NovelToon NovelToon
Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Nikahmuda / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Kegiatan kemping Pramuka yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi petaka, kala seseorang dengan sengaja mengubah arah tanda panah penunjuk jalan. Daniel dan Zeya tersesat hingga terpaksa bermalam di sebuah pondok tua. Demi bertahan dari dinginnya malam yang bisa menyebabkan hipotermia, mereka pun saling menghangatkan tubuh.

Pagi harinya, warga desa menemukan mereka dalam keadaan berpelukan. Tanpa mau mendengar penjelasan, keduanya langsung dibawa ke Balai Desa dan dipaksa menikah sesuai hukum adat yang berlaku.

Daniel dan Zeya mengira semuanya akan selesai setelah pernikahan itu. Namun, mereka kembali dikejutkan oleh aturan adat yang melarang pasangan pengantin meninggalkan desa sampai waktu yang ditentukan.

Terjebak dalam pernikahan yang tak terduga, Daniel dan Zeya harus menjalani hari-hari bersama di desa, apakah Daniel dan Zeya akan terpuruk atau justru bangkit memulai hidup baru mereka di sana?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;
"Menikah Karena Jebakan"
karya Moms TZ, buka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28.

Abah Abdul mengelus jenggot putihnya perlahan. Dengan pandangan mata yang teduh dan penuh kebijaksanaan, sesepuh desa itu menatap satu per satu wajah orang-orang yang ada di hadapannya.

"Sejak dulu kita selalu berharap ada generasi muda yang bersedia mengembangkan potensi desa ini. Kehadiran mereka berdua, meski diawali dengan peristiwa yang tak terduga, saya yakin akan membawa perubahan bagi desa kita ke arah yang lebih baik." ucapnya lirih, tetapi setiap katanya terdengar tegas dan penuh keyakinan.

"Itukah sebabnya, Abah bersikeras menahan mereka agar tetap berada di desa kita?" tanya Pak RT penasaran.

"Benar... Mereka bukan anak-anak muda sembarangan. Saya bisa melihat semua itu dari sorot mata mereka yang tajam tapi jujur dan memiliki hati bersih. Mereka adalah anak-anak muda penuh semangat, tekad yang kuat untuk menjadi pelopor di desa kita," tambahnya, tatapan netra tuanya menerawang jauh.

Pak Kades mengangguk pelan. Selama ini dia mengenal betul sosok Tetua Adat tersebut. Abah Abdul bukan orang yang mudah memberikan penilaian kepada seseorang, apalagi sampai menyebut seseorang itu sebagai harapan bagi desa mereka. Kini dia mulai memahami makna di balik kejadian yang menimpa pasangan muda tersebut.

"Kalau begitu, menurut Abah apa yang harus kita lakukan?" tanya Pak Kades akhirnya.

Abah Abdul tersenyum tipis. "Jangan terlalu banyak ikut campur dalam langkah mereka. Terkadang anak muda hanya membutuhkan kesempatan dan dukungan untuk membuktikan diri. Itulah tugas kita..."

"Jangan sampai kekayaan alam yang melimpah di desa kita, hanya dinikmati oleh segelintir orang yang sibuk dengan dirinya sendiri," lanjutnya, lalu memalingkan wajahnya menatap keluar yang hanya diterangi cahaya redup lampu jalanan.

Pak RT juga mengangguk sambil memikirkan segala kemungkinan. "Tapi kalau mereka gagal bagaimana, Bah? Warga bisa saja mencibir dan mengatakan bahwa anak kota tidak akan mampu bertahan di desa."

"Orang yang takut gagal biasanya tidak pernah memulai apa pun," jawab Abah Abdul tenang. "Biarkan mereka mencoba karena dari kegagalan itu seseorang bisa belajar," jawab Abah Abdul tenang.

Suasana kembali hening. Angin malam berembus membawa udara dingin yang membuat mereka semakin merapatkan kain sarung yang dikenakan.

"Kita tahu, Daniel kan, baru berniat menyewa. Lalu bagaimana jika ternyata lahan Pak Hadi sudah ada yang menawar, Bah?" Pak RT kembali membuka suara.

"Iya, Bah. Yang saya dengar juragan Bahar kabarnya juga mengincar lahan itu untuk memperluas wilayah perkebunannya?" timpal Pak Kades.

"Lebih baik kita tunggu saja sampai Pak Hadi pulang sekitar seminggu lagi. Semoga keberuntungan ada di pihak anak muda itu," ujar Abah Abdul penuh harap.

Semua mengangguk menyetujui pemikiran sang sesepuh desa tersebut. Namun, harapan tetap tertanam dalam dada, semoga nasib baik berada di pihak mereka.

.

.

.

Akhir pekan pun tiba.

Sejak pagi, suasana rumah keluarga Dr. Rangga sudah tampak lebih sibuk dari biasanya. Bu Safira menyiapkan beberapa bingkisan berisi buah-buahan, makanan ringan, serta kebutuhan sehari-hari yang ingin ia berikan kepada Daniel dan Zeya.

Sementara itu, Dr. Rangga dengan sigap memasukkan kardus-kardus tersebut satu per satu ke dalam bagasi mobil.

Di sisi lain, Maura juga sibuk mempersiapkan dirinya. Bukan hanya merapikan penampilan, tetapi juga menata hati agar mampu menyampaikan apa yang tersimpan di dalam hatinya.

Setelah semuanya siap, mereka pun berangkat. Namun, sebelumnya menjemput Jenna terlebih dahulu di rumahnya.

Gadis berhijab itu sudah menunggu sejak tadi. Begitu melihat mobil keluarga Dr. Rangga datang, wajahnya langsung terlihat cerah.

"Pagi, Tante... Om," sapanya ramah

"Pagi, Jenna. Ayo, masuk," ujar Bu Safira sambil tersenyum.

Jenna mengangguk, lalu membuka pintu mobil bagian tengah dan masuk ke dalamnya.

Kemudian, perjalanan pun dimulai, menyusuri jalanan kota yang dipenuhi gedung-gedung tinggi sisi jalan serta suara bising kendaraan yang berlalu-lalang.

Semakin jauh mobil melaju meninggalkan kota, suasana berubah menjadi lebih tenang. Jalanan mulai dikelilingi hamparan sawah hijau, pepohonan rindang, dan udara segar yang terasa berbeda dari kota.

Tidak banyak percakapan selama perjalanan. Namun, keheningan itu bukan karena canggung, melainkan masing-masing dari mereka menikmati suasana dan membayangkan pertemuan yang sudah mereka tunggu.

Hampir tiga jam perjalanan, mobil mereka memasuki kawasan Desa Sekar.

Dr. Rangga memperlambat laju kendaraan. Karena belum mengetahui tempat tinggal Daniel dan Zeya, pria itu pun akhirnya menepikan mobil di pinggir jalan ketika melihat ibu-ibu berkumpul di teras rumah.

Dr. Rangga memutuskan turun dari mobil, lalu menghampiri orang tersebut. "Permisi, Bu," sapanya sopan sambil tersenyum hangat.

"Maaf mengganggu. Saya ingin bertanya, kira-kira di mana tempat tinggal Daniel dan Zeya?"

Ibu-ibu pun saling berpandangan sejenak kemudian memperhatikan seseorang yang pernah bertemu sebelumnya.

"Daniel dan Zeya?" ulang salah satu dari mereka, mencoba mengingat.

"Oh, mereka." Salah seorang ibu kemudian tersenyum sambil menunjuk ke arah jalan sebelah kanan.

"Dari sini nanti lurus saja terus ada pertigaan kecil ambil arah kanan. Tempat tinggal mereka tak jauh dari sana."

"Terima kasih banyak, Bu," ucap Dr. Rangga sambil mengangguk kecil.

Mobil pun kembali melaju mengikuti petunjuk yang diberikan.

Setelah mobil itu menjauh, ibu-ibu tadi mulai memperhatikan kendaraan yang perlahan menghilang di ujung jalan.

"Siapa kira-kira mereka, ya?" ujar salah satu dari mereka. "Sopan sekali. Kelihatannya bukan orang sembarangan."

"Iya, mobilnya juga bagus. Mungkin kerabat Daniel dan Zeya dari kota," timpal yang satunya.

Belum sempat yang lain menanggapi, suara Bu Yuni terdengar dari belakang. "Halah...kalian ini gampang sekali mengagumi sesuatu yang belum jelas!" celetuknya sarkas.

Ibu-ibu itu menoleh dan mendapati Bu Yuni berdiri sambil membawa belanjaannya, wajahnya terlihat sinis seperti biasa.

"Paling itu juga cuma mobil sewaan. Zaman sekarang banyak orang yang rela menyewa barang mahal dan mewah hanya demi gengsi biar terlihat keren di mata orang lain."

Beberapa ibu hanya terdiam. Mereka sudah mengenal sifat Bu Yuni yang sering kali memberikan komentar pedas tanpa diminta.

"Tapi, Bu..." salah satu dari mereka mencoba menyela.

"Sudahlah. Jangan terlalu gampang percaya dengan apa yang kita lihat," tambah Bu Yuni lalu melangkah pergi.

Ibu-ibu itu hanya saling berpandangan. Tidak ada yang membalas. Mereka memilih membiarkan Bu Yuni pergi dengan pendapatnya sendiri.

Sementara itu, mobil Dr. Rangga akhirnya berhenti di depan sebuah rumah panggung sederhana.

Daniel dan Zeya yang sedang berada di halaman rumah langsung mengernyit heran, melihat sebuah mobil berhenti di depan rumah mereka. Begitu pintu mobil terbuka, eskpresi wajah keduanya langsung berubah terkejut.

"Ibu..." gumam Zeya lirih saat melihat sang ibu turun dari mobil dan berjalan ke arahnya.

Zeya membeku di tempatnya berdiri. Ia tak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Semuanya terasa campur aduk melebur menjadi satu dalam hatinya.

Melihat putrinya hanya terpaku diam, Bu Safira segera mempercepat langkahnya menghampiri, merentangkan kedua tangan, lalu memeluk sosok yang dirindukan itu dengan erat seolah tak ingin melepaskan.

"Sayang...ibu datang, Nak..."

1
Aditya hp/ bunda Lia
rapat dadakan 😁
Nar Sih
jgn kepede an dulu juragan ,jgn anggap remeh daniel dan zheya yg ada kmu yg kalah🤣
Patrick Khan
kyk nya mw rundingan😁😁
Aditya hp/ bunda Lia
perasaan cuuinttaaaaa ..... itu namanya Zeyaaa kasih tau Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣,
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ini mama Mia yang di sebelah yah ... Mak Mia 🤭🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kisah daniel zeya itu novel pertama ibu, di akun mentarisenja, cari aja dah ada kok judulnya mencintaimu tak perlu alasan, bahkan kisah anak mereka juga sudah ada. 🤭
total 7 replies
Patrick Khan
serbuuuuuuu🔨🔨🔨🔨🔨ini q bawah senjata😁
Aditya hp/ bunda Lia: siap perang kita 😂😂😂
total 5 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kebalik paaaakkk kamu yang siap2 belum tau ajah kau itu siapa Daniel dan zeya ... kamu salah pilih lawan ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Bu Yuni kompor meleduk....kalau iri bilang bu😂🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kak, Es, pernah lihat sinetton tukang ojek pengkolan gak? nah seperti itulah karakter bu yuni dlm bayangan ibu🤭🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya maraton 😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 3 replies
Nar Sih
lega kan hti mu maura klau sdh minta maaf dan di terima ,tinggal perbaiki diri dan hti mu biar jauh dri sifat yg gk trrpuji lgi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Patrick Khan
ahh muara tobat ni ye🤣🤣🤣
Patrick Khan: 😁😁😁😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Patrick Khan
terkejut kan zeya
.emaknya datang😁
Esther
kalau akur gini kan enak,gak ada rasa iri.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu ya zhe
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
semoga dgn ada nya zheya dan daniel di desa tersebut bisa membwa perubahan yg lbh maju
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Nar Sih
👍👍maura kmu sdh berani bersikap legowo minta maaf semoga dgn saling memaaf kan bisa membawa hidup lebih damai biar bagai mana pun kmu dan zeya saudara
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
tium atuh Niel udah sah ini tium kening ajah ... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: wkwkwkk ... iya juga yah
total 4 replies
Dew666
Maksut istri tua gimana nih
Dew666: Ooh begitu 😍
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
clear udah
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!