NovelToon NovelToon
Alesha, Gadis Absurd.

Alesha, Gadis Absurd.

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Arka tak pernah berniat ikut campur dengan kehidupan Alesha. Namun, karena gadis absurd itu adalah sepupu dari sahabatnya sendiri, mereka terus dipertemukan dalam berbagai keadaan. Tingkah Alesha yang tak pernah bisa ditebak sering kali membuat Arka hanya bisa menggelengkan kepala. Mulai dari masalah sepele hingga kekacauan yang menghebohkan sekolah, Alesha selalu punya cara untuk membuatnya ikut terseret. Mau tak mau, sebagai ketua OSIS, Arka harus berkali-kali turun tangan menghadapi ulah gadis yang paling sulit dipahami itu.

Siapa sangka, dari semua kekacauan tersebut, perlahan tumbuh perasaan yang tak pernah mereka rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 05.

Sementara itu, Kevin yang masih asyik nongkrong bersama teman-temannya tiba-tiba menerima pesan dari opanya.

Opa: Sekarang cepat pulang. Adikmu sudah di rumah.

Kevin segera membalas pesan itu singkat. Melihat ekspresinya berubah, teman-temannya langsung menoleh penasaran.

"Kenapa, Vin?" tanya salah satu dari mereka.

"Loh, buru-buru amat? Bukannya tadi lo bilang mau nongkrong sampai larut malam?" tanya Alvian heran.

Kevin mengangguk pelan.

"Iya, rencananya gitu. Tapi opa nyuruh gue pulang sekarang."

"Emang ada apa?" tanya Alvian.

"Adik gue udah di rumah."

"Oalah... pantesan," sahut Reza sambil mengangguk.

"Yaudah, buruan pulang. Kasihan kalau dia nunggu," ucap Arka.

Kevin mengangguk pelan sebelum memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. Setelah itu, ia berpamitan singkat dan melangkah meninggalkan Arka menuju parkiran.

"Oke. Gue duluan, ya."

"Hati-hati di jalan!" ucap Alvian, Arka, dan Reza hampir bersamaan.

Kevin mengangguk, lalu berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya.

Kevin segera mengenakan helmnya, lalu menyalakan motor. Setelah melambaikan tangan sekali lagi kepada Alvian, Arka, dan Reza, ia pun melajukan motornya meninggalkan tempat tongkrongan.

Perjalanan menuju rumah tidak memakan waktu lama. Jalanan malam itu cukup lengang, membuat Kevin bisa tiba dalam waktu sekitar dua puluh menit.

Begitu memasuki halaman rumah, ia melihat lampu ruang tamu masih menyala terang. Beberapa mobil terparkir rapi di garasi, menandakan semua orang sudah berkumpul di rumah.

Kevin mematikan mesin motor, melepas helm, lalu melangkah masuk.

"Kevin pulang!" seru salah satu asisten rumah tangga begitu melihatnya.

Kevin tersenyum tipis sambil melepas sepatunya.

"Opa di mana?"

"Sedang di ruang keluarga, Tuan Muda."

Kevin mengangguk pelan, lalu berjalan menuju ruang keluarga dengan langkah santai.

Saat memasuki ruang keluarga, Kevin mendapati hanya opa dan omanya yang sedang duduk santai sambil menikmati teh hangat.

Kevin mengerutkan kening. Tatapannya menyapu sekeliling, teTapi sosok yang dicarinya tak juga terlihat.

"Loh... Alesha mana?" tanyanya heran.

Opa yang mendengar pertanyaan itu hanya tersenyum tipis, sementara oma menutup majalah yang sedang dibacanya.

"Alesha ada di kamarnya," jawab Oma sambil tersenyum. "Temui adikmu dulu. Dia dari tadi juga nanyain kamu."

Kevin mengangguk pelan.

"Oke, Ma."

Tanpa membuang waktu lagi, ia pun melangkah menuju lantai atas, tempat kamar Alesha berada.

Kevin menaiki tangga dengan langkah santai. Sesampainya di depan salah satu pintu kamar, ia mengetuk pelan.

Tok... tok...

"Masuk aja," terdengar suara Alesha dari dalam.

Kevin membuka pintu perlahan. Di dalam, Alesha sedang duduk bersila di atas tempat tidur sambil merapikan beberapa barang yang belum sempat ia keluarkan dari koper.

Mendengar pintu terbuka, Alesha langsung mengangkat kepala. Matanya seketika berbinar.

"Kak Kevin!"

Tanpa pikir panjang, ia segera bangkit dari tempat tidur dan menghampiri kakaknya dengan senyum lebar.

Kevin tersenyum kecil begitu melihat sosok adiknya berdiri di depan rumah.

"Selamat datang di rumah," ucapnya hanGat.

Tanpa berpikir panjang, Alesha langsung menghampiri Kevin dan memeluk kakaknya dengan erat.

"Kak Kevin!"

Kevin terkekeh pelan sambil mengusap puncak kepala Alesha dengan lembut.

"Gimana? Udah betah?" tanyanya.

AlesHa mengangguk semangat. Senyum lebar tak lepas dari wajahnya, membuat Kevin ikut tersenyum melihat antusias adiknya.

"Betah, kok. Kamarnya juga bagus."

"Syukurlah. Besok kan hari pertama masuk sekolah."

"Iya," jawab Alesha sambil mengembuskan napas pelan. "Semoga aja nggak ada drama."

Kevin hanya tertawa kecil.

"Kalau itu... kakak sih nggak terlalu yakin."

Di tengah obrolan mereka, tiba-tiba terdengar suara bebek dari arah sudut ruangan.

"Kwek... kwek..."

Kevin langsung mengalihkan pandangannya ke sudut kamar. Di sana, seekor bebek putih kecil tampak berdiri tenang di dalam keranjang.

Kevin berkedip beberapa kali, lalu menoleh perlahan ke arah Alesha.

"...Itu bebek?"

Alesha langsung menoleh ke arah keranjang itu. Begitu melihat isinya, Senyum lebar langsung menghiasi wajahnya.

"Iya!" jawabnya antusias. "Namanya Pingky."

Kevin kembali menatap bebek putih itu, lalu mengalihkan pandangannya bergantian kepada Alesha. Ia tampak sedikit heran melihat betapa antusiasnya adiknya terhadap hewan tersebut.

"Kamu... bawa bebek ke Jakarta?"

"Iya, dong. Masa aku tinggal?" jawab Alesha polos.

Kevin hanya bisa mengusap pelipisnya.

"Les... orang pindahan biasanya bawa koper."

"Aku juga bawa koper."

"Terus bebeknya?"

"Ya ikut pindahan."

"Kwek..."

Pingky kembali bersuara, seolah membenarkan ucapan Alesha.

Kevin hanya bisa menggeleng pelan sambil menahan tawa.

Kevin menatap Pingky beberapa saat, lalu kembali menoleh ke arah Alesha.

"Jangan bilang... bebek itu juga yang bikin kamu sampai dipindahin sekolah?"

Alesha hanya nyengir kecil sambil menggaruk pipinya.

"Hehe... ada sedikit hubungannya."

Kevin memejamkan mata sejenak, lalu mengembuskan napas panjang.

"Les... kamu tuh nggak pernah berubah."

Alesha hanya terkekeh pelan.

"Kan Pingky nggak salah apa-apa."

"Bukan soal salah atau nggaknya." Kevin menatap adiknya dengan wajah pasrah. "Yang bikin kakak heran, gimana caranya kamu kepikiran bawa bebek ke sekolah?"

Alesha mengangkat bahu santai.

"Pingky nggak mau ditinggal sendirian."

Kevin terdiam beberapa detik sebelum akhirnya tertawa pelan.

"Kalau Opa sama Oma tahu cerita lengkapnya, mereka pasti ikut geleng-geleng kepala."

"Oma udah tahu, kok."

"Hah?"

"Tadi aku udah cerita semuanya."

Kevin hanya bisa mengusap wajahnya pelan. Ia benar-benar tidak tahu harus tertawa atau menghela napas menghadapi tingkah adiknya.

Kevin tersenyum kecil sebelum mengusap pelan kepala Alesha.

"Udah malam. Besok kamu harus bangun pagi, jadi tidur yang nyenyak, ya."

Alesha mengangguk patuh.

"Iya, Kak."

Kevin melambaikan tangan singkat, lalu keluar dari kamar sambil menutup pintunya perlahan.

Setelah Kevin keluar, Alesha kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia menarik selimut hingga sebatas dada, lalu memejamkan mata, bersiap menyambut hari pertamanya di sekolah esok.

Alesha menatap langit-langit kamar sambil tersenyum tipis.

"Kira-kira gimana, ya, sekolah baruku besok? Bakalan seseru sekolah yang di Bandung nggak, ya?" gumamnya pelan.

"Kwek... kwek..."

Suara Pingky kembali terdengar dari dalam keranjang.

Alesha menoleh sambil terkekeh kecil.

"Udah, tidur, Pingky."

Seolah mengerti, Pingky pun kembali diam. Alesha memejamkan matanya perlahan, hingga tak lama kemudian kamar itu dipenuhi suasana hening.

Alesha tersenyum tipis.

"Baiklah... waktunya tidur. Besok saatnya memulai hidup baru, lembaran baru."

Dengan perasaan penuh harap, ia pun memejamkan mata, bersiap menyambut hari esok.

Sementara itu, Kevin yang sudah berada di kamarnya mengambil ponselnya. Setelah membalas beberapa pesan dari Alvian, Arkana, dan Reza, ia meletakkan ponselnya di atas nakas.

Tak lama kemudian, Kevin memejamkan mata dan ikut terlelap, bersiap menyambut hari baru esok.

Malam semakin larut. Suasana rumah pun perlahan berubah sunyi, sementara seluruh penghuninya mulai terlelap dalam mimpi masing-masing.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!