Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 15 Kedatangan Naomi
*Tama*
Bertemu dengan Nurin dan dan Romi lagi di acara wisuda Lusi membuat aku merasa tidak nyaman, apa lagi dengan kehadiran Nurin.
Aku yakin itu hanya akal akal an nya saja untuk bisa mendekati ku lagi, di tambah lagi dengan Romi yang membuat aku muak terhadap mereka.
Namun hari itu mereka berdua bersikap baik pada ku dan Lusiana,tapi aku nggak percaya lagi sama mereka, karena beberapa tahun lalu mereka pernah melakukan hal yang sama dan membuat ku sulit untuk mempercayai nya lagi.
Mungkin Lusiana bisa mempercayai nya karena istri ku itu wanita baik, yang di lihat hanya sisi kebaikan nya saja berbeda dengan aku yang telah kenal lama dengan mereka yang sangat memahami sikap mereka, aku berfikir perubahan sikap mereka memiliki tujuan yang lain.
Apa lagi mengingat kelakuan Romi, aku takut itu semua hanya sandiwara untuk menjatuhkan aku.
Aku berusaha tetap tenang dan menerima mereka untuk terlibat makan siang bersama kami, karena itu permintaan istri ku nggak mungkin merusak hari spesial istri ku itu, apa lagi di wajah nya sudah terlihat raut sedih karena ketidak hadiran Naomi di hari wisuda nya itu, tapi dia tidak tahu aku telah mengatur semua nya karena aku pernah mendengar salah satu doa nya selesai sholat, untuk kehadiran mama nya di hari spesial nya itu. Dengan cepat aku menyuruh Hendrik mencari keberadaan Naomi.
Ternyata Naomi mau datang dengan satu syarat "bahwa setelah pertemuan itu, dia tidak mau lagi berurusan dengan Lusiana maupun dengan ku".
Aku nggak tau apa tujuan nya, yang jelas Hendrik memberitahuku via telfon bahwa Naomi mengajukan persyaratan tersebut.
Saat itu aku hanya memikirkan ke bahagian Lusiana saja, tanpa memikirkan apa alasan dari persyaratan itu, aku langsung menyetujui nya saja. Yang penting istri ku bahagia di hari spesial nya itu. Dan akhirnya aku bisa mendatangkan Naomi ke rumah sebagai surprise untuk Lusiana di hari wisuda.
Aku tau Naomi datang dengan terpaksa, dan itu juga terlihat di wajah Lusiana ketika mereka berpelukan. Lusiana tersenyum dengan terpaksa, aku yakin Lusina melakukan itu untuk tetap menjaga perasaan ku, sebenar nya aku tau, tapi aku berpura pura tidak tau di depan Lusiana.
Aku pergi meninggal kan Lusiana di saat dia menasehati ku tentang hubungan ku dengan Nurin dan Romi, bukan aku marah padanya melainkan aku ingin mengikuti Naomi, sekaligus ingin bertanya kenapa dia tidak mau bertemu dengan ku ataupun Lusiana lagi.
Dan aku melihat nya masuk ke dalam rumah kontrakan kecil di sebuah gang sempit. Yang ternyata tidak jauh dari rumah ku. Aku segera menghampiri nya. Naomi terkejut ketika aku muncul tiba-tiba di depan nya.
"Kenapa tuan membuntuti saya?" tanya Naomi
"Kenapa anda pengajukan persyaratan itu kepada Lusiana, Kenapa anda tidak mau bertemu dengan nya lagi, kalau tidak mau bertemu dengan saya, itu nggak masalah, tapi kenapa anda nggak mau bertemu dengan Lusiana" rentetan pertanyaan Tama pada Naomi.
"Saya rasa tuan nggak perlu tau alasan nya kenapa saya nggak mau bertemu dengan Lusiana, tapi saya nggak mau bertemu dengan tuan di karenakan saya nggak mau mengingat kejadian di masa lampu, ketika saya dengan teganya menyerah kan Lusiana kepada orang asing hanya demi uang" tutur Naomi.
"Kenapa baru anda sesali sekarang, bahkan dia saat ini telah bahagia bersama ku, setidak nya jangan merusak ke bahagian nya lagi"jawab Tama
"Iya saya tau, saya yang merusak ke bahagian nya dahulu ketika ia di tinggal papanya. Dan karena dia telah bahagia dengan tuan, saya fikir dia tak membutuh kan saya lagi "kata Naomi.
"Asalkan anda tau, dia masih tetap bersama saya walaupun dia tak menginginkan nya, namun tetap dia mau bertahan, itu kerena anda!!!, karena saya mengancam akan melukai anda kalau dia terus melawan pada saya dan merengek untuk di bebaskan "kata Tama emosi.
"Sudah selesai kah tuan bicara, silahkan pergi dari sini, saya ada urusan yang lain" kata Naomi yang langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah nya.
Sedangkan di luar Tama masih tetap bersikekeh untuk terus berbicara dan menggedor gedor pintu rumah Naomi, namun tidak di hiraukan Naomi.
Karena tidak ada juga respon dari Naomi Tama segera pergi meninggalkan tempat itu.
Tama langsung pulang kerumah, di lihat nya Lusiana menunggu nya mondar-mandir di depan pintu rumah. Saat Tama keluar dari mobil Lusiana langsung bertanya pada Tama.
"Kamu kemana sih, pergi kok nggak ngomong-ngomong sama aku, apa kamu marah pada ku" Tanya Lusiana
"Enggak, aku nggak marah kok, aku cuma keluar aja sebentar, aku mengikuti mama Naomi mu" jawab Tama
"Kenapa kamu mengikuti nya" tanya Lusiana
"Bukan kah kamu yang minta aku barusan, untuk mencari tahu dimana rumah nya"jelas Tama.
"Iya, tapi kamu nggak usah buru-buru juga, setidak nya kamu kasih tau aku, biar aku nggak pusing mikirin kamu yang tiba-tiba menghilang meninggalkan ku, aku fikir kamu marah pada ku"tutur Lusiana
"Iya, aku cuma keluar sebentar, tiba-tiba aku ingat, kamu menyuruh ku untuk mencari tahu keberadaan mama mu, yaudah aku pergi aja sekalian mumpung dia belum pergi jauh" jawab Tama.
"Jadi gimana, kamu berhasil menemukan ke beradaan mama Naomi?" tanya Lusiana.
"Berhasil, aku menemukan tempat tinggal nya dan ternyata tidak jauh dari rumah kita kok " kata Tama.
"Oh ya, antar aku ke sana ya sekarang" pinta Lusiana.
"Lain kali aja ya, yang penting kita udah tau dimana dia tinggal, dan itu dekat dengan rumah kita, jadi kamu nggak usah khawatir. Kamu pasti capek kan, kamu istirahat aja deh"kata Tama.
"Nggak aku nggak capek kok, ayok lah temanin aku bentar" kata Lusiana.
"Jangan sekarang ya sayang, nanti percuma aja kita ke sana, katanya dia mau keluar ada urusan" jelas Tama.
"Gitu ya, kalau gitu besok kamu bisa antar aku ke sana, atau nggak aku bisa ke sana sendiri kok, kamu kirim aja alamat nya. Lagian kamu bilang rumah nya dekat dari sini kan? " kata Lusiana.
"Iya memang, baik lah besok akan aku antar kamu ke sana ya, yang jelas kamu istirahat dulu sekarang ya" Kata Tama.
"Iya, aku ke atas dulu ya untuk istirahat, aku juga udah ngantuk" kata Lusiana yang berlalu meninggalkan Tama menuju kamar nya di lantai dua.
Namun Tama masih duduk di sofa ruang tamu sambil memikirkan permintaan Lusiana untuk datang kerumah Naomi, Tama takut jika Lusiana kecewa lagi dengan sikap Naomi atau malah sebalik nya.
Bersambung 🥰
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
like episode tertinggal
salam dari IKYD