NovelToon NovelToon
Kamar No.11B

Kamar No.11B

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Contest / Rumahhantu / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: vikryviik

Ada apa di kamar 11B? Sejak Adi menempatinya, hal-hal tak biasa sering ia alami. Mimpi buruk kadang mengganggu tidurnya, bahkan sesosok wanita sering menghantuinya? Apa karena harga kost tersebut murah? Sampai-sampai Adi tak berniat pindah dari sana.

Atau ada hal lain? Yang membuatnya harus tetap bertahan demi menguak misteri yang terjadi.

Belum lagi, puluhan ekor kucing kadang mengganggu Adi. Seolah selalu memperhatikan dan mengawasinya.

Rasa takut bercampur penasaran menggelayut di kepala Adi. Dapatkah Adi menemukan jawaban tentang sesuatu yang mengganggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vikryviik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 15

Tugas makalah kami sudah rampung di ketik, besok pagi akan kami print dan perbanyak. Dan siang harinya, kelompok kami akan presentasi di depan seluruh anggota kelas. Ya, aku, Bagas, dan Yuda.

Malam ini Yuda terpaksa menginap di kamarku, karena asik mengobrol sampai tak ingat waktu, begitu Yuda hendak pulang gerbang kost sudah di kunci. Dan memang sudah lewat jam 12 malam.

Malam ini kami tidur bertiga di ruang tengah. Dengan posisi seadanya dan secukupnya. Aku memang tidur lebih dulu di banding Bagas dan Yuda. Seingatku mereka masih mengobrol soal Siska. Ya, gadis manis teman satu kelas dengan hidung mancung dan wajah manis. Selebihnya, aku tak ingat apa yang mereka bicarakan.

"Di, Di. Adi," suara Yuda membangunkanku.

Aku membuka mata, Yuda duduk di sampingku.

"Kenapa Da?" tanyaku dengan tubuh masih berbaring.

"Bagas kemana Di?" tanya Yuda. Aku pun terbangun kaget.

"Hah, emang di kamar mandi nggak ada?" tanyaku.

"Nggak ada Di. Ayo cari Di!" ajak Yuda.

"Cari? Cari kemana Da?"

"Telepon aja ke hapenya dulu Da." saranku.

"Udah, ini hapenya di tinggal nih." Yuda menyodorkan ponsel milik Bagas.

Aku berdiri dan menuju kamar mandi. Kulihat kamar mandi memang kosong.

"Gue mau cek di luar cuma iseng Di. Kost lo sepi banget kayak kuburan." ujar Yuda.

"Yuk, kita cari di luar!" ajakku ke Yuda.

"Yuk."

Aku membuka pintu kamar, dan ternyata memang sudah tak terkunci.

"Nggak di kunci Da. Bener nih berarti Bagas keluar." ujarku. Yuda hanya mengangguk.

Kami pun keluar. Udara terasa dingin menusuk hingga tulang, aku merapatkan kedua tanganku ke dada. Suasana amat sepi, hanya terdengar suara jangkrik. Penerangan hanya dari lampu di depan kamarku dan kamar 11d dan 11e. Bahkan, teras belakang rumah Nek Iyah pun tak ada lampu.

"Ah, Si Bagas kemana sih? Ngapain malam begini keluar?" Yuda berkata.

"Mana gelap banget lagi Di." sambungnya.

"Emang lo tidur duluan Da?" tanyaku sambil melihat-lihat sekeliling.

"Iya, abis dia cerita si mbak rumah depan, gue langsung tidur." jelas Yuda.

"Gas! Bagaaass." panggilku ke Bagas.

"Bagaaass. Wooii, Bagaaass." Yuda pun meneriaki Bagas.

Hening.

"Lo cari di sekitaran garasi Da! Gue ke kebun samping sini ya." aku menunjuk kebun tak terlalu besar di sebelah kamar 11a.

Yuda pun berjalan menuju garasi sembari melihat-lihat sekeliling mencari sosok Bagas. Aku menuju kebun. Gelap dan tak terlihat apa-apa. Beberapa kali kupanggil nama Bagas, nihil tak ada jawaban.

"Di, nggak ada Di." Yuda meneriakiku.

"Sama Da, di kebun juga nggak ada. Kemana itu anak ya."

"Masuk yuk! Dingin banget dah." ajak Yuda.

"Nanti balik kali Di. Yuk!"

"Ayo deh."

Kami pun masuk ke dalam kamar. Kulihat tas dan sepatu Bagas masih ada di ruang depan. Berarti ia memang keluar, bukan pulang atau pergi dari kost-ku.

Pintu sengaja tak kukunci, berjaga jika Bagas pulang. Jam di ponselku menunjukkan pukul 03:20, sebentar lagi subuh.

"Da, lo tidur jam berapa?" tanyaku.

Aku dan Yuda berbaring di ruang tengah.

"Aduh, lupa gue Di. Jam berapa ya? Sekitar jam dua-an kayaknya."

"Lo bangunin gue tadi jam berapa?" tanyaku kembali.

"Gue lihat hape sih jam tiga pas. Gue kebangun gara-gara dengar bayi nangis, terus gue juga kebelet." jelas Yuda.

"Hah, bayi nangis? Lo denger bayi nangis Da?" tanyaku kaget, sampai aku terduduk.

"Iya, bayi nangis. Emang kenapa sih Di?" tanya Yuda heran.

"Lo bangun Bagas udah nggak ada?" aku bertanya kembali.

"Iya, Bagas kan di sebelah kanan gue. Gue pikir dia di kamar mandi. Gue ketok-ketok nggak jawab, begitu pintu kamar mandi gue buka, ternyata kosong." jelas Yuda.

"Emang kenapa sih Di?" tanya Yuda.

"Dua malam gue dengar bayi nangis tiap jam tiga. Cuma malam ini aja nih gue nggak dengar. Malah lo yang dengar." ujarku.

"Tetangga habis melahirkan kali Di. Lo nggak mikir aneh-aneh kan?" tanya Yuda.

"Mikir aneh apa?"

"Yaa mikir kalau itu sesuatu yang mistis gitu." ucap Yuda.

"Untungnya nggak kepikiran sampai sana sih. Cuma aneh aja, soalnya tiap jam tiga malam Da."

"Terus Bagas gimana nih Di?" tanya Yuda.

"Gimana ya? Gue juga bingung kemana tuh anak." jawabku.

"Apa jangan-jangan dia kerumah si mbak depan Di." ucap Yuda.

"Ah, mana mungkin Da, kan gerbang di kunci. Lagian ngapain dia kesana. Kenal juga belum, masa udah main. Malam-malam lagi." jelasku.

Aku dan Yuda masih menerka-nerka kemana Bagas pergi. Aku dan Yuda berharap esok pagi Bagas sudah kembali ke kamarku. Sampai akhirnya, kami berdua pun kembali tertidur dan melupakan Bagas sejenak.

1
Dewii Ratna Daffa'rizkiansyah
iya nih kek badrun y kmna gak muncul2..
Mila Karmila
aneh ya kok semuax bengong bukan membunuh si merah mlh santai santai aja gimn sih ceritax g paham aq
Mila Karmila
ha ha ha jagox kalah
Mila Karmila
mn tika
Mila Karmila
mana ilmu di cemen
Mila Karmila
bukanx mau ambil mustika lupa yaaaa
Shankara Senja
bukan tokoh utamanya yg ga peka.taoi penulisnya ga peka sama konent pembaca
Shankara Senja
si adi lemot apa bodoh ya..secara lulusan pesantren gtu loh..kecuaki orang biasa..hapalan doa untuk apa jg pasti diajarkan..apa penulis yg kurang paham
Wiwit
koq Adi ga ada nanya yg ada perempuan d rmh mang Ujang, koq ceritanya ngambang trus
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
ujang gmn?
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
perasaan udah jelas banget... kalau si adi bakal di jadiin tumbal si kunti *merah* tapi karna punya jimat pengganti nya si wati..... masa adi masih ga paham juga... padahal udah di kasih tau dan dapat petunjuk banyak bangat (dari mimpi).
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
itu mereka ga ada kepikiran buat cari si bagas di rumah mba kunti apah?
KATAKURI
Jujur gua benci sama wanita kayak Kemala ini!!!! asli!!!!
Achiek
adi... adi..... cara pikir mahasiswa kok gitu sih.... yg diincar bkn hny loe... tika dan nyokap kemala kan diincar juga....
Achiek
lho bknnya nyai asih blm meninggal saat keguguran... dan dikuburkan bkn disekitar rumahnya.... ini crt kok jd mundur maju.... belibet nggak jelas....
Achiek
bodoh.... kok bs sich thor sosok bodoh dijadikan aktor utama....
Aris Setyawan
si guntur emang g berguna,,malah nambah masalah
Aris Setyawan
bentar2 dengkul lemas,, aslinya adi punya nyali g sich
Aris Setyawan
selain adi yg pekok,, ternyata anak ponpes satunya juga g kalah pekoknya...hehehehe..
Aris Setyawan
ne cerita nya adi tokoh utama yg g peka,, katanya lulusan ponpes kok g peka,, katanya nyaman dikost ternyata merasa dihantui,, nyamannya dimana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!