matanya membulat sempurna. "Apa! jadi aku akan tetap menikah dengan pangeran Jian Ming! " katanya kaget. "Ayah... aku tidak mau, dia itu jahat Ayah, Ayah tau sendiri kan bagaimana dia menghinaku... "

Luo Yi menarik-narik tangan jendral Luo Zhi. Jendral Luo Zhi mengusap-usap lembut tangan Luo Yi.

"Mau bagaimana lagi, tapi raja menjamin bahwa pangeran Jian Ming tidak akan berbuat jahat padamu. Jika dia berani macam-macam, dia akan berhadapan dengan Ayah." Ungkapnya seraya menepuk-nepuk dadanya. "Jadi kamu jangan khawatir sayang, Ayahmu ini seorang jendral, tidak ada yang akan berani melawan Ayah. "

Luo Yi sedikit lebih tenang mendengar perkataan ayahnya, ia kembali duduk berusaha untuk bersikap tenang.

Tatapan Luo Yi jauh ke depan. "Gawat... apa mungkin cerita ini tidak bisa di ubah ya, apa iya aku tetap akan mati mengenaskan. Lalu apakah aku akan mati sungguhan jika aku mati dalam cerita ini. " Batin Luo Yi berkecamuk.

Tiba-tiba seorang pengawal berlari menghampiri mereka, di taunkan tangannya memberi hormat.

"Hormat jendral, lapor... utusan raja tengah menuju kemari. " Ucapnya tegas.

Jendral Luo Zhi dan Luo Yi saling memandang, mereka segera bangkit bergegas menuju halaman, Mei Na pun segera di panggilnya.

Saat semua anggota keluarga lengkap, seorang kasim datang dengan beberapa prajurit istana. Terlihat ia memegang gulungan di tangannya.

"Jendral Luo Zhi menerima Dekrit Raja... " Suara kasim lantang, menggema.

Seketika semua anggota keluarga jendral bersimpuh dan sujud, "Saya jendral Luo Zhi, menerima dekrit tersebut. "

Mereka semua menegakkan tubuh siap untuk mendengar dekrit Raja.

Keringat dingin membasahi telapak tangan Luo Yi. Jari-jarinya meremas kain baju, erat. Dekrit itu, biasanya tak terbantahkan, sebuah perintah mutlak yang harus ditaati. Namun, kali ini, rasa cemas yang tak terjelaskan menggerogoti jiwanya. Gelombang kegelisahan menerjang pikirannya, membuncah tanpa henti. Apa yang membuatnya begitu takut?

Suara kasim bergema, membacakan dekrit kerajaan yang mengguncang istana.

"Atas jasa-jasa Jenderal Luo Zhi yang tak terhingga bagi negara, Raja menganugerahkan pernikahan Putri Luo Mei Na dengan Pangeran Kedua, Xiao Ming. Pernikahan agung ini akan dilangsungkan bersamaan dengan pernikahan Pangeran Jian Ming dan Putri Luo Yi."

Gulungan sutra itu, bersegel merah kerajaan, diulurkan. Jenderal Luo Zhi menerimanya, tangannya sedikit gemetar. Senyum terukir di wajahnya, namun sorot matanya menyimpan rahasia yang teramat dalam.

"Saya menerima dengan rasa syukur yang tak terhingga,"

Putri Mei Na, wajahnya memerah menahan amarah, mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.

Kasim itu, dengan senyum licik yang terukir di bibirnya, melanjutkan, "Mohon bersiaplah dalam beberapa hari ke depan, pernikahan akan segera dilangsungkan. Izinkan saya pamit."

Begitu para pengawal kerajaan lenyap di balik pintu, Mei Na meledak. Tangisnya pecah, air mata membanjiri pipinya.

"Aku tidak sudi! Aku tidak mau menikah dengan Pangeran Xiao Ming, Ayah!" jeritannya menggema, mengguncang seluruh ruangan.

Mata Jenderal Luo Zhi membulat, suaranya berat, "Kamu harus menerimanya, Mei Na! Ini perintah Raja, tak ada yang bisa menolaknya!"

Luo Yi hanya bisa mendesah. Rencananya untuk menghindari istana hancur berantakan. Ia tahu konsekuensi menolak dekrit kerajaan. Pikirannya kalut, dipenuhi oleh bayang-bayang takdir yang tak bisa dielakkan.

Mei Na tetap bersikukuh, kakinya menghentak lantai, "Aku tidak mau, Ayah! Aku hanya mau menikah dengan Pangeran Jian Ming! Pangeran Xiao Ming itu lemah, tak pantas menjadi suamiku!"

Perkataan Mei Na menusuk telinga Luo Yi. Rasa penasaran membuncah. Mengapa Mei Na menyebut Pangeran Jian Ming lemah?

"Aku ingin menikah dengan calon Raja selanjutnya!" suara Mei Na semakin meninggi. "Jika aku menikah dengan Pangeran Xiao Ming, dia tak akan pernah menjadi Raja! Dia lemah, tak punya keterampilan apa pun! Aku tidak mau!"

1
zeyya
harus nya blm end nih minn🤭
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: sebenarnya kak🤭🤭
total 1 replies
zeyya
baguss si alur nya ga bosenin hahaa maraton
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: wihh maraton kak🤭
total 1 replies
Marliana ginting
pangeran pertama atau ke 2 sih?
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Pangeran pertama jian Ming.. lalu di revisi soalnya
total 1 replies
Andriyati
aku rasa pangeran pertama bukan lach anak kaisar
Mariatul
novel othor keren banget. nggak ngebosanin, alur nya runtut, dan mengalir.
Sri Rahayu
bagus👍👍
Ai Shiteru
Lui yi terlalu sembrono, dan juga kediaman pangeran kenapa bisa sembarang orang masuk ya? apalagi ini kamar, masa ngga ada penjaganya
Risna Udi
karya yang sangat menarik.semangat dan terus karya
mrsdohkyungsoo
thankyouuu
Dede Bleher
anak jendral tp tk ingin bangkit!
Dede Bleher
ati ati Lou
Dede Bleher
aku inget mas Police.
black sweet kepala police di kabupaten.
waktu itu aku kerja di Mall.
aku tk tahu dia menyukaiku.
krna aku gadis Item jelek miskin.
tp beneran cintanya tulus.
sayang nya dia telaat ato krna kami bukan jodoh.
waktu itu aku sudah jalin hubungan dengan mas Bule.
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: /Scowl/
total 1 replies
Dede Bleher
bikin ancur lebur jg boleh
Dede Bleher
jd sebetulnya itu salah membuat pernafasan mulut ke mulut!
aku yg pernah ikut latihan kesehatan untuk syarat bikin Sim.
pernafasan itu bantu itu dr hidung.
mulut kita ke hidung dia!
betapa menjijikan nya dr mulut ke mulut!
Dede Bleher
ayo bangkit Lou.
kembalikan kejahatan mereka!
kamu hrs cerdas dan kuat
Marisa Asmit
kata mustahil bisa diganti dengan kata " tidak mungkin " ..
Marisa Asmit
wwkw. gerakan refleks .. dikira masih di zaman modern ...terlalu ceroboh , hahha , bertindak menggebu gebu jatuhnya malah nambah masalah baru ... akibat kebiasaan menskip bacaan.. hahahha
Ai Shiteru
lah terus gmn km sendiri? permaisuri tapi kok selingkuh, parah bener, jangan2 jian ling bukan anak kaisar dah
Neng Ani
harusnya ini novel belum selesai,, ko ending nya nggak sesuai ekspektasi ya
Nana Niez
dia kan selalu ceroboh sepanjang bab,, meski dia dokter bedah,, tpi ttp aja,, bs nya ya cm pas bedah aja,, bkn yg punya instting bagus gt,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!