NovelToon NovelToon
Bukan Pacar Bucin

Bukan Pacar Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi
Popularitas:820.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Azura Ryn

Ina ingin punya pacar dingin seperti di novel-novel lokal yang sering dia baca. Akhirnya dia pun jadian dengan cowok paling dingin di sekolah, Azam. Namun sayang, tidak seperti tokoh-tokoh idamannya yang berubah dari dingin jadi bucin, cowok itu malah makin nyebelin.

"Kenapa Azam gak bucin kayak di novel-novel aja, sih?"
- Ina -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azura Ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan

Gagal menyapa, aku memutuskan untuk mengalihkannya dengan lebih banyak berkirim pesan. Aku harus mencari bahan obrolan yang sekiranya bisa membuat percakapan bertahan lebih dari lima belas menit.

"Kenapa gak masuk?"

Karena Azam gak ada di kelas, aku memutuskan untuk pergi ke kantin. Cacing-cacingku tersayang sudah pada demo minta makan.

Kantin masih penuh orang seperti biasa, aku harus mencari celah untuk menyerobot antrian. Ini orang-orang sebenarnya kebanyakan gak lagi pada jajan, tapi nunggu kembalian. Biasalah, yang bertugas di kantin ini cuma dua orang, jadi banyak yang gak keurus.

Aku memerhatikan mereka secara seksama, tapi tidak menemukan celah. Saat mataku menemukan Ayu di baris depan, spontan aku berteriak memanggilnya.

"Ayu!"

Dia menoleh, tapi tidak mengatakan apa-apa. Sepertinya cukup sulit berada di sana.

"Titip mendoan dua ribu, ya!" teriakku lagi.

Gadis itu mengangguk, lalu fokus pada jajanan di depannya. Menurut info yang aku dapatkan, harga makanan di kantin ini adalah yang paling murah. Di sekolah mana di tahun 2018 ini masih ada gorengan gopek-an? Kebanyakan sudah dua ribu tiga atau bahkan seribuan.

Aku berdiri tidak jauh dari kantin, di tempat strategis yang bisa dilihat Ayu jika dia akan kembali ke kelas. Getaran ponsel membuatku berhenti menatap orang-orang yang sibuk berdesak-desakan. Ternyata balasan dari Azam.

"Demam."

Wah, dia sakit? Azam bisa sakit juga ternyata. Kukira kalau batu kayak dia virus juga pada kabur. Oke malah ngelantur. Pacar kampret aku ini emang, pacar sakit gak ada khawatir-khawatirnya.

"Sejak kapan? Sekarang udah baikan?"

Oke, mari mainkan peran sebagai pacar perhatian seperti di novel-novel.

"Kemarin. Lumayan."

Oke, tumben dia balesnya cepat. Apa karena gabut? Oke, ini kesempatan emas! Mari kita manfaatkan!

"Kalau udah lumayan berarti gak perlu dijenguk, kan? Hehe."

Ya, lagian aku juga gak pengen jenguk. Belum siap ketemu calon mertua, eh. Haha.

"Ke sini aja kalau mau."

Anjir! Hampir aja aku menjatuhkan ponsel. Ini yang bales seriusan Azam? Pacarku yang irit ngomong itu?

Kampret. Sekarang aku gak tahu harus balas apa.

"Aku gak tau di mana rumah kamu."

"Nih." Ayu mengulurkan sekantung mendoan ke arahku yang langsung kuterima dengan senang hati. Aku memberinya uang dua ribu, lantas kami berjalan bersama menuju kelas.

"Kamu bawa nasi gak, Yu?"

"Bawa. Kamu?"

"Bawa juga."

Yah, dalam rangka menghemat uang jajan aku memang selalu membawa bekal dari rumah. Berbeda dengan Ayu yang membawa bekal lengkap dengan lauknya, aku hanya membawa nasi saja. Lauknya ya mendoan ini. Ayu sih beda lagi, dia jajan buat nambah camilan, biasanya dia bawa lauk telur goreng atau lauk kering lainnya. Jajanannya yang lebih dari lima ribu itu pasti bakal jadi rezeki aku juga. Haha.

"Leli sama yang lain mana?" tanyaku baru ingat kalau teman-temanku yang lain tidak ada.

Ayu menjawab santai. "Di kelas. Nih lihat jajanan satu keresek yang aku bawa. Gak mungkin kan ini buat aku semua? Aku gak serakus itu. Ini mereka nitip, katanya males antri. Nyebelin banget emang. Aku kan juga males antri sebenarnya. Tapi aku pengen jajan gorengannya Bibi Kantin. Ah, dilema."

Dasar bocah satu ini, kalau udah mulai nyerocos begini dia pasti gak akan berhenti dalam waktu dekat. Saat kami sampai di kelas, aku segera mengecek ponsel. Ada satu pesan dari Azam di sana. Pesan yang membuatku ketar-ketir.

"Bareng Akbar aja, dia tetanggaku."

Mampus! Padahal aku tidak benar-benar mau menjenguknya. Sekarang aku harus bagaimana?

1
Najaem
lanjutin plsss
atmaranii
pokonya bsa bkin kngen dan pngn BCA ulang
atmaranii
kngen ma novel ini...pas nengok blm up LG..smga authornya sehat2 y biar bsa up lg🤲
‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎𝐎𝒇𝒇🔇 ‎: udah 5th kak ngga ada up samsek, sumpah sampe skrng aku masih penasaran pake banget😭😭
total 1 replies
Pitpitawewew
masih nungguin di 2025
Riski
Luar biasa
Mala Sia
Lumayan
Kiky Nurischa
ya ampun ngakak bacax si ina berharap si azam peka sampe kucing bertelur jg gak akan peka si azam mah dia tipe org yg hrs ngomong to the point🤣🤣🤣
Kiky Nurischa
astaga temen2 gak ada akhlak malah ditinggalin😆😆
Fitri Lin
baca berulang tetep meleleh dgn gombalan azzam..pdhl yg digombalin ina hiks hiks..kpn nih up lg thor
Shafira Amelia
kpn up nya kk
Najaem
Gatau ini udh berapa tahun nunggu up
Elisa Queen
sudah 3x lebaran thor aku menunggumu
Elisa Queen
kami menanti kelanjutan cerita ini
Elisa Queen
thor lupa sandi kah atau gimna aduh thor
Elisa Queen
aku nunggu 2 thn loh ibi thor
Fullsun Chann
Kak, apa Azzam gamau bukber bareng Ina wkwk
Meida Atini
kasian sekali kamu ya na,heheee
MF -尺ノム刀ノ
kakkk lanjutt dongg.....
kapan up nya thorrr
Huaaaaaaa
Anonim
thor ini uda 2022,, trus nasip pembaca setia karyamu ini bagaimana,,, 😭
Anonim
selalu buka dan cek,,, uda lebih dari setahun thorr,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!