NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:147.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Pernah Menjadi Musuhnya

Boqin Changing tersenyum tipis setelah mendengar seluruh jawaban Liu Bin.

Sejak awal interogasi, pandangannya tidak pernah lepas dari perubahan sekecil apa pun pada ekspresi pria itu. Dari sorot mata, nada suara, hingga detak napasnya, semuanya ia amati dengan saksama.

Setelah mendengar seluruh pengakuannya, Boqin Changing akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan. Pria itu tidak berbohong.

Bukan karena ia tidak setia kepada kawannya. Melainkan karena rasa takut telah mengalahkan keberaniannya.

Boqin Changing mengembuskan napas pelan.

"Dari semua jawabanmu... setidaknya aku sudah mendapatkan gambaran yang cukup."

Ia kemudian mulai merangkum seluruh informasi yang baru saja diperolehnya. Kelompok Bulan Kelam ternyata telah memasuki hutan ini untuk membangun salah satu markas mereka.

Mereka sengaja memilih lokasi ini karena jaraknya tidak terlalu jauh dari Sekte Dua Pedang Petir, sekte asal Boqin Changing yang juga merupakan pendekar terkuat di Kekaisaran Qin.

Menurut pengakuan Liu Bin, kelompok itu telah membangun dua markas. Salah satunya berada di Bukit Cemara Berjajar. Sedangkan lokasi markas yang kedua, bahkan Liu Bin sendiri tidak mengetahuinya.

Tujuan mereka pun bukan sekadar bersembunyi. Kelompok Bulan Kelam ingin menciptakan kekacauan dan huru-hara di wilayah Kekaisaran Qin.

Namun di antara semua informasi itu, ada satu hal yang paling menarik perhatian Boqin Changing. Mereka berencana menculik kedua orang tuanya.

Liu Bin mengatakan bahwa kelompoknya berniat menjadikan kedua orang tua Boqin Changing sebagai sandera. Dengan begitu, mereka dapat menekan Boqin Changing agar mengikuti keinginan mereka.

"Kapan rencana itu dilakukan?" tanya Boqin Changing.

Liu Bin menggeleng.

"Aku tidak tahu. Kami hanya diperintahkan untuk menunggu instruksi dari atasan."

Suasana di sekitar api unggun langsung menjadi sunyi.

Para murid dan tetua saling berpandangan. Apa yang mereka bayangkan selama ini ternyata sama sekali berbeda dengan kenyataan.

Musuh yang mereka cari bukanlah sisa-sisa Kelompok Tengkorak Hitam. Melainkan sebuah kelompok misterius dari kekaisaran lain yang sedang melakukan ekspansi secara diam-diam.

Boqin Changing menghela napas pelan. Ia benar-benar tidak menyangka. Ada kelompok yang begitu berani hingga menjadikan keluarganya sebagai target. Bahkan berniat menculik kedua orang tuanya untuk dijadikan sandera.

Namun di tengah semua informasi itu, ada satu hal yang terus mengganjal pikirannya. Liu Bin sama sekali tidak pernah menyebut keterlibatan Keluarga Pei dari Kekaisaran Jiu.

Apakah memang karena kedudukan Liu Bin terlalu rendah sehingga ia tidak mengetahui rahasia sebesar itu? Atau memang Keluarga Pei tidak terlibat sama sekali?

Boqin Changing belum bisa memastikan. Ia memutuskan menyimpan pertanyaan itu di dalam benaknya.

Liu Bin kemudian menatap Boqin Changing dengan hati-hati.

"Aku... sudah mengatakan semuanya."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"...Apakah sekarang aku boleh pergi?"

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Tentu."

"Silakan."

"Kau boleh pergi."

Jawaban itu langsung membuat beberapa tetua terkejut. Mereka saling berpandangan.

Bukankah selama ini mereka selalu mendengar bahwa Boqin Changing tidak pernah membiarkan musuhnya hidup? Mengapa kali ini ia justru melepaskan seorang mata-mata?

Liu Bin sendiri tampak tidak percaya. Beberapa saat kemudian, senyum lega perlahan muncul di wajahnya. Ia berdiri dari kursinya. Kemudian membungkukkan badan sebagai tanda hormat.

"Terima kasih."

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia pun berbalik dan mulai meninggalkan perkemahan.

Satu langkah...

Dua langkah...

Tiga langkah...

Baru beberapa langkah berjalan, terdengar suara Boqin Changing dari belakang.

"Oh ya."

Liu Bin langsung berhenti. Ia menoleh ke belakang dengan wajah bingung.

Boqin Changing tersenyum kecil.

"Aku lupa memperkenalkan diri."

Liu Bin hanya memandangnya tanpa mengerti.

Boqin Changing kemudian berkata dengan tenang,

"Namaku..."

"...Boqin Changing."

Kalimat itu bagaikan petir yang menyambar kepala Liu Bin.

Seluruh tubuhnya langsung membeku. Matanya membelalak lebar.

"Bo... Boqin... Changing?"

Napasnya mendadak menjadi tidak teratur. Baru sekarang ia menyadari orang yang sejak tadi menginterogasinya, orang yang meracuninya, orang yang mengancamnya ternyata adalah Boqin Changing.

Pendekar yang menjadi target utama Kelompok Bulan Kelam. Pendekar yang keluarganya diperintahkan untuk diculik oleh kelompok mereka.

Tubuh Liu Bin mulai bergetar hebat. Belum sempat ia melakukan apa pun, guratan-guratan hijau dan ungu kembali muncul di lehernya. Dalam sekejap, warna itu menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Agh...!"

Tubuhnya kehilangan tenaga.

Bruk!

Ia ambruk ke tanah.

Seluruh tubuhnya kembali bergetar hebat. Mulutnya terbuka lebar, tetapi tidak mampu mengeluarkan suara sedikit pun.

Boqin Changing memiringkan kepalanya sambil memasang wajah seolah kebingungan.

"Eh? Sepertinya racunnya kambuh lagi."

Ia mengusap dagunya pelan.

"Apa aku salah memberikan penawarnya?"

Senyum tipis kembali muncul di sudut bibirnya. Senyum yang membuat seluruh orang di tempat itu merasakan hawa dingin menjalar di punggung mereka.

Kini mereka akhirnya mengerti. Boqin Changing memang tidak pernah berniat melepaskan musuhnya.

Ia memang menepati janjinya. Ia benar-benar tidak menyerang Liu Bin setelah pria itu selesai menjawab seluruh pertanyaannya.

Namun, pil yang diberikan sejak awal ternyata bukan penawar permanen. Pil itu hanya menunda sementara efek racun. Begitu pengaruhnya habis, racun tersebut kembali menyerang tubuh Liu Bin.

Seorang murid tanpa sadar bergidik.

"Jadi..."

"...memang sejak awal seperti ini rencananya."

Tetua dari sekte kecil mengembuskan napas panjang.

"Kejam..."

"Benar-benar kejam."

Di mata mereka, Boqin Changing mungkin adalah pendekar aliran putih. Namun cara berpikir dan metodenya bahkan terasa lebih mengerikan daripada kebanyakan pendekar aliran hitam.

Bulu kuduk para murid berdiri. Salah seorang murid bahkan terus menggeleng sambil bergumam pelan.

"Jangan menjadi musuhnya..."

"Jangan pernah menjadi musuhnya..."

Boqin Changing kemudian menoleh ke arah para murid dan tetua yang sedang menatapnya dengan wajah pucat.

"Apa yang kalian lihat?"

Nada suaranya tetap santai.

"Aku benar-benar menepati janjiku."

Ia menunjuk ke arah Liu Bin yang sedang menggelepar di tanah.

"Lihat. Aku tidak menyerangnya setelah ia selesai berbicara."

Tidak ada seorang pun yang berani membantah. Semua orang buru-buru menganggukkan kepala.

"Benar, Senior."

"Senior memang tidak menyerangnya."

“Kami percaya pada Senior...”

Boqin Changing kemudian berkata dengan suara datar,

"Ada yang bisa pindahkan dia ke pinggir?"

"Dua puluh tiga jam lagi... dia akan mati."

Tetua Agung Peng segera melangkah maju.

"Baik, Senior."

Ia mengangkat tubuh Liu Bin yang terus bergetar hebat, lalu membawanya ke arah semak-semak di pinggir perkemahan.

Saat memegang tubuh pria itu, Tetua Agung Peng dapat merasakan bahwa Liu Bin masih hidup. Namun setiap otot di tubuhnya terus berkontraksi. Rasa sakit yang dideritanya jelas berada di luar batas yang sanggup dibayangkan orang biasa.

Boqin Changing memandang ke arah Liu Bin sejenak sebelum berkata dengan suara dingin,

"Siapa pun yang berani menargetkan keluargaku..."

"...akan mendapatkan penderitaan yang mengerikan."

Tidak ada yang menjawab. Semua orang dapat merasakan kemarahan yang tersembunyi di balik nada bicara Boqin Changing yang tenang.

Sesaat kemudian, Boqin Changing berbalik dan berjalan menuju tendanya. Para murid dan tetua secara spontan menyingkir, membuka jalan baginya. Tak seorang pun berani menghalangi langkahnya. Mereka hanya bisa memandang sosok itu hingga menghilang ke dalam tenda.

Sementara dari balik semak-semak, samar-samar masih terdengar erangan lirih Liu Bin yang terus bergema di tengah sunyinya malam.

1
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
bogel
top markotop
A 170 RI
menjaga kedua orang tuaku🤣🤣🤭
Xiao Shuxiang
VOTE MELUNCUR
Mamat Stone
/Shhh/
Mamat Stone
/Bye-Bye/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!