NovelToon NovelToon
SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Pengganti / CEO / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Aku cuma mau jadi beban keluarga CEO, kenapa malah dikasih beban nyawa Mafia?!"
Velin mengira transmigrasi ke tubuh istri pengganti dalam drama CEO klise adalah tiket liburannya dari dunia korporat. Tugasnya mudah: diabaikan suami, dihina pelakor, lalu mati konyol.
Tapi Velin menolak alur! Saat ia sedang asyik berendam mawar untuk merayakan kebebasannya, plafon kamar mandinya jebol.
Bukannya suami yang datang minta maaf, justru seorang pria asing bersimbah darah jatuh tepat di hadapannya. Kieran Marva D’Arcy—Ketua Mafia kejam yang seharusnya tidak ada dalam naskah ini.
Satu pria ingin membuangnya, satu pria lagi mengancam akan menembaknya.
Saat alur drama sudah "Salah Server", apakah Velin akan tetap mengikuti naskah, atau justru menulis takdir baru bersama sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Strategi "Mantan" dan Pengawal Posesif

Velin berdiri di depan cermin besar, merapikan gaun hitamnya yang elegan namun praktis untuk bergerak. Di belakangnya, seorang pengawal dengan setelan jas hitam, kacamata hitam, dan topi yang ditarik rendah sedang berdiri kaku sambil memeriksa earpiece-nya.

"Tuan Kieran... kalau kamu terus-terusan berdiri begitu, Mas Adriano bakal curiga. Kamu itu pengawal, bukan patung selamat datang di mal," tegur Velin.

Kieran, yang menyamar menjadi pengawal pribadi Velin, mendengus. "Aku tidak suka rencana ini. Kenapa harus kau yang bicara padanya? Aku bisa saja mengirim Jaxon untuk mematahkan kakinya lagi agar dia tidak bisa bekerja sama dengan Lorenzo."

"Ih, galak banget! Dengar ya, Tuan Mafia," Velin berbalik dan merapikan kerah jas Kieran. "Mas Adriano itu tipe pria yang egonya setinggi langit tapi hatinya selembut tahu. Kalau kamu yang datang, dia bakal makin benci. Kalau aku yang datang, dia bakal luluh. Ini namanya taktik soft power!"

Batin Velin:

Duh, gusti... hidupku kenapa jadi gado-gado begini sih? Dulu pas baru masuk ke tubuh Aveline, kupikir ini cuma drama CEO standar. Paling mentok masalahnya pelakor kayak Mirabella, mertua jahat, atau rebutan saham. Eh, kok sekarang malah nambah genre jadi 'Mafia Wars'?

Udah gitu, suamiku sekarang levelnya bukan lagi bos kantoran yang hobi pecat orang, tapi Bos Mafia yang hobi bikin orang hilang dari peta bumi! Mana ada adegan pengawal-pengawalan begini. Ini kalau ditulis jadi novel, judulnya pasti: 'Terjebak Cinta Dua Sultan: Satunya Kikir, Satunya Tukang Tembak'. Pusing pala Barbie!

...****************...

Di Restoran Bintang Lima...

Adriano duduk di meja pojok, tampak gelisah. Begitu melihat Velin masuk, wajahnya langsung berbinar. Ia tidak menyadari bahwa pengawal yang berjalan di belakang Velin dengan aura sangat mengintimidasi itu adalah Kieran.

"Velin! Kau datang..." Adriano berdiri, hendak meraih tangan Velin, namun si 'pengawal' di belakang Velin berdehem sangat keras hingga Adriano tersentak.

"Duduk, Mas," ujar Velin tenang. "Aku ke sini bukan mau CLBK ya. Aku cuma mau tanya, apa kamu sadar siapa Lorenzo Vane?"

Adriano menatap Velin dengan mata yang mendadak melunak. Di matanya, kedatangan Velin ini adalah bukti bahwa mantan istrinya masih sangat peduli padanya. Velin nekat keluar dari istana D'Arcy demi aku? Dia pasti masih mencintaiku! pikir Adriano dengan rasa percaya diri yang salah alamat.

"Velin, aku tahu kau khawatir padaku. Lorenzo memberiku dana, dia ingin membantuku menjatuhkan Kieran agar kita bisa bersama lagi," ujar Adriano penuh harap. "Kembalilah padaku. Lihat, aku sekarang punya kekuatan lebih besar dari sebelumnya."

Velin hampir saja tersedak air liurnya sendiri. "Kekuatan apa? Kekuatan dari pinjol kelas internasional? Mas, Lorenzo itu cuma manfaatin kamu! Dia mau cincin ini, dan setelah dia dapet, kamu bakal dibuang ke laut!"

"Tidak, dia berjanji—"

"Mas Adriano, dengerin aku ya!" potong Velin gemas. "Aku ke sini karena aku nggak mau kamu mati sia-sia jadi pion orang jahat. Aku masih ingat kamu itu orang yang pernah memberiku tumpangan hidup, meskipun dulu kamu kikirnya minta ampun. Berhenti kerja sama dengan Lorenzo sebelum klan D'Arcy bener-bener meratakan gedung kantor kamu!"

Adriano malah tersenyum haru, ia mencoba meraih tangan Velin lagi. "Kau bahkan ingat kebaikan kecilku dulu... Kau benar-benar wanita yang tulus, Velin. Kieran tidak pantas untukmu. Dia pasti mengancammu agar kau bicara begini, kan? Jangan takut, aku akan melindungimu."

Di belakang Velin, tangan Kieran sudah mengepal kuat di balik jasnya. Giginya bergemeletuk menahan emosi.

"Mas, kamu beneran sudah bucin tingkat akut ya?" Velin memijat keningnya. "Denger ya, pengawal di belakangku ini..." Velin melirik Kieran yang matanya sudah menyala-nyala di balik kacamata hitam. "...dia ini kalau marah bisa bikin satu kota mati lampu. Jadi tolong, jangan bikin dia tambah emosi."

"Aku tidak takut pada pengawalmu!" tantang Adriano, menatap 'pengawal' itu dengan angkuh. "Hei kau, sampaikan pada bosmu, aku akan mengambil kembali milikku!"

Kieran perlahan membuka kacamatanya, menatap Adriano dengan tatapan predator yang membuat Adriano mendadak merasa udara di restoran itu menghilang.

"Oh ya?" suara Kieran rendah dan bergetar. "Coba saja kalau kau punya nyawa cadangan, Mally."

Adriano mematung. Wajahnya memucat seketika saat menyadari siapa pria di balik setelan pengawal itu. "Ki... Kieran?!"

"Waktumu habis, Mas," Velin berdiri, merasa misinya gagal karena Adriano terlalu halu. "Aku sudah peringatkan. Jangan sampai penyesalanmu nanti nggak cukup dibayar pakai uang triliunan itu."

Kieran menarik pinggang Velin dengan posesif, mendekatkan wajahnya pada Adriano yang masih syok. "Lain kali kau mencoba menyentuh tangannya, aku akan memastikan Lorenzo Vane kehilangan boneka kesayangannya."

Saat mereka berjalan keluar, Velin menghela napas panjang. "Tuh kan, Tuan Kieran! Aku bilang juga apa, dia itu halu parah! Dia pikir aku ke sana karena masih cinta!"

Kieran tidak menjawab, ia langsung menggendong Velin masuk ke dalam mobil dan mengunci pintunya. "Setelah ini, kau dilarang menemui mantanmu itu tanpa aku merantai tanganmu ke tanganku."

Velin tertawa kecil sambil mencubit hidung Kieran. "Cemburu ya? Padahal tadi aku cuma akting jadi 'mantan yang bijak' loh!"

Kieran mengecup bibir Velin dengan gemas. "Taktik soft power-mu itu hampir membuatku meledakkan restoran itu, Nyonya D'Arcy."

...****************...

1
awesome moment
ti kn...hamidun yg super absurd
awesome moment
velin mmg super absurd
awesome moment
bikin genre kocak bgini lg dunk
Ariska Kamisa: baik, ditunggu aja ya kak,
terimakasih kak, 🙏🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
kocak mmg tu aveline
awesome moment
cerita sekocak n koq minim pembaca😭😭😭syedih q tu
awesome moment
omelet penuh cinta
awesome moment
adriano rugi besar
awesome moment
ngabrut
awesome moment
whoah...jodoh velin n
awesome moment
😄😄😄👍😄😄👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ngeluh mulu si velin ampun...
aditya rian
busett
aditya rian
telat Adriano kalah kaya habisnya/Applaud/
aditya rian
sumpah... kadang isi otak velin ini absurd ditambah bibi Amora nya yang sama /Scream/
Ariska Kamisa
siap kak..
terimakasih 🙏🙏🙏
Mifta Nurjanah
lanjut
Rin Jarin
lanjutkan
Lola Maulia
😊😊😊😊
Mifta Nurjanah
cieee ciuman
Mifta Nurjanah
wkwk cincin pindah ke lu ven
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!