NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Noorinor

Lydia tidak pernah menyangka, setelah dipecat dan membatalkan petunangan, ia dicintai ugal-ugalan oleh keponakan mantan bosnya.

Rico Arion Wijaya, keturunan dari dua keluarga kaya, yang mencintainya dengan cara istimewa.

Apakah mereka akan bersama, atau berpisah karena status di antara mereka? ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noorinor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Lydia terbaring di atas aspal dengan darah yang menggenang di sekitar kepalanya. Satu tangannya memegang erat paper bag berisi jam tangan Rolex yang seharusnya ia berikan pada Arion di hari wisudanya hari ini.

Namun, sebelum sempat memberikan jam tangan itu, kejadian naas menimpanya. Saat hendak menyeberang jalan ke tempat wisuda Arion, tiba-tiba saja sebuah mobil menabraknya hingga tubuhnya terpental dan terbaring di aspal seperti itu.

"Kenapa mata gue berat banget?" batinnya sambil berusaha tetap membuka kedua matanya.

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk tidur. Ada hal penting yang harus Lydia lakukan. Arion menunggunya, dan mungkin laki-laki itu sedang mencarinya. Lydia tidak ingin membuatnya kecewa karena tidak menghadiri acara wisudanya.

"Cepat, hubungi ambulans dan kantor polisi! Ada korban tabrak lari di sini!"

Suara itu terdengar, namun Lydia sama sekali tidak bisa melihat orang yang berbicara. Matanya kabur, seakan memaksa untuk tertutup. Padahal ia sudah berusaha keras agar matanya tetap terbuka.

"Tidak… tolong hubungi dulu Arion. Tolong sampaikan maaf karena aku tidak bisa datang ke wisudanya," Lydia ingin meneriakkan itu, tapi mulutnya seakan terkunci. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.

Matanya yang semakin kabur hanya bisa menangkap orang-orang berlarian. Mungkin mereka penasaran dengan apa yang terjadi, mungkin kasihan, Lydia juga tidak tahu. Perlahan, kesadarannya mulai hilang.

***

Airin kebingungan ketika melihat kerumunan orang di depan gerbang kampus. Ia sebenarnya berniat mencari calon kakak iparnya untuk diajak menunggu di depan aula selama prosesi wisuda berlangsung. Namun, Lydia tidak ditemukan di mana pun. Justru yang ia lihat sekarang adalah kerumunan itu.

"Apa mungkin Kak Lydia ada di sana?" gumamnya, lalu berjalan mendekati kerumunan.

Terlalu banyak orang di sana. Airin kesulitan melihat apa yang sebenarnya terjadi hingga akhirnya ia terpaksa menerobos kerumunan demi mencari Lydia. Bisa saja calon kakak iparnya itu berada di antara orang-orang tersebut.

"Ada apa sebenarnya ini?" tanyanya, masih belum memahami yang terjadi hingga pandangannya akhirnya menangkap sosok perempuan yang terbaring tidak sadarkan diri di atas aspal.

"Kak Lydia?" ujarnya lirih, kedua tangannya refleks menutup mulut. Tubuhnya mundur satu langkah, terkejut melihat Lydia di sana.

Ternyata benar, Lydia memang berada di antara kerumunan itu. Tapi bukan sebagai orang yang penasaran dengan apa yang terjadi seperti Airin, melainkan sebagai orang yang mengundang orang-orang untuk berkerumun.

"Tidak. Bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan ke Kak Arion?" Airin menggeleng, berusaha menyangkal apa yang dilihat oleh matanya. Tanpa sadar air mata pun perlahan mulai membasahi pipinya.

"Kak Arion pasti akan sangat terpukul melihat Kak Lydia seperti ini," lirihnya.

Ia dan seluruh keluarganya tahu Arion sangat menyayangi Lydia. Hari ini seharusnya menjadi hari membahagiakan bagi Arion. Setelah acara wisuda selesai, Arion berniat melamar Lydia seperti yang sudah mereka rencanakan.

"Aku yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku menghubungi Kak Arion sekarang."

Airin masih belum tahu apa yang harus dilakukannya di saat seperti ini. Ia hanya memandangi Lydia dan berharap ada satu keajaiban yang bisa membuat calon kakak iparnya itu terbangun.

"Siapa pun tolong selamatkan Kak Lydia. Aku tidak ingin melihat Kak Arion hancur saat mengetahui wanita yang dicintainya terluka," Airin ingin sekali meneriakkan itu pada orang-orang di sana, namun semua seakan tertahan ditenggorokan.

Saat Airin hendak mendekati tempat Lydia, suara sirine ambulans terdengar. Kerumunan itu perlahan memberi jalan. Dua orang berseragam putih turun dari kendaraan, membawa tandu, lalu dengan sigap mengangkat tubuh Lydia ke atasnya.

Melihat Lydia akan dibawa oleh petugas ambulans, Airin segera menghampiri. Ia tidak bisa membiarkan calon kakak iparnya pergi tanpa didampingi seseorang di dalam ambulans.

"Saya mengenal korban. Boleh saya ikut bersama kalian?" ucap Airin pada salah satu petugas.

Kedua petugas itu saling menatap sejenak sebelum akhirnya mengangguk. Mereka tidak memiliki banyak waktu. Ada nyawa yang harus segera diselamatkan.

"Korban terus memegang paper bag ini. Sepertinya penting. Sebaiknya Anda amankan," ujar salah satu petugas sambil menyerahkan paper bag yang sejak tadi Lydia genggam pada Airin.

Airin menerima paper bag itu, lalu menggenggamnya erat. Ia tahu sepenting apa barang di dalamnya, dan berjanji akan menjaganya.

Di dalam ambulans, Airin tidak hanya menggenggam paper bag, tapi juga tangan Lydia yang terasa dingin. Ia terus berdoa agar mereka segera sampai di rumah sakit dan Lydia bisa diselamatkan.

***

"Selamat, Kakak. Akhirnya kamu wisuda juga," ucap Namira sambil memeluk Arion.

Acara wisuda telah selesai. Arion dan yang lain kini berada di luar aula untuk sesi foto dan mengabadikan momen. Sebagai seorang ibu, Namira bangga putranya bisa berada di titik ini, lulus dan resmi menyandang gelar sarjana.

"Di mana Airin dan Kak Lydia, Mah?" tanya Arion, membalas pelukan ibunya.

Arion bukan tidak menghargai kehadiran orang tua dan orang-orang terdekatnya yang lain. Namun, ada yang kurang dari kebahagiaannya saat tidak ada Lydia dan Airin di sana.

"Mungkin mereka sebentar lagi ke sini, Kak. Ayo, foto dulu," ujar Haikal menyambar sebelum Namira sempat menjawab pertanyaan Arion.

Ia kemudian mengarahkan kamera untuk selfie bersama Arion.

"Senyum dulu ke kamera, Kak. Calon pengantin tidak boleh cemberut," serunya sambil mencari angle terbaik.

Arion terpaksa tersenyum karena ini memang hari bahagianya. Ia bahkan pasrah saat Haikal mengarahkannya berpose di depan kamera. Bapak-bapak yang satu itu pasti akan mengunggahnya di media sosial, tapi Arion membiarkannya kali ini.

Nathan dan Jevan tampak menunggu giliran. Mereka juga ingin mengabadikan momen bersama Arion di hari wisudanya, lalu mereka akan mempostingnya di sosial media masing-masing.

Keributan hampir terjadi karena mereka ingin mengabadikan momen bersama Arion dan tidak ada satupun yang mau mengalah.

Calvin kemudian datang menghampiri Arion dengan wajah serius.

"Kak, kamu harus ikut Paman ke rumah sakit," ujarnya.

Tanpa menjelaskan apa-apa, Calvin menarik tangan Arion begitu saja. Xavier dan Namira hanya saling menatap, lalu keduanya berinisiatif mengikuti. Pasti ada sesuatu yang telah terjadi yang tidak bisa Calvin jelaskan sekarang.

***

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Arion tidak berhenti menatap Calvin. Ia bingung karena pamannya itu tiba-tiba saja mengajaknya ke rumah sakit. Namun, ia tidak banyak bertanya. Entah kenapa ia merasa ada hal penting yang menunggunya di sana.

"Lydia ada di rumah sakit," ujar Calvin seolah mengerti bahwa jawaban itulah yang keponakannya butuhkan saat ini.

Calvin lebih dulu mengetahui tentang kecelakaan Lydia karena Airin yang memberitahunya. Ia mendapat telepon dari keponakannya itu saat dalam perjalanan menuju kampus Arion. Alasannya terlambat datang ke wisuda Arion juga karena harus mampir dulu ke rumah sakit.

"Kenapa Kak Lydia bisa ada di rumah sakit?" tanya Arion bingung.

Sebelum pergi ke acara wisuda, Arion sempat bertemu dengan Lydia. Perempuan itu tadi pagi baik-baik saja, sehingga Arion tidak sampai berpikir macam-macam.

"Ada yang sengaja menabrak Lydia, dan sekarang dia dirawat di rumah sakit," jawab Calvin hati-hati. Ia harus memastikan Arion tetap tenang mengetahui apa yang terjadi pada Lydia.

Arion tertawa pelan. Ia menganggap perkataan pamannya sebagai lelucon.

"Jangan bicara seperti itu, Paman. Aku tidak mau candaan Paman menjadi kenyataan. Aku tidak akan sanggup melihat Kak Lydia terluka," ujarnya, lalu mendadak serius.

1
Syaira Liana
udah mikirin anak aja 🫣🫣🫣
Resa05
semangat up-nya 💪
Syaira Liana
ditunggu kelanjutanya kaka🫶
Aulia Shafa
kapan sehari 2 bab lagi , penasaran👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Reverie Noor: sabtu dan minggu update 2 bab
total 1 replies
Resa05
semangat up-nya thor
Resa05
ditunggu up nya kak
Resa05
wah makin penasaran nih
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Resa05
semangat up-nya thor!
Reverie Noor: terimakasih ❤
total 1 replies
Resa05
sayang banget cerita bagus kayak gini ga rame, semangat up terus thor!
Reverie Noor: lanjutannya udah ada ya
selamat membaca 🙏❤
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!