NovelToon NovelToon
Anakku Hanya Milikku

Anakku Hanya Milikku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Janda / Hamil di luar nikah / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:808.6k
Nilai: 5
Nama Author: Redwhite

Di tinggal sang suami dan di usir oleh mertua sungguh malang nasib Salimah.

Dengan tega sang mertua mengusirnya dan sang putra karena merasa Salimah adalah penyebab kecelakan putranya.

Di tengah keterpurukannya, dia juga harus kehilangan anak dalam kandungan.

Triya dan suaminya, Jendral yang dia kira tulus membantu nyatanya juga ingin memanfaatkan dirinya agar mau mengandung anak mereka.

Bagaimana nasib Salimah ketika di minta menjadi rahim pengganti sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Salimah sudah sadar karena suasana yang cukup berisik dari ruang rawat sebelahnya.

Dia yang di letakan di ruangan kelas tiga oleh Jendral jelas merasa tak nyaman karena harus tinggal bersama dengan beberapa pasien.

Seperti saat ini kala pasien di sebelahnya tengah di jenguk entah oleh berapa orang, membuat ruangan empat kali sepuluh meter itu terasa sangat ramai dan pengap.

Tirai yang ikut tergeser kala para pengunjung melewati ruangannya pun hanya bisa di tanggapi pasrah oleh Salimah.

"Sal?" panggil Alawiyah yang datang menggandeng tangan mungil Rino.

"Al, syukurlah kamu datang sama Rino. Aku bener-bener khawatir," jawab Salimah dan langsung merentangkan tangannya agar sang putra mendekat.

"Jujur sama Gue, rumah tanggamu bermasalah?" cecar Alawiyah yang sudah tahu kondisi rumah tangga sahabatnya itu.

Diam-diam dirinya mendatangi kediaman Salimah semalam dan betapa terkejutnya dia kala tetangga Salimah yang tak lain adalah Tuti memberitahukan kondisi rumah tangga Salimah yang sebenarnya.

Salimah hanya bisa menunduk, bingung bagaimana harus menjelaskannya lagi, yang pasti dirinya merasa malu terhadap Alawiyah.

"Iya Al," lirihnya.

"Lalu anak yang kamu kandung anak siapa? Kamu cerai sama Afnan sudah hampir enam bulan dan kamu baru hamil empat bulan, jadi jawab pertanyaanku, ini anak siapa?" cecarnya lagi.

Salimah akhirnya menceritakan seluruh kisah hidupnya. Dia akhirnya mengakui kalau anak yang tengah di kandung adalah anak dari Jendral.

"Gila! Kamu istri kedua Jendral?"

"Shuuutt!" ucap Salimah.

Dia malu kalau sampai ada yang dengar jika dirinya hannyalah seorang istri kedua, meski mereka tak mengenal dirinya.

Hidup di negara ini tentu saja sangsi sosial yang akan di terima Salimah sangat mengerikan. Cap sebagai pelakor akan tersemat kalau seorang wanita menyandang sebagai istri kedua.

Makanya dia takut orang berpikir yang macam-macam tentangnya.

Sedangkan di luar ruangan Salimah. Seseorang terkejut mendengar penuturan ibu satu anak itu.

Dia tak menyangka jika anak dan menantunya mengambil sebuah keputusan besar tanpa berkonsultasi dengan orang tuanya terlebih dahulu.

Pantas saja ketiganya tampak aneh menurut Evita, ternyata memang ketiganya tengah menjalani hubungan rumit yang sengaja mereka sembunyikan.

Evita bingung harus bersikap bagaimana? Sedangkan Triya juga sangat pencemburu, terlebih lagi menantunya itu tengah hamil cucu yang sangat dia harapkan.

Wanita paruh baya itu menarik napas panjang. Sepetinya berpura-pura tak tahu akan menyelamatkan semuanya.

Dia akan menerima anak dari Salimah dan juga Triya sebagai cucunya semua, karena mereka memang dari benih putranya semua.

"Assalamualaikum Salimah," ucap Evita menghentikan obrolan keduanya seketika.

"I-ibu," jawab Salimah gugup, dalam hati berharap kalau Evita tak mendengar pembicaraannya dengan Alawiyah.

Evita tersenyum lalu meletakan buah tangan di nakas dan mendekat ke arahnya.

Alawiyah bangkit mempersilakan agar Evita bisa duduk karena memang di ruangan Salimah hanya di sediakan satu kursi untuk duduk.

"Bagaimana kabar kamu?"

"Baik Bu. Saya mungkin akan minta izin pulang," jelasnya.

"Loh, kamu yakin Sal?!" sela Alawiyah yang kurang setuju dengan rencana sahabatnya.

"Iya, aku takut merepotkan banyak orang," lirihnya.

"Kalau memang belum sehat jangan di paksakan, yang penting kamu dan bayi kamu sehat dulu," jawab Evita.

Dia mengusap lembut perut Salimah. Dalam hati berkata, pantas saja dia merasa sangat khawatir dengan keadaan Salimah, karena memang wanita itu tengah mengandung cucunya.

Evita tak menyesal jika memang sang putra memiliki istri seperti Salimah, sebab dia juga merasa cocok dengan wanita cantik itu.

Salimah bingung harus menjawab apa, dia takut jika dia akan menjadi beban suami dan sahabatnya kalau dia harus di rawat di sana.

Terlebih lagi dia merasa khawatir kalau Triya nanti akan marah padanya.

.

.

Tak lama Evita memilih kembali ke rumah Triya sebab dia sudah merasa lelah, sedangkan Alawiyah ingin meminta penjelasan pada pasangan suami istri yang dia pikir tengah memperdaya Salimah.

Alawiyah dan Evita bahkan tak mengatakan jika saat ini Triya tengah mengandung. Entah bagaimana perasaannya kalau tahu istri tua suaminya juga sama dengannya.

Oleh sebab itu Alawiyah berencana mencari kejelasan nasib Salimah pada Jendral dan Triya karena dia merasa ada ke tidak adilan yang di terima oleh sahabatnya.

Setelah Salimah tertidur, Alawiyah memilih mengunjungi kamar Triya untuk mencari tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Sebab Alawiyah yakin mereka pasti tak menduga kalau saat ini ada anak yang mereka harapkan hadir dalam rahim Triya sendiri.

Alawiyah mengetuk pintu ruangan Triya sebelum membuka pintu dan melangkah masuk tanpa menunggu jawaban dari penghuninya.

Triya mengernyit heran mendapati sahabat madunya datang menjenguk dirinya.

"Al, masuk," ucapnya mempersilakan temannya.

"Enak ya kamu di rawat di kelas eksekutif sedangkan Salimah di rawat di kelas paling bawah," sindirnya.

Triya dan Jendral saling berpandangan, mereka menebak jika Alawiyah sudah tahu rahasia mereka.

"Maksud kamu?" jawab Triya.

"Aku tahu semuanya. Kini yang aku penasaran apa yang akan kalian lakukan pada Salimah dan anaknya? Sedangkan kini kamu kan sedang hamil anak kalian sendiri," ucapnya tanpa basa-basi.

Triya merasa kesal pada madunya. Kenapa bisa sampai Alawiyah tahu permasalahan mereka, dia menebak jika Salimah mengadu pada Alawiyah.

Kini dia merasa akan ada seseorang di pihak Salimah. Bagaimana nanti dia memutus kerja sama mereka, Triya yakin urusannya dengan Salimah tak akan mudah.

1
Baby_Miracles
Ibu jendral sabar banget ngadepin besan sama menantunya. Demi anaknya
Wanita Aries
Kok lngsung tamat
Wanita Aries
Gilaaaa tu org tua si triya pengeretan gk mau rugi
Wanita Aries
Wahh trnyata pembantu 🤣🤣🤣 songong kali kau sriii sama halnya dgn fitria yg hny ank supir tp gk tau diri
Wanita Aries
Buang aja istri dan mertua sialan itu
Wanita Aries
Aslii parah si fitria dan si salma ini agak menggemaskan yaaa oon
Wanita Aries
Mantap thor karyamu gk prnh gagal
Wanita Aries
Kasian udh keguguran harus dipaksa cerai
Nur Syamsi
Curiga ibu Sri falangnya
Nur Syamsi
Ini Fitriya kayaknya maw sama kelakuan mama Afnan yg katanya pembantu dinikahi majikan e malah lupa asal
Nur Syamsi
Dasar mertua serakah giliran menantu dpt musibah angkat tangan ....jdi pelajaran Jendral Tdk usah lagi bantu" tu mertuamu dan keluarganya....
Nur Syamsi
Bilang sja Yudis hp Afnan ketinggalan
Nur Syamsi
Ya syukur ketahuan duluan jdi rencana busuknya gagal dan pastinya Afnan Tdk sudah" lagi untuk menolak ...
Nur Syamsi
Jgn percaya Ama tu ulat Afnan, kamu lebih lama tau bgaimna kelakuan Salimah slama bersamamu
Nur Syamsi
Bagus pak Brata....mnang mulut Bu Sri itu hrs disumpal ..
Nur Syamsi
Dasar, anak tak tahu diri
Nur Syamsi
Menantu Tdk tahu diuntung, Tdk peka
Nur Syamsi
Dasar orang tua serakah, maunya sja enak Tdk memikirkan anak yg selama ini membantunya
Nur Syamsi
Adik angkat Tdk tau diri, ditampung malah ngelunjak, dasar wanita Tdk tau jga perasaan
Nur Syamsi
Fitriah" kan Afnan sudah mengatakan.kpda kamu bhw Dian masih mencintai Salimah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!