NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

​Gemuruh riuh di Koloseum Raksasa belum sepenuhnya mereda ketika pembawa acara turnamen kembali melompat ke tengah panggung batu obsidian. Dengan suara yang dialiri tenaga dalam tingkat tinggi, ia mengumumkan nama peserta untuk laga pembuka babak kedua yang langsung membakar atmosfer arena menjadi berkali-kali lipat lebih tegang.

​"Babak kedua, partai pertama! Wu Tian dari Klan Wu melawan Li Zhen dari Klan Li!"

​Mendengar nama tersebut, desas-desus langsung membanjiri tribun penonton. Wajah Wu Lin yang baru saja memerah merona seketika kembali menegang pucat. Sebagai orang yang lama tinggal di wilayah Yunzhou, ia tahu betul seberapa mengerikan reputasi pemuda bernama Li Zhen itu.

​Murid inti Klan Li tersebut memiliki julukan "Tangan Darah" di ranah Pemurnian Qi tingkat puncak. Ia terkenal dengan gaya bertarungnya yang teramat kejam, tidak segan-segan memotong tendon, merobek daging, bahkan membunuh lawan-lawannya di atas panggung tanpa peduli aturan klan.

​Di panggung kehormatan tertinggi, para tetua Klan Wu saling melempar senyuman licik penuh kepuasan. Skema politik mereka berjalan mulus tanpa celah. Membiarkan Wu Tian yang bertubuh monster murni berhadapan langsung dengan Li Zhen yang haus darah adalah taktik terbaik.

​Tidak peduli siapa yang akan mati atau cacat di atas arena, Klan Wu tetap menjadi pihak yang diuntungkan karena kartu as lawan akan terkuras habis sebelum babak final.

​WUUUSH!

​Sesosok pemuda dengan jubah merah gelap melompat turun dari tribun Klan Li, mendarat di atas panggung batu dengan seringai sinis. Dia adalah Li Zhen. Dari sepasang belati kembar bergerigi di kedua tangannya, mengalir aura spiritual berwarna merah darah (Qi Darah) yang memancarkan bau anyir halus yang menusuk hidung.

​Li Zhen mengangkat salah satu belatinya, menjilat bilah besarnya dengan tatapan mata lapar layaknya serigala yang mengunci mangsa mentah. "Kudengar tinju kosongmu bisa meremukkan zirah bumi tingkat tinggi, Bocah?" desis Li Zhen, suaranya sarat akan niat membunuh yang pekat. "Mari kita lihat apakah tulang-tulang di tubuhmu mampu menahan korosi dari Qi Darah milikku!"

​Di seberangnya, Wu Tian berdiri dengan sangat santai, melipat kedua tangannya di dalam jubah biru tuanya. Tatapan matanya tampak kosong, bahkan sedikit mengantuk.

​Alih-alih gentar mendengar provokasi kejam tersebut, pikiran Wu Tian saat ini justru sedang melayang jauh, memikirkan jenis kedai makanan apa yang paling enak untuk ia kunjungi bersama Wu Lin di pasar kota pusat nanti setelah semua urusan membosankan ini selesai. Sikap acuh tak acuh yang ekstrem itu tentu saja langsung membuat urat-urat di pelipis Li Zhen menonjol murka karena merasa diremehkan.

​DONG...!!!

​Gong tanda mulai berbunyi, dan dalam sekejap mata, panggung menjelma menjadi arena jual beli serangan yang teramat masif dan mengerikan!

​WUUUSH!

​Li Zhen melesat maju menggunakan teknik langkah bayangan darah, tubuhnya mendadak terpecah menjadi tiga bayangan merah yang berputar memanipulasi udara, melepaskan kabut darah korosif untuk membutakan pandangan Wu Tian. Dari tiga arah berbeda, sepasang belati kembarnya menusuk secara serentak, mengincar titik vital di leher, jantung, dan tendon kaki Wu Tian dengan kecepatan yang luar biasa kilat.

​SREEEET! TRASSH!

​Sadar bahwa senjata lawannya dilapisi oleh zat korosif yang sanggup merusak kulit fisiknya, Wu Tian tidak lagi menggunakan pukulan lurus yang kasar. Insting bertarung purba dari Shenzhou seketika bangkit. Tubuh Wu Tian bergerak meliuk fleksibel dengan sudut yang sangat tidak masuk akal—menghindar setipis benang dari setiap tebasan belati Li Zhen layaknya seekor ular naga yang menari di antara badai.

​BUM!

​Wu Tian melepaskan satu pukulan horizontal berkecepatan tinggi, memecah salah satu bayangan darah. Namun, Li Zhen yang asli mendadak muncul dari atas, menebaskan belatinya ke bawah dengan kekuatan penuh.

​TRAK!

​Wu Tian menangkis bilah belati bergerigi itu menggunakan sikutnya yang dilapisi kekuatan fisik mentah, memercikkan bunga api spiritual yang masif ke udara.

​Pertarungan berjalan dengan tempo yang teramat gila! Li Zhen menebas, menikam, dan memutar tubuhnya seperti badai merah, sementara Wu Tian membalas dengan pukulan membabi buta, tendangan sapuan, dan cakar tangannya yang memecah gelombang udara. Benturan demi benturan fisik dan energi spiritual merah darah menghasilkan suara dentuman bertubi-tubi yang memekakkan telinga seisi Koloseum.

​Kedua petarung saling bertukar puluhan serangan dalam hitungan detik, menciptakan gelombang kejut yang meretakkan lantai obsidian panggung.

​Seringai gila yang liar kembali tertarik tinggi di wajah Wu Tian. Hawa kematian dari Shenzhou di dalam darahnya semakin mendidih melihat lawan yang memiliki kecepatan tinggi ini. Di tengah kabut darah yang semakin pekat, Wu Tian mendadak mengubah ritme gerakannya.

​Sesaat setelah Li Zhen menusukkan belati kanannya ke arah mata Wu Tian, Wu Tian sengaja memiringkan kepalanya sedikit, membiarkan angin tebasan melukai pipinya tipis, sementara tangan kanannya bergerak secepat sambaran petir menyergap pergelangan tangan Li Zhen.

​KEPIS!

​"Apa?!" Li Zhen terkesiap horor saat menyadari pergelangan tangannya telah terkunci oleh cengkeraman besi murni yang tidak bisa digerakkan sama sekali.

​Tanpa memberikan kesempatan bagi Li Zhen untuk menggunakan belati kirinya, Wu Tian menyeringai lebar, memperlihatkan binar predatornya yang mengerikan. Dengan sentakan fisik murni yang teramat dahsyat, Wu Tian memutar pergelangan tangan Li Zhen secara paksa sejauh 180 derajat ke arah berlawanan!

​KRAAAAAK...!!!

​"AAAGHHHHHH!!!"

​Jeritan histeris yang teramat memilukan memecah riuh arena saat tulang lengan Li Zhen patah secara tragis di bawah puntiran tangan kosong Wu Tian. Sepasang belati kembar bergeriginya terlepas dan jatuh berdentang di atas lantai batu.

​Sebelum tubuh Li Zhen sempat jatuh karena syok, Wu Tian menarik kakinya ke belakang dan melepaskan satu tendangan lurus tepat ke arah ulu hati Li Zhen dengan kekuatan murni layaknya hantaman ekor naga purba.

​DUUUUUM!!!

​Tubuh Li Zhen melesat terbang lurus melintasi panggung, menghantam dan menjebol dinding formasi pelindung transparan hingga hancur berkeping-keping, sebelum akhirnya terhempas hebat di tengah-tengah tribun penonton khusus milik Klan Li. Pemuda berjuluk Tangan Darah itu langsung jatuh pingsan di tengah genangan darahnya sendiri dengan kondisi tulang rusuk yang remuk ke dalam.

​Seluruh tetua Klan Li seketika berdiri dari duduknya dengan kemurkaan yang meledak-ledak. Mereka menunjuk ke arah panggung dengan wajah memerah padam, berteriak murka menuduh Wu Tian menggunakan teknik sihir terlarang.

​Di atas panggung yang kini telah dipenuhi oleh noda darah, Wu Tian berdiri tegak dengan sangat santai. Ia mengangkat tangan kanannya, mengusap setitik darah di pipinya akibat goresan belati tadi, lalu melirik ke arah tribun juri dan para tetua klan besar dengan seringai dingin yang sarat akan cemoohan mutlak.

​"Hanya segini kemampuan yang dibanggakan oleh klan besar?" ucap Wu Tian, suaranya yang datar bergaung jelas di tengah kekacauan arena, memicu babak permusuhan yang jauh lebih besar dan berdarah.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!