NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Dua tahun lalu, Rian dengan dingin meletakkan surat perceraian di hadapan Nadia. Saat itu, Nadia rela melepaskan segalanya demi mendukung impian suaminya. Namun Rian memandangnya rendah, menganggapnya tak berguna, dan memilih meninggalkannya demi wanita yang ia harap bisa mempercepat kesuksesannya.

Rian tak pernah tahu, wanita yang ia usir itu adalah pewaris tunggal Grup Arka—perusahaan raksasa yang namanya disegani. Nadia sengaja menyembunyikan identitasnya saat menikah, ingin dicintai apa adanya, namun justru diperlakukan semena-mena.

Setelah berpisah, Nadia bangkit kembali. Ia memimpin Grup Arka dengan tegas dan cerdas, menjadi CEO misterius yang dikagumi banyak orang. Sementara itu, Rian berjuang mengembangkan usahanya sendiri, tak sadar bahwa semua peluang besar yang ia cari kini berada di tangan mantan istrinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: RENCANA BALAS DENDAM MANTAN ISTRINYA YANG DIKABARKAN HILANG

Kepergian Diana membawa ketenangan sementara di sekitar mereka, namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Di sisi lain, Aldo yang merasa semakin terdesak karena proyek tender kemungkinan besar akan jatuh ke tangan Grup Arka, mulai menyebarkan isu baru yang lebih berbahaya. Ia menyusun cerita yang disusun sedemikian rupa agar terdengar meyakinkan: bahwa Nadia sebenarnya menyimpan dendam mendalam karena pernah diceraikan, dan kini menggunakan kekuasaannya untuk mempermainkan masa depan Rian—memberi harapan lalu akan menjatuhkannya tepat di puncak kesuksesan.

Bahkan Aldo berani menyebarkan berita seolah-olah Nadia selama ini sengaja menyembunyikan identitasnya hanya untuk membalas dendam dengan cara yang paling kejam: membuat Rian jatuh cinta kembali pada sosok "CEO hebat", lalu menghancurkannya saat pria itu sudah sepenuhnya bergantung padanya.

Berita itu menyebar cepat di kalangan pengusaha. Banyak yang mulai ragu, bahkan ada yang berbisik di belakang punggung Rian: "Hati-hati, siapa tahu semua ini hanya sandiwara balas dendam yang sudah direncanakan sejak awal. Lihat saja, nanti saat dia sudah tidak berguna, dia akan dibuang lagi."

Kabar itu sampai ke telinga Nadia saat sedang rapat. Ia hanya diam mendengarkan laporan tim humas, wajahnya tetap tenang namun matanya memancarkan ketegasan.

"Mereka bebas berbicara apa saja," ucapnya pelan namun tegas. "Tapi kita tidak boleh membiarkan kebohongan ini merusak kepercayaan yang sudah kita bangun bersama. Siapkan bukti kerja sama yang adil, transparan, dan semua dokumen yang menunjukkan bahwa PT. Rian Abadi berdiri dengan kemampuannya sendiri, bukan karena belas kasih atau jebakan apa pun."

Sementara itu, Rian mendengar kabar itu dari rekan bisnisnya di sebuah pertemuan. Awalnya ia tak percaya, namun semakin banyak orang yang bertanya dengan tatapan curiga, kemarahannya semakin memuncak. Bukan karena ia percaya pada isu itu, tapi karena ia tahu betapa beratnya beban yang harus dipikul Nadia—terutama saat orang-orang memutarbalikkan ketulusan wanita itu menjadi sesuatu yang jahat.

Rian segera datang ke kantor pusat, melangkah masuk ke ruangan kerja Nadia tanpa menunggu dipanggil. Wajahnya tampak berapi-api, namun matanya juga penuh kekhawatiran.

"Mereka tidak berhak mengatakan hal seperti itu padamu!" serunya begitu pintu tertutup. "Mereka tidak tahu betapa besarnya hatimu, betapa jujurnya niatmu! Mereka menuduhmu merencanakan balas dendam? Padahal kalau kau mau membalas dendam, dulu saat aku memohon bantuan pun kau bisa saja menolak dan membiarkanku jatuh! Tapi kau tidak melakukannya!"

Nadia berdiri perlahan, berjalan mendekat sedikit, menatapnya dengan lembut namun menenangkan. "Aku tahu kau marah, Rian. Tapi kemarahan tidak akan menjawab tuduhan mereka. Biarkan waktu dan tindakan kita yang menjawab. Jika aku benar-benar ingin membalas dendam, aku tidak akan berdiri di sini menjelaskan semuanya dengan sabar. Aku cukup menggunakan kekuasaanku dan menghapus namamu dari dunia bisnis ini dalam semalam. Tapi aku tidak melakukannya... karena aku tidak membangun kebesaran ini untuk menjatuhkan orang lain."

Kalimat itu menenangkan amarah Rian, sekaligus membuatnya semakin sadar betapa mulianya hati wanita yang dulu ia lukai. Ia menunduk, menahan air mata yang hampir jatuh.

"Maafkan aku... karena keberadaanku di sisimu justru membawa tuduhan buruk seperti ini padamu. Kalau saja aku tidak datang, kalau saja aku tidak memohon kerja sama ini... namamu pasti tetap bersih tanpa ada yang berani menuduhmu macam-macam."

Nadia menggeleng pelan. "Jangan berkata begitu. Kau bukan kesalahan, dan kehadiranmu bukan bencana. Yang terjadi hanyalah ujian—bagimu untuk membuktikan keteguhan hatimu, dan bagiku untuk membuktikan bahwa aku tidak berubah menjadi orang yang kejam hanya karena pernah disakiti."

Malam itu, Rian pulang dengan tekad baru yang semakin kuat. Ia tidak akan membiarkan kebohongan itu terus menyebar tanpa tanggapan. Bukan dengan amarah atau pertengkaran, melainkan dengan hasil kerja nyata. Ia akan membuktikan kepada semua orang bahwa kepercayaan yang diberikan Nadia bukanlah jebakan, melainkan peluang yang dihargai dan dijaga sepenuh hati. Dan jika nanti mereka tetap berbicara buruk, setidaknya ia sudah berdiri tegak dengan jujur, di samping wanita yang telah mengajarkannya arti keadilan dan ketabahan.

Di sisi lain, Aldo mulai gelisah. Ia menyadari bahwa semakin ia menyebarkan kebohongan, semakin banyak pihak yang justru melihat siapa yang sebenarnya takut dan bersaing dengan cara yang tidak sehat. Ia tidak tahu, bahwa rencana balas dendam yang ia susun itu perlahan-lahan justru mengubur dirinya sendiri, sementara nama Nadia dan Rian semakin kokoh berdiri di atas pondasi kebenaran yang tak mudah digoyahkan oleh angin fitnah sekalipun.

 

(Lanjut ke Bab 32?)

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ayu Gerimis: Siap, akan dilanjutkan segera ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!