King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal lagi
" Mau beliin bodyguard yang masih berjaga"
" Pesan aja "
" Pake uang kamu ya"
" Pake uang yang di kasih sama Daddy tadi"
" Kok nggak bilang kalau Daddy kasih uang"
" Kan kamu nggak nanya"
Pletak.
Aaaawww.
King memegang kepalanya yang dipukul sama Queenza.
" Durhaka kamu sama aku"
" Kamu yang durhaka sama aku"
" Kenapa jadi aku yang durhaka sama kamu. Kan aku yang lebih tua dari kamu"
" Kita cuma beda menit doang"
" Ya tetap aja aku yang lebih gede dari pada kamu"
" Cepat pesan mie ayamnya"
" Iya, bawel banget"
King memesan berapa bungkus mie ayam untuk bodyguard yang masih berjaga. Setelah itu ia membayar semua pesanan dan juga mie ayam yang mereka makan tadi.
Selesai membayar King dan Queenza pun meninggalkan tempat mie ayam.
" Nanti mampir ke minimarket dulu ya"
" Mau ngapain?"
" Beli minuman"
" Di minimarket kita juga ada"
" Nggak seru, aku mau belinya di minimarket dekat sini"
" Baiklah "
King tidak bisa menolak keinginan saudara kembarnya itu. Saat melihat minimarket, King pun menghentikan mobilnya.
" Jangan lama-lama "
" Kamu nggak ikut turun "
" Nggak "
" Masa aku sendiri yang masuk "
" Nggak akan ada juga orang yang bakal culik tukang makan dan jajan kaya kamu. Ngabisin beras"
" Ck"
Queenza segera turun dari mobil. Ia mau membeli minuman soda. Walaupun di mansion mommy-nya ada minimarket, Queen tidak pernah nggak jajan di luar.
Queenza langsung menuju lemari pendingin. Ia akan mencari minuman soda. Queenza mengambil dua minuman soda. Saat mau membayar minumannya ia tidak sengaja menabrak seseorang.
" Wah, coba lihat. Siapa yang berani menabrak Lo, Lang"
" Sorry"
Setelah meminta maaf, Queenza segera pergi dari sana. Ia tidak ingin berurusan dengan ketos dan teman-temannya.
" Berani sekali dia mengabaikan cowok tampan kaya Lo "
Gilang segera mengejar Queenza. Kali ini dia tidak akan membiarkan Queenza lolos. Cukup satu kali ia diabaikan cewek cantik itu.
" Eits, mau kemana"
" Lepasin tangan Lo "
" Kalau gue nggak mau, Lo mau apa?. Mau muter tangan gue lagi, hhmmm"
" Gue patahkan tangan Lo "
" Uh takut. Lo itu cuma sendirian disini, dan ini wilayah gue"
" Terus kenapa kalau ini wilayah Lo. Lo pikir gue takut"
" Bawa dia "
Gilang berjalan duluan ke belakang minimarket. Malam ini ia akan membuat Queenza tidak bisa melupakan kejadian hari ini.
Teman-teman Gilang membawa Queenza ke belakang minimarket. Baru beberapa langkah mau pergi, mereka sudah di hadang sama King.
" King tolong aku"
Mulai lagi dramanya. Padahal kan dia bisa menghajar orang-orang nggak berguna ini.
" Jangan ikut campur kalau tidak ingin babak belur"
" Ck, kalau kalian bisa menyentuh gue. Maka gue akan biarkan kalian membawa dia pergi"
" Baiklah "
Teman-teman Gilang pun menyerang King. Tapi tidak ada satupun serangan mereka yang bisa menyentuh King. Jangankan menyentuh King, menyentuh baju King saja mereka tidak bisa.
Gilang yang menunggu dari tadi kesal karena teman-temannya belum juga datang. Ia pun menyusul teman-temannya.
Gilang kaget melihat teman-teman sudah terkapar di lantai. Ia tidak melihat Queenza di sana.
" Sial!. Kemana perginya tu cewek!"
Gilang mencari di sekitarnya, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Queenza di sana. Ia tidak tau kemana perginya Queenza.
" Kalian gimana sih!, jaga satu cewek aja nggak becus!"
Teman-teman Gilang tidak bisa menjawab. Badan mereka terasa sakit semua. Untung saja tulang mereka tidak ada yang patah.
" Masa kalian kalah sama satu orang cewek!"
" Dia di bantu sama temannya"
" Temannya, siapa?!"
" Kita juga nggak tau, tapi tadi ada anak laki-laki yang bantu dia"
" Laki-laki?"
" Iya, mana dia kuat banget lagi"
Gilang tidak tau siapa laki-laki yang dimaksud teman-temannya. Karena teman-teman Gilang yang ini bukan teman sekolahnya. Jadi percuma dia bertanya.
" Sudah!, ayo pergi. Obati luka kalian"
Gilang pun pergi meninggalkan minimarket itu. Padahal ia ingin bersenang-senang dengan Queenza. Tapi malah gagal gara-gara orang yang bantu Queenza. Gilang masih penasaran dengan laki-laki yang membantu Queenza. Lain kali ia tidak akan membiarkan Queenza lolos lagi.
...***...
Suara tawa Queenza memenuhi mobil. Gadis cantik itu sedang membayangkan ekspresi wajah Gilang.
" Sudah jangan tertawa lagi. Liat air mata kamu sampai keluar karena tertawa"
" Mereka itu bodoh banget sih"
" Kenapa kamu itu selalu dapat masalah"
" Mereka yang selalu cari masalah sama aku"
" Seharusnya kamu hajar aja tadi wajah ketos itu"
" Maunya sih gitu, tapi kamu sudah keburu datang"
" Alasan banget. Kamu itu mau bermain-main dengan tikus itu kan?"
" Sedikit. Oh iya dia bilang kalau itu wilayahnya, makanya dia berani melakukan hal kotor seperti itu"
" Mungkin orang tuanya orang berkuasa di daerah sana"
" Setau aku itu masih wilayah kekuasaan Daddy"
" Biasa, orang-orang yang berlagak kaya. Jadi mereka berpikir itu semua wilayah mereka"
King tau kalau separuh dari kota Z adalah wilayah kekuasaan Daddy-nya. Jadi orang-orang itu hanya menumpang di wilayah Daddy-nya.
" Bagaimana reaksi melihat aku besok"
" Jangan lengah, siapa tau dia akan merencanakan hal yang lebih buruk dari hari ini"
" Iya, aku nggak akan lengah kok"
King tau apa yang akan dilakukan Gilang pada saudara kembarnya. Ia ingin melecehkan Queenza, walaupun itu tak akan pernah berhasil. Tapi tetap saja ia khawatir dengan saudara kembarnya.
" Nggak jadi deh aku minum minuman sodanya"
" Ambil di minimarket mansion aja"
" Iya, ini gara-gara orang nggak berguna tadi"
Akhirnya mereka pun sampai di mansion. King memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Setelah itu ia memberikan mie ayam pada bodyguard yang sedang berjaga.
" Makasih King"
" Sama-sama, jangan lupa bagi sama yang lain"
" Siap "
King masuk ke dalam mansion. Ia tidak melihat Queenza, mungkin saudara kembarnya itu pergi ke minimarket. Ia hanya melihat mommy-nya yang sedang menonton Drakor.
" King sudah pulang, Queen mana?"
" Ke minimarket Mom. Mommy kan tau kalau Queen tukang makan"
" Siapa yang kamu bilang tukang makan"
Baru saja dibicarakan, orangnya langsung nongol.
" Anak tetangga sebelah"
" Disini kita tidak punya tetangga. Jelas banget kamu tukang bohong"
" Tukang makan itu kan kamu, masih aja nanya "
" Selagi sehat nggak apa-apa makan banyak, iya kan Mom"
" Iya sayang. Queen minum minuman dingin lagi"
" Haus Mom"
" Jangan keseringan"
" Ok mommy "
Alexa sengaja tidak menyediakan banyak minuman soda. Karena ia tidak ingin anak-anaknya keseringan minum minuman kaleng.
" Sekarang King sama Queen istirahat, besok sekolah"
" Ok Mom"
King dan Queenza pergi ke kamar mereka masing-masing, karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
Sebelum tidur, Queen memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas. Setelah selesai ia menggosok gigi. Rutinitas yang selalu ia lakukan sebelum tidur.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....