NovelToon NovelToon
Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Iblis / Kutukan / Hantu / Tumbal
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Aku tak ingat lagi apa yang terjadi padaku malam itu.

Saat terbangun, tiba-tiba saja diriku sudah berada di dalam sini. Sebuah kurungan berukuran 2x1 meter yang di susun oleh besi-besi, ada gelas air di sudutnya dan sebuah handuk kotor di pegangan pintu. Seperti kandang hamster berukuran manusia.

Tampak putung rokok di meja sana mengepulkan asap. Beberapa pakaian dan surban juga terlihat menggantung di tembok serta puluhan keris berdiri di lemari.

"Tutupi tubuhmu!!" Tiba-tiba seorang kakek tua mengejutkanku dari arah yang lain dengan melemparkan selembar kain jarik.

Aku baru sadar kalau sedari tadi tubuhku sudah tak mengenakan apa pun.

Kemana perginya pakaianku?

Hijabku?

HP ku?

Ya, tuhan.

Apa mereka benar-benar menghabisiku pada malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Roh Penunggu Toilet

"Jadi, menurutmu kita harus kesana lagi? Ah, ogah, sih. Kalian itu, loh. Masih aja percaya hal kayak gitu!" pekikku, menghadapi dua makhluk yang sedang mengerubungi cangkir kopinya masing-masing. Siapa lagi kalau bukan Yoana dan Bayu.

"Halah, sok-sokan ngomong gitu. Wong mbahnya sendiri juga dukun." sahut Bayu. "Buah jatuh gak bakal jauh dari pohonnya, Panca!"

"Wong buahku nggak jatuh sendiri. Dipetik terus di eksp—"

"Udah-udah. Heeeh! Tapi tetep kita harus tahu penyebab semua ini loh, Panca!" potong Yoana.

"Kan, udah ada polisi toh, yang nangani itu. Ngapain kita musti repot jadi detektif-detektifan segala."

"Polisi cuma nanganin yang terlihat aja, terus yang tak kasat mata?" kukuh Yoana. "Kita harus tahu, apalagi ini... Ceking yang jadi korban."

"Oh, iya. Mbahmu marah, gak Panca?" timpal Bayu.

"Enggak. Tapi, tadi pagi dia aneh banget." kataku sambil menghabiskan sisa kopi di gelas. "Ah, namanya juga orang tua, wajar suka aneh. Ya udah, aku ke toilet bentar!"

Aku meninggalkan kantin menuju toilet, sesekali menoleh ke belakang. Tampak Bayu dan Yoana sedang memperhatikanku, aku yakin mereka sedang membicarakanku. Tapi peduli amat, perutku sudah tak bersahabat. Kembung, gara-gara semalaman berada di luar bersama mereka.

Untung saja toilet sudah sepi, maklum jam 4 sore. Seharusnya jam efektif berakhir di jam 1 tadi, tapi berkat Bayu kita lembur sampai sekarang dan lebih parahnya lagi kita gak tahu lagi ngelemburin apa, cuma sekedar bahas kejadian semalam sampai hampir 3 jam.

Aku masuk pintu laki-laki. Sepi. Cuma ada bayanganku di cermin sebelum memasuki bilik closet.

Aku jongkok dan menikmati perutku yang kini kian terasa ringan dan lega. Entah sudah berapa menit aku di sini, tapi aku merasa masih belum cukup.

...KRUCURRRRRR...

Suara air keran berbunyi memenuhi bak mandi. Lekas kumatikan keran karena sudah membanjiri tempat ku berjongkok.

Tunggu.

Keran ini terhubung oleh selang ke dasar bak mandi, mana mungkin suaranya sederas itu.

...CURRRRRRRR...

Keran sudah kumatikan, keran mana lagi itu?

Aku berdiri dan keluar dari bilik. Menemukan keran di bilik sebelah memang terbuka katup kerannya sehingga mengucur dengan deras karena tak ada selang yang terpasang. Lekas aku matikan keran itu dan kembali ke bilik untuk berjongkok menyelesaikan tugas perutku yang tinggal sedikit lagi.

Di napas ketiga,

...CURRRRRRR...

Suara itu kembali mengejutkanku. Aku kembali keluar dan mematikan keran di bilik sebelah.

Kenapa tuasnya terbuka lagi?

Apa mungkin sudah rusak?

Kembali aku jongkok di bilik tempatku tadi. Baru saja hendak memejan, tapi,

...CUURRRRRRR...

Keran itu terbuka lagi. Jadi aku memutuskan untuk keluar dan mematikan kerannya. Meninggalkan bilik pertama, aku jongkok memperhatikan keran dan menganalisa bagaimana bisa dia terbuka lagi. Sambil menyelesaikan perutku, aku terus memperhatikan keran ini.

Tak ada yang salah dengan kerannya dan sudah beberapa kali aku memejan, keran yang kuamati ini masih tertutup rapat tanpa satu tetes pun yang keluar.

Perutku sudah lega. Aku ambil air di gayung dan mulai bersih-bersih,

...CURRRRRRR...

Suara keran air kembali terdengar, kali ini bukan dari keran yang kuciduk airnya. Itu dari bilik yang kugunakan sebelumnya, yang terhubung selang sampai ke dasar bak mandi. Dan aku sangat yakin, karena hanya ada dua bilik di toilet ini yang berisi closet.

Segera kupakai celanaku dan keluar.

Benar saja.

Kudapati keran itu terbuka dan selangnya terlepas. Airnya penuh sampai membanjiri lantai.

Apa-apaan ini?

1
arif didu
sadiiiiiis
arif didu
ndaru kesambet apaan thor
arif didu
sadis si thor
arif didu
gak kebayang gimana bentuknya si nur
arif didu
emg kades bejat
arif didu
mbak kunti jgn2
arif didu
sakti bener mbahnya
arif didu
duh temennya bejat pisan
arif didu
duh bisa kabur ga nur
arif didu
bisa2nya si nur malah basah
arif didu
emg knp si pada benci bgt sama kamis wage
arif didu
panca ga ingat?
arif didu
disini setannya Bahlil kah thor
arif didu
miris bgt nasibmu nur
arif didu
human trafikking
arif didu
perna juga ngalami ini...
arif didu
saking saktinya thor
arif didu
ni si bos gmna si tadi anak bua nya ga boleh nyentuh eh malah Muis suruh main sama nur
arif didu
bener2 ga pnya hati
arif didu
duhh nur km diperawanin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!