NovelToon NovelToon
IBU TIRI SEWAAN

IBU TIRI SEWAAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Menikahi tentara / Anak Genius
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Demi uang, Asia menerima tawaran menikah kontrak dengan Kapten Hugo, seorang tentara yang mengalami kelumpuhan parsial karena cidera tugas. Baginya pernikahan itu hanyalah jalan tercepat untuk melunasi utang seratus juta rupiah yang ditinggalkan ayahnya setelah kabur karena kalah berjudi.

Namun ia harus menjadi ibu tiri bagi putra bungsu yang super aktif dan sulit dikendalikan. Serta putri kelas 3 SMP yang membencinya karena merasa Asia telah menggantikan posisi mendiang ibunya.

Asia tak berniat menjadi istri yang baik atau ibu yang penyayang. Targetnya hanya satu: mengumpulkan uang sebanyak mungkin, lalu pergi saat kontrak pernikahan berakhir.

Hanya saja, keluar dari keluarga itu ternyata jauh lebih sulit daripada masuk ke dalamnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 33

Nyonya Malinda menoleh pada Asia, lalu menghela napas panjang sarat kelelahan.

"Ya... dia makin lama memang makin susah makannya," ujar beliau pasrah.

Dengan guratan lelah yang tak bisa disembunyikan, beliau perlahan meletakkan piring ke atas meja. Merelakan usahanya yang sia-sia sejak tadi.

Asia mengambil tempat duduk persis di hadapan Nero. Ia menatap piring nasi yang diletakkan Nyonya Malinda, kemudian beralih menatap wajah cemberut Nero yang sedang asyik menatap layar.

Asia paham betul, jika Nyonya Malinda terus memanjakan atau memaksa Nero saat ini, hal itu hanya akan memicu tangisan yang makin panjang. Asia menarik piring Nero sedikit mendekat padanya, membuat Nero dan Nyonya Malinda sama-sama menoleh heran.

"Lho, Asia... dia belum makan sama sekali dari tadi," bisik Nyonya Malinda khawatir.

Asia tersenyum. Ini bukan pertama kalinya Nero malas makan, tapi asia bisa mengatasinya. Jadi beliau yakin kali ini dia juga mampu.

Asia tidak marah, tidak juga membujuk dengan wajah memohon. Ia hanya menatap Nero sejenak, lalu menarik piring itu makin mendekat ke arahnya.

"Ya sudah. Jangan makan kalau tidak mau," kata Asia santai tanpa nada memaksa sedikit pun.

Nyonya Malinda sempat mengernyit bingung melihat tindakan menantunya, tetapi beliau memilih diam dan memperhatikan.

Kata-kata Asia membuat gerakan jemari Nero di atas layar ponsel seketika terhenti. Bocah itu mendongak, menatap Asia dengan raut kaget dan bingung. Biasanya, Oma akan terus membujuknya atau Papanya akan menegurnya. Tapi Asia justru menyerah begitu saja?

Asia santai menyendok sedikit nasi dan lauk dari piring Nero, lalu menyuapkannya ke mulutnya sendiri. Ia mengunyah pelan dengan ekspresi sangat menikmati.

"Wah, padahal ayamnya enak banget. Sayang sekali kalau sampai dingin," gumam Asia tanpa menatap Nero, siap menyendok porsi kedua.

Mata Nero membelalak. Rasa gengsi dan kepemilikannya langsung terusik saat melihat makanannya malah dimakan oleh Asia.

"Ih, itu kan punya Nero!" protes bocah itu, buru-buru merebut piringnya kembali dan menjaganya dengan kedua tangan.

Asia terkekeh pelan melihat reaksi spontan itu. "Lho, bukannya tadi Nero tidak mau makan? Daripada mubazir, mending buat Tante Asia saja."

"Enggak boleh! Ini punya Nero!" tukas Nero cepat. Tanpa sadar, bocah kecil yang tadinya malas itu langsung mengambil sendoknya sendiri dan mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dengan ketus, takut makanannya disambar lagi.

Melihat hal itu, Nyonya Malinda tak bisa menahan senyumnya. Beliau menepuk pelan tangan Asia di bawah meja, merasa kagum dan lega melihat betapa cerdik menantunya mengatasi kemogokan cucunya tanpa harus memicu pertengkaran.

Jenny segera menyelesaikan makannya. Tanpa berniat menghabiskan porsi terakhirnya, ia meletakkan sendok dan garpu dengan ketukan pelan.

"Aku sudah selesai," ucap Jenny datar sambil beranjak berdiri.

"Oh, cepat sekali, Jenny?" tanya Nyonya Malinda terkejut. "Bahkan papamu belum muncul dari kamar."

"Aku mau istirahat," balas Jenny singkat, mengabaikan fakta bahwa papanya belum makan bersama mereka.

Nyonya Malinda menghela napas tipis, lalu mengangguk mengerti. "Baiklah. Jangan lupa cuci tangan dulu, ya."

Tanpa menjawab lagi, Jenny langsung berbalik dan melangkah cepat meninggalkan meja makan menuju kamarnya.

Melihat Nero yang kini sibuk menghabiskan makannya sendiri, Nyonya Malinda mengalihkan pandangannya ke arah lorong kamar. Raut wajahnya berubah sedikit cemas.

"Asia, coba lihat Hugo. Kenapa dia belum keluar dari kamarnya?" panggil Nyonya Malinda pelan. "Takutnya dia ketiduran karena terlalu capek."

"Baik, Bu," Asia mengangguk patuh.

Ia berdiri dari kursi makan, merapikan bajunya sebentar, lalu melangkah menuju kamar Hugo untuk memeriksanya.

Pintu kamar tidur itu tertutup rapat. Apa dia masih ganti baju? batin Asia heran.

Tok! Tok!

Ia mengetuk daun pintu kayu tersebut. Hening. Tidak ada jawaban dari dalam.

Tok! Tok!

Asia mengetuk sekali lagi, berharap ada suara sahutan. Namun tetap sama, suasana di balik pintu terasa sunyi senyap.

"Pak Hugo... Permisi," panggil Asia agak lebih keras.

Masih tidak ada jawaban. Perasaan cemas mendadak merayap di dada Asia. Tanpa pikir panjang, ia menyentuh kenop pintu dan memutarnya. Ternyata pintu itu tidak dikunci. Tangannya mendorong pelan daun pintu tersebut hingga terbuka lebar.

"Pak Hugo?" panggil Asia lagi seraya melangkah maju melewati lorong kecil menuju bagian dalam kamar.

Begitu tiba di area kamar utama, matanya langsung menangkap pemandangan yang mengejutkan. Hanya ada kursi rodanya yang terparkir kosong di dekat meja!

Kenapa pria itu...! batin Asia panik, membayangkan kemungkinan buruk jika Hugo terjatuh atau pingsan.

Ia bergegas melangkah cepat. Sesampainya di dekat area ranjang, napas Asia seketika tercekat. Ia melihat Hugo terbaring di atas tempat tidur. Pria itu sudah tertidur pulas dalam posisi miring, masih mengenakan pakaian yang sama. Lengkap dengan seragam dinas PDL-nya yang tebal dan kaku.

"Hhh..." Asia menghela napas panjang. Rasa lega luar biasa mendadak menyapu dadanya. Dia sempat berpikir macam-macam saat melihat kursi roda itu kosong melompong tadi.

Desahan napas itu rupanya mengusik tidur lelap Hugo. Kelopak mata pria itu terbuka perlahan, mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya kamar. Saat kesadarannya berangsur pulih, ia menyadari Asia sedang berdiri tidak jauh dari tempat tidurnya sambil mengelus dada dan mengatur napas.

"Asia?" panggil Hugo dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.

"Oh, Anda bangun? Maaf," Asia spontan membungkukkan badannya sedikit, merapatkan kedua tangan. "Saya sama sekali tidak bermaksud masuk tanpa izin. Saya sudah memanggil Anda berulang kali dari luar, tapi tidak ada jawaban. Makanya saya nekat masuk... dan makin panik waktu lihat kursi rodanya kosong."

Hugo mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar, seakan berusaha mengumpulkan sisa kesadarannya dan mengingat kembali bagaimana ia bisa berakhir telentang di atas tempat tidur.

"Sepertinya... aku tertidur," gumam Hugo pelan.

"Iya. Anda bahkan masih memakai seragam itu," sahut Asia menunjuk baju dinas yang membalut tubuh Hugo.

Hugo menunduk, menatap dadanya sendiri. Benar saja, seragam PDL yang kaku dan tebal itu masih melekat utuh di tubuhnya. Rupanya rasa lelah yang teramat sangat berhasil mengalahkan niatnya untuk berganti pakaian.

"Saya sempat cemas Anda kenapa-napa, jadi saya masuk terburu-buru," aku Asia jujur.

Hugo terdiam. Pria itu menatap Asia lekat-lekat, memproses ucapan serta raut lega yang terpancar jelas di wajah wanita di depannya.

"Terima kasih," bisik Hugo singkat.

"Ah, tidak apa-apa Pak," sahut Asia pelan.

Hugo berusaha bangkit dari tidurnya perlahan, menyangga tubuhnya dengan siku. Asia hanya melihat dan membiarkan. Dia paham betul bahwa Hugo pasti menolak keras jika dibantu. Jadi ia hanya melihat pria itu bergerak di atas tempat tidur.

1
Hartati Tati
jangan baper Hugo ... kamu yg pasang tembok tinggi 🤣🤣
Hartati Tati
banyak banyak update jangan sampai lupa 🤣🤣🤣🤣
English Lesson
bagus 👍🏻👍🏻
Lina Marali
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!