NovelToon NovelToon
Senja

Senja

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: BundaDM

Kisah perjuangan seorang atlet lelaki yang harus mengubur impiannya demi keluarga sepeninggalan Sang Ayah. Menjadi tulang punggung diusia muda menjadikannya harus mengubur impian untuk berkomitmen dengan pujaan hatinya.

Dilain sisi ada wanita manja dari keluarga kaya raya, karena kehilangan sosok Ibu dalam hidupnya membuat dia tumbuh tanpa ada kelembutan seorang ibu. Apalagi setelah ayahnya memutuskan untuk menikah lagi. Secara frontal menolak kehadiran sang Ibu tiri.

Apakah kedua insan ini bisa bersatu diatas perbedaan yang ada? bisakah saling menurunkan ego?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

* Senja 16, Quality time

"Wah Tante Dinda... bawa rombongan nih" sambut Bu Ning.

"Iya... saya ajak suami sama anak buat nikmatin bubur yang lezat ini" jawab Tante Dinda yang udah masuk ke warung bubur tapi Pak Sanjaya dan Qisha masih merapihkan sepeda serta menguncinya ke tiang listrik depan warung.

Candra dan Arie lagi melayani beberapa bungkus bubur ayam, car free day seperti ini dagangan mereka jadi laris manis, para pembeli ada yang makan di tempat, ada pula yang dibawa pulang. Apalagi kalo duo bujang ini yang jaga warung bubur, bisa dipastikan selalu aja rame sama deretan para cewek-cewek muda. Kebanyakan para abege ini abis olahraga, kemudian mampir makan disini, selain mengisi perut, mereka juga mengisi relung jiwa melihat duo bujang nan menawan. Si Candra yang berbadan atletis dan si Arie yang manis-manis kinyis, membuat pesona tersendiri dimata para wanita muda.

Sampe warung bubur ini lebih terkenal dengan sebutan "Bucin Sitik" (Bubur Cinere Samping Tikungan), memang letaknya persis samping tikungan antara jalan raya dan jalan kampung. Candra dan Arie pun pandai ngajak ngobrol ngalor ngidul yang membuat cewe-cewe jadi makin betah nongkrong disana. Gimana pelanggan ga bucin sama bucin kan kalo udah disenyumin duo bujang. Tapi rasa bubur ayam ini emang enak dan anti micin.

"Can...ini yang namanya Tante Dinda, yang pernah Ibu ceritain ke kamu" Bu Ning memperkenalkan Candra.

"Oh ya...silahkan duduk dulu Tante, maaf saya masih melayani pembeli dulu" jawab Candra yang masih sibuk melayani, dia membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.

"Pantes aja nih bucin sitik rame pagi ini, ternyata anak-anak bujangnya Bu Ning itu diatas rata-rata level kegantengannya" puji Tante Dinda.

"Bisa aja nih Tante Dinda" sahut Bu Ning.

"Oh ya Bu .. ini suami saya dan ini putri kami" Tante Dinda memperkenalkan.

"Candra???" kata Qisha meyakinkan.

Candra langsung nengok karena merasa ada yang manggil.

"Qisha???" jawab Candra pelan.

"Loh...udah kenal tho, wah kayanya kita ketinggalan berita nih Mas" ledek Tante Dinda sambil tersenyum.

"Candra ini kawan akrabnya Mas Akmal, lagipula sekolah kami beberapa kali saling mengunjungi, jadi kenal lah" jelas Qisha panjang lebar agar ga salah persepsi.

"Saya baru benar-benar lihat dari dekat dengan Pak Sanjaya, selama ini kayanya pernah lihat dari jauh jadi ga jelas bagaimana wajahnya. Saya Candra Pak.. yang suka dipanggil servis alat elektronik sama Mas Akmal" kata Candra sambil melepas sarung tangan plastiknya dan meraih tangan Pak Sanjaya buat mencium tangannya, Pak Sanjaya hanya tersenyum.

"Oh iya.. Akmal pernah cerita" jawab Pak Sanjaya.

"Candra... tolong buatin kita bubur paling lengkap ya, campur aja buburnya tiga jenis" perintah Tante Dinda.

"Ya Tante...eh Bu" jawab Candra bingung.

"Jadinya mau manggil Tante atau Ibu nih?" ledek Tante Dinda.

"Saya panggil Ibu aja deh, kan istrinya Pak Sanjaya" jawab Candra kikuk.

"Oh... kirain mau jawab panggil Ibu karena calon Ibu mertua" ucap Tante Dinda dengan nada pelan, Candra hanya bisa tersenyum mendengarnya.

Selama keluarga Pak Sanjaya makan, Ibu Ning menemani ngobrol Tante Dinda. Pak Sanjaya juga asyik ngobrol sama Qisha.

"Itu buburnya dimakan Sha.. Malah bengong liatin tukang buburnya, emang kenyang liatin dia doang?" kata Ayah mencoba mencairkan suasana. Qisha tersenyum kecil.

"Ayahhh... bisa ngeledek ya sekarang" ucap Qisha sambil nyubit kecil tangan Ayahnya. Pak Sanjaya mengaduh kesakitan.

"Kenapa Mas?" tanya Dinda kaget.

"Ga...tadi kegigit semut yang lagi bucin" ucap Pak Sanjaya sok gaul.

"Tau-tauan istilah bucin nih Ayah..." kata Qisha ga nyangka.

"Tau lah... Tuh bucin ada tulisannya .. bubur cinta ... eh salah bubur Cinere.. hahaha" elak Pak Sanjaya.

Qisha pun makin gemes sama Ayahnya. Tante Dinda senang melihat pemandangan Anak dan Ayah ini bisa cair seperti dulu. Sejak dia masuk ke keluarga Pak Sanjaya, belum pernah melihat Pak Sanjaya becanda sama anak-anaknya lagi.

Jam sepuluh pagi, bubur ayam sudah habis. Bikin lima liter berbagai varian pun ludes. Mba Deti tampak lagi mencuci piring dibantu sama Heru. Arie merapihkan gerobak sedangkan Candra merapihkan bangku dan meja yang sudah ga terpakai dilipat dan ditumpuk ke pojok ruangan. Keluarga Pak Sanjaya masih juga ngobrol.

"Candra.. sini duduk dulu, dari tadi berdiri aja. Nanti lanjutin kerjanya abis ngobrol sama kita" ajak Tante Dinda.

Candra mencuci tangannya dan mengelap keringat didahinya pake handuk kecil. Kemudian dia duduk disampingnya Qisha, ada bangku kosong disana. Pak Sanjaya dan Dinda saling bertatapan kemudian senyum.

"Kami kenal belum lama Pak, jangan khawatir .. kami hanya berteman kok. Liburan semester kemarin kami berkenalan di Resort, dia liburan, kalo saya kerja di wahana air milik Resort, kebetulan juga usia kami beda setahun, jadi nyambung aja ngobrol tentang sekolah dan lainnya" jelas Candra yang paham arti senyuman Pak Sanjaya, jadi dia perlu cerita agar semua orang ga salah paham.

"Jangan terasa gitulah Can... Bapak ga masalah kok anak-anak berteman dengan siapa aja asalkan orangnya baik. Lagipula Bapak liat, Qisha banyak berubah sekarang. Mungkin karena kamu ya Can. Makasih loh atas persahabatannya" puji Pak Sanjaya.

"Ayahhhh... " kode Qisha.

"Oh ya.. makasih juga ya Can... karena makan di Bucin .. Bapak bisa merasakan kebucinan my princess yang satu ini" ucap Pak Sanjaya senang sambil memandang kearah Qisha.

"Ayahhh... emang Sha kebucinan sama siapa?" tanya Qisha rada malu.

"Kebucinan sama Ayah lah.. masa sama Candra .. Atau jangan-jangan.. emang bener nih bucin sama penjual bucin .. Hehehehe" canda Pak Sanjaya yang langsung dapat cubitan manja dari Qisha lagi.

"Anak perempuan begitu kali ya Pak .. Selamanya ga akan pernah dewasa dimata Ayahnya" sahut Candra sambil senyum.

"Ya... Para Ayah pasti merasakan hal yang sama, kami seakan ga rela anak perempuan cepat besar, karena kami harus mempersiapkan diri melepaskan mereka satu persatu kelaki-laki yang akan menikahi mereka" kata Pak Sanjaya dengan menatap wajah Qisha.

💠

Ani lagi merapihkan tanaman didepan rumahnya, dia memang pecinta tanaman, apalagi yang berbunga.

"Ni... karang taruna jadi kan Minggu depan jalan ke Taman Bunga Nusantara?" tanya tetangganya sesama anggota karang taruna.

"Jadi, kan udah semua dibayar" jawab Ani sambil mengaduk pupuk kompos dan media tanam.

"Mas Candra ikut ga? kan dia sempat bilang ga bisa ikut karena ada lomba renang, tapi dengar-dengar dia udah ngundurin diri dari keikutsertaannya di PON" lanjut anggota lainnya.

"Ya sih udah mundur, tapi ga tau bisa ikut atau ngga, yang jelas sih Arie ikut, emang kenapa pada nanyain Mas Candra?" tanya Ani penasaran.

"Makin dewasa dia makin ganteng Ni, tapi sayangnya masih belum keliatan suka sama cewe ya, gw mah khawatir kalo jaman sekarang tuh cowok ganteng pasti pacarnya ganteng juga" sahut lainnya.

"Jangan sembarangan, gitu-gitu kan dia megang banget sama agama, masa dia suka kehidupan model gitu" bela Ani.

"Eh Ni.. bener ga sih gosipnya kalo Lo sama dia ada hubungan spesial?" desak temannya Ani.

"Tanya aja langsung sama dia" sahut Ani mencoba merahasiakan hubungan mereka.

"Tapi ya Ni.. Lo sama dia tuh cocok banget, dia ganteng dan Lo cantik, wah pasti turunannya grade A semua tuh" canda temannya Ani.

Ani yang digoda seperti itu bersemu merah jambu pipinya.

1
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
jatuh bangun tanpa lelah terus berusaha sampai titik akhir pencapaian.
realita nya banyak orang tersesat dan mencari jalan lurus
Bunda DM: karena manusia di dunia ini tempatnya untuk "cape"
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
boleh ikut peluk Candra gak sih
eh.. ntar Lexa tantrum 🤭
Bunda DM: aciknya cemburuan
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Alhamdulillah... nerimo ing pandum itu kunci rasa syukur
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
cerita nya ngiri nih🤣
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
dokLie kenal dokBar gak🤭
Bunda DM: kayanya kenal
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
dokter Alie yang punya anak satu itu ya
ᖇᑌᔕᔕᗴLL: owh 🤭
total 4 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
aamiin ya Rabbal alamiin
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Alhamdulillah kalo Ani sudah berubah dan selamat ya atas kehamilannya
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
pesan terakhir Dinda untuk CanXa😭
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Alhamdulillah
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
etdah Pak... kasihan dong anaknya suruh hamil mulu
Bunda DM: udh kaya pabrik ya.. tiada henti berproduksi
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
ngomong Can jangan senyum senyum aja
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Alhamdulillah..
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Dinda, dijahatin cowok lain tapi sasarannya pak Sanjaya
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
wakatipu... waah kau kena tipu 🤭
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
🤣🤣🤣
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
bagus mad, kasih paham tuh adiknya jangan ngrecokin rumah tangga Candra mulu
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
jam colex... jangan lupa kalo gak ingat waktu dicolex🤭
Bunda DM: ntar ngiklan kalo mereknya disebut
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
pillow talk itu penting banget ya buat membangun chemistry
Bunda DM: Yups, efektif sih sejauh ini😁
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
gak sekalian ibu diajak Can
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!