NovelToon NovelToon
Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:957.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: AdindaRa

Zella, mahasiswi baru di Universitas Swasta Indonesia telah membuat Leon, ketua BEM yang tegas dan penuh wibawa jatuh cinta pada pandangan pertama saat OSPEK Mahasiswa.

Tidak hanya itu, Levi, seorang dosen jutek, galak, dan tidak banyak bicara yang juga putra pemilik Universitas tersebut juga ternyata diam-diam menaruh hati pada Zella.

Zella yang belum menginginkan untuk berpacaran harus terus menerus mendapatkan teror dari mahasiswi yang mengidolakan Leon dan Levi.

Leon dan Levi pun terus berjuang dengan cara mereka masing-masing untuk mendapatkan hati Zella.

Siapakah diantara mereka berdua yang mampu memenangkan hati Zella?

Adakah Leon atau bahkan Levi yang memenangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16

Zella bergegas mengambil tugas dari Levi dan kembali ke kampus. Ia pun berjalan dengan cepat ke ruangan Levi dan mengetuk pintu sambil menarik nafasnya pelan.

"Masuk!" perintah Levi dan Zella langsung masuk menyodorkan hasil kerjanya.

"Maaf pak, saya terlambat."

"Saya tidak suka dengan mahasiswi yang tidak disiplin dan suka membuat onar di kampus."

"Maksud bapak?" tanya Zella yang tidak paham ucapan Levi.

"Laporan tentang kejadian di parkir, silahkan kamu jelaskan dengan ketua dekan nanti." jelas Levi mengecek hasil pekerjaan Zella.

"Saya tidak yakin kamu mengerjakan sendiri dengan waktu yang sangat singkat." ucap Levi.

"Saya dibantu Kak Leon, pak." jawab Zella jujur.

Levi mulai panas saat Zella menyebut nama Lein di hadapannya. "Kenapa?" hardik Levi. "Kamu gak mampu kerjakan sendiri?" tanya Levi.

"Bukan begitu pak," belum selesai Zella mengungkapkan alasannya, Levi langsung menggebrak mejanya.

"Begitu caramu saat mendapatkan tugas dari dosen? Apa memang hanya berkencan yang ada difikiranmu?" Levi bertanya membabi buta hingga membuat Zella menghela nafasnya pelan.

"Lalu sekarang mau bapak gimana?" tanya Zella makin yang makin berani menghadapi Levi.

Levi mengeluarkan setumpuk berkas dan meletakkan di atas meja. "Dihukum menyelesaikan ini di ruanganku setiap jam kosong." ucap Levi sambil menunjuk berkas yang baru ia letakkan.

Zella menggelengkan kepalanya melihat berkas yang dimaksud Levi. "Saya mohon anda jangan gila pak." ucap Zella dan tiba-tiba bu Karenina masuk ke salam ruangan Levi.

"Loh, Zella. Sedang apa di sini?" tanya mama Silla.

"Sedang dihukum, bu." jawab Zella sambil sedikit membungkukkan badannya.

"Zella salah apa?" tanya bu Karen pada putranya.

"Emmmh, Zella kamu bisa meninggalkan ruangan saya." pinta Levi dan Zella langsung undur diri.

Setelah Zella keluar dari ruangan, Levi menjelaskan keterlambatan Zella dalam mengumpulkan tugas dan tidak mengerjakannya sendiri.

"Apa semua mahasiswa mendapat tugas seperti Zella?" tanya bu Karen.

"Tentu saja tidak." jawab Levi.

"Apa putra mama sedang berlaku tidak adil dengan salah satu mahasiswanya?" selidik bu Karen.

Levi diam tidak menjawab memikirkan pertanyaan mamanya. "Tapi ma, aku hanya . . ." jawab Levi terputus.

"Apa kamu mencintai Zella?" tanya bu Karen lagi seperti menginterogasi.

"Ayolah maaa. Dia hanya mahasiswiku." jawab Levi. "Aku harus mengajar lagi di kelas lain. Permisi, ma." Levi meninggalkan ruangannya.

Bu Karenina hanya menggeleng melihat tingkah putranya.

***

Zella menyusul sahabatnya ke kantin kampus, dari kejauhan ia melihat Winda duduk bersama Nay dan Silla.

"Hai Zell," sapa Winda dan Zella hanya menjawab dengan deheman.

"Aku satu kelas dengan Leon." jelas Winda. "Dia lelaki yang ada dalam foto bersamamu, bukan?" tanya Winda dan Zella hanya mengangguk menyantap sarapannya yang terlambat.

"Sepertinya aku lebih menyukainya daripada cowok yang kemarin." ucap Winda santai.

"Tapi, Leon dengan terang-terangan menyukai Zella." ucap Nay.

"Iya, dari OSPEK hari pertama sampe sekarang masih ngejar Zella terus." Silla menambahkan.

"Oh yaaa?" tanya Winda sedikit tidak percaya.

"Kalo mau PDKT ama kak Leon silahkan aja. I don't care." ucap Zella.

Winda pun mengangguk setuju dan meninggalkan kantin. Baru saja winda pergi, Carina datang lagi dan mulai buat masalah dengan Zella.

"Masalah kita belum selesai, ya!" hardik Carina menarik rambut Zella.

Zella yang merasa kesakitan langsung mengambil jusnya dan menyiram ke arah Carina. Byuurrrr!!! Seketika baju Carina penuh dengan siraman jus dari Zella.

"****," umpat Carina langsung melepaskan tangannya dari rambut Zella. "Berani kamu ya!" ancam Carina mengibaskan bajunya yang basah.

Zella langsung berdiri menantang Carina. "Berani aja. Kenapa juga harus takut sama ondel-ondel macam begini." ucap Zella lantang dan seluruh mahasiswa yang di kantin mentertawakan Carina.

"Awas ya. Aku pastikan kamu bakal nyesel seumur hidup." gertak Carina dan pergi meninggalkan kantin bersama temannya.

Zella tidak menggubris ocehan Carina dan bersiap mengikuti jam kuliah selanjutnya.

"Hebat kamu Zell. Salut banget loh aku sama kamu." puji Silla.

"Iya kereeeen bangeeeet. Tapi kamu beneran gak takut ancaman Carina?" tanya Nay.

"Buat apa takut. Kita lihat aja siapa yang bakal nyesel nantinya." jawab Zella dan mereka bertiga menuju ke kelas.

Carina langsung ke kamar mandi membersihkan bajunya ditemani Luna. "Rin, kayaknya Zella bukan tandingan kamu deh." ucap Luna yang sedikit kasihan melihat Carina.

"Kamu belain dia?!" sarkas Carina kesal.

"Bukan gituuh. Kamu gak takut kalah pamor ntar?" tanya Luna. "Tadi aja yang di kantin pada ketawa semua."

"Udah diem aja. Kamu lihat aja ntar siapa yang akan kalah." ucap Carina kesal.

Setelah mengganti bajunya, Carina berniat mengadukan perbuatan Zella. Ia pun menemui Leon yang sedang mengecek proposal baksos di kantor BEM.

"Leon," panggil Carina yang masuk tanpa mengetuk pintu.

"Nah, pas banget kamu dateng Rin." ucapan Leon membuat Carina berbunga-bunga karena merasa dinantikan Leon.

"Kamu bikin proposal gimana sih. Banyak banget yang harus diperbaiki." Kritik Leon. "Siang ini harus udah diserahkan ke Pak Levi. Kamu perbaiki dulu ya." ucap Leon menyerahkan proposal yang dipegang.

"Tapi Leon, aku mau ngomongin sesuatu." ucap Carina menahan Leon pergi.

"Ntar aja ya Rin, aku harus ngecek kerjaan divisi lainnya." Leon langsung pergi meninggalkan Carina.

"Aaarrrrgggghhhh, ngeselin banget siiiiih." gerutu Carina dan langsung memperbaiki proposal baksos.

"Rin, aku tinggal dulu yaaa. Mau ketemu pak Levi minta jadwal kuliah terbaru." ucap Luna.

"Iya deh." jawab Carina malas. Luna langsung pergi meninggalkan Carina dan menuju ke ruangan Levi. Luna menunggu di luar ruangan karena Levi masih mengajar.

"Pak Levi, saya perwakilan dari kelas M-5 untuk membahas jadwal bersama bapak." ucap Luna saat Levi sampai di depan ruangannya.

"Baik, masuklah. Saya juga sedang memanggil mahasiswa untuk segera ke ruangan saya." ucap Levi.

Luna dengan senang hati masuk ke dalam ruangan Levi. Ia tidak menyangka dapat masuk dalam ruangan dosen yang ia dambakan selama ini. "Ini jadwal kuliah kelas kami pak." Luna menyerahkan beberapa lembar kertas pada Levi.

Levi pun mengecek satu per satu dan menyamakan dengan jadwalnya. "Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Luna.

"Tidak perlu, saya sudah meminta mahasiswa lain membantu saya." jawab Levi.

Tak lama kemudian Zella mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Levi. "Pak Levi panggil saya?" tanya Zella.

Luna berbalik melihat siapa yang datang. "Zella." gumam Luna. "Buat apa dia kemari?" tanya Luna merasa terganggu.

"Saya memanggilnya untuk membantu mengubah jadwal kuliah di kelas kamu." jawab Levi.

"Tapi kan pak, saya juga bisa membantu bapak." sanggah Luna kesal.

Zella yang terjebak dengan situasi tersebut akhirnya ikut angkat suara. "Dia bisa bantu bapak kan? jadi saya kembali ke kelas aja pak." ucap Zella hendak berbalik badan.

"Jangan pergi!" ucap Levi mendekati Zella dan mengajaknya duduk disofa. Ia pun menjelaskan apa yang harus Zella lakukan.

Luna menatapnya kesal merasa diacuhkan oleh Levi. "Ternyata anak ini bukan hanya saingan Carina, tetapi sainganku juga." batin Luna. Ia merasa sangat cemburu melihat kedekatan Zella dengan Levi.

"Kamu silahkan keluar dari ruangan saya. Nanti hasilnya akan saya umumkan di grup kelas." perintah Levi. Dengan malas, Luna meninggalkan ruangan Levi dan langsung menuju ke ruang BEM.

"Aku akan membantu Carina untuk membuat cewek si*lan itu jera." ucap Luna dalam hati.

1
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
janah bibah
Biasa
Indah Setyorini
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Waaahh outhor Nakal ya ngeprank semua para Riders,Bikin aku sempat kecewa td sama outhor 🙏🏻🙏🏻😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Silla kalo sampai menikah dgn Dion..
Qaisaa Nazarudin
Loh kok Silla malah segitu aja berjuang demi Leon..Kecewa deh aku..🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Loh kok gitu sih??Leon dn Dion kan sama2 Anaknya,Tetap juga akan jadi menantu nya papa Leon kan..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Om Bayu nikah juga, Sama Naya lagi, Sahabat jadi sodara ya Silla 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Pasti yg ke 4 itu Levi kan,,Kan 60 itu Siswa dan juga termasuk Dosen nya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leon suka sama Silla ya?? Kapan Silla putus sama Reza??
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Leon apa Levi sih?? Kan Leon masih dikamar, pingsan tuh dia..
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Zella, hal kapok2 nya baikin musuh..
Qaisaa Nazarudin
Heran aku makin lama makin menampakkan kebodohan Zella, Sekarang dia malah mengumpulkan musuh2 nya dlm satu tim,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkw Rasain tuh, Senjata makan tuan 👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Greget aku sama Levi,masih sok jual mahal aja, bikin Zella cuekin Levi thor dan jaga jarak dgn Levi,Biar levi kelimpungan..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Green dan keluarganya terlalu lembut dgn Winda, Walaupun udah nikah lain tapi itu tetap papa kandungnya, Winda tanggungjawab nya, Green cuman papa tiri, Sekarang udah cerai dgn Maya, Jadi Winda bukan siapa2 lagi dgn keluarga Green,,Hadeeuuh jangan sampai nyesel nanti saat Winda bertindak,,
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Winda dibiarin bebas?? Winda juga gak benar tuh,udah mamanya di tangkap,pasti dia akan balas dendam mamanya..
Qaisaa Nazarudin
Bodoh aja kalo Green takut dgn ancaman Maya,Kalo aku langsung jeblos dia ke penjara..
AdindaRa: makasih banyak dukungannya kaak. aku sendiri sampai lupa sama ceritanya 😘
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
BODOH memberikannya pilihan adalah pilihan yg salah, kalo Maya milih cerai dan pergi jauh, Dia tetap akan bisa menghancurkan kalian Green 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!