NovelToon NovelToon
Hasrat Lelaki Pilihan

Hasrat Lelaki Pilihan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi kim

Soraya harus merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui Mario yang tak lain calon suaminya menghamili wanita lain, padahal dia juga sedang mengandung anak Mario.


Soraya tidak punya alasan untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario, dia memilih untuk melepaskan Mario dan menyuruh Mario untuk bertanggung jawab pada wanita itu.

Mario tentu tidak terima, karena dia tidur dengan wanita itu tanpa sengaja, dan dia kekeh ingin menikahi Soraya, tapi Soraya juga kekeh menolak.

karena tidak ingin Mario mengejar-ngejarnya lagi Soraya, nekad menikahi pria bayaran yang sudah memiliki kekasih, tentu saja Soraya melakukan ini demi status dari anak yang di kandung karena Mario belum tau bahwa dia mengandung dan selama bertahun-tahun pula, Soraya berhasil menyembunyikan fakta, bahwa anak yang dulu dia kandung adalah anak Mario.

Dan karena masih dendam dengan keputusan Soraya, Mario terus mengganggu Soraya dan menyakiti anak Soraya, yang juga tanpa dia sadari adalah anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Dua hari kemudian.

''Bagaimana sir, apa Mario bisa di hubungi?” Tanya Soraya dia menatap polisii didepannya dengan tatapan tak sabar, berharap polisii memberikan kabar baik untuknya.

Ini sudah dua hari berlalu, dan selama dua hari ini Soraya tetap di tahan di kantor kepolisiann, sedari kemarin dia terus berharap Mario datang ke kantor polisii agar bisa bermediasi. Tapi, Hari kemarin, Mario menolak untuk datang dan hari ini Soraya sangat berharap Mario datang.

Polisiib yang berada di depan Soraya menyimpan gagang telpon ke tempatnya, kemudian dia menatap Soraya.

“Tuan, Mario mengatakan akan memikirkan terlebih dahulu. Entah dia bersedia datang hari ini, atau tidak.”

Mata Soraya kembali mengembun ketika mendengar ucapan polisii di depannya. Rasanya Soraya ingin menangis sekencang-kencangnya. Ini sudah 2 hari Soraya di tahan dan selama dua hari ini pula, Soraya benar-benar khawatir pada Kirea, terlebih lagi dia tidak diijinkan memegang ponsel, padahal dia sangat ingin menelpon Cio bertanya keadaan Kirea.

“Sir,  bolehkah aku meminjam ponselku sebentar saja. Aku harus menelepon seseorang?”  tanya Soraya. Lagi-lagi dia menatap polisi di depannya dengan tatapan  memohon.

“Mohon maaf Nona, anda belum diperkenankan untuk berkomunikasi dengan siapapun sebelum tuan Mario datang,"  jawab polisii di depan Soraya, hingga pada akhirnya Soraya mengangguk.

Soraya tidak lagi berbicara, karena dia rasa percuma  jika meminta tolong pada polisi di depannya. “Silakan kembali ke sel anda," ucap polisii, hingga Soraya pun bangkit dari duduknya kemudian dia berjalan ke selnya.

Dan  ketika dia dalam sel, rasanya Soraya ingin sekali membaringkan tubuhnya karena sudah dua hari ini Soraya sama sekali belum berbaring, dan hanya tertidur dengan posisi duduk, hingga tubuhnya sangat remuk, belum lagi wajah  Soraya sangat kacau, karena banyak sekali hal yang dia pikirkan.

Tapi setidaknya Soraya bisa sedikit tenang karena Kirea bersama dengan Cio. Padahal Soraya keliru, saat ini Cio tidak ada di rumah sakit, dan selama 2 hari ini Kirea  tidak ditemani oleh siapapun, dan hanya ditemani oleh suster, itu pun hanya sesekali menjenguk Kirea  sebab tentu saja sister mempunyai tugas sendiri.

****

“Apa orang tua Pasien tidak meninggalkan catatan apapun?"  Tanya Dokter pada suster ketika baru saja memeriksa kondisi Kirea.  dokter dan suster benar-benar bingung, bagaimana cara menghubungi Soraya atau pun keluarga Kirea yang lain.

Hasil pemeriksaan Kirea sudah keluar dan ternyata Kirea  mengalami amandell parah, hingga Kirea harus secepatnya di operasii. tapi mereka bingung harus meminta pertanggungjawaban pada siapa, karena selama 2 hari ini tidak pernah ada yang datang.

“Apa apa Anakk ini tidak mengatakan di mana ibunya?" tanya dokter lagi. Suster menggangguk.

“Anak ini hanya mengatakan bahwa ibunya dibawa ke kantor polisii dan anak ini  juga tidak tahu apapun lagi.”

Dokter  terdiam, dia melihat ke arah Kirea yang  sedang memejamkan mata. Sedari tadi pagi, Kirea  terus menangis, karena tenggorokannya sangat nyeri, tidak ada yang menenangkannya hanya suster yang datang sesekali dan ketika melihat Kirea seperti ini, dokter  langsung memutuskan untuk  mengoperasikan Kirea.

amandel Kirea  sudah sangat parah.

Tapi  yang jadi masalah di sini tidak ada yang yang bertanggung jawab, entah itu dari segi administrasi lain-lain.

Dan ketika mendengar percakapan dokter dan suster, Kirea   membuka mata. Rasanya Kirea  ingin berbicara. Tapi tentu saja Kirea  sekarang tidak bisa membuka mulutnya, karena amandel yang dia derita.

Dua hari ini, kondisi Kirea benar-benar dropp, bukan hanya dari penyakitnya saja tapi juga dari pikiran. Kirea  berpikir Kenapa ayahnya tidak datang, padahal jelas-jelas saat itu ibunya mengatakan bahwa Cio  akan datang menemaninya. .

Tapi  sampai dua hari berlalu, Cio tidak terlihat,  batang hidungnya dan itu ia membuat Kirea hancur, ini lebih parah daripada saat Kirea  dulu ditinggalkan di apartemen dan harus sampai menunggu di lobby, kenapa ayahnya tidak perduli padanya,

Dan tak lama suster menoleh ke arah Kirea  yang sudah terbangun dari tidurnya. “Apa kau haus?” tanya suster, Kirea  mengedipkan matanya pertanda mengiakan ucapan suster.

Dan dengan cepat, suster pun langsung membantu Kirea untuk minum.

“Apa kau punya keluarga di sini selain ibumu?  kedipkan matamu jika iya,” ucap  suster lagi yang mengerti bahwa Kirea  tidak bisa berbicara, dan Kirea pun mengedipkan matanya.

“Siapa, dan di mana dia.”

Kirea berusaha untuk membuka menggerakkan mulutnya, hingga pada Akhirnya dia berhasil menyebutkan kata. “Daddy!” Tapi itu bukan menjadi solusi untuk suster dan dokter, karena mereka tidak bisa berbicara panjang lebar dengan Kirea, mereka tidak bisa menanyakan di mana Ayah gadis kecil ini.

***

Mario Turun dari mobil, akhirnya setelah berpikir, Mario pun setuju untuk datang ke kantor polisiann, lelaki itu akhirnya mau untuk bertemu dengan Soraya.

Dan  ketika sampai di kantor kepolisian, Mario langsung diarahkan untuk ke ruang interogasi,  dan salah satu polisi memanggil Soraya.

"Apa,  Jadi Mario ada di sini?"  tanya Soraya yang langsung bangkit dari duduknya. Ketika polisii mengatakan bahwa Mario sudah datang  dan mau ditemui olehnya, raut wajah Soraya langsung sumringah, dia pun langsung keluar dari sel.

Dan sekarang, di  sinilah Soraya berada di depan ruang interogasi, dimana Mario sudah menunggu di dalam. Dan ketika sudah dipersilahkan masuk oleh  petugas kepolisian, Soraya pun langsung masuk hingga Mario yang sedang duduk di kursi langsung menoleh.

Tatapan Mario langsung menusuk pada Soraya, membuat Soraya menunduk. Walau  bagaimanapun, kini ketakutan Soraya pada  Mario semakin menjadi-jadi, dia takut Mario akan melakukan hal lebih gila dari ini.

“Ma-Mario!"  Panggil Soraya dengan terbata.

“Kau sudah bisa mengganti uangku?"  tanya Mario yang tiba-tiba langsung berbicara secara sinis, dan tanpa diduga Soraya langsung berlutut di hadapan Mario.

“Mario, tolong beri aku waktu, aku berjanji aku akan melunasinya secepatnya.” Soraya berbicara dengan pelan, dia takut pada Mario, tapi dia harus tetap memohon pada lelaki itu.

Mario  tertawa. Dia sama sekali tidak iba dengan Soraya yang berlutut di hadapannya.

"kemana kesombonganmu yang selama ini kau tampilkan, apa suamimu tidak sanggup membantumu. Kenapa kok malah menikah dengan lelaki pecundangg seperti dia?"

Mario malah membahas hal lain, membuat Soraya mengangkat kepalanya dan kini dia sudah menatap Mario dengan tangis yang berlinang.

”Mario kumohon apapun kesalahanku  di masa lalu, tolong maafkan aku. Tapi ku mohon beri aku waktu untuk mengembalikan uangmu, aku berjanji secepatnya aku akan mengembalikan semuanya.” padahal di masa lalu Soraya tidak bersalah. Tapi, Karana dia terlalu bingung menghadapi Mario akhirnya Soraya meminta maaf.

”Kau pikir aku akan iba? Kau telah menggelapkan uangku dengan jumlah yang besar, aku pikir kau bisa benar-benar membangun rumah. Tapi ternyata hanya omong kosong. Dan aku tidak akan pernah membebaskanmu sebelum kau melunasi semuanya.”

Mario berucap dengan sadisnya, hingga Soraya benar-benar kehilangan kata-kata untuk membalas Mario.

”Berapa uang yang Soraya keluarkan untukmu?” tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu. Hingga Mario dan Soraya menoleh, Ternyata yang berbicara adalah Kelvin

Rupanya barusan Kelvin mengurus sesuatu di kantor kepolisian, dan  ketika dia akan pulang, dia melihat Soraya berjalan ke ruang interogasi dan tentu saja Kelvin bingung kenapa Soraya ada di kantor polisi dan memakai baju tahanann.

Hingga pada akhirnya, Kelvin mengikuti Soraya dan dia juga Mendengar pembicaraan Soraya dan Mario, karena pintu tidak tertutup.

Dan ketika melihat Soraya berlutut, Kevin merasa tidak tega, tapi dia ingin mendengar permasalahan antara keduanya, hingga dia tidak langsung masuk dan ketika pembicaraan Mario dan Soraya selesai, barulah Kelvin masuk dan sekarang Kelvin berjalan ke arah Soraya.

"Ayo bangun Soraya!” Kelvin membantu Soraya untuk bangun dari berlututnya, dan tiba-tiba rahang Mario mengeras ketika melihat Kelvin memegang pundak Soraya.

“Berapa uang yang Soraya hilangkan?" Tanya Kelvin.

“Apa kau ingin menjadi pahlawannn kesiangan?” sinis Mario. “Apa kau tahu berapa uang yang dia gelapkan?”

“Sebutkan saja , tidak usah basa-basi!" Kelvin menjawab tegas.

“4 juta dolar," jawab Mario, dia yakin Kelvin tidak akan membatu Soraya, karena nominal uang sangat besar.

Tapi sayangnya, Kelvin malah mengangguk-anggukan kepalanya. “Tunggu sebentar aku akan menelpon bagian keuangankuu untuk datang kemari, dia akan membayar semua uang yang Soraya hilangkan.”

Mata Soraya dan mata Mario membulat ketika mendengar itu, secara refleks, Soraya langsung menoleh ke arah Kelvin.

“Ke-Kelvin!” Panggil Soraya.

“Kau bisa menggantinya nanti."

Mario berdecak ketika mendengar ucapan Kelvin. ”Cih, kau ini benar-benar seperti pahlawann kesiangan. Apa kau yakin dia bisa mengembalikan uangmu?” tanya Mario lagi

“Jika Soraya tidak mengembalikan uang itu aku tidak masalah, lalu apa masalahmu?”

Mendengar jawaban itu dari Kelvin, Mario naik pitam, tanpa sadar dia langsung bangkit dari duduknya, dan ketika Mario bangkit, Soraya langsung bersembunyi di belakang tubuh Kelvin, membuat Mario semakin naik pitam. Hinggaa

1
Visencia Alingga
👍👍👍👍
MamDeyh
Aneh.. Kirea bukan nya masih ada Soraya dan Kelvin jd ortu nya. Knp di cerita selanjut ya Kirea tinggal sama Mario. Dan kmn Soraya sm Kelvin 😄..
Helen Gunawan
mewekk
Doraemon
aku rasa Soraya kasih jodoh lelaki baru aja Thor 😄
Doraemon
Kevin aja Thor
IsNa Runtuk
tissue mana😰
Alfionita Fio: sedih bgt
total 1 replies
Ika Marbun
kok disini Soraya jadi lemah bgt ya padahal waktu dia nolong Jeny kelihatan kuat bgt
Jamayah Tambi
Memang syairan Mario.Kesian Naina
Jamayah Tambi
Rak ada ke sifat baikbyg ada pada Mario.Tak jera2 wp dah kena tembak kaki dulu
Jamayah Tambi
Belum menikah dah duduk serumah./Sob//Sob//CoolGuy/
Jamayah Tambi
Memang benar2 sakit jiwa
Jamayah Tambi
Tak abis2 lagi Mario
Ingat dah kena strok
Jamayah Tambi
Bukan Regina yg sakit jiwa tp Mario.
Jamayah Tambi
Srmoga Mario gila,mati pucik dan ditinggslkan keluarganya.Menghamilkan Regina mau,tp tidak mau menerima anaknya.Tau nak sedap jer
Jamayah Tambi
Kacau bilau.Begitulah hidup sebenar broken home
Jamayah Tambi
Jahatnya seorang Mario
Jamayah Tambi
Mungkin sikap Kieta ikut Mario.Selalu ada rasa iri.Ada ke tak suka dapat adik
Jamayah Tambi
Tak suka sikap Kiera.Nak dpt adik pun merajuk.Kelvin dah cukup baik padanya.
Jamayah Tambi
Turun temurun ada ibu tiri,ayah tiri,anak tiri,kakak tiri adik tiri.Sampai bila nak damai
Jamayah Tambi
Susahnya beradik tiri anak tiri,ibu tiri,berbagi kasihvsayang.Tidak tau ikhlas ke tidak kasih sayang antara mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!