"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH ENAM
Arjuna mendekat, duduk disamping wanita hamil itu. Harusnya ia tidak membentak karena ibu hamil memang sedikit sensitif
"Kamu ingin sesuatu?"
Aluna menggeleng "Tidak ada"
"Aku denger kamu belanja keperluan bayi" Suasana mulai mencair, Arjuna harus mulai mengerti istrinya ini
Aluna memang sering bicara apa yang hatinya inginkan, setelah itu wanita ini akan menyesalinya
"Apa tuan marah?"
"Kenapa aku harus marah?"
"Saya menghabiskan lebih dari seratus juta"
Arjuna tersenyum, untuk uang seratus juta saja Aluna terlihat sangat merasa bersalah
"Itu memang uang kamu, kamu bisa gunakan berapapun yang kamu mau"
Arjuna membalik tubuh istrinya itu, hingga tatapan keduanya bertemu. Tanpa bertanya Arjuna memeluk wanita yang begitu ia rindukan itu
Ia merindukan semuanya, bicaranya yang banyak, wajah gemasnya saat merajuk, serta Omelan nya saat Arjuna melakukan kesalahan
"Saya merindukan kamu"
Aluna ingin menolak, namun entah apa yang terjadi padanya hingga bukannya mendorong tubuh kekar itu, dirinya malah membalas pelukan yang Arjuna berikan
"Apa kamu juga merindukan saya?" Tanya Arjuna tanpa melepas pelukannya
Aluna menggeleng, pria tampan itu menarik diri lalu menatap wajah cantik itu, ia tersenyum karena jelas sekali jika istrinya itu berbohong
"Kamu mau membohongi saya?"
"Saya gak bohong, bukan saya yang rindu tapi anak-anak tuan"
Arjuna tertawa, jawaban Aluna terdengar lucu di telinganya. Wanita ini memang keras kepala
"Dimana semua barang yang kamu beli?" Tanya Arjuna
"Dikamar tamu"
"Ayo kita lihat"
Aluna tersenyum, Arjuna bangun lalu menarik tangan wanita itu dan keduanya melangkah menuju kamar tamu
Ketika sampai, Arjuna tersenyum saat melihat banyak sekali keperluan bayi yang istrinya beli
Ia akan menggunakan semuanya pada kedua buah hatinya karena ini adalah pilihan ibunya
"Kamu yang memilih semuanya?" Tanya Arjuna, disana ada tempat tidur, lalu stroller dan tentu saja lemari yang penuh akan pakaian
"Tuan tidak suka?"
Arjuna tersenyum, mengusap pelan kepala istrinya itu "Semuanya bagus, aku akan minta Joseph memindahkan semuanya kerumah utama"
Aluna terdiam, kenapa ia merasa sedih? Apa yang ia inginkan sebenarnya? Kenapa rasanya ia tidak ingin berpisah dari bayi-bayinya
"Apa mereka akan tinggal dirumah utama?"
"Tentu saja, mereka pangeran Bimantara dan sudah seharusnya berada dikediaman Bimantara"
Wanita cantik itu memaksakan senyum terbit di bibirnya. Apa dirinya tidak akan pernah bisa melihat perkembangan buah hatinya
"Ayo kekamar! Saya lelah karena tidak bisa tidur nyenyak"
"Kenapa?"
"Karena tidak ada kamu yang bisa dipeluk"
Arjuna kembali mengiringi wanitanya itu untuk kembali kekamar
Selama perjalanan, Aluna diam saja. Rasanya tidak mungkin suaminya merindukan dirinya, Arjuna memiliki istri yang sangat cantik, mungkin juga Arjuna sangat bahagia menghabiskan waktunya bersama wanita secantik Zoya
"Kamu tidak percaya?" Arjuna bertanya karena istrinya itu tidak bereaksi
"Entahlah"
Arjuna harus ekstra bersabar, ia tidak ingin mempengaruhi suasana hati wanita hamil ini, karena hal itu akan mengganggu sisa kehamilan istrinya
"Apa yang akan kamu lakukan setelah keluar dari rumah ini?" Arjuna bertanya saat keduanya telah berada didalam kamar
"Tentu saja menghabiskan uang yang begitu banyak, setelah itu menikah dan punya anak sendiri"
Arjuna diam, entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar Aluna mengatakan akan menikah
Apa jadinya dirinya jika wanita ini bersama pria lain, apa dirinya tidak bisa mendapatkan cinta? Rasanya memang dirinya tidak seberuntung itu
"Ya, kamu masih sangat muda, memang sudah seharusnya menikah lagi" Ucapnya dengan lemah
Sepi kembali menyelimuti kamar mewah nan luas itu, semua fokus pada ego masing-masing dan tidak ingin mengalah
"Kamu ingin pria yang seperti apa untuk menjadi suami kamu?"
"Tidak ada yang istimewa, yang jelas dia harus masih muda"
Dahi Arjuna berkerut, apa maksudnya dengan muda? Apa Aluna tidak menyukai dirinya karena usia mereka yang sangat jauh
"Percuma muda jika dia tidak punya uang" Ketus Arjuna tanpa memandang kearah istrinya
Aluna mengangkat wajahnya, menatap kedalam mata bak elang itu. Ditatap seperti itu malah membuat pria tampan itu salah tingkah
"Kenapa kamu liatin saya kayak gitu?"
"Kami bisa menikmati uang dua milyar itu bersama, pasti sangat menyenangkan" Aluna mengabaikan wajah suaminya yang sepertinya tengah kesal
"Itu uang kamu, harusnya tidak dinikmati oleh orang lain"
"Itu uang saya, jadi saya bisa menggunakan nya sesuka hati" Aluna tak mau kalah
"Terserah, saya lapar dan mau makan malam" Arjuna turun lebih dulu, keluar kamar dan menuju ruang makan meninggalkan istrinya yang terlihat bingung
"Ada apa sih dengan dia, kemarin nyuruh buat lupain perasaan, sekarang malah keliatan cemburu"
Aluna menyusul suaminya, setelah beberapa Minggu akhirnya ia bisa menikmati makan malam bersama suaminya lagi
"Selamat malam tuan, nyonya" sapa Joseph yang telah lebih dulu berada diruang makan
"Selamat malam Joseph" Hanya terdengar suara Aluna saja yang menjawab, ini karena Arjuna yang diselimuti Kekesalan
"Joseph"
"Ya tuan" Joseph yang tengah menikmati makan malamnya menyahut
"Apa kita punya kenalan yang seusia Aluna?"
"Maksudnya?" Joseph jelas saja bingung dengan pertanyaan itu
"Tuan mau bilang apa sih?" Aluna merasa suami nya aneh
"Aluna ingin pria muda dan tampan, saya ingin memastikan jika pria itu punya pekerjaan yang baik" Kata Arjuna sarat akan nada penuh kecemburuan
"Ada beberapa kolega bisnis, mungkin putra tunggal tuan Arnold, dia baru saja menyelesaikan pendidikan di Amerika"
"Ya, perkenalkan dia dengan Aluna!"
"Tidak perlu! Saya sudah punya pilihan saya sendiri"
"Siapa?" Tanya Arjuna penuh akan desakan
"Dokter Samuel"
"Apa? Jadi selama ini kamu tertarik dengan dokter kandungan kamu sendiri? Dia dokter kandungan kamu"
Joseph lelah jika begini, jelas sekali majikannya ini cemburu. Apa sulitnya mengakuinya
Lalu Aluna, ya sang nyonya memang suka memancing. Harusnya tidak perlu membawa nama pria lain
"Memangnya ada yang salah? Dokter Samuel ganteng, pekerjaannya juga bagus, uang dua milyar saya tidak akan terpakai" Jawab Aluna dengan santainya
Wanita ini seperti sengaja memancing Kekesalan suaminya, entah apa tujuannya namun jawabannya berhasil membuat pria yang duduk dikursi utama menahan kesal
"Jangan dia, dia tidak akan mau dengan kamu karena dia tau kamu seorang janda"
"Memangnya ada masalah sama status janda saya? Sudahlah, tuan tidak perlu terlalu ikut campur! Hubungan kerja sama ini juga akan berakhir"
Arjuna mengepal, harusnya ia senang karena Aluna tidak lagi menunjukkan rasa cintanya
Namun hati ini yang tidak menerima, ia tidak suka saat Aluna bicara tentang pria lain. Ia ingin Aluna kesulitan melupakannya
"Saya sudah kenyang" Arjuna bangkit dari kursinya, karena sang atasan telah pergi maka Joseph mengikuti