NovelToon NovelToon
Marriage Order

Marriage Order

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: viviani

IG : @authorviviani

Warning!

Kisah ini akan menguras emosi, jiwa, dan raga sampai ke kehidupan nyata.

Aku Sheryl. Kehidupan yang penuh aturan membuatku muak. Bayangkan saja, orang tuaku mengatur seluruh kepentingan yang berkaitan dengan hidupku. Tak terkecuali dalam hal mendapatkan pasangan hidup. Aku tidak bisa memilih. Perjodohan tidak bisa dihindari. Perintah menikah sudah semakin dekat di usiaku yang ke 25 ini. Hingga aku tidak sadar melakukan sebuah kesalahan dan menghancurkan segala mimpi yang sudah terancang dengan indah. Mungkinkah aku memilih masa depanku sendiri atau nyatanya Tuhan malah berkehendak lain?


"Ke mana hatimu akan berlabuh, Sheryl?" –Baruna–


"Mungkinkah Sheryl akan berpaling kepadaku?" –Reynand–

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekretaris

Tok-tok-tok!

Aku mengetuk pintu ruangan Pak Burhan. Aku membuka pintu ruangan Pak Burhan, mengintip ke dalam ruangan. Mata Pak Burhan melirik menyadari keberadaanku dan memanggilku.

"Sheryl, ke sini kamu!" panggil Pak Burhan.

"Ada apa ya Pak sudah panggil saya ke sini?" Aku masuk dan duduk dihadapannya.

"Saya ada berita bagus untuk kamu."

"Bagus apanya, Pak?" Dahiku mengernyit penasaran.

"Kamu tahu kan direktur kita yang baru datang beberapa waktu yang lalu itu?"

"Ibu Aina?"

"Bukan. Ibu Aina itu kan pemilik perusahaan ini. Anak laki-lakinya yang sekarang jadi direktur. Masa tidak tahu? Pasti kamu tidak menyimak pertemuan kemarin ya?"

"Simak, Pak. Lupa saja dengan Pak Reynand."

"Iya, kamu tahu kan sekretarisnya?"

"Dena, Pak."

"Baru satu minggu bekerja jadi sekretarisnya, tiba-tiba saja Dena mengundurkan diri. Mulai besok dia sudah tidak bekerja lagi di sini. Jadi posisinya kosong. Lalu Pak Reynand meminta kamu yang menggantikan posisinya. Bagaimana?"

"Mengapa harus saya?"

"Kalau itu saya kurang tahu. Tapi kamu memang punya skill yang memadai menurut saya. Jadi saya sih setuju saja."

"Apa Pak Renaldy sudah tahu?"

"Beliau sudah tahu dari hari jumat kemarin dan sudah disetujui. Tapi karena hari ini beliau ada tugas luar, jadi saya yang memberitahukan kamu."

"Boleh saya pikir-pikir dulu?"

"Sayangnya tidak. Pak Reynand butuh kamu secepatnya."

"Saya sudah membuat surat mutasi untuk kamu tanda tangani. Silakan tanda tangan di sini." Pak Burhan menunjuk kolom tanda tangan di selembar kertas surat mutasi.

Memutasi karyawan tanpa pemberitahuan secara mendadak adalah pemaksaan. Aku menatap surat mutasi tersebut. Apa ini keputusan yang terbaik? Bekerja dengan orang baru dan asing sangat tidak nyaman bagiku.

"Kamu memikirkan apa?"

"Tidak ada Pak." Aku mengambil bolpoin dan membubuhkan tandatanganku.

Apa maksudnya direktur baru ini? Datang-datang sudah membuat orang tidak nyaman bekerja dan kabur. Padahal Dena sudah menjadi sekretaris direktur yang lama sejak lima tahun yang lalu. Apa yang salah? Sekarang main perintah dan memaksaku jadi sekretarisnya pula. Jadi ingat pertama bertemu di lift. Kesan pertama terlihat baik-baik saja tapi tidak ada yang tahu nantinya. Semoga dia bukan tipe orang yang suka mempersulit bawahannya.

"Baik untuk selanjutnya, besok ruangan kamu berada berhadapan dengan ruangan Pak Reynand."

"Baik Pak. Saya mohon diri."

"Silakan."

Aku melangkah keluar ruangan Pak Burhan dengan langkah lemas. Bagiku mencoba hal baru bukan hal yang mudah. Tidak pernah terpikirkan olehku menjadi seorang sekretaris.

Aku duduk sambil menelungkupkan kepala di atas meja kerjaku. Irene yang melihatku sontak menatap bingung.

"Kenapa lo, Sher?" tanya Irene.

"Gue besok gak di sini Ren," jawabku lemas.

"Lo kemana? Lo mau resign? Jangan dong. Nanti gue sama siapa?"

Aku mengangkat kepalaku, memandang Irene, "Gue besok jadi sekretarisnya Pak Reynand."

"Maksud lo?"

"Iya, sekretaris. Pak Burhan barusan kasih tahu gue."

"Emangnya si Dena ke mana?"

"Kabur."

"Serius lo? Dia kan udah lama." Irene terkejut.

"Iya Pak Burhan yang ngomong."

"Terus lo yang ditunjuk? Kan lo bukan sekretaris."

"Nah itu gue juga bingung. Pak Reynand sendiri katanya yang tunjuk gue."

"Yah kita pisah dong." Irene memelukku.

"Lebay amat sih. Kayak gue keluar aja. Gue masih di sini."

"Hehehe." Irene terkekeh.

Aku mengambil ponselku. Melihat ada banyak panggilan tidak terjawab dan sebuah pesan dari Fandy.

"Aku ingin berbicara denganmu. Aku harap kita bisa bertemu di restoran favorit kita berdua jam tujuh malam ini."

Aku hanya membaca pesan Fandy dan tidak membalasnya. Aku tidak ingin berbicara dengannya. Hatiku rasanya belum siap. Aku takut aku tidak bisa merelakannya lagi.

Telepon meja kerjaku berbunyi. Aku mengangkat telepon yang ternyata berasal dari resepsionis kantor di lobi.

"Mbak Sheryl, ini ada paket buat Mbak. Tadi ada ojek online yang kirim."

"Paket apa, Mbak? Aku tidak pesan apa-apa." Aku mengernyitkan dahiku bingung.

"Tapi ini benar buat Mbak Sheryl. Tertulis jelas di sini. Ini makanan seafood buat Mbak. Oh iya, terus ada buket bunga mawar kuning juga buat Mbak Sheryl."

Aku melirik arlojiku, jarum jam menunjukkan pukul sebelas lewat tiga puluh menit. Sebentar lagi memang waktu makan siang.

Buket bunga mawar itu apalagi sih? Siapa yang iseng sih memberi bunga ke orang asing**?

"Ya sudah, aku ke sana." Aku menutup telepon.

"Ada apa, Sher?" tanya Irene di dekatku.

"Ada yang kirimin gue paket."

"Paket apalagi? Lo gak pesen apa-apa, kan?"

"Enggak Ren. Paket makanan sama bunga katanya."

"Cie dapet bunga lagi. Gue jadi penasaran juga sih dari kemarin yang kasih bunga itu siapa."

"Makanya gue juga mau tahu siapa yang kirim. Ya udah, gue turun dulu ya."

Aku bergegas turun dan merasa sangat penasaran dengan paket-paket yang datang untukku selama ini. Tidak beberapa lama aku sudah tiba di depan meja resepsionis.

"Mbak Sheryl, ini paket spesial lagi. Kalau aku boleh tahu dari siapa, Mbak? Aku juga jadi penasaran." Pertanyaan sang biang gosip, Mbak Maya keluar.

"Aku tidak tahu juga dari siapa."

"Wih .... Pengagum rahasia ya, Mbak?"

"Sejenis itulah." Aku menjawab sekenanya.

Aku menerima paket itu. Di atas bunga menyembul sebuah kartu ucapan dan seperti biasa tanpa nama pengirim. Hanya nama orang yang dituju.

"Tidak perlu gundah gulana untuk segala masalah. Lupakanlah atau ceritakan. Bunga mawar kuning pertanda pertemanan, semoga nanti kita bisa ketemuan. Semoga semuanya membuat kamu berkenan dan bisa menjadikan aku teman. Selamat menikmati makan siang."

Aduh ini dari siapa sih? Makin bikin penasaran saja. Tidak mungkin kerjaan Kak Baruna kan? Fandy juga kemarin sudah jelas-jelas tidak mengirim buket bunga itu sama sekali.

Aku menoleh ke arah Mbak Maya dan menatapnya curiga. Mbak Maya terperanjat melihat sorot tajam mataku.

"Mbak Maya, jangan-jangan Mbak bersekongkol dengan pengirim paket ini?!"

"Tidak Mbak Sher, sumpah. Aku juga tidak tahu. Ojol itu cuma kasih paket terus pergi. Aku sempat tanya siapa yang kirim, dia tidak menjawab. Katanya itu privasi yang kirim. Mungkin sudah diberitahu agar merahasiakannya."

"Ya sudah, terima kasih sudah jujur. Aku ke atas lagi. Makanannya buat kamu saja. Bunganya aku simpan sebagai barang bukti. Siapa tahu orang itu muncul lagi besok-besok."

"Iya Mbak Sher, terima kasih ya. Lumayan tidak jajan di kantin." Mbak Maya tersenyum senang.

Aku meninggalkan meja resepsionis dengan buket bunga di tanganku. Aku harus memastikannya dengan bertanya kepada Kak Baruna. Mungkin saja dia tahu sesuatu.

Baru saja aku memikirkannya, Kak Baruna tiba-tiba meneleponku. Aku pun menjawab panggilannya.

1
Inayah Riyadi
yang jadi tokoh utama cowo nya Baruna apa Rey sih. sebenar nya
kavena ayunda
kasian bgt lu bar makan aja itu jalang😂😂
kavena ayunda
seril uda kayak.pelacur sana sini mau😂😂 dasar jalang sok.baik
kavena ayunda
murahan
kavena ayunda
g suka bgt temen kayak wildan temen makan temen
kavena ayunda
sok pinter tp.bodoh bgt
syafitri
sebel dengan tingkah sheryl, gak mau sama baruna tpi nggak nolak di ajak fitting baju, klo memang gak mau tolak dengan tegas jangan plinplan
Pandacuan: he em harusnya gitu ya ka, tapi ini Sheryl yg memang begitu
total 1 replies
BlackPurple
wuahhh ending yg indah, triiiiiiiiimakasih novelny, sukses slalu ya smua urusan dilancarkan.....💖💖
Pandacuan: sama2. makasih ka sudah membaca 🥰
total 1 replies
Lutfi Ariyani
ending yg manis ka🤗semoga samawa ya rey-sher.. sebenarnya pengen liat klo Baruna gagal move on lagi,biar Dy tersiksa sama perasaannya#senyum devil😁.. terimakasih ka atas cerita indahnya,semoga bertemu dengan cerita indah lainnya secepatnya 😉
Pandacuan: amiin. waduh kasian donk baruna kalo gagal move on terus nti ceritanya gak selesai2 😄😄😄. ditunggu aja ya cerita lainnya 😉
total 1 replies
kitty
waow dpt berapa bab td..eh tp knpa end, ada extra part nya kah?blom ada reynand junior
Pandacuan: apanya dpt brp bab? ya mmg sudah seharusnya end. terlalu panjang nti bosan.
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Aamiin.. rajin2 menanam benih ya Ren ,produksi masal 😬😬
Pandacuan: wkwkwk. amiiin
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
berat ya Rey
Pandacuan: mikirnya jauh bgt
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
goll.. goll. goll.. semoga benihnya tumbuh subur ya Rey
Pandacuan: pakai pupuk cinta biar benihnya bagus 🤣
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
hareudang2
Pandacuan: mandi ka
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
kenapa grogi sih Rey, td di ballroom pede aja mesra2an
Pandacuan: tetep grogi rasanya bagi dia
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
lah kan ada juga tuh punya istri tapi belok juga
Pandacuan: oiya bnr 😄
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
cewek impian lu kayak mana ,Han?
Pandacuan: han sukanya yang pinter 😄
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
ditunda dulu ya Rey mpnya 😀😀😀😅😅
Pandacuan: malam ke dua 🤣
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
gapapa Rey, coba dulu di London sebulan duabulan itung2 honeymoon
baru balik lagi ke Indonesia
Pandacuan: rey berpikir keras 🤣
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Alhamdulillah semoga kelahiran nya nanti lancar
Pandacuan: amiiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!