Seharusnya siapapun menginginkan suatu pernikahan yang diawali dengan cinta, dan berakhir dengan kebahagiaan. Kadang pasang surut kehidupan pernikahan begitu rumit, terlebih ada orang ketiga yang hadir. Saat hati mencoba untuk menolak, namun seolah derasnya air menghanyutkan segalanya.
Suatu penyesalan diakhir, akan menjadi bencana yang menghancurkan segalanya. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, mana yang jauh lebih besar, rasa cinta atau sakitnya dikhianati?
“Tidak, seharusnya aku yang minta maaf. Aku yang terlalu egois, seharusnya aku mengerti, aku tak akan bisa memilikimu sepenuhnya.”
“Siapa yang membuat tanda ini? Tanda dilehermu, siapa yang membuatnya?”
"Jika kau memang ingin selingkuh, tidak bisakah kau mencari yang lain dan bukan sahabatku sendiri? Ini begitu menyakitkan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.15. Until When?
Wanita dengan surai cokelat itu mengerjapkan matanya, merasa terganggu kala retina matanya mengenai cahaya matahari. Tubuhnya menggeliat pelan kala ia merasakan sepasang tangan memeluknya dengan erat. Kepalanya menoleh kepada wajah pemiliki sepasang lengan yang memeluk pinggang rampingnya itu. Senyumannya mengembang kala ia melihat Matt yang memeluk pinggangnya.
Mimpi yang ia dapat menceritakan setiap masa lalu yang ia alami dengan Matt. Ia benar-benar masih tidak menyangka jika pria tinggi yang merupakan bagian masa lalunya adalah Matt. Tapi mengapa ia baru menyadarinya jika Matt adalah pria yang sama. Jadi, Matt adalah Matt yang Lara suruh untuk ia jauhi. Mengapa ia dulu sangat bodoh jika Lara menyuruhnya untuk menjauhi Matt yang notabene adalah pria tinggi yang dulu sangat dekat dengannya. Memangnya siapa lagi yang dekat dengannya selain pria tinggi ini? Aish, ia benar-benar sangat bodoh.
“Umhh..”
Lenguhan Matt membuat ia sedikit tersentak dari lamunannya. Matt mempererat pelukannya dipinggang Jessica. Jessica menghembuskan napas, mengapa dunia ini sangat sempit? Mengapa ia dipertemukan lagi dengan pria tinggi itu? Bukannya ia tidak senang, tapi ia memikirkan Matt. Jadi, ia mengkhianati pria tinggi yang sangat baik padanya dulu.
Mata jernih Jessica memandang Matt dengan sendu. Ia benar-benar menyesal telah selingkuh dengan Mike yang notabene adalah sahabat Matt. Perlahan liquid bening turun dari mata beningnya. Perlahan isakan mulai terdengar, dengan cepat tangannya menutup bibir tipisnya untuk meredam isakannya yang semakin keras. Namun isakannya masih dapat terdengar oleh Matt yang hanya beberapa senti darinya.
Matt yang merasa terganggu, perlahan mengerjapkan matanya dan memandang sumber suara isakan itu. Pandangan Matt menyiratkan kepanikan kala ia melihat Jessica yang menangis. Lengannya memeluk Jessica dan menyandarkan kepala wanita mungil itu pada bahunya. Membiarkan kaos tipis yang dipakainya basah oleh air mata wanta mungil itu.
“Hei, ada apa? Apa ada yang menyakitimu, hm?”
Matt bertanya dengan lembut, tidak ingin menyakiti ‘wanitanya’ sama sekali. Jessica tidak menjawab dan lebih memilih memperkeras tangisannya didalam pelukan Matt, namun dengan perlahan lengannya memeluk punggung Matt dengan erat. Ia membutuhkan sandaran kali ini, ia membutuhkan pelukan hangat kali ini.
“Maaf, aku minta maaf Matt.”
“Kau ini bicara apa Jessie?”
Jessica tidak menjawab namun tetap menangis dalam pelukan Matt. Matt menghela napas, ia merasa penasaran sekaligus sakit melihat Jessica menangis menyedihkan seperti ini. Matt melepaskan pelukannya dan matanya memandang Jessica yang masih menangis. Perlahan jemari Matt menghapus air mata Jessica dari pipi tirusnya itu.
“Ayo kita jalan-jalan hari ini!”
Ajakan Matt membuat Jessica menghapus air matanya. Jessica memandang Matt yang tengah tersenyum bahagia menatapnya. Perlahan Jessica tersenyum tipis membuat Matt bernapas lega, setidaknya ‘wanitanya’ tidak menangis, itu yang terpenting yang ada dipikiran Matt.
“Kau tidak bekerja hari ini?”
“Seorang direktur memiliki bawahan, kau tahu itu kan?”
Ujar Matt dengan nada sombong khasnya, Jessica tertawa cukup keras membuat Matt terenyuh. Sudah cukup lama Jessica tidak tertawa bebas seperti ini, lebih tepatnya tertawa bersamanya. Sebenarnya Matt merasakan perbedaan perlakuan Jessica dengan Matt dan perlakuan Jessica dengan Tom. Jessica jauh lebih dingin dan pendiam dengannya sedangkan, menjadi hangat dan ceria dihadapan Tom dulu. Dan Matt sangat merindukan itu semua.
“Aku sudah tidak melihatmu membaca lagi Jess, bagaimana jika kita membeli beberapa buku? Kau setuju?”
Dengan semangat Jessica mengangguk, ia memang sudah lama sekali tidak membaca buku. Lebih tepatnya saat ia menikah dengan Matt, ia meninggalkan bukunya dirumah kedua orang tuanya dan ia cukup takut jika hanya sekedar mengambilnya.
“Jadi, yang sekarang harus kita lakukan adalah...”
Matt menggantungkan kalimatnya membuat Jessica memandangnya bingung. Matt tersenyum geli dibalik tatapan misteriusnya membuat Jessica penasaran sekaligus was-was. Terkadang Matt selalu memberikan hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
“......Tidur.”
Matt tertawa geli dan sangat keras membuat Jessica memutarkan bola matanya. Oh ayolah, apa itu sangat lucu? Bahkan sama sekali tidak lucu bagi wanita bertubuh mungil itu. Namun deringan ponsel Jessica yang berada diatas meja kecil samping tempat tidur mereka menghentikan tawa Matt. Matanya memicing menatap Jessica yang tengah melihat ke layar ponselnya, Matt dapat melihat tatapan panik saat ia melihat layar ponselnya dan membuat Matt curiga.
“Siapa yang menelpon?”
Jessica terlihat terkejut memandang Matt, apa suara Matt mengejutkannya? Ia semakin terlihat panik. Ditambah mata Matt yang memicing menatapnya membuat Jessica merasa terintimidasi oleh tatapannya.
“A..Angelina.”
“Angkatlah!”
Jessica mengangguk dan berjalan keluar kamar menuju entah kemana, Matt hanya menyuruhnya untuk mengangkat panggilan dari Angelina itu, bukan mengusirnya. Tapi mengapa Jessica tidak ingin mengangkat panggilannya disini? Apa Jessica takut ia akan kembali mengganggunya atau memang ada yang disembunyikan dari wanita itu? Matt mengacak rambutnya frustasi dan memandang langit-langit kamarnya.
_____
“Ada apa Michael?!”
Amarah Jessica tersulut kala ia tahu Mike menghubunginya. Sebenarnya ia masih sangat kesal karena kejadian makan malam itu, ia tidak habis pikir Mike ternyata telah merencanakan semuanya. Pria pendiam itu cukup licik juga ternyata.
“Datang ke apartemenku sekarang!”
Jessica mengepalkan lengannya. Bagaimana bisa Mike dengan seenak jidat menyuruhnya setelah kejadian semalam? Apa pria ini tidak ingin meminta maaf? Oh ayolah, jika saja Matt tidak selalu percaya padanya, semuanya akan terbongkar semalam.
“Siapa kau menyuruhku?!” Tanya Jessica sedikit meninggi.
“Jika kau tidak datang sekarang juga, aku akan memberitahukan semuanya kepada Matt. Semuanya!”
Panggilan terputus setelah ancaman mengerikan Mike. Jessica hanya mengepalkan lengannya erat, ia tidak dapat berbuat apapun. Mengapa ia baru tahu jika Mike ternyata sangat licik. Lengan kecil Jessica memijit kepalanya yang sedikit pusing, ingin rasanya ia menampar Mike saat ini juga. Perlahan tatapan lelah Jessica berubah dengan tatapan tajamnya, ia akan menampar dan memaki-maki Mike saat ia sampai disana.
Dengan sangat kesal ia berbalik menuju kamar tidurnya, ia ingin bersiap-siap ke apartement Mike. Dan alasan apa lagi yang harus ia katakan kepada Matt? Apa masih dengan alasan gadis bernama Angelina itu? Dengan sangat pelan Jessica memutar knop pintu kamarnya. Pandangannya mencari keberadaan Matt dan ia menemukan Matt yang tengah tertidur lelap. Dengan langkah pelan Jessica menghampiri pria itu yang tengah memejamkan matanya, ia naik keatas tempat tidur dan dengan pelan mengelus rambut tipis Matt.
“Aku menyayangimu.”
Masalah rumah tangga Matt & Jessie di S2 ini kan cm salah paham. Sangat disayangkan kalau rumahtangga mereka bubar karna salah paham..
Yg menang banyak malah si Mark, dpt Boltom's Company, dapetin pula si Jessie
Enak betul si Corrine, Dia udah bunuh anaknya Matt & Jessie, ambisinya buat miliki Matt seutuhnya tercapai.
Malah hidup bahagia lg.
Sumpah kagak rela Corrine dpt bahagia !!!
Kenapa sih ga ada kesempatan kedua buat Matt & Jessie bersatu ?
Mereka udah sama2 berdarah2 lho..
Padahal Aku msh berharap Matt bersatu lg sm Jessie
Dulu Jessie selingkuh Matt yg terluka, skr Jessie yg nuai karma tp Matt juga ikut ngerasain lukanya.
Sangat disayangkan kalo mereka sampai cerai, padahal kan masalah diantara mereka cuma salah paham.
makin seru.. 👍👍
mskpn Jessie prnh berkhianat, tp dia sdh bertobat,, 😓
semangat thor, ku slalu tunggu upmu.
knp harus meninggal Thor ?
kasian Jessie.. hiks
emg sih kepedihan Jessie skr mjd karma kelakuan jalaangnya di masa lalu.
Udah ga ada lg perekat antara Jessie & Matt dong ? kedua anak mereka meninggal semua.
Kayaknya bakal bubar ini Matt & Jessie
smoga happy ending...
semangat thor...
Matt ga bertindak apa2 gitu buat kasih pelajaran si Iblis betina???
Jangan dipulangin dulu ke Perancis sebelum dia hancur sehancur2nya.
Masa udah bunuh calon bayinya Matt + nusuk Jessie, dia masih bebas berkeliaran, harusnya dia membusuk di Penjara. Enak banget udah ngelakuin tindakan kriminal, tapi hukumannya, cuma diasingin ke Luar Negeri, itupun hukuman dari keluarga, hidupnya masih bisa bernapas lega, masih makan mewah, masih tidur nyenyak dikasur empuk.
Corrine harusnya di penjara Thor.
ternyata Lyn anak kandung Matt...
Aku ikut bahagiaaaa....
aku suka dgn alur cerita novel ini, bagus ...tp knapa yg mampir sedikit?
antara Matt dan Jess itu bener2 krisis komunikasi, parah. Masing2 bertindak sendiri2 dan berujung salah paham.
Nikmati aja karma mu Jess
mksh thor upnya..
ayo jess lbh baik minta cerai, drpd terus disakiti...
mksh thor upnya, smoga up tiap hari
semoga kali ini Matt buka mata lebar2 kelicikan Corrine.