Tiga tahun jadi sampah!
Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.
Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.
Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!
Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.
Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.
Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.
Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.
Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30: Kolam Teratai Suci
Istana Teratai Suci.
Jika Perguruan Langit Biru adalah perguruan yang megah dan agung yang terletak di atas puncak gunung tertinggi yang menembus awan, maka Istana Teratai Suci adalah istana yang damai dan suci yang terletak di tengah danau besar yang luasnya hampir sepuluh kilometer persegi yang bernama Danau Teratai Suci.
Danau itu airnya sangat jernih dan sangat tenang, seperti cermin raksasa yang memantulkan langit biru dan awan putih di atasnya. Di atas danau itu, ribuan bunga teratai putih dan emas yang ukurannya sebesar piring dan memancarkan cahaya suci yang lembut mekar dengan indah sepanjang tahun tanpa pernah layu, membuat seluruh danau terlihat seperti surga yang turun ke bumi.
Dan di tengah tengah danau yang penuh dengan bunga teratai suci itu, ada sebuah pulau kecil yang luasnya sekitar satu kilometer persegi, di atas pulau kecil itu ada sebuah istana putih yang terbuat dari batu giok suci dan kayu cendana emas yang sangat harum, istana yang terlihat sangat sederhana tapi memancarkan aura suci dan damai yang bisa membuat orang yang sedang marah sekalipun langsung tenang hanya dengan melihatnya dari jauh.
Itulah Istana Teratai Suci, salah satu dari tiga kekuatan terbesar di wilayah Kekaisaran Langit Biru, tempat tinggal para wanita suci yang semuanya memiliki Tubuh Teratai, tempat yang bahkan Pemimpin Perguruan Langit Biru pun harus memberi hormat saat datang berkunjung.
Hari ini, danau yang biasanya tenang dan damai itu menjadi sangat ramai dan sangat meriah, karena hari ini adalah hari dimana sepuluh murid teratas dari Kompetisi Puncak Langit Perguruan Langit Biru yang berhasil selamat dari badai darah tiga hari yang lalu akan datang ke istana untuk melakukan final kompetisi dan berkultivasi selama satu bulan di dalam Kolam Teratai Suci yang merupakan tempat paling suci di istana.
Di tepi danau, ratusan murid perempuan Istana Teratai Suci dengan gaun putih suci mereka yang anggun berbaris dengan rapi untuk menyambut kedatangan para tamu dari Perguruan Langit Biru, wajah mereka yang cantik dan suci itu penuh dengan rasa penasaran dan sedikit malu malu saat menatap para murid pria dari Perguruan Langit Biru yang datang dengan pedang terbang mereka.
Di antara ratusan murid perempuan itu, ada dua sosok yang paling mencolok, satu adalah wanita paruh baya yang cantik dan anggun dengan gaun putih emas yang mewah, kultivasi Alam Raja Langit tingkat sembilan puncak, setengah langkah menuju Alam Kaisar Langit, dia adalah Pemimpin Istana Teratai Suci, ibu kandung dari Luna Maheswari, yang bernama Ratu Teratai Suci.
Dan di sampingnya, ada seorang kakek tua berjubah putih sederhana yang wajahnya penuh dengan keriput tapi matanya berkilat dengan kebijaksanaan, kultivasi setengah langkah Alam Kaisar Langit, dia adalah Tetua Agung Istana Teratai Suci, orang terkuat kedua di istana setelah Pemimpin Istana.
Mereka berdua berdiri di tepi danau dengan senyum ramah untuk menyambut kedatangan Pemimpin Perguruan Langit Biru dan rombongan sepuluh murid teratas yang akan datang.
Tidak lama setelah itu, dari langit di arah utara, belasan cahaya pedang terbang dengan warna biru langit, biru es, dan putih teratai emas melesat dengan kecepatan kilat dan mendarat dengan anggun di tepi danau.
Yang memimpin di depan adalah Pemimpin Perguruan Langit Biru dengan jubah biru langitnya yang agung, di belakangnya ada Tetua Agung Perguruan dan Jenderal Kekaisaran, dan di belakang mereka lagi ada sepuluh murid teratas dari Kompetisi Puncak Langit.
Sepuluh murid itu adalah: Arya Langit Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan puncak, Sekar Embun Alam Raja Langit tingkat tiga puncak, dan delapan murid lain yang kultivasinya antara Alam Jiwa Kesatria tingkat tujuh hingga tingkat sembilan, semuanya adalah jenius yang berhasil bertahan hidup dari badai darah tiga hari yang lalu dan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke dalam Kolam Teratai Suci.
Tapi saat belasan cahaya pedang itu mendarat, semua mata dari ratusan murid perempuan Istana Teratai Suci itu, termasuk mata Pemimpin Istana Teratai Suci dan Tetua Agung Istana Teratai Suci, tidak menatap Pemimpin Perguruan Langit Biru atau sepuluh murid teratas lainnya, tapi langsung menatap tiga orang yang terbang di paling depan dengan bergandengan tangan.
Arya Langit yang berada di tengah dengan jubah biru muda dengan bordiran naga emas di dada dan teratai es dan teratai suci di lengan, Sekar Embun dengan gaun putih dengan bordiran naga emas yang sama di dada, dan Luna Maheswari dengan gaun putih teratai emas dengan bordiran naga emas yang sama di dada, yang juga terbang bergandengan tangan dengan Arya dan Sekar Embun!
Tiga orang yang terbang bergandengan tangan seperti keluarga kecil yang bahagia!
Melihat pemandangan itu, semua murid perempuan Istana Teratai Suci langsung berbisik bisik dengan penuh keheranan dan sedikit kecemburuan, karena Luna Maheswari adalah Putri Suci mereka yang terkenal dingin dan tidak pernah dekat dengan pria mana pun, tapi kini dia terbang bergandengan tangan dengan seorang pria dan seorang wanita lain dengan wajah yang memerah bahagia!
Pemimpin Istana Teratai Suci yang melihat putri kesayangannya terbang bergandengan tangan dengan seorang pria dan wanita lain itu, wajahnya yang anggun itu langsung terkejut, tapi kemudian tersenyum dengan penuh arti dan sedikit jahil, sama seperti senyum Sekar Embun saat mengejek Luna.
"Oh, jadi ini Arya Langit yang terkenal itu, Murid Inti Nomor Satu Perguruan Langit Biru yang menyelamatkan putriku dan 3212 murid perguruan dari Leluhur Darah Hitam. Dan ini pasti Sekar Embun, Bidadari Pedang Embun yang Tubuh Meridian Embun Bekunya sudah sembuh total. Terima kasih banyak sudah menyelamatkan putriku, Luna, selama ini. Saya Ratu Teratai Suci, ibu dari Luna, dan saya sangat berterima kasih kepada kalian berdua."
Ratu Teratai Suci berkata dengan suara yang lembut dan anggun, tapi matanya yang menatap Arya itu berkilat dengan tatapan seorang ibu mertua yang sedang menilai calon menantunya.
Arya yang merasakan tatapan ibu mertua itu langsung gugup dan buru buru melepaskan gandengan tangannya dengan Luna dan Sekar Embun dan memberi hormat dengan sopan.
"Junior Arya Langit memberi hormat kepada Ratu Teratai Suci, Pemimpin Istana Teratai Suci! Terima kasih atas pujiannya, itu adalah kewajiban junior untuk melindungi Luna... eh, Putri Suci Luna!"
Kata keceplosan Luna itu membuat wajah Luna yang tadinya sudah memerah itu semakin memerah total, dan membuat Sekar Embun yang ada di sampingnya tertawa kecil dengan jahil.
Ratu Teratai Suci yang melihat tingkah gugup Arya dan wajah memerah putrinya itu tertawa dengan anggun.
"Tidak perlu gugup, Arya Langit. Saya sudah mendengar semua cerita tentangmu dari Luna melalui surat selama tiga hari terakhir. Surat yang isinya hanya tentangmu, tentang bagaimana kamu menyelamatkannya dari racun, tentang bagaimana kamu membuat lautan bunga teratai es mekar di Puncak Embun, tentang bagaimana kamu menghancurkan Jantung Leluhur Darah Hitam bersama dengan Sekar Embun. Surat yang panjangnya hampir sepuluh halaman dan tidak ada satu kalimat pun yang tidak menyebut namamu."
Begitu Ratu Teratai Suci berkata begitu dengan suara yang sengaja dibuat keras agar semua murid perempuan Istana Teratai Suci bisa mendengarnya, semua murid perempuan itu langsung menatap Luna dengan tatapan penuh keheranan dan menggoda, membuat Luna yang sudah memerah itu ingin mencari lubang untuk bersembunyi karena malu.
"Ibu! Jangan katakan itu di depan semua orang! Itu... itu surat pribadi!" Luna berbisik dengan suara kecil yang hampir menangis karena malu.
Ratu Teratai Suci yang melihat putrinya yang biasanya dingin dan tidak peduli dengan apapun kini bisa malu seperti gadis kecil itu, dia tertawa dengan bahagia dan menggandeng tangan Luna dan Sekar Embun dengan lembut.
"Sudah, sudah, Ibu tidak akan menggoda Luna lagi. Ayo, semua tamu sudah datang, mari kita masuk ke dalam istana dan menuju Kolam Teratai Suci. Kolam itu sudah dibersihkan total dan sudah siap untuk digunakan. Dan ada sesuatu yang ingin Ibu tunjukkan kepada kalian bertiga di dalam kolam itu, sesuatu yang berhubungan dengan asal usul Tubuh Meridian Naga Langit dan Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa yang sudah hilang selama seribu tahun."
Kalimat terakhir Ratu Teratai Suci yang berhubungan dengan asal usul Tubuh Meridian Naga Langit itu membuat mata Arya, Sekar Embun, dan Luna yang tadinya masih malu itu langsung berbinar dengan serius.
Mereka bertiga saling menatap dan mengangguk.
Sepertinya, peta kecil berwarna merah darah yang sempat dilihat Arya di dalam Jantung Leluhur Darah Hitam tiga hari yang lalu yang menunjukkan Makam Leluhur Naga Langit Sejati di bawah Kolam Teratai Suci itu bukan kebetulan, tapi memang sudah diketahui oleh Pemimpin Istana Teratai Suci!
Setelah berkata begitu, Ratu Teratai Suci membawa Pemimpin Perguruan Langit Biru, sepuluh murid teratas, dan ratusan murid perempuan Istana Teratai Suci terbang menuju pulau kecil di tengah danau tempat istana berada.
Di tengah pulau kecil itu, di belakang istana putih yang megah, ada sebuah kolam kecil yang luasnya hanya sekitar seratus meter persegi, tapi air di dalam kolam itu sangat jernih dan memancarkan cahaya putih emas yang sangat suci dan sangat murni, di atas permukaan air kolam itu, ribuan bunga teratai putih dan emas yang ukurannya sebesar telapak tangan mekar dengan indah dan berputar pelan, menciptakan sebuah formasi alami yang sangat indah.
Di sekitar kolam itu, ada sepuluh batu giok putih yang disusun melingkar, setiap batu giok itu memancarkan energi roh yang sangat murni yang bisa membuat kultivasi seseorang naik dua kali lipat hanya dengan duduk di atasnya.
Itulah Kolam Teratai Suci, tempat paling suci di Istana Teratai Suci, tempat dimana Putri Suci dari setiap generasi bermeditasi dan memurnikan jiwa mereka!
Begitu tiba di tepi kolam itu, semua murid yang ikut serta, termasuk delapan murid teratas selain Arya, Sekar Embun, dan Luna, langsung merasakan jiwa mereka yang lelah karena badai darah tiga hari yang lalu itu langsung tenang dan damai, bahkan beberapa murid yang kultivasinya tertahan di Alam Jiwa Kesatria tingkat tujuh selama setahun langsung merasakan kultivasi mereka akan naik!
"Kolam yang luar biasa! Hanya dengan menghirup aroma bunganya saja kultivasiku sudah akan naik!" seru salah satu murid dengan kagum.
Pemimpin Perguruan Langit Biru dan Ratu Teratai Suci yang melihat kekaguman para murid itu tersenyum dengan bangga.
"Baiklah, semua murid, silakan masuk ke dalam kolam dan cari batu giok masing masing untuk berkultivasi selama satu bulan. Ingat, jangan saling mengganggu, dan jangan mencoba untuk memetik bunga teratai suci di dalam kolam, karena bunga itu adalah penjaga kolam. Dan Arya Langit, Sekar Embun, Luna Maheswari, kalian bertiga ikut saya, ada tempat khusus untuk kalian bertiga di tengah kolam."
Ratu Teratai Suci berkata dengan suara lembut, lalu dia mengayunkan tangannya dan air di tengah Kolam Teratai Suci yang tadinya tenang itu tiba tiba terbelah menjadi dua, menampakkan sebuah tangga batu giok putih yang turun ke bawah, ke dalam kedalaman kolam yang tidak terlihat dasarnya!
Tangga itu memancarkan cahaya emas naga dan putih teratai suci yang sangat terang, cahaya yang sama persis dengan cahaya di dahi Arya, Sekar Embun, dan Luna!
Melihat tangga itu, Arya langsung teringat dengan peta Makam Leluhur Naga Langit Sejati yang dia lihat di dalam Jantung Leluhur Darah Hitam!
Sepertinya, Makam Leluhur Naga Langit Sejati itu memang berada di bawah Kolam Teratai Suci, dan tangga ini adalah jalan menuju ke sana!
Ratu Teratai Suci yang melihat keterkejutan di wajah Arya, Sekar Embun, dan Luna itu tersenyum dengan penuh misteri.
"Ayo turun, anak anak. Di bawah sana, ada seseorang yang sudah menunggu kalian bertiga selama seribu tahun."
Seseorang yang sudah menunggu selama seribu tahun!
Siapa dia? Apakah dia Leluhur Naga Langit Sejati yang makamnya ada di bawah kolam ini?
Dengan jantung berdegup kencang karena penasaran dan sedikit takut, Arya menggandeng tangan Sekar Embun dan Luna dengan erat dan melangkah turun ke tangga batu giok putih itu, menuju kedalaman Kolam Teratai Suci yang gelap dan misterius, menuju Makam Leluhur Naga Langit Sejati yang akan mengungkap rahasia besar tentang asal usul Tubuh Meridian Naga Langit dan Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa, dan menuju tempat dimana kepercayaan Luna Maheswari akan akhirnya mencapai 100% dan Luna akan resmi menjadi Istri Kaisar Kedua yang sah di bawah cahaya naga dan teratai suci.
Langkah mereka bertiga yang bergandengan tangan itu bergema pelan di tangga batu giok yang turun ke bawah, semakin dalam, semakin dalam, hingga cahaya dari atas kolam tidak terlihat lagi dan hanya ada cahaya emas naga dan putih teratai suci yang menerangi jalan mereka di depan.
Di ujung tangga yang dalam, sebuah pintu raksasa berwarna emas dengan ukiran naga dan teratai yang saling melilit terlihat samar, pintu makam Leluhur Naga Langit Sejati yang sudah tertutup selama seribu tahun, akhirnya akan terbuka kembali hari ini oleh tiga jiwa yang terikat oleh cinta sejati.