Malang benar nasib Kanaya setelah ia melawan Papanya sendiri dan tidak mendapatkan restu dari sang Papa.
Kanaya nekat menikah dengan Adrian yang ia harap bisa membahagiakannya. Harapan itu ternyata hanyalah harapan semata yang Kanaya bisa bayangkan. Sebab Adrian ternyata tega menjual Kanaya hanya demi uang untuk menyelamatkan perusahaannya.
Kanaya di jual, dan ceraikan oleh Adrian. Namun siapa sangka setelah terusir dan diceraikan, Kanaya kini terbelenggu oleh cinta seorang keturunan mafia, Adam De Costa.
Lantas bagaimana kehidupan Kanaya selanjutnya ? akankah Kanaya bisa menerima Adam dalam hidupnya ?
Ikuti ceritanya dalam novel "Oh My Kanaya" karya Dewi KD. Jangan lupa untuk memberikan support dalam bentuk Like dan Komen yang sebanyak-banyaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi KD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Sejak Kanaya kembali ke rumah kedua orang tuanya, kini Adam menjadi kesepian dan seakan kehilangan sosok Kanaya. Satu minggu tak melihat Kanaya rasanya sudah seperti sewindu.
“Tuan ?”
Sejak tadi Romi memperhatikan Adam karena Adam sejak tadi berdiam diri melamun menatap lurus ke depan.
“Ada merindukan Nona Kanaya ?” tebak Romi
“Sejak Kapan Kau jadi cerewet begini ?” tanya Adam tanpa ekspresi.
“Aku hanya bertanya, Tuan.” Kata Romi
Adam kemudian membalikkan tubuhnya dan pergi mengambil kunci mobilnya. Tujuan utamanya adalah melihat Kanaya dan memastikan keadaannya saat ini.
Saat Adam tiba di mansion keluarga Abraham, Adam turun dari mobilnya dan disambut oleh kepala pelayan yang menghampiri Adam.
“Anda siapa ? dan perlu apa datang kemari ?” tanya kepala pelayan
“Aku mencari Kanaya.” Ucap Adam pelan.
Kepala pelayan itu terdiam, tak lama Kayana keluar dari pintu mansion dengan pakaian yang begitu rapi hendak pergi ke suatu tempat. Kayana melihat sosok pria itu lagi saat ini.
“Kau lagi !” kata Kayana ketus.
“Bagaimana keadaan Kakak mu ? Bisakah Kau pertemukan Aku dengannya ?” tanya Adam pelan pada Kayana.
“Tidak bisa ! Dia tak bisa diganggu oleh siapa pun ! Jadi lebih baik Kau pergi saja, sana !” usir Kayana
“Kau yakin mengusir Ku ?” Adam menatap tajam pada Kayana hingga Kayana merasa gugup dan takut.
“Kau mau apa di rumah Ku ? Hah ? Kau tidak tahu siapa Kakek Ku ? Papa Ku ? hah ?” Kayana balik mengancam Adam.
“Dasar bocah !” ucap Adam yang membuat Kayana tak terima jika dirinya dikatakan bocah oleh Adam.
“Bo..bocah ? Bocah katamu ? Hei !!!” pekik Kayana dimana Adam tak lagi menggubris Kayana hingga Kayana merasa kesal bukan main karena Adam begitu saja masuk ke dalam mobil.
Apa yang tidak bisa Adam lakukan untuk mendapatkan semua kemauan dan keinginannya, tentu saja semua bisa ia dapatkan dengan mudah. Apalagi untuk bertemu dengan Kanaya.
Ia keturunan keluarga mafia, ia bisa melakukan apapun dengan menggunakan kekuasaannya. Adam kemudian menghubungi seseorang, untuk membuatnya bertemu dengan Kanaya. Karena Adam yakin Kanaya pasti terus mengurung diri di dalam mansion Abraham. Ia tak bisa melihat wanita tersebut terus di landa keterpurukan atas kehilangan buah hatinya.
Malam harinya,
Adam entah bagaimana ia bisa masuk ke dalam mansion Abraham dan kini sudah terbaring tidur disamping Kanaya yang tengah meringkuk di tempat tidur.
Adam memperhatikan wajah Kanaya yang cantik itu terlihat matanya yang bengkak, mungkin sering menangis merindukan buah hatinya yang sudah tiada.
Adam kemudian merapikan anak rambut Kanaya yang menutupi wajah Kanaya. Pergerakan tangan Adam tersebut nyatanya membuat Kanaya terbangun dari tidurnya dan membuka kedua matanya.
Betapa terkejutnya Kanaya dengan apa yang ia lihat saat ini di depan matanya.
“Hah… ?”
Kanaya hendak berteriak namun dengan cepat Adam langsung membungkam bibir Kanaya dengan ciuman yang begitu lembut, hingga membuat Kanaya diam terpaku dengan apa yang dilakukan oleh Adam.
Cup
Merasa Kanaya diam saja dan seakan menjadi tenang saat Adam mencium bibirnya. Adam kemudian melepaskan ciuman tersebut dan menghapus silva yang ada di bibir Kanaya dengan ibu jarinya.
“Ini Aku…Aku merindukan mu.” Bisik Adam
Saat melihat Adam, ia menangis dan langsung memeluk Adam. Tak bisa ia pungkiri sebenarnya tiga bulan ia tinggal di mansion Adam, ia sudah jatuh hati pada pria itu. Mungkin terkesan cepat sekali bagi Kanaya mencari pengganti, tapi itulah kenyataannya. Tuhan maha membolak-balikkan hati manusia. Rasa benci bisa berubah jadi cinta, tanpa bisa manusia duga sebelumnya.
Apalagi saat Adam berusaha menyematkan Kendra pada waktu itu, namun sayangnya Kendra tak bisa terselamatkan lagi nyawanya. Sungguh Kanaya sudah jatuh cinta pada Adam, tanpa bisa dijelaskan dengan kata-kata.
“Hiks…hiks…”
Yang Kanaya bisa lakukan saat ini adalah menangis di dalam pelukan Adam. Dan Adam dengan setia menunggu Kanaya dengan mengelus pucuk kepala Kanaya begitu lembut, hingga pada akhinya Kanaya lelah sendiri dan tertidur.
...****************...
pasti kayana ada rasa sm adam.......
jangan lukai perasaannya.
apa mau melarikan diri 🤣🤣🤣🤣