NovelToon NovelToon
Always Love You

Always Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:598.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Abil Rahma

Kisah cinta tak akan selalu mulus jalannya, seperti yang Ayesha rasakan. Setelah lama hatinya kosong, tiba-tiba ada seseorang yang datang mengisi hari-harinya. Berpetualang bersama, mereka berdua memiliki mimpi membangun rumah tangga yang harmonis, tapi nasib berkata lain, setelah menikah sesuatu terjadi pada rumah tangga mereka. Ayesha harus melupakan mimpi-mimpi tersebut dengan mimpi yang lain yang belum pernah terfikirkan sebelumnya. Akankah Ayesha bisa melewati semuanya atau ia harus menyerah dengan semua yang terjadi di kehidupannya?


Angkasa sudah berhenti mencari tahu di mana keberadaan perempuan yang ia cintai sejak lama bahkan perempuan itu adalah cinta pertamanya. Semenjak gadis itu menghilang Angkasa selalu mencari di mana keberadaannya, namun selalu nihil hasilnya. Di saat sudah berhenti mencari informasi tentang gadis itu, saat itu ia justru mendapatkan alamat dimana gadis itu tinggal, tapi kenyataan membuatnya kecewa dan memilih untuk melupakan gadis pujaan hatinya. Tapi takdir berkehendak lain, saat ia sudah berhasil melupakannya. Takdir apakah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ALY 16

Hari ini harusnya ia bisa mengantar Mami dan Papi ke bandara, tapi ternyata tak bisa, ia hadir jadi asisten dokter umum pagi ini. Dan Rangga, sama seperti dirinya, pagi ini pemuda itu harus mendampingi operasi. Alhasil mereka hanya berpamitan saat akan pergi ke rumah sakit, tak lupa Rangga menelfon kedua orang tuanya yang juga akan pulang ke Indonesia.

Om Irfan dan dua orang yang salah satunya adalah ustadz yang menuntun Rangga masuk Islam, mereka juga kembali hari ini. Semua sudah di urus oleh Papi Farhan. Mereka semalam juga sempat bertemu dengan ustadz tersebut di hotel tempat mereka mereka menginap, memberikan banyak nasehat tentang pernikahan, seperti sudah dan senangnya menjalani biduk rumah tangga.

"Nanti makan makan siang bareng ya, kalau aku enggak sibuk, nanti aku hubungi," ucap Rangga setelah memberhentikan mobilnya di basment rumah sakit.

"Iya Kak, yaudah aku masuk dulu." Yesha mengulurkan tangannya, berniat menyalami Rangga.

Rangga yang mengerti pun langsung menyodorkan tangannya, setelah Yesha mencium punggung tangannya, ia menarik gadis itu supaya lebih dekat, lalu mendaratkan kecupan di keningnya. "Selamat bekerja, semangat untuk hari ini ya," ucapnya setelah melepaskan kecupan tersebut.

Yesha tersenyum lalu mengangguk, saat Rangga sedang berusaha melepas sabuk pengaman, ia justru mendaratkan sebuah kecupan di pipi Rangga. "Semangat kerjanya ya sayang, love you suamiku," ucapnya lalu bergegas keluar dari mobil, tanpa menunggu balasan dari Rangga. Merasa malu karena telah berani mencium Rangga terlebih dahulu.

Rangga tersenyum lalu memegang pipinya yang baru saja di kecup oleh Yesha, "Love you too," gumamnya meski Yesha tak mungkin mendengarnya.

Sepanjang hari Rangga terlihat lebih cerah, selalu memamerkan senyum terbaiknya. Mungkin efek pagi hari yang mendapatkan semangat dari orang tercinta. Tapi ia harus menelan kekecewaan saat waktu istirahat tiba, ternyata Yesha tidak bisa menemaninya untuk makan siang. Gadis itu masih sibuk di ruang pemeriksaan umum, terlihat masih banyak pasien yang mengantri. Ia pun berinisiatif membelikan makanan untuk sang istri.

Sore hari mereka sepakat untuk pulang bersama, saat ini Rangga sudah menunggu Yesha di dalam mobil, ia memperhatikan tiga orang yang sedang berjalan ke luar dari loby rumah sakit, salah satunya ada seorang pemuda, mereka terlibat obrolan yang mengasyikkan sepertinya. Tapi dari pandangan mata pemuda itu saat berbicara selalu menatap Yesha, ia hanya bisa menghela nafas, menyadari jika ternyata banyak yang tertarik dengan wanitanya.

"Siapa tadi?" tanyanya ketika Yesha sudah masuk ke dalam mobil.

Yesha mengernyitkan dahinya, setelah itu tersenyum saat tahu siapa yang di tanyakan oleh Rangga.

"Teman kampus," jawab Yesha tanpa menoleh ke arah Rangga karena tangannya sibuk memasang sabuk pengaman.

"Kok baru liat?"

Bukannya menjawab, Yesha justru terkekeh mendengar pertanyaan Rangga. "Udah sering liat sebenarnya, tapi baru kali ini Kakak merhatiin, apa karena dia jalan bareng aku?" tebakan yang tepat sekali. Ia tersenyum menatap Rangga, tapi pemuda itu justru mulai melajukan mobilnya.

"Lain kali jalan kaki aja kayaknya lebih enak deh Kak, naik mobil malah muter, biasanya aku juga jalan kaki," ucap Yesha, saat mobil sudah ke luar dari area rumah sakit.

Tapi Rangga tak memberi respon sedikit pun, membuatnya hanya bisa menghembuskan nafas lalu kembali terdiam menatap jalanan yang tidak terlalu ramai.

Tak lama mereka pun sampai di apartemen, setelah ke luar dari mobil Rangga tetap membisu, terus melangkah menuju lift. Untung saja di dalam lift ada beberapa orang selain mereka berdua, hingga suasana menjadi tidak canggung. Setelah keluar dari lift sikap Rangga tetap sama, Yesha yang tadinya mau masuk ke dalam apartemennya, ia urungkan dan terus berjalan mengikuti langkah Rangga. Bahkan sampai Rangga memasuki kamar pun Yesha tetap mengikutinya, ia tidak mengerti kenapa Rangga mendiamkannya, apa hanya karena ia berjalan dengan seorang laki-laki, bahkan tadi ia berjalan tidak hanya berdua tapi bertiga dengan Laura? Entahlah.

"Kenapa ngikutin?" tanya Rangga tanpa menoleh ke arah Yesha yang masih berdiri di ambang pintu.

"Yaudah aku pulang kalo gitu," ketus Yesha, ia berbalik arah, tidak jadi menghampiri Rangga, karena sepertinya si empunya tidak mau di ganggu. Tapi baru saja melangkah ia justru terkejut karena Rangga memeluknya dari belakang.

"Kamu tahu enggak? Kalau aku itu cemburu liat kamu akrab sama cowok itu, apalagi dia sepertinya naksir sama kamu," bisik Rangga, mengeratkan pelukannya.

Yesha menghela nafas, "Dia cuma temen Kak, lagian tadi kami bertiga enggak berdua kan? Coba mana yang buat Kak Rangga cemburu?" Yesha tak habis pikir dengan suaminya itu, hal seperti itu saja di cemburui apalagi kalau di hanya berjalan berdua dengan laki-laki lain, pasti Rangga sudah kebakaran jenggot.

Rangga memutar tubuh Yesha supaya menghadap dirinya, "Itulah kekuranganku, aku enggak bisa liat wanitaku dekat dengan laki-laki lain, apalagi kalau laki-laki itu memiliki rasa," ucapnya.

Yesha terkejut mendengar kenyataan ini, ia tidak pernah menyangka ternyata Rangga seperti itu. Bagaimana dia harus bekerja kalau seperti itu? Padahal pekerjaannya berhubungan dengan banyak orang, bukan hanya perempuan saja tapi laki-laki juga. Ini tidak bisa di biarkan begitu saja, bisa-bisa nanti dirinya tidak di perbolehkan kemanapun, alias berdiam diri di rumah.

"Kak, aku istri kamu, aku tidak mungkin memandang laki-laki lain, meskipun dia terlihat sempurna. Meskipun dia menjanjikan kemewahan dan lainnya, aku tetep akan memilih kamu, jadi tolong Kakak jangan seperti itu. Pekerjaan kita itu berhubungan dengan banyak orang, ada perempuan juga ada laki-laki. Kalau Kakak seperti itu, tandanya Kakak tidak mendukung karirku, dan pastinya aku sangat kecewa," ucap Yesha panjang lebar.

"Kak Rangga boleh cemburu, tapi pada porsinya. Kakak pasti tahu apa maksudku, kan?" Menatap tajam manik mata Rangga yang juga menatapnya, "Aku tidak akan membatasi pergaulan Kak Rangga, yang terpenting Kakak tahu mana yang baik dan mana yang buruk, dan aku pun berharap Kak Rangga memberikan kebebasan untukku, pasti aku akan menjaga kepercayaan Kakak, aku juga tahu diri kalau sudah memiliki suami," pungkasnya.

Rangga kembali memeluk Yesha, tapi gadis itu tidak membalas pelukan Rangga, ia kecewa dengan sikap Rangga yang sejak tadi mendiamkannya. Apalagi saat tahu jika Rangga ternyata cemburu yang tak beralasan.

"Aku minta maaf sayang, aku akan berusaha menghilangkan sifat buruk itu, aku percaya sama kamu yang tidak mungkin mengkhianati ku, aku tahu kamu perempuan Sholihah yang tidak mudah baper dengan perlakuan orang lain," timpal Rangga.

"Aku minta maaf sekali lagi ya, aku akan merubah sikap ku," tambahnya.

Yesha akhirnya membalas pelukan sang suami, "Iya Kak, aku udah maafin Kakak, yang penting jangan pernah mengulangi hal seperti tadi. Kita baru aja bersama belum ada dua kali dua puluh empat jam, tapi udah salah paham gini," Yesha mendongak menatap wajah Rangga.

"Kalau ada apa-apa, semisal aku salah tapi enggak sengaja, tolong Kakak ngomong, jangan ada yang di tutup-tutupin apa pun itu, kita sekarang sudah menjadi satu, masalah Kak Rangga juga masalahku, jika Kakak bersedih aku juga pasti ikut bersedih, Kakak mengerti kan apa yang aku bicarakan?"

"Iya sayang, ngerti, maaf ya, aku terlalu kekanakan. Aku akui memang itu kelemahan ku sejak dulu,"

"Iya aku ngerti Kak," ucap Yesha, lalu ia berjinjit berusaha mengecup pipi Rangga, entah kenapa menjadi seberani itu pada Rangga? Apa karena Rangga sudah menjadi suaminya, atau hal lain tidak tahu.

"Maaf Kak, aku reflek," saat menyadari apa yang di perbuatannya Yesha menjadi malu sendiri.

"Tidak apa-apa sayang," Rangga tersenyum menatap sang istri yang terlihat malu-malu.

"Aku mau mandi dulu, nanti habis Maghrib aku kesini, katanya Kak Rangga mau ngaji, kita ngaji bareng," Yesha melepaskan pelukannya, ia tidak menjamin jika terus berpelukan seperti itu, bisa jadi Rangga melakukan hal lain yang menyenangkan tapi tidak di inginkan.

"Iya sayang, aku tunggu," Rangga pun melepas pelukannya, lalu mengecup kening sang istri beberapa detik.

Yesha pun benar-benar kembali ke apartemennya, karena sudah merasa tubuhnya lengket perlu di guyur dengan air dingin, supaya lelahnya hilang.

.

.

1
Febby fadila
alhamdllah ya semua bahgia, terutama buat angkasa yg sellu setia menunggu cintax sama sang istri Ayesha 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Febby fadila
makax jova jangan sok kamu udah dihamilin gitu malah di campkan
Febby fadila
lanjut siapa ya🤔
Febby fadila
jangan tamat dulu ya kak, ada extra part nya kan
Febby fadila
semoga bumil sellu bahagia dan sehat sellu sampai lahiran
Febby fadila
makax bunda jangan main asal benci aja cari tau duluaslaahnua seperti apa
Febby fadila
ya elah aku kira aku doang yg tidur di bawah ketiak suami 🤣🤣🤣,,, jadi klw suami sdah dinas serasa rindu banget karena nggak bisa tidur
Febby fadila
Semoga nggak ada pelakor ya
Febby fadila
semoga aja Ayesha lagi hamil anakx angkasa
Febby fadila
gassss poooooollll ya angkasa jangan kasih kendor 🤣🤣🤣🤣 biar Fabian punya adik baru lagi
Febby fadila
tentang Aufa duku aja Thor tp di bikinseru ya
Febby fadila
Alhamdulillah semoga selalu bahagia terus ya moga aja Fabian akan punya Dede lagi
Febby fadila
lanjut biasanya dibcerita lain tu musti tunggu siap dulu baru mulai malam pertama nya
Febby fadila
sah selamat ya semoga kali ini samawa sampai til Jannah nya allah
Febby fadila
sedih aku tiap kali yesha mengingat rangga
Febby fadila
kangen Rangga juga ya, semoga tenang dan bahagia ya kamu Rangga 😭😭😭
Febby fadila
semoga ini awal untuk kebahagiaan kalian berdua
Febby fadila
sungguh kisah cintanya Ayesha sama angkasa nggak pernah mulus banget
Febby fadila
gimana reaksi bunda ayu ya, semoga bunda ayu nggak julid sama mantunya nanti
Febby fadila
waduuu Aufa kok suka sama sepupu sendiri siii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!