NovelToon NovelToon
Salah Nikah

Salah Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:389.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Novi wu

Di balik suami yang posesif, menyimpan sebuah rahasia besar!

Alan akan selalu melempar benda-benda yang terdekat dengannya ketika ia kecewa dengan Nesa, ia memang tidak pernah memukul istrinya—pria itu akan menumpahkan kekesalannya pada barang-barang di rumahnya.

Nesa sebenarnya tidak tahan lagi, tapi hanya demi Ribi—putri semata wayangnya dirinya bersabar menghadapi perangai buruk suaminya yang tempra mental. Tapi bencana itu datang, saat Nesa mengetahui jika sang suami tidur dengan wanita lain hanya satu kalimat yang terucap.


"Mari kita cerai!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 16

Sudah Bagian ke 16 nih.

Jangan lupa tinggalkan jejak, vote dan lain-lain.

Semoga suka dengan apa yang aku suguhkan~

Follow Instagram-ku, yah @Novi_Wu01

_________

Nesa berlari di depan parkir rumah sakit, hatinya begitu sakit ketika mendengar celotehan kedua mertuanya yang selalu menuduhnya tidak benar mengurus Alan. Selama ini segalanya Nesa serahkan hanya untuk Alan, tak ada lagi yang Nesa pikirkan kecuali keluarga kecilnya. Tapi kesetiaan itu dibalas dengan rasa sakit yang tidak pernah Nesa bayangkan, bahkan mertuanya saja tidak pernah menyayangi Ribi. Dipikiran Nesa saat ini, dia hanya ingin segera sampai ke rumah memeluk putri kecilnya dengan erat, karena Ribi-lah obat paling mujarab untuk mengobati luka hati Nesa selama ini, tidak terbayangkan jika ia tidak memiliki Ribi di sampingnya, mungkin selama ini mental Nesa tidak kuat, dan bisa berakhir di dalam Rumah Sakit Jiwa karena tekanan batin yang begitu berat.

Ketika hendak menyeberang mencari taksi, tiba-tiba mobil putih berhenti tepat di depan Nesa, perlahan kaca terbuka—Ia melihat Adnan mengintip dari dalam mobil tersebut.

"Nes ... Nesa? Kenapa kamu nangis? Ayo masuk! kuantar kamu pulang," ucapnya dengan nada khawatir.

"Enggak usah, Ad." Nesa menggeleng lembut bermaksud untuk menolak ajakan Adnan teman sekolahnya dulu, tapi Adnan adalah lelaki gigih, dia harus dekat dengan wanita ini, meskipun hanya sekedar sabagai sahabat saja tanpa memiliki, karena ia tahu betul jika Beda mungkin masih terikat pernikahan dengan suaminya.

"Ayo, Nes! Aku nggak gigit kok. Aku juga barusan pulang dinas," sahutnya, lalu membuka pintu mobil berjalan ke arah wanita muda itu, kemudian membukakan pintu untuk Nesa. "Percaya sama aku, aku antar kamu pulang," ocehnya lagi.

Nesa hanya ingin segera sampai di rumah dan bertemu putrinya, mungkin jika ia menerima tawaran Adnan—dirinya bisa segera sampai. Tanpa pikir panjang ia masuk ke dalam mobil Adnan. Hingga membuat pria itu mengembangkan senyum di bibirnya karena senang, hatinya yang sempat mati kini berbunga kembali, ketika ia bisa dekat dengan Nesa kembali.

Mata Nesa masih sembab dengan air mata, bahkan sesekali tampak menguar melewati pipinya ketika ia mengingat kembali umpatan yang dilayangkan oleh sang mertua pada dirinya. Seketika ia membuang muka saat Adnan mulai melirik ke arahnya.

"Siapa yang sakit, Nes? Parah, ya? Sampai nangismu sesenggukan begitu." Kini Adnan mulai mengintrograsi Nesa layaknya polisi yang sedang mencecar seorang penjahat.

Nesa tersenyum mengusap air matanya yang sudah tidak terbendung dan kembali merangsek keluar membasahi kedua pipinya. 

"Nangis aja dulu! Sampai kamu merasa lega, baru kamu cerita!" 

Nesa menangkupkan telapak kedua telapak tangan dan menangis sejadi-jadinya, ia tidak mau lagi menutupi kesedihannya—dan bahkan dirinya tidak peduli dengan Adnan yang memperhatikan ia menangis sembari menyetir mobil membelah jalanan kota Semarang yang pagi itu lumayan macet karena jam masuk kerja.

Setelah beberapa menit wanita itu menangis, ia merogoh tissu di dalam tasnya lalu mengusap air matanya sendiri.

"Sorry ... apakah aku terlihat menyedihkan?" tanyanya dengan suara pelan, ia menatap nanar ke arah Adnan.

"Nggak ... wajar kok, mungkin kamu memang lagi sedih banget. Makanya pengen nangis begitu," jawabnya masih konsentrasi menyetir. "Aku juga ngga akan menginvasi ranah pribadimu kalau kamu nggak pengen cerita sama aku," sambungnya.

"Suamiku, dia kena HIV—" Nesa kembali menangis, bukan karena Alan, tapi masih dengan ucapan menyakitkan dari sang mertua.

Adnan mengangguk, ia tahu mungkin itu salah satu alasan yang membuat Nesa sedih. Tanpa sadar Nesa mengucapkan kata HIV di kalimatnya tadi. Setelah sadar dengan ucapan Nesa, Adnan mengerem mendadak mobilnya. Membuat keduanya tersentak, namun beruntung mereka menggunakan sabuk pengaman.

"HIV? Lalu kamu?" celetuknya. Adnan kira jika suami Nesa terkena virus yang menggerogoti imun tubuh tersebut, mungkinkah Nesa juga tertular penyakit yang sama.

"Sudah hampir dua bulan suamiku tidak menyentuhku sama sekali, tiap malam hanya pergi lalu pulang pagi, aku nggak tahu ternyata dia main prempuan selama ini, lalu aku pulang ke Semarang, dan ingin menggugatnya cerai," ungkap Nesa. Tanpa sadar mencurahkan isi hatinya kepada temannya itu.

Entah mengapa mendengar cerita Nesa, membuat hatinya lega dan senang, padahal seharusnya ia menunjukan sikap empati di hadapan Nesa. Tapi tentu saja ia harus memperlihatkan hal itu.

"Sabar, ya Nes. Semoga semuanya baik-baik saja," celetuknya. Kembali menjalankan mobilnya.

"Tapi, setelah kupikir-pikir aku tidak akan menggugat mas Alan."

Mendengar ucapan Nesa membuat Adnan kembali terkejut, bagaimana bisa Nesa berpikiran se-naif itu, bahkan ia tahu betul jika dirinya memaksakan hubungannya, hal itu akan semakin membuatnya menderita.

"Nes ... apakah kamu yakin?" 

Nesa sedikit bingung dengan sikap Adnan yang seolah kecewa dengan keputusannya, tapi demi mengabdikan diri untuk suaminya, Nesa memutuskan untuk tidak akan pernah melayangkan gugatan kepada suaminya, meskipun selama ini perangai Alan tidak pernah baik padanya.

Bersambung~

Nesa kok bod*h banget, sih. 🙄

Jangan lupa tinggalkan kritik dan saran di kolom komentar. Vote juga, yah.

tencu,

Novi Wu

1
kalea rizuky
kok g lanjut
kalea rizuky
keluarga nendra baik semua
kalea rizuky
Nessa bloon booddoh inget anak km mau anak mu kena HIV oh bloon
kalea rizuky
blooon cak
Muhammad Afif
tulis tu jangan lame lame
IG __NoviWu: maaf bapak, penulisnya memang hiatus. Sedikit tidak tahu diri memang 🙏
total 1 replies
Widi Widurai
bersyukur aja cepet ketauan. dan slama itu alan ga mau jamah. bisa bisa kamu ketularan dia. ikut apes iy
Adiba Shakila Atmarini
lnjut up..
🌻Ruby Kejora
Karyanya luar biasa kak
Eswida Primaningrum
,
Eswida Primaningrum
,
Red Velvet
Kalau Nendra mau ikutin Nessa dan keluarganya Nendra ikhlas ya gak papa Nes meski awalnya gak seiman.
Red Velvet
Pelan2 aja Nendra, pepet aja terus si Nessa dan keluarganya. Dgn ctt "seiman" biasanya org tua langsung merestui dan Nessa gak akan bisa berkutik lagi karena restu sdh ditangan😁😁😁
Red Velvet
Adnan kalau memang suka sama Nessa ya harus diyakinkan dlu mamanya itu mau menerima Nessa. Karena sulit membina rumah tangga tp mertua gak suka sama kita, yg suka aja biasanya ada konflik apalagi yg gak suka begini bisa2 tekanan batin Nessa nikah sama Kau🤨
Red Velvet
akhirnya dilanjut lagi... jd penasaran dgn siapakah nanti Nessa akan berlabuh🤔
Erbanana
Nesa ingat kamu dan Nendra beda keyakinan.
Red Velvet: sulit memang jika keyakinan yg jd penghalang. Semoga saja kisah ini gak akan terlalu rumit, kasian Nessa🥺
total 1 replies
Yunia Afida
Alhamdulillah up lagi, semangat terus💪💪💪💪💪,
arandita olivia
di tunggu kelanjutannya kak... semangat bagus bget ceritanya
Deriana Satali
Kirain crtnya berakhir tnp ujung tp ternyata di sambung lg semangat upnya thor
Sunariyah Sunariyah
ceritanya bagus bgt
suka bgt
mudah2 Han author nya GX lama2 up ny
Fitriyah Fino
semangat up kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!