Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Raja Jonah Rawland 2
Becca memandangi makanan di depannya dengan tatapan berbinar, karena beberapa makanan di atas meja, terlihat sangat enak dan begitu banyak.
Tapi Becca bersabar menunggu, dia tetap tegap duduk menantikan suaminya untuk mengambil makanan. Bahkan dalam aturan, sang ratu tidak boleh minum mendahului sang raja.
Raja Basilio kemudian mengambil beberapa makanan di atas meja, membuat Becca tersenyum di dalam hatinya, tapi di luar dia tetap dengan ekspresi datar dan hanya memberikan senyuman tipis saja.
Raja Basilio bahkan sengaja mengambil makanan yang enak dan menaruhnya di dalam piringnya sendiri, membuat Becca kemudian mulai meraih sendoknya dan mengambil makanan yang sama seperti suaminya.
Karena aturan tidak tertulis, dimana sang ratu hanya boleh mengambil makanan yang di ambil sang raja saja, bahkan untuk ukuran porsi makan juga di batasi oleh sang raja, tapi..
“Ambillah makanan sesukamu, tidak perlu mengikuti aku. Dan kau boleh mengambil sesuai dengan keinginanmu.” Ujar Raja Basilio dengan lembut ke arah istrinya, membuat Becca menoleh dan tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya.
Bahkan Raja Basilio menunjuk beberapa makanan yang tidak dia ambil, “Ini sangat enak, ambillah bebek panggang ini, rasanya gurih dan dagingnya lembut.” Bahkan sang raja sengaja mengambilnya dan memasukkannya ke dalam piring Becca.
“Terima kasih, tapi aku bisa mengambil sen-” Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Becca terkejut saat Raja Basilio malah kembali memberikan beberapa jenis makanan lain ke dalam piringnya, bahkan sang raja tersenyum ke arahnya.
“Makanlah yang banyak, kemarin kau tidak sempat menikmati semua makanan di pernikahan kita, bukan ??” Ujar Raja Basilio dengan lembut, membuat Becca semakin salah tingkah di sana, tapi dia berusaha menahan dirinya agar tidak berekspresi berlebihan, bahkan dia mencoba tersenyum dengan pipi yang memerah.
“Terima kasih..” Ujar Becca dengan nada lembut, dia masih kaku untuk menyebut sang suami dengan panggilan sayang, atau istilah romantis lainnya.
“Kalau begitu makanlah, kau pasti lapar.”
Tapi Becca malah terdiam, dan hanya menatap ke arah suaminya dengan tatapan penuh harapan. Raja Basilio awalnya bingung, tapi saat tersadar, dia malah terkekeh pelan.
“Oh maaf, aku lupa..” Raja Basilio kemudian menusuk daging dengan garpu miliknya, dan memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya, lalu mengunyahnya. Barulah Becca bisa mengangkat sendok, garpunya, dan lalu menikmati makanan di piringnya.
Raja Basilio sempat melirik ke arah istrinya dengan senyuman lembut, melihat Becca bisa makan dengan lahap.
Interaksi mereka, membuat Pangeran Aldert yang juga sudah bisa makan, ikut tersenyum dalam hatinya, meski mulutnya masih mengunyah makanan.
Kira-kira.. Nanti anaknya ayah dan Bibi Becca, berapa ya ?? Dua atau tiga ?? Wahh aku bisa dapat adik baru~ Batin Pangeran Aldert dengan senang, dan bergembira jika hal itu terjadi.
Interaksi itu juga menarik perhatian Raja Jonah yang sudah mengambil makanannya di sana, dan juga sudah memasukkan beberapa makanan ke dalam mulutnya. Meski merasa ragu dan bingung, tapi Raja Jonah tidak mau terlalu memperhatikan mereka, dia memilih menyimpan pertanyaannya untuk nanti.
Raja Jonah menoleh ke arah Ratu Tamara yang sedang menikmati makanan, Raja Jonah tersenyum lembut melihat istrinya yang cantik itu tampak menikmati makanan.
Raja Jonah memiliki keistimewaan daripada raja lainnya, dia tidak ingin mengambil selir, karena dia sangat mencintai istrinya, dan Raja Jonah hanya ingin Tamara saja, sebagai istri di sampingnya.
“Kau suka makanannya, sayang ??” Tanya Raja Jonah dengan lembut ke arah istrinya, Ratu Tamara menganggukkan kepalanya pelan.
“Ini sangat enak, sayang.” Ujar Tamara, membuat Raja Jonah merasa gemas dengan istrinya itu.
Raja Jonah kemudian mengecup kening istrinya singkat.
“Eh ??”
“Kau benar-benar sangat menggemaskan, istriku.” Bisik Raja Jonah lembut, membuat Ratu Tamara memerah malu di sana.
“Ja.. Jangan disini sayang, malu.” Bisik Tamara dengan cicitnya, membuat Raja Jonah tertawa pelan dan kecil.
Astaga nasibku, sebagai single disini benar-benar mengenaskan batin Pangeran Aldert, yang tanpa sengaja melihat keromantisan Raja Jonah dan Ratu Tamara. Rasanya dia berada di tengah-tengah pasangan yang sedang di landa kasmara, sementara dirinya hanya sendirian tanpa kekasih.
Tapi Pangeran Aldert bersyukur makanan di sana enak-enak, jadi ada perasaan untung juga baginya, ikut dengan ayah dan Bibi Becca makan disini.
...
Selesai menikmati makanan, Raja Basilio dan Raja Jonah kembali bersitegang dan saling bertatapan seakan mereka hendak berperang melalui tatapan itu. Suasana kembali hening dan sepi, orang di sekitar mereka sedikit tidak nyaman, Ratu Becca, Ratu Tamara dan Pangeran Aldert di sana, tapi mereka tidak bisa melakukan apapun, hingga salah satu dari mereka membuka suara.
“Jadi.. Apa yang kau inginkan Jonah ?? Sehingga kau mengundangku kemari ??” Tanya Raja Basilio dengan nada datar dan dingin.
“Aku ingin mengajakmu kerja sama.” Ujar Raja Jonah dengan santainya.
Ketiga orang di sekitarnya menghela nafas pelan, mengajak kerja sama tapi tatapan mereka seakan sedang menghunuskan pedang dan mengibarkan bendera peperangan satu sama lain.
“Kerja sama ?? Dalam hal apa ??”
Raja Jonah tersenyum miring, “Bukankah di perkebunan mu ada bunga bernama Aliumera ?? Kebetulan aku membutuhkannya untuk ramuan Callamera.” Ujar Raja Jonah dengan santainya, membuat Raja Basilio tidak mengubah tatapan atau ekspresinya.
“Dan ??”
“Dan beberapa kerja sama lainnya, aku membutuhkan beberapa jenis tanaman di perkebunan mu, untuk membuat obat-obatan dan ramuan herbal lainnya.” Ujar Raja Jonah dengan nada santainya.
“Aku tidak bodoh Jonah, pasti kau menginginkan hal lain selain tanaman, bukan ??” Ujar Raja Basilio dengan nada penuh penekanan, tapi sang adik hanya tertawa geli di sana.
“Kau terlalu berpikir negatif pada adikmu, kakak. Aku hanya ingin kita kembali akur, seperti saudara kandung pada umumnya. Apa aku salah ??” Tanya Raja Jonah menaikkan satu alisnya dengan senyuman kecil yang terlihat sangat menyebalkan bagi Raja Basilio.
“Akan aku kirim jawabannya nanti, lewat surat. Tunggu besok, aku akan mengirimkan jawabannya.” Ujar Raja Basilio dengan nada sinis, tapi Raja Jonah hanya terkekeh pelan.
“Aku menunggu jawaban darimu, kakak~”
Raja Basilio hanya menghela nafasnya berat, entah kenapa di hidupnya di kelilingi orang-orang yang begitu menyebalkan dan terus saja mengusik kehidupannya yang tenang itu.
“Oh iya kak, aku ingin tanya.. Apakah wanita di sampingmu, adalah istrimu ??” Tanya Raja Jonah menatap ke arah Becca dengan tatapan penuh rasa penasaran dan tanda tanya.
“Iya, dia istriku.”
Raja Jonah menaikkan alisnya, merasa bingung dan heran. Padahal kalau dilihat, wanita di samping kakaknya masih sangat muda.
“Dia terlihat sangat muda, bahkan lebih muda dari putramu.” Ujar Raja Jonah dengan tatapan heran, tapi Raja Basilio hanya tersenyum kecil.
“Dia yang melamarku, jadi aku menerimanya. Lagipula itu adalah hadiah, setelah memenangkan sayembara yang telah aku buat.” Ujar Raja Basilio melirik ke arah Ratu Becca, sambil mengedipkan satu matanya, membuat sang wanita memerah malu di sana.
“Aku pikir, itu hanyalah akal-akalanmu untuk memberikan calon kepada Ebert, eh tunggu- Dimana putramu yang pertama ??” Ujar Raja Jonah menyadari jika Pangeran Mahkota tidak ikut dengan kakaknya.
Raja Basilio memutar matanya malas, “Jangan sebut namanya, aku sedang malas dengan anak itu.”
Raja Jonah tertawa geli, “Apakah dia masih dengan wanita manja itu ?? Astaga kakak, bagaimana bisa putramu itu begitu buta memilih perempuan ?? Kau bahkan lebih baik, dalam memilih pasangan daripada Ebert.” Ejek Raja Jonah, tapi Raja Basilio sama sekali tidak marah, bahkan dalam hatinya menyetujui perkataan adiknya itu.
❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Author minta maaf, enggak bisa update kemarin, soalnya Author baru haid pertama, dan rasanya sakit banget 🥲🥲
Author sampai malas ngapa-ngapain ngerasain perutnya sakit, btw Author baru update hari ini, maaf ya buat kalian 🙏🙏
Oke, semoga kalian suka sama kelanjutan cerita ini 😄😄
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄