NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Pil Pemurni Jiwa dan Darah Naga

Sore itu, Puncak Embun yang biasanya dingin dan sunyi kini terasa sedikit lebih ramai dan hangat dari biasanya.

Di pondok bambu yang sederhana, tiga orang duduk di ruang tengah yang kecil. Meja bambu yang biasanya hanya diisi dengan dua cangkir teh teratai es, kini diisi dengan berbagai macam kotak giok yang memancarkan cahaya dan aroma obat yang sangat pekat.

Arya Langit duduk bersila di tengah, di depannya ada sebuah tungku pil kecil berwarna biru es yang merupakan tungku pribadi milik Sekar Embun. Tungku itu terlihat sederhana, tapi terbuat dari Es Abadi sepuluh ribu tahun yang hanya ada di puncak tertinggi Puncak Embun, tungku terbaik untuk membuat pil yang berhubungan dengan jiwa dan es.

Di sebelah kiri Arya, duduk Sekar Embun dengan gaun putihnya yang bersih, wajahnya dingin tapi matanya penuh dengan kekhawatiran saat menatap Arya. Di tangannya, dia memegang sebuah handuk bersih dan beberapa perban, sudah bersiap siap untuk mengobati luka Arya nanti setelah memberikan darah naga murninya.

Di sebelah kanan Arya, duduk Luna Maheswari dengan gaun putih teratai emasnya, wajahnya yang pucat kemarin kini sudah sedikit lebih baik setelah istirahat semalaman, tapi masih terlihat lemah karena racun Iblis Hati tingkat rendah yang masih ada di dalam tubuhnya. Matanya yang indah menatap Arya dengan penuh rasa terima kasih, rasa khawatir, dan rasa yang tidak bisa dijelaskan.

Di atas meja, ada tiga bahan utama yang sudah disiapkan dengan rapi di dalam kotak giok.

Kotak pertama berisi Bunga Teratai Suci 1000 tahun yang baru saja didapatkan Arya dari Gudang Obat dengan susah payah setelah menampar wajah Kezia dan Rafa untuk ketiga kalinya. Bunga itu masih mekar dengan indah, tujuh kelopaknya berkilauan seperti kristal dan memancarkan aroma suci yang bisa menenangkan jiwa seseorang hanya dengan menciumnya.

Kotak kedua berisi Buah Jiwa Es yang dipetik oleh Sekar Embun sendiri pagi ini dari pohon es di belakang kolam. Buah itu berwarna biru es bening dan memancarkan hawa dingin yang bisa membuat pikiran seseorang menjadi jernih seketika.

Dan bahan ketiga, yang paling penting dan paling berbahaya, adalah Darah Naga Murni milik Arya sendiri.

"Arya, apakah kamu yakin ingin melakukannya sekarang? Tubuhmu baru saja pulih delapan puluh persen setelah pertarungan melawan Tetua Darah kemarin. Memberikan setetes Darah Naga Murni sekarang akan membuatmu lemah selama minimal tiga hari dan kultivasimu bisa turun satu tingkat kecil. Apakah tidak bisa menunggu dua hari lagi sampai kamu pulih total?" tanya Sekar Embun dengan suara yang penuh kekhawatiran, tangannya mengepal erat memegang handuk di tangannya.

Sebagai pemilik Tubuh Meridian Embun Beku, dia paling tahu betapa berharganya darah esensi murni dari sebuah tubuh khusus. Satu tetes darah esensi murni setara dengan satu tahun kultivasi keras.

Luna Maheswari yang ada di samping juga mengangguk dengan wajah khawatir dan rasa bersalah.

"Ya, Arya. Kakak Senior Sekar benar. Aku... aku bisa menahan racun ini selama dua hari lagi. Racun tingkat rendah ini belum terlalu parah. Kamu tidak perlu memaksakan diri sekarang. Aku tidak ingin kamu terluka karena aku..." kata Luna dengan suara kecil, air matanya hampir menetes lagi karena merasa bersalah.

Arya yang mendengar kekhawatiran dari dua bidadari cantik di samping kiri dan kanannya itu hanya tersenyum dengan hangat.

"Guru, Putri Suci Luna, jangan khawatir. Saya sudah berjanji akan membuat Pil Pemurni Jiwa ini hari ini, dan saya tidak pernah mengingkari janji saya, apalagi janji kepada dua wanita cantik seperti kalian. Hanya setetes darah saja, tidak akan membuat saya mati. Paling hanya membuat saya sedikit lemas dan butuh dipeluk Guru selama tiga hari untuk pulih," jawab Arya dengan nada menggoda untuk mencairkan suasana tegang itu.

Wajah Sekar Embun langsung memerah mendengar kata dipeluk selama tiga hari itu, tapi dia tidak membantah, hanya mendengus pelan dengan wajah yang semakin khawatir.

Luna juga wajahnya sedikit memerah, tapi dia menatap Arya dengan mata yang berbinar penuh dengan rasa terharu.

Tanpa menunggu mereka berdua membantah lagi, Arya langsung mengambil tindakan.

Dia menutup matanya, menarik napas dalam dalam, dan mengaktifkan Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 3 di dalam tubuhnya dengan kekuatan penuh.

Auman naga emas yang sangat keras dan agung, yang hanya bisa didengar oleh Arya sendiri di dalam jiwanya, menggema di seluruh meridiannya.

Darah emas di dalam jantungnya yang merupakan inti dari Tubuh Meridian Naga Langit itu mendidih dengan liar.

Arya mengangkat tangan kanannya, menggigit ujung jari telunjuknya dengan keras hingga berdarah, lalu menekan jantungnya dengan telapak tangan kirinya dan memaksa jantung naganya untuk memompa keluar setetes darah esensi yang paling murni.

"Keluar!"

Setetes darah berwarna emas kemerahan yang sangat pekat, berkilauan seperti cairan emas cair dan memancarkan cahaya naga yang sangat terang serta hawa panas yang luar biasa, perlahan lahan keluar dari ujung jari Arya yang berdarah dan melayang di udara.

Begitu tetes darah itu keluar, wajah Arya yang tadinya sudah pulih delapan puluh persen itu langsung pucat pasi seperti kertas, keringat dingin langsung membasahi seluruh jubahnya, dan tubuhnya sedikit bergetar menahan rasa lemas yang luar biasa yang langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.

Kultivasinya yang baru saja naik ke Alam Jiwa Kesatria tingkat empat kemarin langsung turun kembali menjadi Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak, bahkan hampir turun lagi menjadi tingkat tiga biasa.

Rasa sakit karena kehilangan setetes darah esensi murni itu sepuluh kali lipat lebih sakit dari saat dia menelan Pil Darah Naga beberapa hari yang lalu. Seolah olah sebagian jiwanya sendiri disobek dan dikeluarkan paksa.

"ARYA!"

Sekar Embun dan Luna Maheswari berteriak bersamaan dengan panik melihat wajah Arya yang langsung pucat pasi itu.

Sekar Embun langsung bergerak dan menangkap tubuh Arya yang hampir jatuh ke depan, memeluknya dengan erat agar tidak jatuh. Tubuh Arya yang panas karena darah naga itu bersandar lemah di dalam pelukan dingin dan harum milik Sekar Embun.

"Bo... bodoh! Sudah kubilang jangan memaksakan diri! Kenapa kamu tidak mendengarkan!" Sekar Embun memarahi Arya dengan suara yang bergetar karena khawatir dan marah, tapi tangannya yang memeluk Arya itu sangat lembut dan erat, seolah takut Arya akan menghilang.

Luna juga langsung berdiri dan ingin membantu, tapi dia tidak tahu harus berbuat apa, hanya bisa menatap Arya yang pucat di dalam pelukan Sekar Embun itu dengan mata yang penuh dengan air mata dan rasa bersalah yang sangat besar.

Arya yang bersandar lemah di dalam pelukan harum dan dingin milik gurunya itu tersenyum lemah.

"Tidak... tidak apa apa, Guru... hanya... hanya sedikit lemas saja... Cepat... bantu saya memasukkan darah itu ke dalam tungku sebelum energinya menghilang..." kata Arya dengan suara yang sangat lemah.

Sekar Embun yang masih memeluk Arya itu dengan hati hati membantu Arya mengarahkan tetes Darah Naga Murni yang melayang di udara itu ke dalam tungku pil biru es yang sudah menyala dengan api biru es kecil.

Begitu tetes darah emas kemerahan itu masuk ke dalam tungku, api biru es di dalam tungku itu langsung berubah menjadi api emas kemerahan yang sangat indah dan sangat panas, membakar dengan liar.

Arya dengan sisa tenaganya yang terakhir, dengan cepat memasukkan Bunga Teratai Suci 1000 tahun dan Buah Jiwa Es ke dalam tungku itu secara bersamaan.

BOOM!

Tiga bahan tingkat tinggi yang sangat berharga itu bertabrakan di dalam tungku dan langsung meleleh menjadi cairan obat yang berputar putar dengan liar di dalam tungku.

Arya dengan wajah pucat pasi dan tubuh yang masih bersandar lemah di pelukan Sekar Embun, dengan susah payah menggerakkan kedua tangannya dan membentuk segel tangan alkimia yang sangat rumit dan kuno yang dia dapatkan dari ingatan Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi.

Segel itu adalah Segel Alkimia Naga Langit, segel alkimia tingkat tinggi yang hanya bisa digunakan oleh pemilik Tubuh Meridian Naga Langit.

Gerakan tangannya lambat karena kelelahan, tapi setiap gerakan mengandung kebenaran alkimia yang sangat mendalam, membuat Sekar Embun dan Luna yang menonton dari samping tertegun tidak percaya.

Mereka tidak pernah melihat teknik alkimia seindah dan seagung ini, bahkan Tetua Obat dari Puncak Obat pun tidak mungkin memiliki teknik alkimia seperti ini.

Proses pembuatan pil itu berlangsung selama hampir dua jam penuh.

Selama dua jam itu, Arya yang bersandar di pelukan Sekar Embun tidak pernah berhenti menggerakkan tangannya yang gemetar untuk mengendalikan api di dalam tungku. Keringat dingin bercampur keringat darah terus menetes dari dahinya, tapi dia tidak berhenti sama sekali.

Sekar Embun yang memeluknya dari belakang terus mengelap keringat di dahi Arya dengan handuk bersih di tangannya dengan penuh perhatian, sesekali menyalurkan sedikit energi es murninya yang lembut ke dalam tubuh Arya untuk membantunya bertahan.

Luna yang ada di samping juga tidak diam, dia terus menyalurkan energi Teratai Suci Pemurnian Jiwa miliknya yang murni ke dalam tungku untuk membantu memurnikan racun Iblis Hati yang mungkin masih ada di dalam bahan bahan itu.

Kerja sama antara tiga orang, satu naga, satu es, dan satu teratai suci, membuat pemandangan di dalam pondok bambu kecil itu terlihat sangat indah dan harmonis, seperti sebuah keluarga kecil yang sedang bekerja sama membuat sesuatu yang berharga.

Akhirnya, setelah dua jam penuh yang terasa seperti dua tahun penuh siksaan bagi Arya, api emas kemerahan di dalam tungku itu perlahan lahan mengecil dan padam.

Dari dalam tungku yang berasap harum itu, tiga buah pil berwarna putih keemasan dengan corak teratai es dan sisik naga emas di permukaannya melayang keluar dengan pelan dan memancarkan cahaya suci yang sangat terang serta aroma harum yang bisa membuat jiwa seseorang yang menciumnya langsung merasa tenang dan damai.

Pil Pemurni Jiwa kelas tinggi! Dan berhasil membuat tiga buah sekaligus! Tingkat keberhasilan 300%!

Biasanya, bahkan alkemis tingkat tinggi pun hanya bisa membuat satu pil saja dari bahan itu, dan tingkat keberhasilannya hanya 50%. Tapi Arya dengan Segel Alkimia Naga Langit dan bantuan dari dua bidadari itu berhasil membuat tiga pil sekaligus!

Arya melihat tiga pil yang melayang di udara itu, dia tersenyum lemah dengan puas, lalu akhirnya tidak bisa menahan kelelahan yang luar biasa itu lagi dan pingsan untuk kedua kalinya dalam tiga hari di dalam pelukan harum Sekar Embun.

"ARYA!"

Sekar Embun dan Luna berteriak panik bersamaan.

Sekar Embun dengan cepat menangkap tubuh Arya yang pingsan itu dan membaringkannya dengan hati hati di tempat tidurnya sendiri lagi. Wajahnya penuh dengan kekhawatiran, kemarahan karena Arya tidak mendengarkan perkataannya, dan rasa cinta yang semakin dalam.

Luna dengan cepat mengambil tiga pil yang melayang di udara itu dan menyimpannya ke dalam kotak giok. Dia menatap Arya yang pingsan dengan wajah pucat di tempat tidur itu dengan air mata yang tidak bisa ditahan lagi menetes ke pipinya.

Dia mengambil satu pil dari kotak itu dan langsung menelannya tanpa ragu.

Begitu pil itu masuk ke dalam perutnya, pil itu langsung meleleh menjadi aliran hangat yang sangat murni dan sangat suci yang mengalir ke seluruh meridian dan jiwanya.

Hawa dingin dan rasa tidak nyaman yang sudah mengganggunya selama dua minggu terakhir karena racun Iblis Hati tingkat rendah itu langsung dimurnikan dan menghilang total, digantikan oleh rasa hangat, nyaman, dan kekuatan yang kembali pulih sepenuhnya.

Racun di dalam tubuhnya, hilang total!

Dan bukan hanya itu, energi murni dari pil itu bahkan membuat kultivasinya yang tadinya Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak langsung naik menjadi Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan!

Luna merasakan perubahan di dalam tubuhnya itu, dia menatap Arya yang pingsan itu dengan mata yang penuh dengan rasa terima kasih, rasa terharu, dan rasa cinta yang mulai tumbuh dengan sangat cepat di dalam hatinya.

Dia berlutut di samping tempat tidur Arya, menggenggam tangan Arya yang dingin karena kehilangan darah dengan kedua tangannya yang hangat, dan berbisik dengan suara yang penuh dengan janji.

"Arya Langit... terima kasih... terima kasih sudah menyelamatkan hidupku... Aku Luna Maheswari bersumpah, mulai hari ini, hidupku adalah milikmu... Jika ada yang berani menyakitimu lagi, aku Luna Maheswari akan menjadi musuh mereka seumur hidup, bahkan jika musuh itu adalah seluruh Istana Teratai Suci sekalipun..."

Di dalam kepala Arya yang pingsan itu, suara sistem berbunyi dengan sangat meriah, bahkan lebih meriah dari saat dia membunuh Tetua Darah kemarin.

[DING! Berhasil membuat Pil Pemurni Jiwa kelas tinggi dan menyelamatkan Luna Maheswari dari racun Iblis Hati tingkat rendah!]

[Kepercayaan Luna Maheswari +25%!]

[Kepercayaan Luna Maheswari saat ini: 80%!]

[Hadiah: 1000 Poin Takdir, Teknik Teratai Suci Pemurnian Jiwa!]

[DING! Sekar Embun melihat Tuan Rumah mengorbankan darah esensi untuk menyelamatkan teman dan pingsan di pelukannya! Kepercayaan Sekar Embun +5%!]

[Kepercayaan Sekar Embun saat ini: 100%! SELAMAT! Kepercayaan mencapai 100%!]

[SELAMAT! Target Takdir pertama Sekar Embun berhasil diselamatkan 100% dan menjadi Istri Kaisar pertama!]

[Hadiah Utama: Tubuh Meridian Embun Beku Sekar Embun sembuh total! Kultivasi Sekar Embun naik ke Alam Raja Langit tingkat 3! Tubuh Meridian Naga Langit Tuan Rumah naik ke tingkat 4! Kultivasi Tuan Rumah pulih total dan naik ke Alam Jiwa Kesatria tingkat 5!]

[Fitur Malam Pertama terbuka! Malam ini adalah waktu terbaik untuk melakukan sesi penyembuhan terakhir dan upacara penyatuan jiwa!]

[Isi hati Sekar Embun saat ini: "Bodoh... bodoh besar... kenapa kamu selalu membuatku khawatir seperti ini... Kenapa kamu selalu mengorbankan dirimu sendiri untuk orang lain... Aku... aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi... Malam ini... malam ini aku akan menjagamu seumur hidupku..."]

Arya yang pingsan itu tidak bisa mendengar suara sistem yang meriah itu, tapi senyum bahagia terlihat di wajahnya yang pucat yang tertidur di dalam pelukan harum dua bidadari yang kini sama menatapnya dengan mata yang penuh dengan cinta dan kekhawatiran.

Malam ini, Puncak Embun akan menjadi saksi dari lahirnya Istri Kaisar pertama dari Kaisar Abadi yang akan datang, dan juga menjadi awal dari malam pertama yang akan mengubah takdir Sekar Embun selamanya.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!