Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meninggalkan Luka
Aku pergi.
Tekadku sudah bulat. Pagi ini aku harus sudah pergi. Aku tidak ingin pagi ini mas bayu melihatku, aku tidak mau dia menari nari di atas penderitaanku.
Aku yakin dia sekarang sedang tertawa bahagia di atas kesedihanku ini, namun sekarang aku berat pergi karena angelica..
Bagaimana nasibnya nanti kalau aku tinggal, Mama mertuaku sangat menyayangi angel dan aku yakin dia tidak akan menyakiti angel, namun aku masih saja khawatir.
Bagaimana nanti kalau angel mencariku, bagaimana kalau angel rindu padaku.
Dia baru anak umur 4 tahun dan harus mendapati orangtuanya berpisah.
Sungguh kami berdua memang jahat. Tapi mas bayu lebih jahat, menyesal aku bertahan selama ini, jika akhirnya aku harus menelan pil pahit seperti ini.
Aku segera memberesi pakaian seadanya yang aku bawa nanti.
Pukul 05.00 nanti aku akan di antar ke terminal dengan Tiyo, anak budhe lastri.
Jujur aku takut, namun rasa takutku sudah tertutupi oleh rasa dendamku pada mas bayu.
Aku tidak punya pilihan, bagaimanapun aku harus sukses. Akan aku buktikan pada mas bayu kalau aku bisa, dan juga pada ayahku kalau aku mampu menjadi anak yang di banggakanya...
Tok tok tok..
Pintu kamarku di ketuk.
Aku langkahkan kakiku untuk membuka pintu..
"Mbak sudah siap? " Kata Tiyo ketika aku sudah membukakan pintu..
Aku cuma mengangguk tanpa menjawab..
"Ya sudah ayo kita segera berangkat, busnya berangkat jam 5.30mbak.."
"Iya.. "
Entah kenapa sekarang menjadi berat sekali lagkahku. Sungguh aku benar benar ingin melihat angelica sebelum aku berangkat. Namun tidak mungkin karena dia sekarang ada di rumah mas bayu..
Aku berjalan menuju ruang tamu dengan deraian airmata..
"Budhe" Kataku sambil memeluk budhe lastri yang sudah menungguku di sana..
"Yu.. Yang tegar yu.."
"Aku ingin melihat angel budhe, nanti kalau angel mencariku bagaimana? " Kataku sambil menangis dalam pelukanya budhe lastri..
"Apa kita perlu ke rumah bayu sebentar jika memang kamu ingin menemui angel? "
Aku menggelengkan kepalaku..
"Aku terlalu sakit jika harus melihat mas bayu budhe"
"Mbak.. Nanti kalau ada kesempatan, akan aku ajak angel kesini dan vidio call mbk ayu" Kata Tiyo yang sedikit melegakanku..
Aku mengangguk..
"Budhe.. Ayu nitip angel ya.. Awasi dia, jika ada apa apa hubungi ayu.. Ayu akan segera sukses biar aku bisa ambil angel.. Ayu janji"
"Em.. Iya yu, ya ampun yu kamu gadis baik kenapa harus mengalami nasib seperti ini.. Tante doakan kamu akan mendapatkan jodoh yang terbaik disana"
Aku mengangguk sambil menangis..
"Doakan ayu ya budhe"
"Iya yu" Kata budhe lastri sambil membelai puncak kepalaku...
"Tiyo, tolong awasi angel ya" Kataku sebelum aku naik bus yang sudah hampir berangkat.
"Iya mbak, tenang mbak.. "
"Terima kasih"
Akupun segera naik bus dan meninggalkan kesedihan dan akan menuju kehidupanku yang baru. Kehidupan yang akupun belum tahu apakah aku akan lebih baik atau lebih buruk..
Di dalam bus aku hanya terdiam sambil sesekali mamandangi foto angel yang membuatku semakin tercabik cabik.
Angelica menjadi salah satu alasan kenapa aku bisa bertahan selama ini dengan perlakuan mas bayu dan mama mertuaku..
Namun teryata ya sudahlah aku juga kesal dengan sekar. Namun setidaknya sebelum aku meninggalkan mas bayu dan sekarang, aku sempat mempermalukan dia di hadapan orang bnyak. Hingga aku pergi dengan cara terhormat...
**
Hampir 13 jam perjalananku ke Jakarta, akupun sudah menghubungi ellen untuk menjemputku. Jujur aku sangat senang bertemu denganya. Karena dia adalah my best friend.
Dia gadis yang menamparku ketika tahu aku punya hubungan dengan mas bayu dulu.
Dia adalah gadis yang ingin mencekikku ketika aku bilang bahwa aku harus putus sekolah karena kehamilanku karena bayu.
Dan dia juga yang bilang aku akan di selingkugi oleh bayu, entah gadis macam apa dia, namun dia melakukan itu karena dia sangat sayang padaku. Dia sangat ingin melihatku bahagia. Bahkan kepergiannya ke Jakarta pun semua karena aku, dia tidak ingin melihatku menjalani kehidupan yang sulit dengan mas bayu.. Dia tidak tega..
**
Aku segera turun ketika bus sudah sampai di tujuan. Begitu sampai di luar aku pejamkan kedua mataku sebentar.
"Ya Allah rubah lah nasibku menjadi lebih baik, rubah lah semua takdirku. Jadikan takdirku sebaik baiknya hingga aku bisa kembali bersama ayah, ibu dan kinan, dan yang pasti anggelica" Doaku dalam hati...
Bruggg...
Sebelum aku bilang aminn tubuhku sudah di peluk oleh seseorang dan ketika aku melihat ternyata dia ellen..
"Beb... " Kataku lirih..
"Sebentar biar aku memeluk tubuh sahabatku yang sekarang sudah seperti sapu lidi ini" Goda ellen dan aku rasakan dia menangis..
"Sudah jangan menangis.. "
"Apa kamu se menderita ini hingga tubhmu pun bisa mengecil seperti ini" Ucapnya dalam tamgisannya..
"Sudah beb, semua ini juga karena kesalahanku, ini semua karena kebododhan ku"
"Ini bukan salahmu, ini salah bayu brengsek itu. Sahabatku yang cantik jelita bisa berubah menjadi gadis buruk rupa seperti ini"
"Awwww... " Jerit ellen ketika aku mencubit perutnya..
"Teruslah bilang aku jelek, seperti sapu lidi, gadis buruk rupa" Kesalku..
"Memang benar kan? (Dia melepasakan pelukannya) lihatlah kamu sekarang. Tuan putri dari keluarga broto menjadi gadis malang seperti ini. Lihatlah pakaianmu"
Dan benar aku sekarang cuma memakai kaos tipis dan celana jins yang sudah pudar warnanya karena memang selama aku menikah aku tidak pernah sama sekali di belikan baju olehnya. Semua baju yang aku punya adalah bajuku dulu.
"Beb.. ".katalu sambil melotot ke arahnya..
" Iya maaf.."
"Ayo akan aku perlihatkan jakarta padamu, mari kita ubah nasib burukmu menajdi lebih baik disini" Kata ellen sambil menggandeng tanganku...
Aku tersenyum melihat tingkahnya yang tidak berubah sama sekali.. Masih tetap gila..
"Apa yang kamu bisa kamu bawa dari rumah bayu? "
"Cuma beberapa baju dan Juga ragaku yang rapuh ini"
"Cih... Masih sok puitis di dalam deritamu" Kata ellen tanpa melihat ke arahku karena dia sedang mengendarai mobil..
"Nyuri dari mana mobilmu ini? "
"Nyuri kepalamu! Aku sekarang punya sugar daddy kaya raya disini"
Aku terkejut mendengar pernyataannya..
"What! Sugar dady? Kamu tu ya, gak ada bedanya sama selingkuhan mas bayu! " Teriakku..
"Eh jangan salah, aku main dengan sangat rapi.. Om ku juga sangat sangat sayang kepada keluarganya.. Akan aku perkenalkan dunia indah ini padamu sayang"
"Tidak.. Aku tidak mau.. Aku kesini ingin bekerja, bukan jadi selingkuhan om om! " Bentakku..
"Beb, ijazahmu cuma SMP, itupun gak kamu bawa, mau kerja apa jika gak punya ijazah? "
Aku mendengus kesal..
Bisa bisanya dia berfikir ingin menjadikanku simpanan om om..
"Aku akan berusaha mencari pekerjaan selain simpanann om om. Harga diriku akan aku taruh mana jika aku harus menjadi smpianan"
"Cih.. Lihatlah dirimu saat ini, semua terjadi karena harga dirimu yang terlalu tinggi. Hingga kamu menyusahkan dirimu sendiri. "
"Ya sudahlah jika kamu tidak mau menjadi simpanan om om, akan aku perkenalkan kamu dengan orang orang kaya disini, siapa tahu ada yang berminat padamu, namun kita rubah dulu gadis buruk rupa ini menjadi frozen, agar semua akan membeku jika melihatmu"
Aku tersenyum melihat ke arahnya.. Dan perjalananku sudah di mulai. Perjalanan mencari diriku yang baru.. Diri seorang ayu yang sudah lama menghilang...