NovelToon NovelToon
Sistem Ekstraksi Surgawi

Sistem Ekstraksi Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
​Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
​Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
​[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
​Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Gerbang Makam Pedang dan Aturan Darah

​Pilar cahaya keperakan itu menembus awan hitam Hutan Iblis, memancarkan fluktuasi Niat Pedang purba yang membuat udara terasa setajam silet.

​Di bawah kanopi hutan yang rapat, sebuah bayangan hitam melesat nyaris tanpa menyentuh tanah. Itu adalah Ye Xuan. Dengan kultivasi Alam Pondasi Spiritual Lapis Pertama dan Tubuh Tirani Tulang Emas, ia bergerak secepat kilat. Pepohonan raksasa dan rawa beracun terlewati dalam sekejap mata.

​Setengah jam kemudian, Ye Xuan tiba di tepi sebuah kawah raksasa yang tampak seperti sisa hantaman meteorit raksasa.

​Di dasar kawah tersebut, sebuah gerbang batu kuno setinggi seratus meter berdiri kokoh. Permukaan gerbang itu dipenuhi ukiran ribuan pedang dengan berbagai bentuk, memancarkan cahaya perak yang menyilaukan. Di depan gerbang, sebuah badai angin puyuh yang terbuat dari murni Qi Pedang berputar ganas, menghalangi siapa pun yang mencoba masuk sembarangan.

​Kawah raksasa itu kini dipenuhi lautan manusia. Setidaknya ada lima ribu kultivator yang berkumpul, terbagi menjadi beberapa kubu besar. Panji-panji berbagai sekte berkibar tertiup angin Niat Pedang.

​Ye Xuan mendarat di atas sebuah dahan pohon besar yang menjorok ke arah kawah. Ia menggunakan Garis Keturunan Bunga Ilusi untuk menekan fluktuasi kultivasinya kembali ke Puncak Pembentukan Qi Lapis Kesembilan, menyamar sebagai salah satu dari ratusan kultivator pengembara (Rogue Cultivators) yang berkerumun di zona terluar.

​"Sekte Pedang Berkabut, Sekte Darah Hitam, Paviliun Awan Hijau... Sepertinya seluruh faksi besar di Wilayah Utara mengirimkan jenius mereka," gumam Ye Xuan, Kesadaran Spiritualnya memindai area itu dengan hati-hati agar tidak menyentuh kultivator tingkat tinggi.

​Ia segera menyadari satu hal: Tidak ada satu pun kultivator Alam Inti Emas (Golden Core) yang berada di dekat gerbang. Semuanya hanya berdiri di bibir kawah bagian atas.

​"Makam Pedang Kuno ini menolak siapa pun yang telah mencapai Alam Inti Emas dan yang berusia di atas tiga puluh tahun," terdengar suara seorang kultivator pengembara tua yang menjelaskan kepada muridnya tak jauh dari posisi Ye Xuan. "Jika seekor naga tua memaksa masuk, badai Qi Pedang di gerbang itu akan mencabik-cabik jiwa mereka. Ini adalah panggung bagi para generasi muda!"

​Ye Xuan tersenyum tipis. "Pantas saja Tetua Agung Zhao Wu tidak ada di sini. Formasi pelindung makam ini sangat ketat."

​Berbicara tentang Sekte Pedang Berkabut, Ye Xuan melirik ke arah kubu sekte lamanya tersebut. Mereka menempati area paling depan, dipimpin oleh seorang Tetua Sekte Dalam yang memancarkan aura Puncak Pondasi Spiritual. Di belakangnya, puluhan Murid Inti berseragam putih berdiri dengan wajah angkuh dan pedang terhunus.

​Namun, suasana di kubu Sekte Pedang Berkabut sangat tegang. Para Murid Inti tampak menyisir kerumunan kultivator pengembara, memaksa beberapa orang yang mencurigakan untuk membuka Cincin Spasial mereka.

​"Buka cincinmu! Tetua Agung memerintahkan untuk mencari petunjuk tentang pembunuh Tuan Muda Zhao! Siapa pun yang menolak akan dianggap sebagai musuh Sekte Pedang Berkabut!" bentak salah satu Murid Inti arogan sambil menendang seorang kultivator pengembara hingga tersungkur.

​Ye Xuan mendengus dingin dalam hati. Mencari jarum di tumpukan jerami. Kalian bahkan tidak tahu wajah siapa yang sedang kalian cari.

​Saat itu, pilar cahaya perak di tengah gerbang tiba-tiba bergetar hebat. Badai Qi Pedang yang menutupi pintu masuk mulai mereda, membentuk sebuah lorong gelap yang berpusar.

​"Gerbangnya terbuka!" teriak seseorang dari kerumunan.

​Suasana langsung meledak. Ribuan kultivator bersiap untuk melesat maju. Namun, sebuah suara dingin yang diperkuat dengan energi Pondasi Spiritual menggelegar dari kubu Sekte Pedang Berkabut.

​"Mundur! Sekte Pedang Berkabut akan masuk lebih dulu! Siapa pun yang berani mendahului kami, mati!"

​Tetua dari Sekte Pedang Berkabut menghunuskan pedangnya, memancarkan niat membunuh. Namun, sebelum ia bisa mengintimidasi lebih jauh, sebuah tawa nyaring terdengar dari kubu Sekte Darah Hitam.

​"Hahaha! Tetua Li, Sekte Pedang Berkabutmu bukan penguasa Hutan Iblis! Jenius nomor satu kalian, si Zhao Tian itu, baru saja mati terbunuh di kandangnya sendiri. Kalian tidak punya hak untuk bersikap sombong di sini!"

​Yang berbicara adalah seorang pemuda berjubah merah darah dengan aura Pondasi Spiritual Lapis Kedua. Ia adalah Kakak Seperguruan dari Tuan Muda Mo yang baru saja dibunuh Ye Xuan.

​Wajah Tetua Li memerah karena marah, namun ia tidak berani menyerang karena aturan makam. "Tutup mulut anjingmu, iblis! Murid-murid, masuk!"

​Rombongan jenius dari sekte-sekte besar mulai melesat masuk ke dalam pusaran portal. Para kultivator pengembara yang tidak memiliki pelindung faksi hanya bisa menunggu giliran, berdesak-desakan dengan putus asa.

​Ye Xuan memutuskan ini adalah waktu yang tepat. Ia melompat turun dari pohon dan berjalan santai menuju gerbang. Ia tidak terburu-buru, namun langkahnya sangat stabil, membelah kerumunan layaknya batu karang di tengah sungai.

​Untuk melewati sisa badai Qi Pedang di portal tanpa terluka parah, seseorang membutuhkan Token Makam Pedang. Jika tidak punya, kultivator harus menggunakan Qi pelindung mereka sendiri untuk menahan tebasan angin, yang mana sangat menguras energi dan bisa berakibat fatal.

​Ye Xuan membalikkan tangannya, dan Token Perunggu usang yang ia dapatkan dari Zhao Tian muncul di telapak tangannya.

​Tiba-tiba, sebuah tangan besar menepuk bahu Ye Xuan dari belakang dengan keras.

​"Hei, Nak! Berikan token itu padaku, atau kutinggalkan mayatmu di sini!"

​Ye Xuan menghentikan langkahnya. Ia menoleh perlahan dan melihat seorang pria berwajah beringas dengan codet melintang di matanya. Pria itu adalah pemimpin bandit pengembara, memancarkan aura Pembentukan Qi Lapis Kesembilan. Di belakangnya, tiga anak buahnya tersenyum licik, siap mengepung Ye Xuan.

​Melihat "pemuda desa" di depannya ini hanya memiliki aura Puncak Lapis Kesembilan—sama sepertinya—si pria bercodet merasa sangat percaya diri. Apalagi pemuda ini sendirian.

​"Bocah, kau tidak layak memegang token itu. Serahkan, dan aku akan membiarkanmu merangkak pergi." Pria bercodet itu mencengkeram bahu Ye Xuan semakin kuat, mencoba meremukkan tulang selangkanya dengan Qi kasar.

​Namun, anehnya, bahu pemuda desa itu terasa sekeras berlian. Jangankan hancur, jari pria bercodet itu justru berderak sakit.

​Ye Xuan menatap mata pria itu tanpa emosi. "Tanganmu kotor."

​"Apa katamu—"

​Cring.

​Suara dengungan pedang yang sangat halus terdengar. Ye Xuan bahkan tidak mengangkat tangannya. Ia hanya melepaskan secercah Niat Pedang Pembantaian langsung dari bahunya.

​Dalam sekejap mata, sebuah bilah angin berwarna merah transparan melesat memotong pergelangan tangan pria bercodet itu, berputar mengitari lehernya, dan menembus jantung ketiga anak buahnya di belakang secara berurutan, sebelum akhirnya menghilang ditelan udara.

​Gerakannya terlalu cepat dan terlalu senyap.

​Pria bercodet itu mematung. Matanya melotot. Sedetik kemudian, kepalanya bergeser dan jatuh menggelinding ke tanah, diikuti semburan darah yang membumbung tinggi. Tiga anak buahnya di belakang juga ambruk bersamaan dengan lubang di dada mereka.

​Kerumunan kultivator di sekitarnya tersentak mundur, membentuk lingkaran kosong dalam sekejap. Wajah mereka pucat pasi. Tidak ada yang melihat bagaimana pemuda desa itu menyerang!

​"M-Monster..." bisik seorang kultivator yang gemetar, tak berani menatap mata Ye Xuan.

​Ye Xuan tidak memperdulikan mayat-mayat itu. Di tengah keramaian seperti ini, ia tidak bisa mengekstrak mereka tanpa mengekspos Sistem Ekstraksi Surgawinya. Ia hanya melangkah maju, memegang Token Perunggu, dan masuk ke dalam pusaran gerbang batu.

​Begitu tubuhnya menyentuh pusaran, Token Perunggu di tangannya hancur menjadi debu cahaya, membungkus tubuhnya dan menariknya masuk menembus ruang dan waktu.

​Wusss!

​Sensasi berputar yang membuat mual menghilang. Kaki Ye Xuan mendarat di atas tanah yang keras.

​Begitu ia membuka mata, pemandangan yang terbentang di hadapannya membuat darahnya mendidih—bukan karena takut, melainkan karena kegembiraan yang luar biasa.

​Langit di alam rahasia ini berwarna merah senja yang kelam. Tanah di bawahnya gersang, berwarna abu-abu keputihan yang terbuat dari abu tulang dan logam karatan.

​Dan sejauh mata memandang, menancap jutaan bilah pedang!

​Ada pedang raksasa sebesar bukit yang patah di tengah, ada pedang tipis berkarat yang tertancap di atas tulang belulang monster raksasa, ada pedang spiritual yang masih memancarkan cahaya redup menanti tuannya. Udara di tempat ini dipenuhi oleh ribuan Niat Pedang yang berbenturan satu sama lain, menciptakan simfoni kematian abadi.

​Ini benar-benar kuburan pedang.

​Sementara kultivator lain yang baru masuk tersentak kaget dan harus segera mengaktifkan perisai Qi mereka untuk menahan tekanan Niat Pedang yang liar di udara...

​Di dalam lautan kesadaran Ye Xuan, suara mekanis yang paling ia cintai meledak dengan panik bak alarm perayaan.

​[DING! DING! DING!]

[Mendeteksi Lingkungan Ekstrim Kuno!]

[Menemukan 'Medan Niat Pedang Kuno (Fragmentaris)'.]

[Menemukan 1.500.320 Pedang Rusak (Berbagai Tingkat)!]

[Menemukan 400.000 Tulang Belulang Kultivator/Monster Kuno!]

[Peringatan: Energi terlalu masif! Menyarankan Inang untuk mengaktifkan Ekstraksi Area Mode Penyedot Debu!]

1
Night Watcher
percuma kalo cuma "100% kepastian" utk melarikan diri, mending gak usah beradapan dulu... 🤭🤭🤦
Night Watcher
wedeee... mau nekat kabur lu Ye????🤦
Night Watcher
untung bisa lolos kamu Ye... ⛷️🤦
Night Watcher
jangan dimatiin... mending hancurin pusat meridiennya, biar jd org yg sangat lemah dan dihina dimana2🤭
Night Watcher
lanjut baca.. gak banyak drama menderita...💪🤭
Night Watcher
seru nih kyknya.. mudah2an cocok dgn selera, dan bisa dijadikan hiburan bg org2 yg hobby baca2..🤭
TIEL
mampir novel gua cuy
Hadi Hadi
is good😍
Hadi Hadi
bantai🤭🤭💪
Hadi Hadi
up up😍
Hadi Hadi
semangat😍😍
Hadi Hadi
up🤭l
Hadi Hadi
lanjut💪😍
Hadi Hadi
mantap😍
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
mantap💪💪💪
Hadi Hadi
bunuh😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!