NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Lin Liu menatap Chen Datong dengan waspada, merasakan sesuatu yang tidak beres dari cara pria itu tersenyum, seolah sudah merencanakan segalanya jauh sebelum pertemuan ini terjadi. "Tawaran apa?"

Chen Datong membuka laci mejanya, mengeluarkan sebuah folder tipis berwarna cokelat, meletakkannya di atas meja tanpa membukanya. "Aku butuh seseorang yang bisa kupercaya untuk mengurus beberapa urusan kecil. Sebagai gantinya, aku bisa memangkas separuh utangmu, memberikan informasi lengkap soal orang tuamu, dan membatalkan pertunangan Nona Huang dengan Liu Feng."

"Urusan kecil macam apa?" Lin Liu bertanya curiga, tidak percaya begitu saja dengan tawaran yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

"Hal-hal sederhana. Mengantar beberapa dokumen, bertemu beberapa orang atas namaku," Chen Datong menjawab santai, meskipun ada sesuatu di balik nada tenangnya yang membuat bulu kuduk Lin Liu meremang. "Kau hanya perlu jadi tangan kananku untuk sementara waktu."

Lin Liu terdiam, pikirannya berkecamuk antara godaan untuk menerima tawaran yang bisa menyelesaikan hampir semua masalahnya sekaligus, dan kecurigaan mendalam bahwa di balik tawaran itu tersembunyi sesuatu yang jauh lebih gelap dari sekadar "mengantar dokumen".

"Kenapa aku harus percaya kau akan menepati semua janji itu?" tanya Lin Liu akhirnya, suaranya tegang.

Chen Datong tertawa pendek, mengangkat bahu santai. "Kau tidak harus percaya sepenuhnya. Tapi pikirkan baik-baik, Lin Liu. Waktu terus berjalan, utangmu tetap ada, dan pertunangan Nona Huang akan tetap berlangsung bulan depan kalau tidak ada yang menghentikannya. Aku memberimu jalan pintas untuk menyelesaikan semuanya sekaligus."

Lin Liu menatap folder cokelat di atas meja itu lama, tangannya gemetar menahan dorongan untuk membukanya, namun juga menahan kecurigaan yang terus berteriak dalam pikirannya bahwa ini semua terlalu berbahaya untuk diterima begitu saja.

"Aku butuh waktu untuk berpikir," jawab Lin Liu akhirnya, berusaha terdengar tenang meskipun dadanya bergejolak.

"Tentu saja, aku bukan orang yang memaksa," Chen Datong tersenyum tipis, menyimpan kembali folder itu ke dalam laci. "Tapi jangan berpikir terlalu lama. Tiga hari, Lin Liu. Setelah itu, tawaran ini tidak berlaku lagi, dan semuanya akan berjalan sesuai rencana awal. termasuk pertunangan Nona Huang."

A-Wei mengantar Lin Liu keluar dari gedung itu tanpa banyak bicara, mengembalikannya ke dekat toko Su Yan dengan mobil yang sama. Begitu turun dari mobil, Lin Liu berdiri mematung di pinggir jalan, pikirannya masih dipenuhi seluruh informasi yang baru saja dia terima tentang Zhang Ming yang entah bagaimana keadaannya sekarang, tentang keterkaitan Chen Datong dengan keluarga Huang, dan tentang tawaran berbahaya yang menawarkan jalan pintas penuh risiko.

Layar sistemnya tiba-tiba muncul, menampilkan progres misi yang selama ini terus dia kejar.

...[MISI "JEJAK YANG HILANG": Rp11.600.000 / Rp15.000.000]...

...[WAKTU TERSISA: 142:07:51]...

Kemajuan itu seharusnya membuatnya lega, namun pikirannya terlalu dipenuhi kekhawatiran untuk benar-benar merasakan kelegaan itu. Dia mengeluarkan ponselnya, mengetik pesan kepada Huang Ruoxi dengan tangan yang sedikit gemetar, mencoba memilih kata-kata yang tidak akan membuat gadis itu terlalu panik namun tetap memberi peringatan yang cukup.

Namun sebelum dia sempat mengirim pesan itu, ponselnya tiba-tiba berbunyi menampilkan panggilan masuk dari Huang Ruoxi sendiri, dan suara di seberang telepon terdengar jauh lebih panik dari yang pernah dia dengar sebelumnya.

"Lin Liu, kau harus segera ke sini. Ayahku baru saja bicara dengan seseorang di telepon, dan aku dengar nama Chen Datong disebut berkali-kali. Sepertinya ada sesuatu yang sangat buruk akan terjadi."

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!