NovelToon NovelToon
PUTRI ULAR YANG TERBUANG

PUTRI ULAR YANG TERBUANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:172.5k
Nilai: 5
Nama Author: akos

Kisah seorang anak yang di buang oleh keluarganya karena memiliki sisik hitam memenuhi sekujur tubuhnya.

Ya, Kania anak itu. Anak yang membuat orang akan takut melihatnya. Akankah dia bahagia atau terpuruk di kehidupan ini. ikuti kisahnya sampai tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. MAHLUK DALAM TUBUH ARNOLD.

"Kamu menghadap ke ruanganku, setelah membereskan semua ini," Arnold menatap kearah Kania sesaat lalu melangkah menuju keruanganya.

"Terbebas dari Tuan Riko dan Lidia kini dapat masalah lagi dari Pak Arnold, kasihan sekali nasibmu Kania," Vera mengejeki Kania dan merlalu kearah Toilet.

"Ini semua karena ulahmu Vera, Aku akan membuat perhitungan denganmu sesat lagi," mata Kania memerah menatap kepergian Vera.

Vera segera masuk kedalam toilet sembari bernyanyi. Hatinya begitu puas telah mengerjai Kania.

Belum juga perempuan seksi itu memutar kerang dalam toliet, tiba-tiba seekor ular Raksasa muncul di hadapanya hingga membuat perempuan itu melotot, jantungnya seakan berhenti berdetak.

"Ular........tolong.....," Vera mencoba bembuka pintu tapi sayang sepertinya pintu tersebut terkunci rapat.

"Aku mohon buka pintunya.....tolong," Vera terus memutar knop pintu sambil berteriak sekencang-kencangnya agar orang-orang diluar sana menolongnya.

"Jika kamu terus berbuat jahat maka Aku akan terus menghantuimu," kini tubuh ular raksasa itu sudah bergelantungan diatas Vera dengan wajah mereka saling berhadapan.

"Tolong, yang ada di luar buka pintunya...," Vera semakin berteriak hingga suaranya sudah terdengar serak.

Mendengar teriakan Vera, beberapa karyawan restoran datang.

"Siapa di dalam?," ucap seorang pria dari luar kamar toilet.

"Aku Vera, cepat buka pintunya ada ular raksasa disini,". Vera yang kini mulai menangis.

Mendengar sudah ada orang di luar, ular raksasa itu pun menghilang membentuk sebuah gumpalan asap putih dan lenyap melalui pentilasi udara.

Butuh perjuangan yang cukup panjang hingga akhirnya pintu toilet pun terbuka. Vera keluar dari dalam sana dengan keringat sudah membasahi sekujur tubuhnya di tambah lagi air pipis sudah membasahi roknya dan mengalir keatas lantai.

"Hi joroknya," ucap salah seorang karyawan menatap rok Vera yang basah.

"Mana ular raksasa yang Ibu bilang tadi?," seorang Karyawan pria masuk dan memeriksa seluruh penjuru ruangan toilet.

"Dia sudah menghilang, tadi Dia berubah jadi asap dan keluar memalui pentilasi udara,".

"Ibu ini bercandanya jangan ketulungan dong, mana ada ulur berubah jadi asap, ini dunia nyata bukan dunia novel,".

"Terserah kalian mau percaya atau tidak," Vera meninggalkan tempat itu.

"Huu.......," teriak para karyawan.

Sementara itu, Kania menuju keruangan Arnold, gadis belia itu tampak berdiri di depan pintu dengan raut wajah sedikit panik.

"Assalamualaikum," ketuk Kania pada daun pintu sembari mengucapkan salam.

"Waalaikumsalam, silahkan masuk," balas Arnold dari dalam ruanganya.

Setelah di persilakan masuk oleh sang empunya, Kania pun memutar knop pintu dan sedikit mendorongnya.

Kania melangkah mendekat kearah Arnold dan sedikit menundukkan kepalanya.

"Duduklah," perintah Arnold.

Kania pun segera duduk.

"Kamu tahu kenapa Aku memanggilmu kemari?,"

"Saya tahu Pak, terserah Bapak mau beri hukuman apa padaku,".

"Aku tahu itu bukan sepenuhnya salahmu, Aku sudah melihat kejadian sebenarnya di CCTV, Vera sengajah menyandung kakimu hingga kamu hampir terjatuh dan menumpahkan minuman di baju Lidia,".

"Saya juga teledor dan tidak hati-hati dalam mengemban tugas, Saya akan memperbaiki kesalahanku jika Saya masih di beri kesempatan bekerja di restoran ini,".

"Aku tidak akan memecat apa lagi memberikan hukuman padamu. Setelah melihat semua data-datamu ternyata kamu ada hubungan dengan kak Baron,".

"Paman Baron tidak ada hubunganya dengan semua ini, jadi tolong jangan sangkut pautkan Beliau dalam hal ini. Saya sudah sangat merepotkan Beliau," Kania sedikit memohon.

"Kak Baron itu iparku, dan alhamarhuma Rahayu itu adalah kakak kandungku,".

"Ternyata Bapak ada hubungan dengan paman Baron, sekali lagi Saya benar-benar minta maaf atas kejadian tadi, kalau sudah tidak ada lagi ke pentingan, Saya bohon diri,".

"Silahkan, bekerjalah yang serius dan jangan mengulangi kesalah untuk kedua kalinya,".

"Baik Pak," Kania berdiri dari tempat duduknya.

Belum juga Kania melangkah tiba-tiba tubuh Arnold bergetar, seluruh tubuhnya mengejang dan membesar.

Salah satu kancing kemejanya terlepas dan terjatuh keatas lantai.

"Bapak kenapa?," Kania begitu panik dan segera mendekati Arnold.

"Cepat pergi dari sini sebelum Aku menyakitimu," Arnold mendorong tubuh kecil Kania hingga mundur beberapa kalangkah.

"Saya tidak akan pergi sebelum Saya melihat Bapak baik-baik saja seperti tadi,"

Mata Arnold mulai menyala dan sebagian tubuhnya sudah di tumbuhi bulu-bulu halus.

"Cepat pergi sebelum Aku memangsamu," Arnold menatap tajam kearah Kania seakan-akan ingin menelanya hidup-hidup.

"Saya tidak akan pergi sebelum keadaan Bapak pulih seperti tadi, titik,".

Mendengar hal itu kembali tubuh Arnold bergetar dan kedua bola matanya semakin membara.

"Jangan salahkan Aku bila Aku menyakitimu," Arnold berkelebat hampir-hampir tidak terlihat oleh mata.

Belum juga Arnold menyentuh tubuh kecil Kania, Kania sudah berubah, separuh ular bersisik emas separuhnya lagi asap putih hingga tangkapan Arnold hampa di udara.

"Siapa Kamu sebenarnya?,".

"Aku Dewi ular, cepat keluar dari tubuh orang itu," ular Kania mengeluarkan lidahnya.

"Enak saja kamu memerintahku, tubuh manusia ini adalah rumahku jadi kamu tidak akan bisa mengusirku dari sini,".

"Baiklah kalau itu maumu, Aku akan dengan senang hati mengusirmu," seluruh tubuh Kania mulai berubah sempurnah menjadi ular raksasa memancarkan kilauan emas.

Ular Kania mengibas-ngibaskas ekornya dan langsung menyerang tubuh kekar Arnold.

Keduanya pun bertarung saling menyerang satu dengan yang lain, hingga akhirnya ular raksasa Kania berhasil melilit tubuh Arnol dan tidak bisa lagi berkutik

"Lepaskan Aku," Arnold meringis menahan sakit.

"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu keluar dari tubuh manusia ini,"

"Kami berdua tidak bisa di pisahkan, jika Aku keluar nyawanya bisa terancam,".

"Apa maksudmu dengan nyawanya bisa terancam, jangan coba-coba menipuku,".

"Terserah kamu mau percaya atau tidak tapi semenjak Arnold ada di dalam kandungan Aku sudah ada di dalam tubuhnya, seperti mustika yang ada pada dirimu,".

"Terus dengan cara apa Aku bisa menenangkanmu agar Dia tidak menyakiti dirinya dan juga menyakiti orang lain,".

"Hanya ada satu cara, tapi Aku tidak yakin gadis kecil sepertimu bisa melakukanya,".

Ular Kania semakin mempererat lilitanya.

"Semakin Kamu melilitku seperti ini, bukan Aku saja yang tersakiti tapi Kami berdua," Ah.....,". kembali Arnold meringis kesakitan.

"Cepat katakan apa yang harus Aku lakukan untuk menenangkan kalian berdua?,".

"Cium Aku, karena dengan cara itulah emosi dalam tubuh kami bisa stabil dan kembali seperti semula,".

"Ah...menciummu, Kamu jangan menipuku, Kamu pasti hanya ingin mencari-cari alasan, bukan?".ular Kania melotot.

"Terserah kamu, lihatlah, tubuh Arnold mulai melemah karena lilitanmu, cepat lakukan sebelum semuanya terlambar,".

Lama ular kania berpikir hingga mau tidak mau Dia harus melakukanya karena tubuh Arnold semakin terpuruk dan mahluk itu tidak kunjung keluar.

"Baiklah tutup matamu,".

Arnold pun pelan-pelan menutup mata.

Dengan secepat kilat ular Kania mencium bibir Arnold dan keduanya langsung terjatuh.

Arnold kembali menjadi seperti semula dan ular Kania juga sudah berubah menjadi gadis kecil yang imut.

"Apa yang sedang Kamu lakukan?," Arnold yang saat itu berada dibawa dan kesadaranya mulai pulih.

"Anu...., tadi Bapak kesurupan jadi Saya mencoba menolong Anda," Kania segera bangun dari tubuh kekar Arnold.

"Kesurupan, Kamu pasti berbohong!, lalu kenapa Kamu melepas kancing kemejaku hingga copot,". Arnold membuka sedikit kemejanya hingga terlihat bulu-bulu lebat di dalam sana.

"Aduh.....bagaimana menjelaskanya, intinya Aku hanya menolong dan Aku rugi besar melakukanya," Kania melap bibirnya menggunakan telapak tanganya.

"Maksud Kamu apa?," tanya Arnold heran.

"Sudalah, Saya permisi dulu nanti juga bapak pasti tahu sendiri," Kania bergegas kearah pintu keluar.

Belum juga Kania membuka pintu tersebut seketika wajahnya memerah tatkalah mendengar suara Arnold.

"Cie...ciuman pertama dengan om-om," Arnold yang kalah itu berusaha menutup mulutnya tapi tetap saja suaranya keluar dari selah-selah jari-jemarinya.

Ternyata mahluk dalam tubuh Arnold mengejeki Kania.

👉 Terus beri like, coment, dan votenya, terima kasih.

1
Puji Yati
ditunggu up terbaru nya kak
Kinan Rosa
itu saudara mu oon
Kinan Rosa
wah ternyata Alexa mempunyai kekuatan jahat to
Kinan Rosa
waduh gawat nih pasti itu si GINA gini

semoga saja tuan Baron bisa dengan cepat menyelesaikan urusan nya
Kinan Rosa
wah pawang Arnold dapat untung dari Kania nie Yee

apakah Arnold jodoh nya Kania 🤔
Kinan Rosa
wah ternyata Riko belum tau aja siapa Kania
dia si Dewi ular 🐍 anak mu bang🤭
Kinan Rosa
sombong Lo
tau gak ya kalau Kania itu anaknya Lidia
Kinan Rosa
oke siap kak
semangat kak
Kinan Rosa
apakah tuan Baron di suruh menikah dengan BI Desi sama mendiang istrinya 🤔
Kinan Rosa
wah Kania hebat 👏👏
sukurin lo nyonya GINA yang sombong
Kinan Rosa
jadi ingat sinetron ikan terbang
Kinan Rosa
semoga saja gak ada yang melihat waktu Kania berubah jadi ular
Kinan Rosa
Kania sayang sama tuan Baron sebab Kania masih ada hubungan darah dengan tuan Baron
Kinan Rosa
wah ternyata Kania adalah cucunya paman nya pak Baron ya
wah bisa seru ini cerita nya
Kinan Rosa
wah ternyata Kania bukan bayi sembarangan ya
semoga Kania dan bi Desi selalu di lindungi oleh ular raksasa itu
Kinan Rosa
semoga saja si Nora ketahuan oleh BI desi
Kinan Rosa
kayak nya ceritanya penuh misteri deh
aku lanjut aja ah .... semoga tambah seru
Kinan Rosa
wah siapa lagi itu si Baron dan Nora
Kinan Rosa
semoga saja vi Desi mau merawat nya
kasian bayi itu dia juga tidak mau keluar dengan kulit yang seperti itu
Aslinda Linda
ceritanya sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!