NovelToon NovelToon
Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:69.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Karakter sesuai judul, jadi jangan di judge lagi ya Readers ...


Marissa, 19 tahun. Gadis berwajah cantik dengan tubuh yang seksi dan nyaris sempurna.

Ia tergila-gila pada seorang duda berusia 39 tahun, Marcello Alexander. Seorang Owner sekaligus CEO dari Antariksa Group, perusahaan besar yang bergerak dalam bidang Otomotif.

Namun, sayangnya kisah cinta Marissa harus pupus tatkala ia mengetahui bahwa Marcello adalah seseorang yang pernah menjadi bagian dari dirinya.

Penasaran gak sih? Yukk ... ikuti cerita cinta mereka 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Marcello berlari kecil sembari membawa tubuh Marissa kedalam kamar Gadis itu. Perlahan ia meletakkan tubuh Marissa keatas tempat tidur. Marissa masih terpana, bahkan tangannya pun masih melingkar di leher lelaki itu.

"Cha," panggil Marcello karena Marissa tidak juga melepaskan dirinya.

"Ah, iya! Maafkan Icha, Dad."

Marcello berjongkok disamping tempat tidur Marissa dan meraih tangan Gadis itu. Ia memperhatikan tangan Marissa yang terluka dengan seksama. Marcello semakin panik tatkala ia menemukan serpihan beling yang masih tertancap di telapak tangannya.

"Joe! Joe! Mana Dokternya! Lama sekali!!!" teriak Marcello dengan wajah yang semakin panik. Ia berjalan cepat menuju pintu kamar Marissa, mencoba mencari keberadaan Asistennya, Joe.

Dengan terburu-buru, Joe menuju kamar Marissa dan segera menemui Big Bossnya. "Dokternya masih di perjalanan, Tuan. Sebentar lagi dia akan tiba," ucap Joe.

"Apa? Masih di perjalanan?!" kesal Marcello. Joe tidak berani menjawab lagi. Ia hanya diam sembari menundukkan kepalanya menatap lantai.

"Sudahlah, Dad! Aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil!" sela Marissa.

Marcello menoleh kepada Marissa, "Luka kecil katamu?!"

Marcello kembali menghampiri Marissa kemudian melepaskan kemejanya dan membalutkan kemeja itu ke luka Marissa.

"Ja ... jangan!" Marissa mencegah Marcello untuk tidak mengorbankan kemejanya.

Namun, Marissa terlambat. Kemeja mahal itu sudah menjadi pembalut luka di tangannya.

"Sebenarnya apa yang kamu lakukan, Marissa? Hingga gelas itu sampai pecah dan mengenai tanganmu seperti ini," tanya Marcello sembari menatap wajah cantik Marissa.

Marissa terdiam sejenak. Tidak mungkin dia mengakui bahwa dia baru saja mengintip kemesraan Daddynya bersama Sarrah. Dan tidak mungkin pula Marissa mengakui bahwa ia tengah terbakar rasa cemburu, hingga menyebabkan gelas itu pecah di tangannya. Bisa-bisa Marcello dan Sarrah akan menertawakan dirinya.

"Entahlah, aku tidak tahu bagaimana gelas itu tiba-tiba pecah begitu saja di tanganku," sahut Marissa.

Marcello menggelengkan kepalanya. Ia menoleh kepada Joe yang masih setia berdiri di belakangnya. "Joe, coba cek peralatan makan di dapur. Siapa tahu masih banyak peralatan makan yang sudah tidak layak pakai. Segera ganti yang baru, aku tidak ingin kejadian ini terjadi lagi," perintah Marcello.

"Baik, Tuan," sahut Joe

Tepat disaat itu, Dokter yang dipanggil oleh Joe pun tiba. Dokter itu adalah Dokter pribadi keluarga Marcello, yang selalu setia kepada keluarga besar Marcello sejak dulu.

"Dok, cepat obati Anakku, dia terluka dan masih ada pecahan gelas yang tertancap di telapak tangannya," ucap Marcello.

Dokter itu terdiam sejenak sembari memperhatikan Gadis cantik yang sedang berbaring diatas tempat tidur mewahnya. Dokter itu bingung, selama ia bekerja bersama keluarga besar Tuan Marcello, ia tidak pernah melihat Gadis itu sekalipun. Dan sekarang Marcello malah menyebutnya dengan sebutan 'Anak'.

"Cepat, Dok! Kenapa diam saja! Apa kamu ingin anakku pingsan karena kehabisan darah?!" kesal Marcello karena Dokter itu hanya diam sambil menatap Marissa yang berbaring diatas tempat tidurnya.

Marissa dan Joe sontak terkekeh mendengar ucapan Marcello yang terdengar begitu dilebih-lebihkan. Begitupula Dokter itu, ia terlihat mengulum senyum sambil menatap Marissa.

Dokter itu segera menghampiri Marissa dan menyingkirkan kemeja yang membalut lukanya. Dengan sangat hati-hati Dokter itu membersihkan kemudian mengobati luka Gadis itu. Tidak berselang lama, Dokter itupun selesai melakukan tugasnya. Ia menghampiri Marcello sembari tersenyum hangat.

"Tidak usah khawatir, Tuan. Anak gadis Anda baik-baik saja," ucap Dokter itu sambil terkekeh pelan.

"Kamu menertawakan aku, ya?!" kesal Marcello setelah melihat Dokter itu terkekeh.

"Tentu saja tidak, Tuan. Mana berani saya menertawakan Anda," sahut Dokter itu.

"Ya, sudah! Terima kasih banyak."

"Kalau begitu, saya permisi dulu, Tuan. Selamat sore."

Joe mengantarkan Dokter itu hingga ke halaman depan Mansion. Dan kini tinggal Marcello dan Marissa yang berada didalam kamar itu. Marcello kembali menghampiri Marissa kemudian duduk disamping gadis itu. Lelaki itu tersenyum sembari mengelus lembut pipi Marissa.

"Cha, Daddy benar-benar menyayangimu. Daddy tidak ingin hal seperti ini terulang lagi, kamu mengerti 'kan, Cha?!"

Marissa pun menganggukkan kepalanya dengan perlahan. Entah mengapa Marissa sangat bahagia ketika Marcello bersikap seperti itu padanya.

"Ada apa denganku? Apakah benar rasa ini adalah perasaan sayangnya seorang anak kepada Ayahnya?! Tapi, aku rasa bukan ... patutkah aku jatuh cinta pada Daddy ku sendiri?!" batin Marissa.

Sementara itu,

Sarrah benar-benar kesal. ia melemparkan barang-barang yang tersusun rapi diatas meja kerja Marcello ke lantai.

"Dasar gadis sialan! Mengapa harus ada dia diantara aku dan Marcello! Ini tidak bisa dibiarkan, Gadis itu harus secepatnya disingkirkan!" gerutu Sarrah.

"Aku ragu jika Marissa adalah anak kandung Marcello. Apa jangan-jangan dia hanya anak angkatnya saja?! Bagaimana jika itu benar? Itu Artinya, Marissa bisa saja merebut Marcello dariku!" gumam Sarrah sambil berpikir keras.

...***...

1
vincuu
thor kalau bisa maharnya jangan ada pakai kata seperangkat alat sholat karena itu berat kalau tidak di jalankan dengan benar. kalau sholatnya bolong" maka dosa 2 kali lipat
Rustan Sinaga
bawa pasukan Dylan, jgn gegabah menghadapi si Kenneth
Rustan Sinaga
sptnya Dylan ada rencana terselubung ya
Rustan Sinaga
satukan Dian dan Riyadh thor, buat mereka bahagia
Rustan Sinaga
jangan buat Dian celaka thor
Rustan Sinaga
jangan² Zaidpun bukan anak Riyadh
Rustan Sinaga
sll lupa komen, saking pengen cepet buka bsn baru
Rustan Sinaga
tunjukkan status Marisa yg sesungguhnya thor, biar si Sarah gigit jari
safrah ricky
Luar biasa
Mariana Frutty
16/06/1977
Luar biasa
aryuu
rameee
Yusi Maulanaa
Luar biasa
Nani Maulani
mau dong obat nya marisa/Ok/
bee
Lumayan
bee
Luar biasa
Capricorn 🦄
k
egata_syla
Luar biasa
LaLa Pho
ada yang kembar 6 kok
si pembaca
saking banyak nya sampai lupa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!