Berkisah tentang seorang pria berumur 23 tahun bernama Reynald, yang biasa saja kehidupannya namun di suatu hari di siang bolong ketika ia ingin pergi keuniversitas untuk belajar, ia melihat seorang wanita yang sedang melamun di jalan, lalu tiba-tiba saja ada sebuah mobil truk yang ingin menabraknya, Reynald yang tak memikirkan apapun lagi secara spontan ia berlari dan mendorong wanita tersebut, di akhir hayatnya ia bisa melihat wanita tersebut selamat, Reynald sedikit bangga dengan itu, lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap dalam hatinya ia berkata "Apa ini akhir dari kehidupan seorang perjaka?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NOTHING TO LOSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15 KERAJAAN ETERNIA
Kerajaan Eternia benar-benar sangat besar dan luas, bahkan tembok yang mengelilingi kerajaan ini terlihat sangat besar dan tinggi.
Saat ini aku dan yang lainnya berada di didepan gerbang masuk menuju kerajaan Eternia, Terlihat banyak orang yang sedang mengantri ingin masuk ke kerjaan Eternia ini.
Mereka merupakan pedagang ada juga yang bukan, tapi yang pasti mereka terlihat bukan orang biasa maksudku mereka terlihat seperti orang kaya semua.
Ouh yah jalan di Eternia ini seperti terbuat dari batu bata berwarna krem campur putih intinya jalan disini terlihat indah.
Selain itu gerbang Eternia sepertinya terbuat dari emas, desainya juga bagus dan terlihat sangat kuat juga, disini penjagaannya sangat ketat, bahkan didepan gerbang terlihat banyak prajurit kerajaan Eternia di tambah mereka seperti bukan prajurit biasa mereka kuat.
Jumlah mereka banyak tidak sedikit, setiap orang yang ingin masuk ke kerajaan Eternia mereka seperti di tanyai dan di suruh untuk membayar, aku tidak tau kenapa mereka harus bayar tapi sepertinya itu adalah pajak.
Ngomong-ngomong karna mungkin Alphonso adalah seorang Duke jadi kami tidak perlu mengantri kami langsung saja menerobos di tengah.
Banyak orang yang melihat kearah kami tapi tidak ada orang yang terlihat seperti membenci kami, sepertinya kejadian seperti ini sudah biasa bagi mereka mungkin ntahlah.
Ketika kami ingin masuk gerbang yang besar itu kami tiba-tiba saja di halangi oleh para penjaga, para penjaga itu memberi hormat kepada kami, kemudian ia bertanya pada Dardan dan Giberil.
Aku sebenarnya menghiraukan itu aku hanya focus pada bangunan tembok pelindung yang megah, tembok pelindung itu sangat tinggi mungkin tingginya mencapai 30 meteran dengan ketebalan 15 meter.
Aku tak bisa membayangkan sama sekali bagaimana caranya mereka membuat tembok pelindung yang sangat besar ini di tambah tembok ini katanya mengelilingi seluruh kerjaan Eternia yang besarnya tidak bisa di bayangkan.
Tapi kata Alphonso tembok seperti ini bisa kita temui di kerajaan mana saja, ketika aku mendengar itu aku sedikit syok itu semua karna aku masih menganggap dunia ini dunia lamaku aku lupa dunia ini ada sihir.
Jika ada sihir kemungkinan tembok yang seperti ini mudah di buat mungkin tapi ntahlah aku tidak tau.
Ngomong-ngomong penjaga itu tiba-tiba saja membuka pintu kereta, mereka melakukan itu dengan cara yang terhormat.
Mereka sangat menghormati kami, aku sudah menduga bahwa keluarga Duke Alphonso ini bukan Duke biasa bisa dikatakan mereka terlihat lebih spesial.
"Maafkan kami tuan apa kami boleh melihat kartu pengenal tuan?" Tanyanya sambil menunduk hormat.
Alphonso hanya tersenyum dan kemudian dia mengeluarkan sebuah kartu seperti KTP tapi terbuat dari berlian dan ada sedikit mana mengalir di kartunya.
Dalam sekilas aku bisa tau bahwa itu bukan kartu biasa, Setelah menunjukan kartu itu tiba-tiba saja mereka menunduk hormat.
"Maafkan kami tuan karna telah memperlambat perjalanan tuan, silahkan masuk tuan." Ucapnya yang berkeringat dingin.
Kami pun akhirnya masuk ke kerajaan Eternia, pada saat masuk kami di sambut dengan taman air mancur yang indah dengan di tengahnya terdapat dua patung ksatria.
Kiri kanan kami terdapat banyak rumah mewah menurut Alphonso disini adalah distrik dimana banyaknya perumahan dan toko-toko mahal.
Kemudian tanah disini bukanlah tanah melainkan batu bata berwarna putih yang terlihat sangat kuat.
Intinya disini benar-benar sangat indah mungkin semua yang ada disini bisa dikatakan lebih mewah dari pada di duniaku.
"Paman Alphonso patung itu apa?" Tanyaku yang penasaran karna kedua patung itu terlihat sangat mencolok seakan-akan patung itu seperti wajib di lihat.
"Itu adalah patung orang-orang terkuat di dunia ini dan yang satu lagi itu adalah patung dewa naga, mereka seperti penjaga keseimbangan dunia ini."
"Apa patung dewa naga dengan patung orang terkuat di dunia itu sama?" Tanyaku.
"Tentu saja beda, bisa dikatakan Dewa naga lebih kuat, kekuatan para Dewa naga di luar nalar manusia, ya sebenarnya walaupun orang terkuat di dunia ini juga ada yang bisa melawan Dewa naga."
"Ouh begitu." hmm apa di patung Dewa naga itu ada nama Asmodeus karna setauku Asmodeus juga seorang Dewa Naga.
"Ouh yah aku lupa memberitahumu patung itu bukanlah patung biasa, patung itu katanya di buat oleh salah satu Dewa naga, dan nama-nama yang terdapat di patung itu bisa berubah."
"Setauku jika kita bisa mengalahkan salah satu orang yang terdapat di patung itu maka dengan sendirinya nama orang yang dikalahkan itu di ganti dengan orang yang menang."
Kurang lebih aku mengerti apa yang di ucapkan oleh Alphonso, tapi pertanyaanku buat apa dia membuat patung seperti ini?
Dan siapa yang membuat patung ini kenapa dia membuat patung ini apa pembuat patung ini ingin mengatakan.
Lihatlah kami orang terkuat di dunia jika kalian berani lawanlah kami dan rebut tahta kami.
Hmm aneh "Paman apa ada orang yang pernah menang melawan mereka?"
"Hmm tidak setauku selama 500 tahun lamanya patung ini di buat belum pernah ada orang yang dapat melawan mereka."
Kurang lebih aku tau kenapa patung ini di buat, sepertinya orang yang membuat patung ini gila bertarung dia sepertinya ingin menantang para orang baru yang memiliki kekuatan yang dahsyat.
"Paman lalu kemana mereka semua sekarang?" Tanyaku yang penasaran.
"Mereka sekarang sedang berada di teritorial mereka masing-masing."
"Maksudnya?"
"Apa kau penasaran dengan mereka semua?"
"Ya tentu saja."
"Hmm baiklah aku akan menjelaskan tentang mereka semua tapi setelah kita sampai di rumah saja."
"Tapi paman aku akan segera pergi."
Gisel dan Giselen yang sedang asik mendengar obrolan ku dengan Alphonso tiba-tiba saja berdiri dan menggebrak meja setelah aku bilang aku akan segera pergi.
"APA! Reynald kenapa kau ingin pergi!." Teriak mereka berdua secara bersamaan.
Jelas teriakan mereka membuatku terkejut begitu pula dengan yang lainnya, "Ah itu karena sudah sampai di sebuah kerajaan jadi aku tidak ada alasan lain untuk pergi dengan kalian hehe aku juga tidak ingin merepotkan kalian terus."
"Tapi kau sudah berjanji pada kami bukan? Untuk mengajari kami sihir." Ucap Gisel.
"Iya itu benar apa kau ingin mengingkari janji itu." Tambah Giselen.
Perasaaan aku tidak pernah janji kepada mereka, aku sekarang tidak tau harus menjawab mereka aku terdiam untuk beberapa saat.
"Ehem ehem nak Reynald sebelum kamu pergi ibu ingin bertanya sesuatu dulu padamu." Ucap Isabel
"Bertanya apa bu?" Aku yang menundukan kepala, aku tetap berusaha menjadi anak yang polos walaupun sebenarnya tidak.
"Apa kamu sudah tau tujuan mu selanjutnya? Apa kau sudah menentukan kemana kamu ingin pergi? Apa kamu memiliki cukup uang?"
"Tidak bu." Ucapku yang semakin menundukan kepala.
"Jika seperti itu maka lebih baik jika kamu ikut tinggal bersama di rumah kami saja untuk sementara bagaimana?"
"Tap-"
"Hahahah sudah kau jangan menolaknya jika kau menolak kami merasa jadi tidak enak." Ucap Alphonso yang kesannya seperti memaksa.
"Itu benar lagi pula rumah kami besar kau tenang saja Reynald." Ucap Gisel.
"Apa yang dikatakan kaka benar dan lagi kau masih berhutang janji pada kami jadi kau tidak boleh pergi begitu saja." Jelas Giselen.
"Hahahaha sepertinya kedua adikku yang manis ini tidak ingin Reynald pergi sama sepertiku, jadi Reynald sebagai saudaramu aku menyarankan agar kau menerima tawaran kami." Alex yang tersenyum.
Kalau mereka sudah memaksa seperti ini ya mau gimana lagi aku harus menerimanya bukan?
Lagi pula ikut dengan mereka banyak keuntungannya pertama uang kedua tentang dunia ini ketiga kenalan dan masih banyak keuntungan yang lainnya.
"Baiklah aku akan ikut dengan kalian jika kalian merasa tidak keberatan." Ucapku yang tersenyum.
"Tentu saja kami tidak merasa keberatan." Ucap Isabel yang langsung memelekku.
Ya seperti biasa aku menikmati pelukannya ahhh jadi anak kecil yang memiliki otak umur 23 tahun memang enak
Tolong kalau ada saran komen aja hehehe jangan lupa di like yah
buat author semangat nulisnya
buat author semangat nulis nya