NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa Kekuatan

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Sosok berjubah merah darah melangkah masuk ke ruangan bawah tanah itu dengan tenang, seolah tidak terburu-buru sama sekali meski belasan sosok bertopeng hitam di belakangnya sudah bersiap menyerbu. Wajahnya tersembunyi di balik bayangan tudung jubahnya, hanya sepasang mata merah menyala yang terlihat jelas di kegelapan, menatap lurus ke arah bilik tempat Su Yan masih terbaring diselimuti cahaya keemasan yang perlahan mulai meredup.

"Sudah lama sekali," suara itu bergema, dalam dan dingin, membuat bulu kuduk siapa pun yang mendengarnya berdiri, "sejak terakhir kali aku mencium jejak Tungku Ekstraksi Surgawi seperti ini."

Wanita berjubah hitam dari Aliansi Bayangan berdiri di depan pintu, tubuhnya menegang, tangannya sudah membentuk kuda-kuda pertarungan meski wajahnya masih menyisakan ketakutan yang tak sepenuhnya bisa ia sembunyikan. "Kau seharusnya tidak tahu tempat ini," desisnya. "Bagaimana kau bisa melacak kami secepat ini?"

Sosok berjubah merah itu tertawa pelan, suaranya menggema mengerikan di ruangan sempit itu. "Organisasimu bukan satu-satunya yang memiliki mata dan telinga di berbagai tempat, Nona Bayangan. Dan sekarang, minggirlah. Aku hanya menginginkan satu hal malam ini: Tungku itu, dan wanita yang telah bersembunyi terlalu lama di dalamnya."

Xiao Bai, yang masih berlutut di samping tubuh ibunya, merasakan energinya semakin terkuras dengan cepat—proses kebangkitan yang belum sepenuhnya selesai kini terancam terhenti di tengah jalan oleh gangguan yang baru saja muncul.

> **[Host, peringatan kritis: proses kebangkitan Su Yan baru mencapai enam puluh persen. Jika terhenti sekarang, risiko kerusakan permanen pada jiwanya meningkat drastis. Namun cadangan energiku sendiri kini tersisa kurang dari sepuluh persen. Aku tidak dapat menjamin kemampuan bertarung apa pun untukmu jika proses ini terus berlanjut.]**

"Lanjutkan prosesnya," Xiao Bai berkata tegas, meski suaranya mulai terdengar lemah, keringat dingin membasahi dahinya. "Apa pun yang terjadi padaku, selesaikan proses ini untuk ibuku."

> **[Host, ini akan membuatmu benar-benar tanpa pertahanan. Bahkan fitur Ekstraksi Darurat Jaringan Organik tidak akan bisa diaktifkan tanpa cadangan energi minimum yang tersisa.]**

"Aku tidak peduli," Xiao Bai menjawab, matanya tak lepas dari wajah ibunya yang perlahan mulai menunjukkan sedikit warna kembali di pipinya yang pucat. "Selesaikan."

Master Sekte Agung, menyadari situasi genting yang dihadapi Xiao Bai, melangkah maju dengan qi kultivasinya yang mulai berkobar, berdiri tegak menghalangi antara bilik itu dan sosok berjubah merah yang masih melangkah tenang mendekat. "Kau tidak akan menyentuh mereka selama aku masih berdiri," geramnya, kedua tangannya membentuk formasi pertarungan yang telah ia kuasai selama puluhan tahun.

"Master Sekte Agung yang gagah berani," sosok berjubah merah itu bergumam mengejek, "melindungi rahasia yang bahkan tidak sepenuhnya kau pahami. Sungguh ironis." Ia mengangkat satu tangan dengan santai, dan seketika, gelombang tekanan qi yang jauh melampaui apa pun yang pernah Xiao Bai rasakan sebelumnya menghantam seluruh ruangan, membuat Master Sekte Agung terhuyung mundur beberapa langkah meski telah mempertahankan kuda-kudanya sekuat tenaga.

"Dia... kekuatannya jauh di atas tingkat Abadi Awal," bisik wanita berjubah hitam, wajahnya semakin pucat. "Mungkin bahkan mendekati tingkat Abadi Agung."

Belasan sosok bertopeng hitam mulai bergerak maju, menyerbu ke arah Master Sekte Agung dan wanita Aliansi Bayangan yang segera bergerak untuk menahan mereka, pertarungan sengit pun pecah di ruangan sempit itu—suara benturan senjata, teriakan, dan gemuruh qi yang saling bertabrakan memenuhi udara yang tadinya sunyi.

Li Ling'er, yang berdiri di samping Xiao Bai sejak tadi, mengeluarkan sebilah pedang kecil dari balik jubahnya, berdiri waspada melindungi Xiao Bai dan ibunya yang masih dalam proses kebangkitan. "Xiao Bai, berapa lama lagi prosesnya akan selesai?"

"Tungku bilang enam puluh persen," jawab Xiao Bai, suaranya semakin melemah, tubuhnya mulai gemetar hebat menahan rasa lelah yang luar biasa. "Aku tidak tahu berapa lama lagi..."

Cahaya keemasan yang mengalir dari dadanya kini mulai berkedip tidak stabil, semakin redup setiap detiknya. Xiao Bai merasakan tubuhnya semakin berat, pandangannya mulai kabur, namun ia memaksakan diri tetap fokus, tangannya tetap menggenggam erat tangan ibunya yang perlahan mulai menghangat.

Sosok berjubah merah itu, setelah dengan mudah menghempaskan beberapa serangan Master Sekte Agung, mulai melangkah maju lagi, kali ini langsung menuju arah bilik tempat Xiao Bai berlutut. "Cukup basa-basi ini," katanya dingin. "Serahkan Tungku itu, bocah, atau aku akan mengambilnya paksa dari tubuhmu yang sudah nyaris kosong ini."

> **[Host, energiku hampir habis sepenuhnya. Proses kebangkitan Su Yan mencapai delapan puluh lima persen, namun aku tidak dapat menjamin perlindungan apa pun untukmu sekarang. Kau benar-benar tanpa kekuatan.]**

Xiao Bai mendongak, menatap sosok berjubah merah yang kini berdiri hanya beberapa langkah darinya, tubuhnya terasa seringan kapas dan seberat batu di saat bersamaan, setiap otot menolak untuk bergerak, bahkan untuk sekadar berdiri. Ia tahu, jika sosok itu benar-benar menyerang sekarang, ia tidak akan punya cara apa pun untuk melindungi dirinya sendiri, apalagi ibunya yang masih dalam proses kebangkitan yang rapuh.

"Kau boleh mencoba," bisik Xiao Bai, suaranya nyaris habis namun matanya tetap menatap tajam penuh keberanian meski tubuhnya sudah tak berdaya sepenuhnya, "tapi aku tidak akan melepaskan tangan ibuku, apa pun yang terjadi."

Sosok berjubah merah itu mengangkat tangannya, siap melancarkan serangan yang bisa mengakhiri segalanya dalam sekejap—namun tepat pada detik itu, sebuah cahaya keperakan tiba-tiba menyala terang dari dalam bilik, memancar langsung dari tubuh Su Yan yang masih terbaring, dan sepasang mata yang telah tertutup selama dua puluh tahun perlahan mulai terbuka.

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!