NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Desa Lino

Rombongan Pangeran Kedua Yuhuang Tian akhirnya tiba di Desa Lino menjelang senja setelah mereka melakukan perjalanan cukup lama yaitu selama 4 hari.

Langit terlihat berwarna kelabu, seakan ikut berduka atas nasib desa itu. Bau anyir bercampur busuk langsung menyeruak begitu mereka melewati gerbang kayu yang hampir roboh.

Natalia lamgsung turun dari kuda putih miliknya, sambil menatap ke depan yang desa itu sangat sunyi. Wulan meringis melihat desa itu begitu juga dengan yang lain.

Natalia menghentikan langkahnya. Matanya membelalak, napasnya tercekat melihat kondisi di hadapannya.

Di sepanjang jalan desa, tubuh-tubuh terbaring lemah. Beberapa mengerang pelan, sementara yang lain hanya bisa menatap kosong tanpa tenaga. Kulit mereka pucat kehijauan, sebagian bahkan dipenuhi bercak hitam yang mengerikan.

“Ya Dewa .…” bisik Wulan dengan suara gemetar. Tangannya refleks menutup hidung, namun matanya tak bisa berpaling dari penderitaan itu.

Natalia menelan ludah. Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi rasa prihatin yang mendalam.

“Ini … jauh lebih parah dari laporan,” ucapnya pelan.

Seorang wanita tua merangkak mendekati rombongan. Tangannya gemetar saat mencoba meraih ujung pakaian Natalia.

“Tolong … selamatkan kami .…” suaranya serak, hampir tak terdengar.

Natalia segera berlutut di hadapannya. Tangannya dengan hati-hati memeriksa denyut nadi wanita itu.

“Nadi lemah, suhu tinggi … dehidrasi parah,” gumamnya.

Wulan berjongkok di sampingnya. “Nona, apa ini penyakit biasa?”

Natalia menggeleng pelan. “Tidak. Ini bukan wabah biasa.”

Tak jauh dari mereka, Wu Reno memperhatikan dengan sorot mata tajam. Ia kemudian melangkah mendekat.

“Nona Natalia,” katanya serius, “sebenarnya wabah apa ini?”

Natalia berdiri perlahan. Matanya menyapu seluruh desa yang dipenuhi penderitaan.

“Kita belum tahu,” jawabnya tenang. “Tapi kita akan cari tahu. Tapi kalian tidak boleh menyentuh langsung, kalian harus menggunakan sarung tangan, kita belum tahu apa yang kita hadapi sekarang.”

Wu Reno lamgsung memgangguk mengerti.

Pangeran Kedua Yuhuang Tian berdiri beberapa langkah di belakang, wajahnya dingin dan tak terbaca. Ia hanya mengamati setiap gerakan Natalia tanpa berkata sepatah kata pun.

Natalia menarik napas dalam. Ia lalu menoleh pada para prajurit yang berdiri kaku.

“Kita butuh area bersih,” katanya tegas. “Dirikan tenda di sisi timur desa. Jauh dari penduduk yang sudah terinfeksi parah.”

Para prajurit saling pandang. Tak satu pun bergerak.

Wulan mengerutkan kening. “Kalian tidak dengar perintah Nona?”

Salah satu prajurit tampak ragu. “Kami hanya menerima perintah dari Yang Mulia Pangeran.”

Suasana mendadak hening.

Natalia tidak marah. Ia hanya menatap mereka datar, lalu beralih menatap Yuhuang Tian.

Pangeran itu melangkah maju satu langkah. Tatapannya tajam menyapu para prajuritnya.

“Lakukan, apapun yang dikatakan nona Natalia, kerjakan segera,” ucapnya singkat.

Seketika itu juga para prajurit bergerak cepat. Tanpa berani membantah, mereka segera menuju lokasi yang ditunjuk.

Wulan menghela napas lega. “Akhirnya.”

Natalia tidak membuang waktu. Ia berbalik dan berjalan menuju salah satu rumah kosong yang tampak masih cukup utuh.

“Wulan, ikut aku.”

“Baik, Nona.”

Begitu masuk ke dalam rumah, Natalia memastikan tidak ada orang lain di sana. Ia menutup pintu rapat-rapat.

Wulan menatapnya penuh pengertian. “Nona akan mengambilnya sekarang?”

Natalia mengangguk pelan. Ia mengangkat tangannya, lalu dalam sekejap sebuah cahaya tipis berpendar di sekelilingnya. Dari ruang dimensi tersembunyi miliknya, satu per satu alat medis modern mulai muncul.

Kotak peralatan steril, sarung tangan, masker, termometer digital, hingga alat suntik dan botol cairan infus.

Wulan sudah terbiasa melihat ini, namun tetap saja ia tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.

“Setiap kali melihatnya tetap terasa luar biasa,” gumam Wulan.

Natalia hanya tersenyum tipis. “Ini warisan dari Ibu.”

Ia segera mengenakan sarung tangan dan masker. Gerakannya cepat dan terlatih.

“Kita harus bekerja cepat. Penyakit ini menyebar melalui kontak … kemungkinan juga udara.”

Wulan langsung ikut mengenakan perlengkapan yang diberikan Natalia.

“Perintah selanjutnya, Nona?”

Natalia membuka kotak alatnya. “Kita mulai dari pasien yang masih sadar. Aku perlu sampel darah dan memeriksa gejala secara detail.”

Tak lama kemudian, mereka keluar dari rumah itu dengan membawa peralatan.

Langkah Natalia terhenti sejenak ketika menyadari tatapan Wu Reno dan Pangeran Kedua tertuju padanya.

Wu Reno menyipitkan mata. “Peralatan itu… aku belum pernah melihatnya sebelumnya.”

Natalia tetap tenang. “Memang tidak banyak yang tahu.”

Wu Reno melangkah mendekat. “Itu bukan alat medis biasa. Dari mana kau mendapatkannya?”

Sejenak hening.

Wulan menegang, namun Natalia hanya menjawab dengan nada datar.

“Ini buatan ibuku.”

Wu Reno mengernyit. “Ibumu?”

Natalia mengangguk. “Beliau seorang tabib … dengan metode yang sedikit berbeda.”

Penjelasan itu terdengar sederhana, namun cukup untuk menutup rasa penasaran, setidaknya untuk sementara.

Wu Reno masih tampak curiga, namun tidak bertanya lebih jauh.

Di sisi lain, Yuhuang Tian tetap diam. Tatapannya tajam, seolah mencoba menembus setiap rahasia yang Natalia sembunyikan. Namun ia tidak mengatakan apa pun.

Natalia kembali fokus pada pekerjaannya. Ia mendekati seorang pemuda yang masih setengah sadar. Dengan hati-hati, ia memeriksa kondisi tubuhnya.

“Wulan, catat. Demam tinggi, ruam hitam di lengan, napas cepat.”

“Sudah, Nona.”

Natalia kemudian mengambil sampel darah menggunakan alat suntik modernnya. Gerakannya begitu halus hingga hampir tak terasa oleh pasien.

Wu Reno memperhatikan dengan serius. “Metodemu … sangat berbeda.”

Natalia tidak menoleh. “Selama bisa menyelamatkan nyawa, metode apa pun tidak penting.”

Ia kemudian berdiri. Matanya semakin tajam.

“Ini bukan sekadar wabah biasa. Ada kemungkinan ini infeksi yang sangat kuat atau bahkan sesuatu yang bermutasi.”

Wulan terkejut. “Bermutasi?”

Natalia mengangguk pelan. “Aku belum bisa memastikan. Tapi pola penyebarannya terlalu cepat.”

Angin sore berhembus dingin, membawa suara rintihan dari seluruh penjuru desa.

Natalia mengepalkan tangannya. “Kita tidak punya banyak waktu.”

Di kejauhan, tenda-tenda mulai berdiri. Para prajurit bekerja cepat di bawah perintah Pangeran Kedua.

Yuhuang Tian akhirnya berbicara, suaranya dingin dan rendah. “Berapa lama kau butuh untuk menemukan jawabannya?”

Natalia menoleh, menatapnya lurus. “Secepat mungkin.”

Tatapan mereka bertemu. Dua sosok dengan kekuatan dan rahasia masing-masing. Natalia akhirnya memutuskan tatapannya, lalu kembali fokus pada rakyat desa yang tengah merintih.

1
Lyvia
suwun thor crazy upnya, matrehat sehat sllu thor 😄
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Korona ini
Maria Lina
makasih thor ud treeple up. y n bsk gimi lgi ya thor
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sudah kere pun masih tak berpikir
itu siapa punya hak

hadeh dasar ya kko manusia serakah
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Dih ga sadar2 ni manusia
vj'z tri
gak yakin makan hanya sedikit /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ya jelas beda dong kan yaaa
vj'z tri
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/ gpp kok horang ganteng juga manusia bisa lapar juga /Facepalm/
vj'z tri
pepet teros kang jangan kasih kendor /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tambah laper juga itu /Facepalm/
Osie
wu reno g usah kepo..org kepo cpt matii🤣🤣🤣
Osie
jiiiaahh sampah merasa tuan muda
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Wu Reno bnyk nanya dah th keadaan darurat 😏😤
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
tenang Adrian stlh kamu ketemu sama Natalia kamu akan di beri surat cerai yg nanti akan bikin duniamu runtuh karna tanpa Natalia kamu dan keluarga Li akan nyungseb 😏😤
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
doyan apa lapar Zhang Tian 😅😅
Osie
doyan apa rakus nih zhang tian🤣🤣🤣🤣
mama_im
tongkol nya pake sambal gak kak yul?? 🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Astaga typo kak gara-gara nulis dalam kondisi lapar 🤣🤣🤣
total 1 replies
sambua
kacang lupa kulitnya anda
Arbaati
menarik, selalu di tunggu kelanjutannya
SENJA
lu berisik aja dari tadi elaaah😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!